Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 4; Beraninya kau kabur!!


__ADS_3


sungguh, kehidupan yang tadinya kuharapkan baik-baik saja ternyata sedang mengacaukan masa depanku, tapi aku percata Tuhan menolong aku


Setelah berlari beberapa jauh, akhirnya asya kelelahan, sementara haura


masih mengejarnya dan hamper mendekat, tiba-tiba asya terpikir untuk


bersembunyi diantara mobil yang terparkir dekat dengannya


“astaga, bagaimana jika aku ketahuan oleh tante?bisa-bisa mala mini aku


dijualnya” batin asya dalam hatinya dan memilih untk berdiam diri tanpa ia


sadari pemilik mobil tersebut berada didalam mobil dan memperhatikan


gerak-gerik asya


“ehem… apa yang kau lakukan dimobilku!” kata pria itu dengan datar dan


wajah yang sangar


“ehh..ma..maaf om saya hanay bersembunyi disini, umm jangan rebut om nanti


aku dilihat tantelku” kata asya mengajak pria itu kompromi


“saya tidak peduli,mau kau ketahuan atau tidak itu bukan urusanku, minggir


dari mobilku!” kata pria itu seketika membuat nyali asya lanhgsung menciut dan


dengan ketakutan ia mundur dari tepatnya


“hahahah… ternyata kau disini anak sial!” kata haura yang melihat asya


bertengkar dengan pria itu


“ampun tante, asya ga mau dijual” kata asya dengan tangisan yang pilu


“hahhahah.. ternyata kau sudah tau anak sial! Itu makanya kau mau mencoba


kabur dari rumah! Itu tidak akan pernah terjadi!’ kata haura dan menarik tangan


asya dengan kasar, sedangkan pria yang melihatnya itu hanya memasang muka


datarnya dan memilih pergi dari sana


“maafkan asya tante, asya ga mau dijual huhuhu” tangis asya pecah saat


omnya datang dan memaksanya masuk kedalam mobil mereka


“anak sialan ini, membuat orang jantungan saja!” kata frank dengan datar


dan menutup pintu mobilnya


“ kami duluan mi” sambung frank lagi dan diangguki oleh haura istrinya


****


Sesampainya dirumah burke, frank langsung membawa asya kedalam rumah,


dengan menarik tangan asya secara paksa dan mencampakkannya secara kasar sampai


didalam rumah


“huhuhu.. maafkan aku om, aku takut dijual” kata asya meraung penuh iba


“hah… dijual?” suara nika dan niki melengking tinggi sangking terkejutnya


mendengar penuturan asya barusan


“apa ini serius pi?? Asya mau dijual?” tanya niki yang masih tidak percaya


dengan pendengarannya


“yahh begitulah ki, kita membutuhkan uang untuk membayar utang kita, dan


jalan satu-satunya adalajh dengan menjual anak sialan ini!” kayta frank

__ADS_1


membenarkan ucapan anaknya


“tapi pi, masa ia main jual aja anak orang, kan kasihan gak ada pembantu


kita lagi disini” kata naka yang memikirkan jika asya tidak ada pasti merekalah


yang akan sibuk mengurusi rumah mereka


“apa kamu mau tidur dikontrakan sempit jika tidak menjual anak sial ini?”


tanya frank kepada anaknya dan dijawab dengan gelengan kepala naka


“makanya kalian diam saja, jangan ikut campur” kata frank dan diangguki


kedua anaknya


“aduhh anak pembawa sial ini! Bikin aku harus keluar panas-panasan hanya


untuk mengejar budak ini!!” kata haura yang datang dari luar dan langsung


menampar pipi asya


Plakkk…


Satu tambahan khas membekas di pipi mulus asya, dengan tangan bergetar


asya memegang pipinya yang baru saja kena tamparan tantenya


‘apa kau masih mau bermain-main dengan kami!?, asal kau tau asya, aku


terpaksa membawamu dulu kerumah kami untuk menjadikanmu pembantu dan sekarang


kami butuh uang, dan hanya kau jalan keluar satu-satunya!!” kata haura yang


sudah dilanda emosi yang membuncah


“ma..maafkan aku tante,,tapi aku benar-benar tidak mau dijual tante” kata


asya meraung dengan tangisan yang sesak didadanya


“hahaha sekalipun kau menangis darah untuk minta maaf dan memohon,


menjualmu!!” kata haura dan membawa asya kedalam kamarnya, menguncinya dari


luar agar tidak ada kesempatan untuk ponaannya kabur lagi


****


Keesokan harinya, asya tidak diperbolehkan untuk pergi kesekolah karena


haura dan frank takut jika nanti anak itu kabur lagi.


