Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 121, welcome twins


__ADS_3

Sangat senang melihat tangisan dari mulut mungil mereka, meliihat tangisan mereka dengan kers memenuhi ruangan, terdengar nyaring namun membuat saya sadar betapa bahagianya itu melihat wajah mereka, sangat senang dan bersyukur bisa merasakan itu


~Aland Chevalier


Tiga bulan setelah liburan mereka, semuanya berjalan seperti biasanya.seperti hari ini Asya sedang memasak sarapan untuk keluarganya dan dirumah itu juga diisi oleh semua keluarga termasuk orangtua Darrec yang datang dari Swiss, mereka sengaja datang untuk merawat Asya yang diperkirakan bulan ini


Alfred dan Agatha sangat senang mendengarkan jika menantu mereka akan melahirkan, maka dari itu dnegan cepat mereka langsung melakukan penerbangan dua minggu yang lalu, dan semakin senang ketika mendapat kabar kalau Asya mengandung baby twins


"bi, tolong ini dibawa kedepan ya, Asya mau beresin ini dulu" ucap Asya dan masih merasakan saja, ia dngan gesit dan cekatan melakukan semua mengerjakan pagi itu, sebenarnya bukan tugas Asya namun ia ingin melakukannya


"Asya, sayang kok masak pagi gini, kan ada bibi yang melakukannya. lagian kamu harus jaga kondisi kamu loh" ucap Agatha yang melihat menantunya asik bergulat dengan alat alat dapur


"gakpapa mi, lagian Asya menyukainya" ucap Asya dengan tersenyum dan melanjutkan pekerjaan, namun saat tangan mungilnya ingin manruh teflon yang baru saja ia cuci, tiba-tiba perutnya sakit


tangan itu langsung menjatuhkan teflonnya dan membuat Agahta terkejut, ia asya yang memegangi perutnya dengan melihat ke atas oleh


"Asya, sayang..." ucap Agatha dan membantu Asya untuk berjalan namun bumil itu indah dan indah, mungkin terlalu sakit yang ia rasakan


"Alandddddd......." teriak Agatha dari dapur dengan suara berkekuatan 200hz dan membuat Asya hampir saja meninggal, namun karna perutnya yang sakit melupakan hal lucu itu


"Alandd... Darreccccc...." teriak Agatha sekali lagi dan membuat seisi rumah langsung berlari kedapur, begitu juga dengan Aland yang baru saja memakai celananya sehabis mandi harus ikut berlari demi mendengar teriakan bibinya itu


"ada apa bibi?"tanya Al namun dnegan cepat Agatha melototkan matanya ke arah pria itu dengan tajam


"siapkan mobil Darrec, jangan bengong begitu. Al bodo lihat istrimu jangan diam berdiri disana seperti orang bodoh dungu" ucap Agtaha dan Al langsung sigap mengendong istrinya yang menahan perutnya yang nyaman


"sayang, bertahanlah. kita kerumah sakit" ucap Al yang tau apa yang harus ia lakukan, sebelumnya ia sudah membahas tentang seputar kehamilan


sekitar dua puluh menit mereka dijalan, Al dengan sigap menggendong istrinya masuk kedalam rumah sakit dan dibantu oleh Darrec mencarikan suster untuk membawa Asya ke ruang persalinan


"boleh suaminya masuk saja pak"ucap suster yang ada disana dan langsung saja tanpa disuruh dua kali Al masuk kedalam


"masih dipembukaan ketiga bu,kita tunggu sampai pembukaan sepuluh ya, ibu boleh melakukan apa yang ibu mau. tapi nanti pasti ada rasa sakit seperti tadi",ucap dokter yang menangani Asya


Al mengangguk dan begitu juga Asya, kedua suami istri itu saling menguatkan, Al yang ketakutan melihat wajah pucat istrinya dan Asya yang tidak sabar lagi melihat baby twins

__ADS_1


"sayang, apa kamu mau sesuatu?",tanya Al sambil mengelus perut istrinya, rasa bahagia itu menjalar dihati Al


"tidak mas, aku hanya haus saja",ucap Asya dan dengan sigap tangan Al mengambil air yang ada diatas nakas dan memberikan kepada istrinya


"sudah?",tanya Al dan diangguki oleh Asya keduanya kembali tersenyum


"mas, aku tidak sabar melihat mereka lahir",ucap Asya dan diangguki oleh Al


"iya sayang, mas juga tidak sabar melihat hasil kerja keras kita, melihat bagaimana bentuk mereka",ucap Al namun ucapannya membuat istrinya marah


"mas ngomong apa sih, ya mereka seperti kita,masa kaya anak ayam",ucap Asya marah mendengar perkataan Al,namun sebenarnya bukan itu yang Al katakan,istrinya salah paham


