Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 8, ingin segera...


__ADS_3

Aku tidak menyangka aku bisa sepecat ini nyaman


didekat gadis lugu ini, tapi percayalah itu hanya ilusiku sesaat


~Aland Chevalier


 Setelah membersihkan


tubuhnya, asya Kembali dengan wajah yang sudah bersih dan penampilan yang


cantik dan rapi, tidak seperti tadi yang acak-acakan dan tidak beraturan


“ om.. apa yang akan aku lakukan?” tanya asya saat ia keluar


dan mendapati delvin yang duduk disofa dengan ponsel yang bertengger


ditangannya


“ lama sekali, kamu mandi atau bertapa disana?” tanya delvin


saat melihat asya yang sudah keluar dan penampilan cantik, jangan lupakan mata


delvin yang masih bertengger ditubuh asya, tidak bisa dipungkiri jika delvin


tidak tertarik dengan asya, tapi dengan cepat ia mengusir pikirannya itu dan


Kembali bersikap bodo amat, dia tidk mau nanti dia kena masalah dengan bosnya


“maaf om, tadi asya sedikit tidak tau cara menggunakan


alat-alat yang ada dikamar mandi itu” kesal asya dan itu adalah kenyataan yang


ia alami saat mandi tadi, semua serba modern dan tidak pernah asya temui


sebelumnya


“hahahhah… dasar gadis kampung” kata delvin dan tertawa


mengejek asya, ia tidak hanya lelet namun juga dungu dan bodoh, piker delvin


ditengah tawanya yang menggelegar


“aku memang kampungan om, karna aku tidak pernah merasakan


bagaimana tinggal enak” kata asya dengan wajah sendu dan kesal, ia kesal karna


delvin masih sempat menertawakan dirinya


“bukan aku yang mengatakannya nona” kata delvin dan


tersenyum datar, seketika asya membuang wajahnya agar tidak dilihat oleh delvin


bahwa dirinya menahan airmatanya


Bukan karna cengeng atau apa, hanya saja jika


menyangkut  soal seperti itu asya akan


sedih karna ia juga merasakan hal yang sangat suram selama ini


“maafkan aku nona, bukan maksudku menghinamu” kata delvin


merasa bersalah sudah mengejek gadis dungu didepannya itu


“tunggulah disini sampai siang nanti, pemilik apartemen ini


akan datang dan dialah yang sebenarnya yang menolongmu semalam, aku adalah


asistennya” kata delvin tersenyum ramah, meskipun ia tadi mengejek asya namun


melihat asya yang polos dan dungu itu membuat delvin merasa kasihan dan


simpatik padanya


“kalau begitu, om namanya siapa, apa asya bisa tau?” tanya

__ADS_1


saya dengan wajah polos sungguh snagat polos


“kamu bisa memanggilku vin, terserah mau panggil om vin atau


langsung vin saja, aku tidak maslah dengan panggilan nama” kata delvin dan


menjulurkan tangannya agar mereka berjabatan


dengan senang hati asya menerima tangan delvin dan tersenyum


manis didepan pria itu, asya meraih tangan delvin “ aku panggil kakak saja


bagimana?’ tanya saya tersenyum ramah


“terserah padamu, aku tidaak masalah” kata delvin dan


melepaskan tangannya dari jabatan asya


“kalau begitu aku permisi dulu nona, masih banyak pekerjaan


yang harus aku lakukan, kamu tunggulah disini, dan jangan kemana-mana, sebentar


lagi akan datang yang mengsantar makanan kesini” kata delvin dan dijawab iya


oleh asya


Entah ini keberuntungan atau kesialan, yang pastinya aku bersyukur


sampai sekarang” batin asya karna mendapat perlakuan baik dari delvin


“kak vin.. boleh asya minta tolong?” tanya asya menghentikan


Langkah delvin, ia baru ingat bahwa dirinya harus memberitahu chloe agar


sahabatnya itu tidak  mencemaskan dirinya


