Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 62~S2


__ADS_3

...___...


Laki-laki itu merasa sangat gelisah, tidak tenang dalam situasi apa pun. Dia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di kampus Genna istri nya. Ya, Candra merasa ada sesuatu yang berbeda pada istri nya itu sejak semalam. Mungkin kah perempuan itu kembali marah pada nya, tapi.. karena apa ?


Sesampai nya di kampus Genna. Candra memarkirkan mobil nya, turun dari mobil dan berjalan dengan langkah panjang sembari melihat ke sana kemari untuk mencari sang istri. Hati nya benar-benar tidak bisa tenang jika belum berbicara dengan istri nya itu.


Di mana pun dia tidak menemukan sosok perempuan yang dia cari. Bahkan di dalam kelas nya sekali pun. Candra semakin gusar, dia mencari ponsel nya dan kembali menelpon orang yang dia utus untuk mengawasi Genna.


"Halo, dimana ?" Tanya Candra ketika sambungan telpon nya terhubung.


'Di taman belakang kampus pak" Jawab orang itu.


Candra langsung memutus sambungan telpon nya. Dengan cepat dia melangkah menuju taman belakang kampus untuk menemukan istri nya.


Candra mengedarkan pandangan nya, dan dia telah mendapati sosok Genna istri nya yang sedang duduk di sebuah kursi di bawah pohon seorang diri. Tampak nya perempuan itu tengah membaca sebuah buku di sana. Dengan sedikit senyuman yang mengembang, Candra berniat akan menghampiri gadis itu di sana.


Baru beberapa langkah Candra bergerak, namun tiba-tiba saja langkah nya dia hentikan karena mendapati seorang laki-laki tampan yang menghampiri istri nya. Laki-laki itu bahkan duduk tepat di samping sang istri. Candra tertahan, menatap tajam ke arah mereka yang mulai bercengkrama. Candra cukup mengenali siapa laki-laki itu, tangan nya bahkan sudah mengepal erat menatap mereka.


Di lain sisi


Genna merasa sedikit terkejut saat Aldo yang tiba-tiba saja datang dan duduk di samping nya.


"Hai.." Sapa laki-laki itu dengan seulas senyum yang merekah.


Genna hendak bangkit, ingin menjauh dari Aldo dan memberi jarak di antara mereka, tapi tangan Aldo yang mencekal nya membuat Genna tertahan di tempat nya.


"Kamu mau kemana ?" Tanya Aldo yang tidak menginginkan perempuan itu pergi.


"Lepas Al.." Genna menarik paksa lengan nya.


"Maaf Gen.." Lirih Aldo. Ada sayatan perih di dalam hati nya kala melihat Genna yang terus saja menghindari nya.


"Gen.." Panggil laki-laki itu, dia masih tak percaya bahwa hubungan mereka akan berujung seperti ini.


"Al, aku mau masuk kelas dulu.. " Genna hendak pergi, tapi lagi-lagi Aldo menahan nya.

__ADS_1


"Gen, tolong.. jangan terus menghindar dari aku" Ucapan Aldo terdengar seperti sebuah permohonan.


"Al, aku sudah bilang sama kamu, kita putus !" Kecam Genna sedikit meninggikan suara nya.


"Ya tapi kenapa Gen !" Aldo pun meninggikan suara nya, dia bangkit dan menatap dalam perempuan di hadapan nya ini. Sungguh Aldo tak bisa terima karena Genna memutuskan nya begitu saja.


"Aku sudah menikah Al !" Sargah Genna. Genna memang belum bisa menerima sepenuh nya pernikahan nya, dan di dalam hati kecil nya dia memang masih memiliki perasaan pada Aldo. Tapi melihat status nya saat ini, dia memang harus benar-benar mengubur perasaan nya pada Aldo dan tidak bisa lagi dekat-dekat dengan laki-laki lain di belakang suami nya.


"Enggak, aku gak percaya Gen..!" Ujar Aldo menggelengkan kepala nya. Dia pikir, Genna sengaja berkata seperti ini karena ingin menjauhkan diri dari nya.


