Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 75~S2


__ADS_3

...___...


Candra masih terbungkam. Harus kah dia mengatakan yang sebenar nya siapa papa kandung Della.


"Pa, Della ingin tahu.." Desak gadis itu pada nya untuk segera mengatakan siapa papa kandung nya.


Candra tertahan sejenak, mengingat kelakuan bejad seorang Andrian membuat nya tak tega untuk memberi tahu Della. Tapi Della sudah dewasa, dan dia berhak untuk tahu siapa papa kandung nya di usia nya sekarang ini.


"Setelah kamu tahu siapa papa kandung kamu, jangan sampai kamu berkecil hati, seperti apa pun papa kamu, dia tetap orang tua kamu" Tutur Candra mengingatkan. Sebenarnya, Candra sungguh tidak ingin Della sampai membenci papa nya karena sikap dan kelakuan laki-laki itu. Terlebih, yang memang tidak pernah menginginkan Della sejak dia masih dalam kandungan mama nya dulu.


Dan akhir nya, Candra pun menceritakan siapa papa kandung Della, nama nya, tingkah nya, hingga yang tidak menginginkan kehadiran Della di sisi nya. Sampai bagaimana saat dulu dia membawa mama nya pergi ke Singapura demi menyelamatkan nama baik nya.


"Jadi dulu papa sempat mau menikahi mama ?" Tanya Della dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Tiba-tiba dia sangat rindu, begitu ingin merasakan kasih sayang seorang ibu yang sampai saat ini tidak pernah dia dapatkan.


Candra hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Della.


"Tapi mama kamu gak mau, dia ingin hidup sendiri seumur hidup nya dan hanya ingin fokus membesarkan kamu" Tutur Candra menjelaskan.


"Tapi belum sempat mama kamu melihat dan menggendong kamu, dia sudah menutup mata dan pergi untuk selama nya" Tatapan Candra menatap lurus ke depan, seolah sedang membayangkan bagaimana masa lalu nya dulu bersama Della.


"Pesan terakhir mama kamu pada papa, adalah untuk membesarkan kamu, menjaga mu, dan membahagiakan kamu layak nya anak papa sendiri. Jadi.. papa sempat berpikir untuk tidak memberi tahu kamu jika papa bukan papa kandung kamu" Jelas laki-laki itu.


Della tertunduk, menjatuhkan air mata nya mendengar betapa miris kehidupan mama nya, terlebih lagi diri nya, yang tidak pernah di inginkan oleh papa kandung nya sendiri.


"Papa sudah menganggap kamu sebagai anak kandung papa sendiri, papa sayang sama kamu seperti papa sayang ke anak papa sendiri, jadi jangan pernah berpikir untuk papa akan membuang kamu" Tutur Candra menekankan. Dia menjelaskan pada Della agar tidak cemburu soal apa pun lagi terhadap nya.


"Maafin Della pa.." Ucap nya sambil menangis sesegukan.


...___...


Genna menoleh saat suami nya itu datang. Dia bangkit dari sofa dan mencoba berjalan ke arah nya meski sedikit kesulitan. Pangkal paha nya masih nyeri, meski tidak terlalu seperti tadi.


"Mas, kamu kenapa ?" Tanya nya lembut, lalu ikut mendudukkan diri nya di tepian kasur di samping laki-laki itu.


Candra tertunduk, menumpu kepala dengan ke dua tangan di atas lutut. Ia sedikit gelisah, takut soal Della yang sudah tahu tentang siapa papa kandung nya. Tapi, gadis itu memang berhak untuk tahu.


Tiba-tiba saja Candra merosot, turun dari tepian kasur dan berlutut di pangkuan Genna. Laki-laki itu menenggelamkan wajah nya di sana.

__ADS_1


"Mas, kamu kenapa !" Seru Genna yang merasa terkejut.


"Maafin aku ya Gen.." Gumam nya tanpa mengangkat kepala nya.


Genna mengernyit, terkekeh melihat suami nya itu. "Kenapa sih mas..?" Tekan nya.


Candra mengangkat kepala nya, mendongak demi menatap wajah sang istri.


