Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 34, janji bertemu


__ADS_3

***aku hanya ingin bertemu dengan ksahabatku, aku tidak akan pergi tau kabur darimu, aku bisa membalas kebaikan yang kamu berikan


~Alesya Callista***


pagi hari telah menjelang, sekarang asya terlihat sibuk didapur untuk menyiapkan sarapan untuknya dan aland, dan tidak lupa membuatkan bekal makan siang aland untuk dibawa kekantor


sudah lama asya berad di apartemen milik aland, dan tidak terasa hubungan mereka berdua semakin lengket dan dekat.


asya mulai menggerakkan tangannya dengan lihai dan menata makanan diatas meja, ia berpikir untuk membangunkan aland terlebih dahulu agar bersiap kekantor


dengan langkah perlahan, asya masuk kedalam kamar dan membangunkan aland seperti biasanya, namun lagi-lagi aland yang notabenya susah dibangunkan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya


"omm... cepatlah bangun, jangan seperti ini, tiap hari bekerja tapi tiap hari juga banhun terlambat", kata asya dengan mengomel


layaknya ibu-ibu yang membangunkan anaknya pergi sekolah, namun aoand tetaplah aland,tidak ada yang bisa mengganggunya jika ingin bermalasan


"sebentar lagi",kata aland dengan suara khas bangun tidurnya dan kembali memeluk guling yang ada di sampingnya


"bangyn atau asya siram", kata asya dengan ancaman, beraharap aland mendengarkan dirinya yang betkoak koak sejak tadi,hasilnya tetap nihil aland tidak mau bangun juga


"ya sudah, kalau om tidak mau bangun jangan salahkan asya kalau asya tidak ada di sini falam lima belas menit kedepan", kata asya dan benar saja, aland langsung Bangun dari tempatnya


"apa maksudmu memgatakan itu!?", tanya aland dengan nada tidak suka dan menatap asya dengan tatapan memangsa


"tidak ada, asya hanya ingin om bangun ayo", kata asya dengan menahan tawa melihat aland yang begitu posesif terhadap dirinya


"berikan vitamin pagiku", kata aland dan asya yang sudah paham maksud dari perkataan aland langsung memberikan kecipan singkat kepipi aland,


namun tidak puas hanya di pipi, aland langsung menganggkat tangannya dan menahan tengkuk asya untuk berpindah ke bibirnya


"om... sudah!", kata asya dengan kesal dan bibirnya menggerutu karna aland seenaknya saja


"nanti malam double", kata aland dan langsung berlari masuk kekamar mandi, ia tidak ingin mendengar jawaban asya karna sudah pasti asya menolaknya

__ADS_1


"dasar om-om mesum!", kata asya dan keluar dari kamar, ia sudah berjanji pada chloe bahwa dirinya ingin menemui sahabatnya


ia juga sudah minta ijin kepada aland bahwa dirinya ingin keluar bersama sahabatnya, tadinya aland tidak mengijinkannya, namun karna asya meyakinkannya aland menyetujui dengan asya harus aktif dan menerima telfon darinya kapan pun aland menelfonnya


"semua sudah siap, aku harus telfin chloe untuk bersiap-siap aku mau menghabiskan waktu saru harian dengannya", gumam asya sembari menunggu aland selesai dengan ritual mandinya


"hallo chloe, kita ketemu di alamat yanv aku kasih yah, jangan telat", kata asya saat ponselnya terhubung dengan panhhilan chloe


"baikalah tuan putri, everything for you",kata chloe dengan tersenyum bahagia, ia akhirnya bisa kembali menghabiskan waktu dengan sahabatnya


padahal dulu ia sempat kurang ajar dengan asisten dari tuan majikan asya, chloe masih ingat bagaimana ia mengirim pesan kepada pria dingin itu


"baiklah, sampai ketemu nanti", kata asya dan mengakhiri panggilan telfonnya, tidak sadar aland berada di belakangnya dengan raut wajah yang tidak terbaca


"apa itu sahabatmu?", tanya aland dan mencium pipi asya, kemudian baru duduk disamping kursi asya