"tidak sayang,maksudku mereka mirip siapa,apa mirip aku atau kamu gitu",ucap Al yang tidak mau disalahkan


"kalo ngomong yang jelas mas, jangan bikin salah paham", ucap Asya dan tiba tiba perutnya sakit lagi


dengam cemas dan khawatir Al berteriak memanggil dokter lagi,membuat semuanya kembali tegang


"sudah bu, ini sudah pembukaan terakhir. ibu mengejan saja sekuat mungkin ya bu",ucap dokter wanita itu


tangannya dipakai memegang ujing ranjang dan tangan Al, sedangkan Al tegang melihat hal itu, sungguh ini sangat membuatnya ketakutan luar biasa


"iya bu, mengejan lebih kuat bu, tarik nafas dalam dan keluarkan",ucap dokter itu lagi dan lagi membuat arahan


Asya sudah dipenuhi oleh keringat, wajahnya merah dan menangis kesakitan, Al tidak tega melihat istrinya itu, membuatnya sakit hati


"sayang, kamu harus kuat ya, baby twins sebentar lagi bertemu dengan kita",ucap Al yang juga ikut menyemangati istrinya,namun jauh dalam lubuk hatinya ia juga takut


"iya bu, kepalanya sudah keliatan ubu mengejan lagi lebih kuat",ucap dokter wanita itu dan menyurih suster yang mendampinginya membawa air yang sudah disiapka


"ahhhhkkk...


"sak....ki..sakittt...", ejanan Asya menggema diseluruh sudut ruangan, tangisan dari matanya sungguh membuat Al ingin berhenti sampai disitu saja


"sayang kuat ya, jangan menyerah. kamu harus kuat untuk anak anak kita",ucap Al dan menahan rasa sakit ditubuhnya,

__ADS_1


dari tadi Asya mencakar dan menjambak rambut Al, namun pria itu seolah tidak merasakan apapun, ia tetap menahan sakit itu agar istrinya menyalurkan rasa sakitnya


"sakit mas uh..uh.uhh",ucap Asya dan mengambil nafas panjang berteriak seleras mungkin dan ia kembali mengejan


"oeekkk...",suara tangisan bayi laki laki mungil menggema, terdengar diseluruh ruangan namun tidak hanya itu saja perut Asya kembali kontraksi dan mmebuat dokter ikut siap siaga


"mengejan lagi ya bu, adiknya mau ikut keluar",ucap dokter itu dan dengan arahannya Asya kembali mengejan dan terdengar suara bayi perempuan mungil


"syukurlah, keduanya sehat dan sempurna, sungguh anugrah luar biasa pak,bu",ucap dokter itu dengan tersenyum


Al langsung memeluk tubuh Asya yang lemah, pria itu menangis dipelukan istrinya sambil menciumi seluruh tubuh Asya


"Terimakasih sayang, kamu sungguh luar biasa Terimakasih",ucap Al dan menghujam istrinya dengan kecupan disekitar wajahnya


"kami akan membersihkannya lebih dulu",ucap dokter itu dan membawa baby twins keluar, sementara diluar semua keluarga termasuk Chloe datang melihat persalinan Asya


mereka melihat baby twins dibawa keluar, dan Agatha serta Chlo mengikuti suster yang membawa baby twins,ingin ikut membersihkan baby twins


"selamat ya Al, kau sudah jadi daddy",ucap Alfred dan diangguki oleh Al, sekarang istrinya sedang dibersihkan oleh suster yang lain


Vin juga memberikan selamat dan memeluk tubuh Al, juga Darrec dan Michel


semuanya senang dan bahagia, persalinan Asya berjala dengan lancar dan sangat normal, tidak ada yang mencemaskan, namun kondisi Al yang berantakan dan sangat kasihan


"Al, kau seperti orang gila dijalan yang berkeliaran",ucap Vin tertawa dan menunjuk rambut Al yang berantakan dan bajunya yang miring kemana mana


"mirip dengan orang gila baru keluar",tambah Mic dengan tertawa, mereka yang disana terbahak bahak mengejek Al


kapan lagi bisa mengejek Al degan penampilan sembrawut seperti itu kalau tidak sekarang wkwkw


Maaf ya readers,mungkin seminggu kedepan othor tidak up soalnya mau fokus ke ujian othor, nahh novel ini mungkin bersambung dengan kisah Vin dan Chloe dan dilanjut dengan pertumbuhan baby twins, othor mau ganti judul tapi tanggung sama cerita Vin dan Chloe, juga masih ada Michael yang ceritanya tersendiri


#next


jangan lupa like,komen,dan favorite kalian readers😍😍

__ADS_1


__ADS_2