"Aku gak pernah bo-"


"Saya suami nya.."


.


.


.


Hening...


Tak ada lagi yang mengeluarkan suara nya di sana. Mereka hanya saling melempar tatapan satu sama lain.


"Saya suami nya Genna..!" Ujar Candra mengulangi nya. Dia datang menghampiri Genna berdiri di samping nya dan menggenggam tangan nya.


Aldo menatap Candra dan Genna bergantian. Samar-samar kepala nya menggeleng seolah masih tidak percaya.


"Om.." Gumam Aldo sambil tersenyum getir. Benarkah laki-laki ini adalah suami nya Genna. Laki-laki yang pernah sekali dia temui saat dulu dia bersama Genna di cegat oleh Anan Daddy nya.


"Ka-kalian bohong kan..??" Aldo sungguh masih tak percaya. Mana mungkin Genna mau menikahi laki-laki dewasa yang terpaut sangat jauh dari usia nya seperti Candra.


Candra menatap Genna, mengangkat genggaman tangan nya dan menunjukkan nya pada Aldo.


"Kami tidak berbohong, kami memang sudah menikah.." Ucap nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari sang istri yang juga tengah menatap ke arah nya.

__ADS_1


"Enggak ! aku gak percaya !" Demi apa pun, kenyataan ini benar-benar membuat Aldo sangat sakit.


Candra masih menatap Genna, mata mereka bahkan semakin dalam saat saling memandang. Candra mendekatkan wajah nya ke arah wajah Genna, semakin dekat dan Candra pun mendaratkan sebuah ciuman di bibir perempuan itu saat masih berada di hadapan Aldo tanpa rasa malu.


"Jadi saya harap, kamu jauhi istri saya !" Nada bicara nya sedikit mengancam, laki-laki itu tidak ingin wanita yang sudah menjadi milik nya masih di ganggu oleh laki-laki lain.


"Gen... I..Ini...." Aldo tak kuasa menahan segala nya. Air mata nya begitu saja mengalir, hati nya terasa sangat sakit, sekejap mata hidup nya telah terasa hancur. Wanita yang dia cintai dan sayangi.. kini benar-benar tak lagi bisa dia genggam tangan nya, apa lagi untuk memiliki nya. Tapi.. ini semua sungguh sulit untuk di percaya.


"Kami permisi.." ucap Candra berpamitan pada Aldo yang bahkan terdiam mematung di tempat nya.


Candra menarik tangan Genna dan membawa nya masuk ke dalam mobil. Laki-laki itu membuang nafas nya dalam, lalu menatap ke arah Genna yang hanya diam menunduk dan tak bersuara sejak tadi.


"Kamu kenapa Gen ?" Namun pertanyaan suami nya itu terdengar dingin.


Genna hanya diam, tak berani menjawab atau pun menatap ke arah Candra.


"Kamu marah sama aku ?" Ujar nya menerka.


"Gak biasa nya kamu berangkat sepagi ini ?" Seru Candra menggema di sana.


"Kamu berangkat pagi-pagi gak nungguin aku gak bangunin aku loh.. kamu kenapa ?" Ulang nya lagi bertanya.


"Aku ngerasa kamu beda dari semalem.. aku punya salah sama kamu ? atau aku bikin kamu kesal atau apa..??"


Seperti itu lah Candra. Dia adalah orang yang sangat tidak bisa jika harus di abaikan.


"Kalau aku punya salah kamu bilang aja sama aku kalau aku salah.. jangan menghindar dan bersikap dingin sama aku aku gak bisa Gen..!!" Tutur nya menegaskan.


"Kita ini sudah menikah, jadi apa pun masalah nya berusahalah untuk kita saling terbuka..!!" Ucap nya penuh penekanan.


Sementara Genna, dia hanya menunduk diam dengan dada yang terasa sesak karena menahan tangis.


...___...


.

__ADS_1


__ADS_2