"iya om, kan kami mau keluar bersama" kata asya dengan semangat dan langsung melayani aland sepwrti biasnya


karna iru artinya aland sudah menerimanya bukan seperti dulu yang cuek dan tidak peduli,


"baiklah om, habiakan dulu sarapan om", kata asya tersenyim jahil dan menatap aland dengan menyenggir kuda


"jangan bermain dibelakangku!, dan ingat smapai dirumah jam 5 sore tidak boleh lebih dari waktu itu!!",kata aland lagi dan membuat asya tertawa, baru kali ini ia merasa seperti orang penting dan dipedulikan


"kenapa malah tertawa? apa ada yang lucu?, atau jangan-jangan kamu mau betmain diluar sana!?", tanya aland dan semakin membuat asya tertawa dalam haru yang ia rasakan


dengan cepat asya berpindah kepangkuan aland dan menatap mata biru dan rahang yang keras didepannya, asya perlaha menganggkat tangannya dan mengusap lembut wajah itu


"apa yang kamu lakukan gadis kecil?, jangan memancingku", kata aland yang melihat gelagat aneh dari asya


"aku hanya ingin berterima kasih pada om, sudah menjadikan ku wanita beruntung dan mau menjagaku seperti ini", kata asya dengan airmata yang sudah merwmbes keluar dari pelupuknya


"aku snagat berterimaksih kepada om karna sudah mengkhawatirkan ku seperti itu, selain sahabatku,om adalah orang satu-satunya yang peduli denganku", kata asya dan tangisnya pecah didepan aland

__ADS_1


melihat kerapuhan gadis itu, aland merasa iba, ia langsung flashback ke masa kevilnya dulu, namun ia masih beruntung karna ada paman adik dari ayahnya yang mau merawatnya dan mengajarinya


berbeda dengan asya, yang dari awal sudah merasakan menderita sampai menjadi seorang gadis cantik masih menderita seperti itu


"jangan pernah berpikir kalau aku akan melepaskanmu, jadi apapun yang ingin kemu lakukan, lakukanlah, namun jangan pernah berpikir untuk lepas dari ku", kata aland dan mendekap gadis itu kepelukannya.


aland bisa merasakan bagaimana perasaan asya,namun karna gadis itu sellau tersenyum dan ceria bisa menutupi kesedihan dihatinya


"jangan menangis lagi, kamu jelek saat menangis", kata aland mencairkan suasana dan membuat asya memayunkan bibirnya


"jangan menggodaku, aku ingin kekantor dulu", kata aland dan membuat asya sadar kalau dirinya membuata aland terlambat


"maafkan asya om,, om jado telat gara-gara asya", kata asya dan langsung turun dari pangkuan aland,


"semua tidak gratis", kata aland dengan tersenyum smrik dan mwncium candunya untuk terakhir sebelum ia pergi


"huh kebiasaan!!", kata asya dan membuat aland tertawa kecil, jika diingat ini adalah kesekian kalinya aland tertawa oleh gadis itu


seperginya aland, asya langsung membersihkan meja makan dan bersiap turun untik menunggu kedatangan chloe di tempat yang sudah ia beritahu


asya tidak menyuruh chloe menjemputnya di apartemen karna ia takut, chloe akan lebih sering datang dan membuat aland tidak menyukainya atau risih


asya tau diri, meskioun aland sangat baik padanya tetap saja ia hanya penumpang di hidup aland,


dengan gaya yang sangat sederhana, asya turun dari apartemen untuk menemui chloe yang katanya sudah berada di tempat yang ia janjikan, dengan senang hati asya langsung kilat menemui sahabatnya yang ia rindukan


#next


berikan kometarmu untuk mereka dan untuk kedepannya next part akan lebih dagfigdug karna satu persatu masalalu aland terkuak dan begitu juga asya


tentang siapa sebenarnya asya dan bagaimana otangtuanya meninggal, dan satu lagi next part akan hadir masalalu aland yang sudah terlupakan beberapa tahun yang lalu


makasih readers yang tetap setia membaca karya othor yang banyak kurangnya😍😍

__ADS_1


__ADS_2