
Aku tidak menyangka aku bisa sepecat ini nyaman
didekat gadis lugu ini, tapi percayalah itu hanya ilusiku sesaat
~Aland Chevalier
Setelah membersihkan
tubuhnya, asya Kembali dengan wajah yang sudah bersih dan penampilan yang
cantik dan rapi, tidak seperti tadi yang acak-acakan dan tidak beraturan
“ om.. apa yang akan aku lakukan?” tanya asya saat ia keluar
dan mendapati delvin yang duduk disofa dengan ponsel yang bertengger
ditangannya
“ lama sekali, kamu mandi atau bertapa disana?” tanya delvin
saat melihat asya yang sudah keluar dan penampilan cantik, jangan lupakan mata
delvin yang masih bertengger ditubuh asya, tidak bisa dipungkiri jika delvin
tidak tertarik dengan asya, tapi dengan cepat ia mengusir pikirannya itu dan
Kembali bersikap bodo amat, dia tidk mau nanti dia kena masalah dengan bosnya
“maaf om, tadi asya sedikit tidak tau cara menggunakan
alat-alat yang ada dikamar mandi itu” kesal asya dan itu adalah kenyataan yang
ia alami saat mandi tadi, semua serba modern dan tidak pernah asya temui
sebelumnya
“hahahhah… dasar gadis kampung” kata delvin dan tertawa
mengejek asya, ia tidak hanya lelet namun juga dungu dan bodoh, piker delvin
ditengah tawanya yang menggelegar
“aku memang kampungan om, karna aku tidak pernah merasakan
bagaimana tinggal enak” kata asya dengan wajah sendu dan kesal, ia kesal karna
delvin masih sempat menertawakan dirinya
“bukan aku yang mengatakannya nona” kata delvin dan
tersenyum datar, seketika asya membuang wajahnya agar tidak dilihat oleh delvin
bahwa dirinya menahan airmatanya
Bukan karna cengeng atau apa, hanya saja jika
menyangkut soal seperti itu asya akan
sedih karna ia juga merasakan hal yang sangat suram selama ini
“maafkan aku nona, bukan maksudku menghinamu” kata delvin
merasa bersalah sudah mengejek gadis dungu didepannya itu
“tunggulah disini sampai siang nanti, pemilik apartemen ini
akan datang dan dialah yang sebenarnya yang menolongmu semalam, aku adalah
asistennya” kata delvin tersenyum ramah, meskipun ia tadi mengejek asya namun
melihat asya yang polos dan dungu itu membuat delvin merasa kasihan dan
simpatik padanya
“kalau begitu, om namanya siapa, apa asya bisa tau?” tanya
__ADS_1
saya dengan wajah polos sungguh snagat polos
“kamu bisa memanggilku vin, terserah mau panggil om vin atau
langsung vin saja, aku tidak maslah dengan panggilan nama” kata delvin dan
menjulurkan tangannya agar mereka berjabatan
dengan senang hati asya menerima tangan delvin dan tersenyum
manis didepan pria itu, asya meraih tangan delvin “ aku panggil kakak saja
bagimana?’ tanya saya tersenyum ramah
“terserah padamu, aku tidaak masalah” kata delvin dan
melepaskan tangannya dari jabatan asya
“kalau begitu aku permisi dulu nona, masih banyak pekerjaan
yang harus aku lakukan, kamu tunggulah disini, dan jangan kemana-mana, sebentar
lagi akan datang yang mengsantar makanan kesini” kata delvin dan dijawab iya
oleh asya
Entah ini keberuntungan atau kesialan, yang pastinya aku bersyukur
sampai sekarang” batin asya karna mendapat perlakuan baik dari delvin
“kak vin.. boleh asya minta tolong?” tanya asya menghentikan
Langkah delvin, ia baru ingat bahwa dirinya harus memberitahu chloe agar
sahabatnya itu tidak mencemaskan dirinya
“ada apa?” tanya delvin dan berbalik menghadap asya yang
