
...___...
Candra mengetuk-ngetuk pintu kamar nya, memanggil-manggil Genna meminta nya untuk membukakan pintu. Sekian lama, tapi istri nya itu tak juga datang untuk nya.
"Pa, ada apa ?" Tanya Della yang keluar dari dalam kamar nya. Kamar nya berada tak jauh dari kamar Candra dan Genna, hanya terpisah oleh ruang kerja Candra saja, dia bisa mendengar suara papa nya yang terus mengetuk pintu sambil memanggil-manggil nama Genna, Della pun keluar.
"Eh, sayang. Gak apa-apa kok" Ujar Candra pada putri nya itu
"Oh.."
Candra pun tersenyum ke arah nya.
Della kembali masuk ke dalam kamar nya. Sementara Candra kembali memanggil Genna untuk segera membukakan pintu.
Hingga malam pun tiba, karena merasa kesal pada Genna, Candra pun tak lagi ingin masuk ke dalam kamar nya, seperti nya, Genna memang tengah sengaja mengunci pintu kamar nya dan tak mengizinkan Candra untuk masuk.
Candra duduk di kursi meja makan, menikmati secangkir kopi buatan nya seraya memainkan ponsel.
"Malam pa.." Sapa Della yang baru saja datang
"Hei, sayang.. malam juga" Sapa balik Candra.
Della pun ikut mendudukkan diri nya di kursi meja makan bersama papa nya
"Kamu sudah lapar ?" Tanya Candra pada Della tanpa mengalihkan pandangan nya dari benda pipih yang sedang dia mainkan.
"Em, sedikit pa.." Lirih Della
Candra pun mematikan ponsel nya, menaruh nya di atas meja makan lalu menyeruput kopi nya yang sudah mulai dingin.
"Ya sudah, kamu mau makan apa, biar papa masakin" Ujar Candra seraya membangkitkan diri nya.
__ADS_1
"Papa yang masak ?" Tanya gadis itu
"Iya lah, siapa lagi"
"Em.." Della tertahan, tampak nya dia sedang berpikir. "Biar Della aja deh pa yang masak" Ujar gadis itu kemudian
"Memang nya kamu mau masak apa ?"
"Belum tau"
"Ya udah, masak gih" Ucap Candra, lalu dia berjalan ke arah ruang tengah dan menyalakan tv.
Della membuka lemari es, mencari bahan makanan apa yang bisa untuk dia masak.
Beberapa saat kemudian, Della telah selesai memasak dan menghidangkan nya di meja makan. Dia menumis satu jenis sayuran hijau dan juga menggoreng ayam yang sudah siap goreng.
"Pa, sudah siap" Ucap Della yang menghampiri Candra di ruang tengah
"Mama Genna mana pa, biar aku panggil deh.." Ucap Della yang hendak berjalan menuju kamar Genna untuk memanggil nya.
"Gak usah Del, pintu nya di kunci dan dia gak mau bukain pintu nya ! Nanti kalau lapar juga turun sendiri" Cetus Candra mencegah nya. Dia mulai mengambil makanan ke piring nya
Della pun diam, dia menahan langkah nya lalu dengan perlahan kembali duduk di kursi. Della pikir, apa kah papa nya dan Genna sedang bertengkar ? tapi.. tadi mereka baik-baik saja..
Candra terlihat lahap saat memakan makan malam nya, terlihat tenang dengan Della di samping nya.
Sementara di sisi lain. Genna merasa hati nya sedikit tidak nyaman. Sedikit merasakan sakit kala mendengar ucapan suami nya. Bukan dia tidak mau membukakan pintu tadi, tetapi mungkin dia masih berada di dalam kamar mandi saat tadi laki-laki itu memanggil nya, Genna sengaja berlama-lama saat mandi karena ingin merilekskan kan tubuh nya dan juga berusaha bagaimana cara menghilangkan jejak kissmark yang ada di sebagian tubuh nya karena ulah laki-laki itu.
