
Sedetik saja izinkan aku untuk menikmati waktu bersama dan memeluknya dengan erat hingga aku enggan melepaskannya, datang dan berpihak padaku, aku hanya meminta hal yang sederhana tapi aku bisa melakukannya tanpa harus membuat orang lain sakit hati, aku menginginkan itu
~Delvin Callista
Masih di rumah sakit dimana Vin harus dirawat, menurut keterangan dokter yang menang, baka sakit Vin akan sembuh sendiri, tergantung jika Vin bisa menjaga luka tembaknya agar tidak terkena udara agar tidak melebar.
pria itu bahkan sudah bisa melakukan gerakan ringan walaupun masih menahan sakit didadanya, namun masih terbilang mmapu melakukan apa tanpa bantuan, tapi Vin kali ini berbeda, entah apa yang membuat pria itu menjadi sedikit manja kepada Chloe, pria itu sejak tadi menyusahkan Chloe, bahkan untuk mengambil sesuatu seperti ponsel miliknya harus diambilkan oleh Chloe
"ini kak, jangan terllau banyak bergerak, aku takut luka kakak balik lagi terbuka" ucap Chloe saat Vin ingin mengambil air minum yang ada diatas nakas, tepat disamping Vin
"terimakasih Chloe" ucap Vin tersenyum sedikit dan menerima gelas itu, namun tersenyum seolah sampai kelubuk hati Chloe, sangat hangat dan nyaman
"iya kak, kak Vin istirahat saja biar Chloe membersihkan tubuh sebentar lagi" ucap Chloe sambil membawa baju yang dititipan oleh mamanya kepada pengawalnya untuk diantar kerumah sakit, orangtua Chloe yang tau kejadian buruk tadi siang bertemu Chloe untuk disana sementara, mereka juga tau bagaimana dekat Chloe dengan Asya
"hemm, baiklah. kamu ganti bajulah dulu" kata Vin dan memejamkan mata, tak ingin berlama-lama gadis cantik di atas, namun setelah melihat kepergian Chloe.Vin membuka matanya
Vin diam dipoisisinya dan pikirannya akhirnya melayang kebeberapa hari yang lalu, mungkin satu bulan yang lalu saat mereka masih berada diVila milik Darrec
"aku cinta dia Vin, aku ingin kamu mendekat ku dnegan dia, kamu bisa membantuku bukan?"ucap permintaan Dar beberapa waktu yang llau, sebelum Chloe ke Vila itu
lagi ketika Vin akan dan melihat Darrec bersama dengan Chloe di belakang rumah Al dengan tangan Chloe dipegang oleh pria itu, ada hal yang membuat Vin tidak akan rela hal itu, dekat Chloe dengan Darrec membuat sakit hati
KLEK...
__ADS_1
pintu ruangan Vin terbuka, menonton bumil cantik dnegan wajah yang tersenym dan suaminya yang membawa barang yang cukup banyak ditangannya, siapa lagi kalau bukan Al dan Asya, keduanya masuk dan melihat Vin yang melamun diatas ranjang
"abang Vin..." teriak Asya dan langsung berlari menuju bankar Vin, memeluk abangnya dengan perasaan senang dan semangat Vin sedikit, ahhh bumil ini terlalu bersemangat
"Pelan pelan, abang sedang sakit, bagaimana jika kamu menyentuh luka abang, nanti terluka kembali dan terbuka" ucap Vin mengingatkan adiknya yang manja itu, namun sebelum melanjutkan ucapannya Vin melihat Asya sudah menjauh darinya
"kenapa Sya?"tanya Vin heran, bibir ASya sudah mengerucut dan berkaca mata, bumil itu melangkah menuju suaminya dan menangis
"astaga, aku lupa tidak bisa diberi nasihat" ucap bumil dahinya dan melihat dipeluk oleh Al, sementara ata AL sudah melototi dirinya dengan adiknya yang penuh amukan
"aku tidak sengaja Al, jangan lihat seperti itu oke?"ucap Vin tanpa rasa bersalah pria itu malah menyengir kuda dan mengungkapkan Al dengan wajah tak mau disalahkan
"sudah sayang, jangan lupa abangmu yang bodoh itu" ucap Al mengelus rambut bumilnya dan melihat wajah istrinya yang sudah meras dan mata bengkak
