Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 134, S2


__ADS_3

Satu hari Dar sudah berada di Swiss sendirian, ia tidak diberikan asisten, hanya ada sekretaris perusahaan yang mengurus semuanya, sungguh ini adalah tantangan yang membuat Dar ingin lari saja, namun jika ia melakukan itu sama saja ingin menyerahkan diri pada papanya dan akan membuat dirinya semakin susah


dan hari ini adalah hari pertama Dar untuk keperusahaan, ia sengaja bangun lebih awal dan mempersiapkan semuanya, tidak ada lagi orang yang membangunkannya dan menyiapkan sarapan untuknya. tidak seperti biasanya di Indonesia, ada yang mengurus dirinya dan ia tinggal bersiap ke perusahaan.


"ahhh.. sungguh hari yang melelahkan. tapi bagaimana pun aku harus melakukannya"  ucap Dar dan langsung kedapur menyiapkan sarapannya sendiri


tidak memakan waktu yang lama, Dar sudah selesai dan bersiap kekantor, ia menggunakkan style yang seperti biasanya, dan sudah ada supir yang menunggu dirinya dibawah. sekarang Dar tinggal dirumah mereka yang berada di negara ini


hanya memakan waktu tiga puluh menit saja, Dar sudah sampai di kantor dan disambut para karyawan yang sudah tau kalau yang menngelola perusahaan itu bukan lagi Alfred, melainkan anaknya, dan karyawan itu pun jarang menemui Dar, palingan yang sudah lama bekerja disana saja


"selamat pagi!, hari ini saya akan menggantikan papa saya untuk mengelola perusahaan ini!!< jangan ada yang berulah dan ingat, tidak ada teloransi untukku, semua paham!!" ucap Dar dengan tegas, ia memang seseorang yang humble dan periang namun jika menyangkut pekerjaan dan hal yang srius, Dar bisa  lebih tegas dan lebih menyeramkan dari biasanya


"pahamm!!' ucap karyyawa serempak, mereka juga bisa melihat bagaimana Dar memberi arahan, bisa dipastikan tidak jauh dari Alfred yang tegas dan sangat berwibawa


"bagus.. silahkan lanjutkan pekerjaan kalian, sekretaris mana?" tanya Dar dan menatap seluruh ruangan itu, ia tidak bisa melihat dimana sekretarisnya, karna memang semuanya sama dari baju dan penampilan, tidak ada penampilan mereka yang mencolok dan mmebuat sakit mata


"saya pak!" ucap seseorang dari arah belakang Dra, gadis yang lumayan cantik dan gaya yang elegan. tidak menutup kemungkinan kalau wanita itu sedikit menor karna dirinya setiap hari bertemu dnegan klien jadi harus selalu tampil cantik dan prefesional


"ikut keruanganku!!" ucap Dar dan meningglakan semuanya, Dar melangkah dan diangguki oleh wanita itu. mereka langsung masuk kedalam dan Dar bertanya seputar perusahaan kepadanya, karna wanita itu yang paling tau bagaimana perkembangan perusahaan mereka

__ADS_1


"siapkan semua devisi, katakan kalau hari ini kita rapat. tidak ada yang becus bekerja setiap devisi sepertinya" ucap Dar marah, melihat laporan perusahaan yang sangat anjlok kebawah, bukan hanya itu. kebanyak juga banyak yang tidak jujur dalam laporan yang mereka buat


"baik pak" ucap wanita itu dan langsung keluar dari ruangan Dar, ia menyampaikan semua info yang ia dapat dari Dar dan menyuruh semua devisi untuk berkumpul dan akan ada rapat dadakan dikantor itu


"apa kalian semuanya sudah yakin dengan laporan yang kalian buat haa!!' ucap Dar meluapkan smeua emosinya, bagaimana mungkin hanya dalam waktu yang sangat singkat semuanya turun dartis, jangan bilang kalau Dar tidak bisa tau bagaimanaa bisa ini etrjadi


"siapa?, siapa yang memimpin kalian!!?" tanya Dar dan melihat karyawannya satu persatu, Dar melihat dan kearah pria yang sedikit berbeda dari yang lain, pembawaannya tenang dan tidak takut edikitpun, Dar curiga dan langsung menunjuk pria itu


"kauu!!, siapa yang memimpin kalian!!?" tanya Dar dan melototkan matanya kearah pria itu, namun dnegan tennag pria itu hanya menjawab seadanya