"Huuhh...!!" Genna membuang nafas nya, berusaha menstabilkan tarikan nafas agar terlihat baik-baik saja. Tapi memang entah kenapa, dia merasakan hati nya terasa tertusuk saat mendengar kata-kata yang tidak enak dari mulut suami nya itu.
Genna kembali melanjutkan langkah nya, menuruni anak tangga dan berusaha tak memperdulikan keberadaan Candra dan Della yang sedang makan di meja makan.
__ADS_1
"Mama Genna, mari makan malam.." Ucap Della yang menyadari kedatangan Genna.
"Iya, tapi saya mau keluar sebentar" Ujar nya dingin dengan wajah nya yang datar. Dia mengambil kunci mobil dan kemudian pergi begitu saja
Candra terdiam, menghentikan aktifitas nya dengan tatapan nya yang tajam.
"Kamu mau kemana ?" Tanya Candra sedikit meninggikan suara nya karena Genna sudah sedikit menjauh. Bahkan, gadis itu tak meminta izin akan keluar pada nya sebagai suami.
Genna tak menjawab nya, dia terus melangkah kan kaki nya dan mengganti sendal rumah nya dengan sepatu. Setelah membuka pintu dan keluar dari rumah, dia langsung saja masuk ke dalam mobil Candra dan melajukan nya pergi.
Candra semakin menajam kan pandangan nya. Mengeraskan rahang nya kala pertanyaan nya tak di per-dulikan oleh Genna istri nya itu. Dia mengeraskan tangan nya yang masih memegang sendok dan garpu.
...___...
Lagi-lagi, Genna membuang nafas nya. Sebenarnya tidak ingin dia mengabaikan Candra suami nya. Tadi nya dia ingin meminta tolong pada laki-laki itu untuk membelikan nya obat salep untuk tanda-tanda merah nya dan juga rasa perih yang dia rasakan pada ujung buah dada nya. Siapa lagi kalau bukan ulah nya. Tapi justru dia malah mendengar kata-kata yang tidak mengenakkan di telinga nya.
"Dasar ngeselin ! gak jelas !" Gerutuan demi gerutuan terus Genna lontarkan. Dia benar-benar merasa sangat kesal pada suami nya itu.
Genna menepikan mobil nya di sebuah apotik terdekat dari perumahan nya. Setelah mendapatkan obat yang dia butuhkan. Dia kembali masuk ke dalam mobil, tapi dia terdiam dalam waktu yang lama karena masih merasa kesal pada Candra, dia pun rasa nya tidak ingin pulang untuk bertemu dengan laki-laki itu.
Genna melajukan kembali mobil nya, tapi tidak untuk pulang ke rumah. Dia menjalan kan mobil nya di sepanjang jalan tanpa tau kemana dia akan pergi.
Dia sedikit melambat kan laju mobil nya saat dia melihat ada sebuah pertunjukan sulap dan juga berbagai macam wahana permainan di sebuah lapangan kecil di pinggir jalan. Begitu ramai nya orang-orang membuat Genna penasaran. Dia pun akhir nya membawa mobil nya melaju ke arah tempat itu dan menghentikan nya di sana.
Ada pertunjukan sulap, pameran karya seni, dan juga permainan-permainan seru yang banyak di minati, bukan hanya anak-anak, tapi orang-orang dewasa pun juga ikut di sana.
Genna merasa tertegun, banyak nya orang-orang yang dia lihat dari berbagai macam kalangan. Tak hanya dari kalangan biasa, tapi juga orang-orang kalangan atas pun juga ikut berbaur dan bergaul satu sama lain. Tak ada pembatasan, atau derajat yang akan membedakan. Benar-benar menyenangkan..
...___...
Sabar ya gengs 😁 jangan hujat author karena gagal terus mp nya yah🤣🤣🤣 hahahaha
__ADS_1
Karena aku akan menumbuhkan kebucinan-kebucinan antara Daddy Chandra sama baby Genna nya dulu yah 😃 baru malam mp yang dahsyat nanti 😝😝😝