“tante buka pintunya asya mau sekolah tan” teriak asya dari dalam kamarnya


sambil mengedor pintu kamarnya


Karna merasa terganggu dengan suara asya, mau tak mau haura membuka pintu


kamarnya dan masuk kedalam


“apa yang kau lakukan anak sial!, kau mau menghancurkan pintu rumah ini!!”


kata haura dengan wajah marah dan menarik ra,but asya dengan kasar


Baru juga rambut baru, udah dirusak ae wkwk


“maafkan asya tante, tapi asya mau kesekolah hari ini” kata asya dengan


menahan sakit dikepalanya


“maaf..maaf apa kau tidak bisa melihat jam!!, ini sudah hamper siang,


kalaupun kau mau pergi kau sudah terlat bodoh!!” kata haura dengan mata yang


sudah melotot hamper keluar


“ apa kau masih mau pergi kesekolah!” teriak haura dan dijawab gelengan

__ADS_1


kepala asya


‘diamlah disini menunggu nanti malam, jangan pernah mencoba untuk kabur


dari sini!” kata haura dan mendorong asya ketempat tidur, ia Kembali keluar


dari kamar asya dan mengunci pintunya kembali


****


Malam menjelang, frank sudah bersiap untuk ketemu dengan rekan bisnisnya yang akan


berencana membeli asya.


“pi, coba deh papi telfon lagi temen papi untuk memastikan nanti kita terlalu lama menunggu


disana” kata haura yang sedang bersiap untuk ikut ketempat yang sudah


dijanjikan


“iya mi, ini papi lagi coba menelfonnya Kembali” kata frank dan siangguki oleh haura


“hallo.. ap akita jadi ketemuan malam ini?” tanya frank memastikan orang dibalik telfon


“iya frank, aku menunggu kalian di club XX, datang tepat waktu dan jangan lupa bawa mangsa yang


sudah kau janjikan itu” jawab orang dibalik telfon dan hal itu membuat frank


tersenyum bangga


“baiklah kalau begitu, siapakan uang yang sesuai degan perjanjian” kata frank lagi dan


membuat orang diseberang telfon tertawa


“hahahah.. apa kau piker aku membohongimu frank? Aku tidak selicik kau” kata orang itu dan


dijawab iya oleh frank.


“bagaimana pi? Apa mereka jadi datang kesana?” tanya haura tidak sabaran


“iya mi, mereka menunggu kita disana” jawab frank dan diangguki oleh istrinya, mereka


keluar untuk membawa asya ketempat yang ingin mereka tuju


Didalam mobil, asya sungguh tidak bisa tenang, rasanya ia ingin kabur dari mobil itu


sebelum sampai ketempat tujuan mereka


“diamlah anak sial!!, berhenti menangis, kau menangispun tidak ada gunanya, kau akan tetap


dibeli oleh mereka” kata frank dan diangguki istrinya dibelakang


“om..tanmte.. asya mohon jangan jual asya, asya bisa kerja dan mendapatkan uang menutupi


hutang kita” kata asya memohon dengan pilu


“hahaha.. apa kau piker mencari uang itu hgampang? Kau bekerja saja sampai sisa umurmu habis


tidak akan bisa membayar semua hutang-hutang itu!!” jawab haura dengan


tersenyum penuh kemenangan


“tapi tante, aku tidak mau dijual sama om-om yang beristri atau om-om hidung belang” kata


asya memohon dengan sangat agar om maupun tantenya membatalkan niat mereka


“tapi itu sudah menjadi keputusan kami anak sial! Dan itu tidak bisa dibatalkan” kata


haura dan menjambak kasar rambut asya


“ampun tante,,, sakitt.. jangan menarik rambutku, sakit tan” keluh asya sambil menangis pilu,


ia sungguh tidak bisa menerima kenyataan jika dirinya sampai dibeli oleh pria


hidung belang.


next

__ADS_1


berikan komentarmu kepada keluarga burke, nanti mami kasih tau mereka:>


__ADS_2