"kan gak sengaja Al, istrimu aja yang manja" ucap Vin dan didengar oleh Asya, sifat sensitif bumil itu kembali lagi, Vin seperrinya sengaja membuat adiknya menangis agar menyusahkan suaminya
"mas.." rengek Asya sambil bergelendotan dibahu Al, membuat Vin hanya tertawa dibankarnya, otomatis hal itu membuat Al kesal, setelah ini pasti mubil itu meminta aneh aneh
"kenapa sayang, jangan menangis lagi, Vin hanya bercanda sayang, lagipula dia yang terllau banyak bicara" ucap Al dan tiba-tiba dari belakang Chloe keluar dengan khas baru mandi dan rambut basah, gadis itu melihat Asya yang manja kepada suaminya, tidak terasa senyumannya tipis terukir dibibir gadis itu
"ahh manisnya" batin Chloe dan meendekati sahabatnya, ia tau Asya kesini bukan hanya melihat Vin tapi juga dirinya, hahah Chloe sepercaya diri itu
"Chloe, sekali mandinya, aku bosan menunggu" ucap Asya langsung dengan senyuman merekah dan berlari ke arah sahabatnya, seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya sebelumnya
__ADS_1
"jangan berlari seperti itu Sya,kasihan dede bayinya" ucap Chloe langsung menerima tangan Asya dan memeluknya, sementara Vin dan Al hanya saling menatap heran melihat bumil itu yang tadinya mewek namun setelah melihat Chloe bumil itu langsung tersenyum senang, astaga segitunya jadi hormon bumil
"sini sini Chloe, ayo aku bawa banyak makanan dari rumah, katanya bang Vin tidak mau, dia jahat tau Chloe tadi aku dimarahin" kata Asya sambil menarik Chloe agar duduk bersamanya dan membuka apa yang ia bawa tadi, sengaja menyuruh pelayan membuat makanan banyak untuk saya bawa kerumah sakit
"kenapa dimarahin Sya, emang benar om?'tanya Chloe yang tidak tahu apa yang dapat dipercaya dengan apa yang dikatakan oleh Asya, tangan mungil bumil itu masih asik membuka apa yang ia bawa sambil bercerita tentang Chloe, Al hanya melihhat saja dan kadang-kadang berjalan dengan apa yang diceritakan oleh istrinya
"ini Chloe, ada pudding, jangan kasih ke abang Vin, biarkan saja dia disana, emang enak" kata Asya sambil menjulurkan lidahnya dan membuat Vin yang ada dibankar hanya mengungkapkan mereka menikmati makanan, disini siapa yang sakit yak??
" Chloe, aku keluar sebentar ya. mas Al ayo temani aku keindomaret sana, aku ingin membeli sesuatu" kata Asya dan Al hanya mengangguk saja, dia tidak mau menolak permintaan itu, semuanya untuk Asya hahahahh
keduanya akhirnya keluar dan menyisakan Vin dan Chloe diruangan itu, dengan pelan Chloe membawa puding dan salad buah yang dibawa Asya ketemmpat Vin untuk menyuapi pria itu, sedari tadi Vin snagat kasihan karna hanya melihat mereka makan, jahat sekali Asya yakk
"kak, nihh makan enak tau" ucap Chloe tersenyum kepadaVin, tangannya terulur untuk menyuapi Vin, namun pria itu perlahan bangkit dan duduk tepat didepan Chloe, mata yang amsih fokus kegadis yang didepannyaa, dan tangan Vin mengambil sendok yang ada ditangan Chloe, mengembalikannya ketempat semula
"ada apa kak?" tanya Chloe ggurp dan pipinya merona, jarak mereka terlalu dekat dan Chloe tidak tahan dnegan hal itu, tolong Chloee hahahahh
AKHIR
tentu tidak dong, kan masih ada cerita anak yang belum lahir dan juga cinta segitiga mereka heheh
Berikutnya
jangan lupa like, komen, dan favorit kalian ya readers😘😘
__ADS_1
Untuk hari ini, karna harus ada dua kali tapi yang lain ga bisa karena teknisi, besok ada yang ganda lagi dahh