"saya tidak tau pak, coba tanya kepada pak Bastian"  ucap pria itu menatap kearah pria paruh baya yang berada disampingnya, pria itu tampak gemetar dan ketakutan. oa bahkan tidak berani menatap Dar yang semakin mendekat kearahnya


"apa benar pak Bastian?, apa anda tau siapa yang memimpin mereka sampai bisa sepercaya diri ini melakukan hal yang sangat kotor diperusahaa ini!!?" tanya Dar namun pak Bastian itu hanya diam dan langsung menundukkan pandangannya, tidak berani melihat kepada Dar yang sangat menakutkaan itu


"maafkan saya pak... saya yang mengajak mereka melakukan itu" akhirnya Bastian angkat bicara dan jujur dalang dari semua perbuatan mereka siapa


"bagus!!, kalian semua dipecat. hanya kau saja yang dipertahankan disini" ucap Dar menunjuk ekarah pria yang tennag dan tidak ada sedikitpun ketakutan, Dra langsung keluar dari ruangan itu, tidak ada lagi kata yang terucap dari bibirnya, padahal semua orang disana ingin meminta keringanan namun tetap saja Dra tidak peduli


Dar adalah seseorang yang peeriang dan mudah akrab dengan orang lain, namun jika menyangkut dengan sesuatau yang ia anggap serius maka Dra bisa berubah menakutkan dan lebih kejam dari apapun maka dari itu, sekarang Dar yang akan turun tangan menghukum pengkhianat yang ada diperusahaan papanya

__ADS_1


"kumpulkan mereka menjadi satu ruangan" ucap Dar dan diangguki oleh sekretarisnya, jiwa spikopat Dar keluar, sudah lama tidak mendnegar jeritan suara. terakhir ketika ia bermain main dnegan Freya, tapi sekarang banyak mainan Dar yang baru


Dar melihat kearah luar, kembali memikirkan wanita yang ia renggut kesuciannya, tubuh yang indah dan ekspresi yang sangat menggoda ketika Dar memberikan sensassi itu kepada wanita itu, lagi lagi Dar merasa sedikit kasihan, namun tetap saja Dar tidak peduli dnegan perasaan itu


Dar menuju ruangan dimana para pengkhianat sudah dikumpulkan, pria itu membawa pisu lipat yang selalu ia bawa ketika akan mengeksekusi lawannya


"apa kalian semua sudah siap!!" ucap Dar dan mengeluarkan pisau lipatnya, ia langsung mmeberi contoh kesalah satu karyawan yang sedari tadi meronta dan snagat liar, itu hal yang snagat dibenci oleh Dar


"tidak sakit, hanya sedikit goresan sebagai tanda keindahan dari wajah pengkhianat kalian semuanya, srettt" satu sayatan langsung membekas dipipi pria yang bernama Bastian itu, da**rah segar langsung keluar dan mebuat pria itu berteriak kesakitan


"ahhhh..,bagaimana kabar istri dan anak kalian, tidakkah kalian merasa kasihan dengan mereka?" ucap Dar dan tangannya beralih kepada pia yang masih mudah namun tampak melawan dari sorot matanya


mereka semua ada lima orang, dan Bastian yang memimpin mereka, maka dari itu Dar membuat pria itu sedikit jera dengan perilakuknya, Dar tidak suka dengan pengkhianatan


"ahhh.. sungguh merdu mendengar suara kalian, mana kalian pilih, aku asingkan atau kuhabisi disini"ucap Dar dnegan tersenyum manis namun menakutkan bagi lawannya, Dar seperti moster yang mengamuk tenang


"asingkan kami saja tuan, kami siap. tapi jangan bunuh kami" ucap pria yang masih mmeikirkan hdupnya, wajah mereka sama sama luka dan mengalir darah yang segar. bukan hanya satu saja namun sedikitnya ada tiga gorensan dipipi dan beberapa dilengan dan tangan mereka


"siapkan pengawal untuk membawwa mereka semuanya dipulau paling terpencil, tapi jangan dengan keluarganya. berikan juga surat pada keluarganya dan beberapa foto yang memperlihatkan perilaku bejat mereka" ucap Dar dan diangguki oleh pengawal yang ada disana, bagaimanapun pengkhianat tetaplah pengkhianat bukan?

__ADS_1


#next


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers💕💕💕


__ADS_2