
...___...
Sementara semua orang tengah berbahagia, saling berbincang-bincang sembari menikmati hidangan pesta sederhana pernikahan Candra dan Genna.
Lain hal nya dengan seorang gadis yang sudah menyandang status sebagai seorang istri dari Candra itu, perempuan itu tetap terlihat murung dengan wajah yang tak bahagia. Pernikahan nya adalah kebahagian bagi setiap orang yang ada di sana, namun tidak untuk Genna.
Sore hari, pesta sederhana itu pun telah selesai, tak ada lagi tamu undangan yang khusus keluarga mereka undang. Karena acara nya memang akan di tutup pada jam 5 sore.
"Huh..!!" Genna menghembuskan nafas nya kasar, melemparkan diri nya duduk di sebuah kursi pelaminan seraya mencebik kesal. Berulang kali dia melihat tumit kaki nya yang terasa begitu perih akibat terlalu lama berdiri menyalami para tamu undangan dengan menggunakan heels.
Candra menoleh, menunduk dan menatap Genna yang terlihat sudah sangat kelelahan. Namun baru saja dia akan ikut mendudukkan diri nya, tapi niat nya itu dia urungkan karena ke datangan bu Maria yang menghampiri mereka.
"Sayang .." Sapa Bu Maria pada Candra dan Genna.
"Oma.." Jawab Candra, lalu di ikuti Genna yang juga kembali berdiri untuk menyapa Bu Maria.
"Sudah sore, tamu undangan juga sudah tak ada lagi. Jadi kalian sudah boleh masuk dan membersihkan diri kalian ya.." Ujar Bu Maria pada ke dua pengantin baru itu.
"Oke Oma, aku udah capek banget ! gerah !" Sargah Genna, kemudian berlalu melangkah kan kaki nya pergi begitu saja.
"Baik Oma, kalau begitu kami masuk dulu" Ujar Candra sambil tersenyum. Lalu dia pun berjalan mengikuti Genna setelah berpamitan pada Bu Maria.
...___...
"Huh, akhir nya selesai juga ! gila emang, capek banget nikah, sumpah.." Keluh Genna yang menghentikan langkah nya di ujung tangga.
Genna duduk di anak tangga, melepas sepatu heels yang dia pakai, lalu menenteng nya. Dia pun bangkit dan hendak menaiki anak tangga namun kaki nya terasa sangat perih, dan akhir nya, Genna pun kembali duduk karena ke sakitan.
"Sakit banget kaki gue, ya ampun.." Keluh nya seraya melihat ke dua tumit kaki nya yang terlihat merah.
Seketika Genna terbelalak, saat pandangan nya menatap sosok Candra yang datang dan mendekat ke arah nya. Dia terdiam, menatap tajam Candra yang saat ini sudah berdiri di hadapan nya.
"Kamu kenapa ?" Tanya Candra
Genna mencebik, menatap malas pada laki-laki yang menurut nya sangat lah menyebalkan itu.
'ga liat apa ya, kaki gue sakit begini ! malah pake tanya kenapa lagi !' Ujar Genna menggerutui Candra di dalam hati nya.
Candra pun kemudian mengerti, melihat tumit kaki istri nya itu yang terlihat merah. Sejak tadi Genna pun sudah merasa kesakitan, maka Candra dengan peka nya dia mendekat lalu menggendong Genna ala-ala bridal style untuk segera menaiki tangga dan membawa nya ke dalam kamar.
Genna pun terkejut. "Eh..eh.. om, lancang banget sih, turunin aku gak !"
__ADS_1
"Udah, biar saya gendong aja kamu sampai kamar" Ujar Candra menjawab.
"Ihh... aku bisa jalan sendiri !" Cetus Genna
"Ssstttt.. kaki kamu kan sakit, pegangan aja nanti jatuh !"
"Om turunin ! aku bisa jalan sendiri !" Genna meronta dan memukuli dada bidang Candra.
"Diem ! atau kamu mau saya cium biar mau diem !" Cetus Candra,
"Hah..?" Mendengar ucapan Candra, membuat Genna seketika terdiam tak berani melawan. Dan akhir nya, Genna pun mengalungkan ke dua tangan nya di leher suami nya itu
Anggap aja seperti ini ya Candra gendong Genna nya 😝😂 awas ya gengs, harap tahan mental kalian 😝😂🤭 ahahaha
...___...