sudah menlangkah dekat dengannya
sahabatku agar tidak mencariku dan mencemaskanku” kata asya lirih, ia takut
jika delvin marah karna dirinya terlalu lancing meminjam ponsel miliknya
“ini, jangan lama-lama. Aku harus masuk kekantor” kata
delvin menyodorkan ponsel miliknya dengan senyum ramah
“terimakasih kak vin” kayta asya lalu menerima pinsel
tersebut, iq langsung memasukkan nomor chloe dan menelfon sahabatnya itu
Satu panggilan tidak dijawab oleh chloe, namun pada
panggilan berikutnya chloe menjawabnya dan dengan hati yang senang asya
tersenyum Bahagia
“hallo chlo, ini aku asya, aku ingin memberitahu padamu
kalau aku sudah tidak dirumah tanteku, dan aku mungkin tidak datang kesekolah
lagi mulai hari ini” kata asya Panjang lebar agar delvin tidak terlalu lama
menunggunya
“asya, apa yang kamu katakana? Diaman kamu sekarang biar aku
jemput” kata chloe disebarng dengan perasaan cemas kepada sahabatnya tersebut
“aku belum bisa memberitahumu sekarang chlo, tapi jangan
khawatir, aku baik-baik saja, aku hanya ingin memberitahumu, nanti kalau ada
waktu lagi aku menelfonmu lagi” kata asya dan mengakhiri panggilannya, dengan
__ADS_1
segera ia menghapus log panggilannya dengan chloe barusan
“terimakasih kak vin” kata asya menyodorkan Kembali ponsel
milik delvin dan diangguki oleh delvin, ia keluar dari apartemen tersebut dan
menelfon aland untuk melapor Kembali
Sementara ditempat lain, aland sedang asik meeting dengan
rekan bisnisnya, namun terhenti karna ponsel miliknya berderng dari tadi
“maafkan saya pak, saya permisi dulu mengangkat telfon saya”
kata aland dengan sopan dan meninggalkan meeting mereka, dilanjut oleh
sekretarisnya yang juga ikut bersamanya
“hallo, ada apa?” tanya aland yang tau sipenelfon adalah
asistennya yang ia perintahkan menjaga gadis semalam
“saya sudah dijalan menuju kantor tuan, gadis itu saya
tinggal diapartemen tuan dan berpesan untuk menunggu tuan” kata delvin dengan
sopan
“baiklah, kerja yang bagus” kata aland dan mengakhiri
panggilannya, ia merasa tidak sabaran untuk pulang dan menemui gadis itu, sejak
semalam ia tidak sempat untuk memperhatikan gadis itu
Dengan melihat video yang dikirimkan oleh asistennya,
seketika jiwa kepo aland untuk melihat gadis itu semakin besar, ia ingin
cepat-cepat pulang
“ gadis yang tuan tolong sangat dungu dan bodoh, untuk
mandi saja sampai setengah jam, dan ia tidak tau bagamana menggunakan alat
kamar mandi, sungguh onyol bukan tuan??” begitulah isi pesan asistennya Ketika
aland meminta delvin memperhatikan asya dan bagaimana penilaian delvin terhadap
gadis itu
“gadis dungu?, ini mainan yang menarik” kata aland dengan
tersenyum smrik dan nakal, ia seolah menemukan mainan baru untuk ia mainkan diapartemennya
Meeting telah selesai, Kerjasama antar dua perusahaan telah
dilakukan, dan saat yang ditunggu-tunggu aland telah tiba, ia akan pulang dan
bertemu dengan gadis yang ia tolong semalam
“bagaimana reaksinya jika tau akulah yang menolongnya semalam?”
monolog aland Ketika ia sudah melajukan mobilnya untuk pulang keapartemen
milinya
“gadis dungu? Bagaimana wajah seorang gadis dungu?” tanya
aland dengan hati yang senang, tidak ada yang tau apa penyebab kesenangan alang
tersebut
next
Berikan komentarmu untuk mereka:>
__ADS_1