"Maaf soal masalah kemarin, aku-"


"Udah ya mas, aku gak mau kita bahas masalah itu lagi !" Ketus Genna.


"Tapi aku udah keterlaluan sama kamu Gen.." Sesal Candra.


"Kamu emang keterlaluan ! kamu jahat ! tapi aku udah maafin kamu dan aku udah lupain masalah itu ! jadi jangan pernah di ungkit-ungkit lagi !" Cecar perempuan itu dengan tegas. Dia tidak suka dan benar-benar sudah malas jika harus mengungkit masalah yang memang sudah berlalu.


Candra justru malah tersenyum sambil menaruh kepala nya di atas paha sang istri. Perempuan itu sangat lucu dan menggemaskan jika sedang mengomel seperti ini.


"Kenapa malah ketawa-ketawa gitu !" Sentak Genna.


"Kamu makin cantik kalau lagi ngomel-ngomel gini !"


"Sayang.." Candra bergumam, tatapan nya kini berpusat pada perut Genna yang ramping. Tangan nya terulur dan menyentuh nya.


"Aku berharap banget, di dalam sana ada dedek bayi untuk kita.." Gumam Candra sambil mengusap-usap perut Genna.


Tangan Genna menyentuh kepala sang suami, menyisir-nyisir rambut nya dengan tangan sambil tersenyum, ia tahu apa yang di maksud oleh suami nya itu.


"Sayang.." Gumam Candra memanggil Genna.


"Em.."


"Kira-kira langsung jadi enggak ya ?" Dia bangkit, kembali duduk di tepian kasur di samping Genna.


"Jadi ? apa nya ?" Tanya Genna yang tidak mengerti. Dia mengernyit kebingungan.


"Dedek bayi nya lah.." Tegas Candra. Tangan nya masih betah di perut Genna, dan bahkan kali ini menelusup masuk ke dalam kaos wanita itu

__ADS_1


"Ya gak tahu lah mas, kalau pun belum jadi ya berati harus bikin lagi.."


"Ya udah, kalau gitu kita bikin lagi Gen, sampai dedek bayi nya jadi !" Laki-laki itu terlihat bersemangat untuk soal ini.


"Maksud nya jadi itu.. aku hamil gitu mas..??" Tanya nya


"Iya lah, kamu hamil bayi kita !" Sungut Candra. "Yuk Gen, mumpung aku semangat buat bikin dedek nya !" Ujar nya sangat antusias. Lalu dengan perlahan dan tanpa persetujuan sang istri, Candra langsung merebahkan tubuh Genna, menindih nya dan bersiap akan mencium nya.


Tapi..


.


.


.


Tok..tok..tok..


Ah... Sial ! Siapa sih ! Umpat nya dalam hati.


Tok..tok..tok..


Dan pintu kamar nya itu masih saja di ketuk. Membuat nya gagal dalam proses membuat si dedek.


'kampret emang ! siapa sih yang ganggu aja !' Kesal nya, lalu bangkit dari tubuh Genna dan berjalan untuk membuka pintu.


"Pak, maaf di bawah ada pak Risky sama buk Tina mau ketemu bapak" Ucap bibik setelah sang majikan nya itu membuka kan pintu.


"Iya..!" Cetus nya pada pada bibik yang bahkan tidak tahu apa-apa.


...___...


"Ma.. pa.." Sapa Genna menyapa ke dua mertua nya, dia berjalan menghampiri ke dua nya lalu menyalami punggung tangan mereka satu persatu.


"Sayang.. gimana kabar nya ?" Tanya Tina, dia begitu sangat senang jika bertemu dengan menantu kesayangan nya ini.


"Baik ma.." Jawab wanita itu.

__ADS_1


Berbeda dengan Candra, jika Genna tersenyum dan ramah saat menemui Risky dan Tina, tapi tidak dengan laki-laki itu. Candra justru terlihat muram, mungkin merasa kesal karena dia sudah terganggu yang akan bersiap menanam bibit-bibit cucu untuk mereka.


...___...


__ADS_2