Di dalam kamar
Setiba nya di dalam kamar Genna, Candra pun menurunkan Genna, lalu meregangkan otot-otot tangan nya yang terasa keram karena membopong tubuh Genna yang memang terasa berat, apa lagi menggendong nya menaiki tangga.
"Oke, om boleh pergi !" Ucap nya tanpa terimakasih, lalu mengusir Candra agar keluar dari dalam kamar nya.
"Ya gak tau lah, udah sana keluar aku mau istirahat !" Pekik Genna lagi.
"Ya sama, saya juga mau istirahat !" Balas Candra.
"Ya cari sana kamar kosong, banyak tu di bawah !" Ujar nya
"Kamar kosong ?" Ulang Candra, yang mendapati anggukan kepala oleh Genna. "Enggak, saya mau istirahat di sini !" Tolak Candra, lalu melangkah kan kaki nya hendak menuju ke ranjang.
"Eh, kok disini ! ini kamar aku om !" Cetus Genna memutar tubuh nya mengikuti langkah Candra.
Dan seketika dia terbelalak, membulatkan mata nya sempurna kala menatap kondisi kamar nya saat ini.
"Apa-apa an ini ?" Gumam nya. Yang melihat kamar nya yang sungguh sangat berbeda. Tatapan Genna mengelilingi setiap sudut kamar nya yang di penuhi oleh bunga-bunga.
Anggap aja kaya gini ya kamar nya Genna 😝😂😂
__ADS_1
.
.
.
Genna terperangah, menatap bingung pada seisi kamar nya. Bunga yang bertebaran di mana-mana, di atas lantai, hingga di atas ranjang serta dekorasi bunga yang memenuhi sisi ranjang nya.
Genna mencebik, kala dia menatap Candra yang justru ber-baringan di atas ranjang nya. Dia pun berjalan mendekati Candra di sana.
"Om-"
Tiba-tiba Candra bangkit, duduk di tepian ranjang dengan menatap ke arah Genna.
"Bukan nya indah ?" Tanya Candra pada Genna. "Kamar pengantin baru kan seharus nya memang seperti ini." Ujar laki-laki itu.
Hah ? pengantin baru..
Oh, astaga.. dia bahkan telah melupakan jika dia telah menikah dengan laki-laki yang ada di hadapan nya ini.
"Ya tapi-"
"Bunga-bunga ini akan menambahkan suasana indah di malam pengantin kita kan.." Sargah Candra memotong ucapan Genna sambil bangkit dari duduk nya. Dia berdiri, lalu melangkah perlahan mendekati Genna yang menegang kaku di sana.
"Ma-malam pengantin..?" Ulang gadis itu.
"Iya, malam pengantin"
Dan Genna pun melangkah kan kaki nya mundur saat Candra yang terus mendekat ke arah nya.
Sementara Candra, laki-laki itu terus melangkah sambil tersenyum yang sangat sulit untuk di artikan. Yang membuat Genna merasa takut dan gemetar menatap nya.
Dalam pikiran Genna, dia bahkan telah melupakan bahwa dengan menikah pasti akan ada nya malam pengantin. Malam di mana dia akan benar-benar menyerahkan seluruh hidup dan diri nya pada sang suami yang sudah berhak atas diri nya.
"Om..om..om.. tunggu tunggu tunggu..!!" Sargah Genna yang mengulurkan tangan nya kedepan.
"Om, om Candra kan ganteng, gagah lagi, kenapa sih mau nikah sama anak kecil yang gak tau apa-apa seperti aku !" Ucap Genna, dia berpikir untuk banyak bicara untuk mengulur waktu Candra yang mungkin akan mulai menyentuh nya.
"Kenapa gak mau, kamu juga wanita kok !" Sargah Candra.
"I-iya, tapi.. om, aku..aku.. takut !"
__ADS_1
...___...
Jan lupa kasih like, komen, Vote gratis kalian dan gift seikhlas nya ya 😄😄😄