“ada apa?” tanya delvin dan berbalik menghadap asya yang


sudah menlangkah dekat dengannya


sahabatku agar tidak mencariku dan mencemaskanku” kata asya lirih, ia takut


jika delvin marah karna dirinya terlalu lancing meminjam ponsel miliknya


“ini, jangan lama-lama. Aku harus masuk kekantor” kata


delvin menyodorkan ponsel miliknya dengan senyum ramah


“terimakasih kak vin” kayta asya lalu menerima pinsel


tersebut, iq langsung memasukkan nomor chloe dan menelfon sahabatnya itu


Satu panggilan tidak dijawab oleh chloe, namun pada


panggilan berikutnya chloe menjawabnya dan dengan hati yang senang asya


tersenyum Bahagia


“hallo chlo, ini aku asya, aku ingin memberitahu padamu


kalau aku sudah tidak dirumah tanteku, dan aku mungkin tidak datang kesekolah


lagi mulai hari ini” kata asya Panjang lebar agar delvin tidak terlalu lama


menunggunya


“asya, apa yang kamu katakana? Diaman kamu sekarang biar aku


jemput” kata chloe disebarng dengan perasaan cemas kepada sahabatnya tersebut


“aku belum bisa memberitahumu sekarang chlo, tapi jangan


khawatir, aku baik-baik saja, aku hanya ingin memberitahumu, nanti kalau ada


waktu lagi aku menelfonmu lagi” kata asya dan mengakhiri panggilannya, dengan

__ADS_1


segera ia menghapus log panggilannya dengan chloe barusan


“terimakasih kak vin” kata asya menyodorkan Kembali ponsel


milik delvin dan diangguki oleh delvin, ia keluar dari apartemen tersebut dan


menelfon aland untuk melapor Kembali


Sementara ditempat lain, aland sedang asik meeting dengan


rekan bisnisnya, namun terhenti karna ponsel miliknya berderng dari tadi


“maafkan saya pak, saya permisi dulu mengangkat telfon saya”


kata aland dengan sopan dan meninggalkan meeting mereka, dilanjut oleh


sekretarisnya yang juga ikut bersamanya


“hallo, ada apa?” tanya aland yang tau sipenelfon adalah


asistennya yang ia perintahkan menjaga gadis semalam


“saya sudah dijalan menuju kantor tuan, gadis itu saya


tinggal diapartemen tuan dan berpesan untuk menunggu tuan” kata delvin dengan


sopan


“baiklah, kerja yang bagus” kata aland dan mengakhiri


panggilannya, ia merasa tidak sabaran untuk pulang dan menemui gadis itu, sejak


semalam ia tidak sempat untuk memperhatikan gadis itu


Dengan melihat video yang dikirimkan oleh asistennya,


seketika jiwa kepo aland untuk melihat gadis itu semakin besar, ia ingin


cepat-cepat pulang


“ gadis yang tuan tolong sangat dungu dan bodoh, untuk


mandi saja sampai setengah jam, dan ia tidak tau bagamana menggunakan alat


kamar mandi, sungguh onyol bukan tuan??” begitulah isi pesan asistennya Ketika


aland meminta delvin memperhatikan asya dan bagaimana penilaian delvin terhadap


gadis itu


“gadis dungu?, ini mainan yang menarik” kata aland dengan


tersenyum smrik dan nakal, ia seolah menemukan mainan baru untuk ia mainkan diapartemennya


Meeting telah selesai, Kerjasama antar dua perusahaan telah


dilakukan, dan saat yang ditunggu-tunggu aland telah tiba, ia akan pulang dan


bertemu dengan gadis yang ia tolong semalam


“bagaimana reaksinya jika tau akulah yang menolongnya semalam?”


monolog aland Ketika ia sudah melajukan mobilnya untuk pulang keapartemen


milinya


“gadis dungu? Bagaimana wajah seorang gadis dungu?” tanya


aland dengan hati yang senang, tidak ada yang tau apa penyebab kesenangan alang


tersebut


next


Berikan komentarmu untuk mereka:>

__ADS_1


__ADS_2