Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 13,tisak usah menungguku


__ADS_3

Ini yang sebenarnya paling sulit untuk aku ubah, ini


seolah sesuatu yang sudah mandarah danging untukku, berubah? Itu sesuatu yang


selalu ingin aku lakukan


~Aland Chevalier


Garvin menatap asya dengan wajah berseri dan tersenyum


manis, membuat sang empunya mau tidak mau tersenyum kebali dan melihat garvin


dengan tatapan seolah mengatakan kalau dirinya baik-baik saja, dari wajah asya


tergambar bagaimana ia tersenyum tulus kepada garvin, sebenarnya asya punya


rasa untuk mencintai garvin, namun ia harus menelan bagaimana mereka sangat


jauh berbeda


“pulanglah gar,aku baik-baik saja disini” kata asya sambil


menoleh kearah garvin dengan senyuman mengembang


“ tidak sya, selama jemputanmu belum datang aku akan tetap


disini menemanimu” kata garvin dan turun dari motornya dan menghampiri asya


yang masih berdiri ditempatnya


“gar tidak apa-apa, aku baik-baik saja disini tidak aka nada


yang datang lalu menggangguku” kata asya agar garvin mau pulang dan tidak


melihat vin menjemput dirinya


“tidak sya, aku tetap akan disini” kata garvin dengan senyum


tanpa dosa, sementara asya hanya menatap pasrah kearah garvin, karna bagaimana


pun ia mencegah gavin pria itu tetap ngeyel untuk menemaninya


Sampai setengah jam mereka disana, dan akhirnya orang yang


ditunggu-tunggu datang juga, dengan cepat vin membuka pintu mobilnya dan


beralih kepada asya yang duduk disamping garvin


“siapa pria ini!?” tanya delvin dengan tatapan penuh selidik


kearah asya, ia memang salah sudah terlambat menjemput asya gara-gara gadis


bodoh yang ia temui dijalan membuat wakytunya terulur dan lama menjemput asya


“dia temanmu om, dia menungguku agar akua da teman disini”


kata asya dengan jujur dan melihat garvin tepat berada dibellakangnya


“gar,, aku pulang dulu ya. Kamu hati-hati dijalan” kata asya


dan melambaikan tangannya, ia takut melihat tatapan garvin yang seolah


mengibarkan bendera perang pada garvin


“baik sya, hati-hati dijalan, besok jangan lupa sekolah”


kata garvin tersenyum kearah asya, sedangkan vin sudah menatapnya dengan


tatapan membunuh


Ada apa dengan pria ini, mengapa menatapku seperti itu’


batin garvin dalam hatinya Ketika matanya beralih kearah vin yang menatapnya


tajam


Siapa pria ini, mengapa terlhat dekat dengan asya” batin

__ADS_1


vin dan segera berlalu dari sana, ia melajukan mobilnya tanpa  ada sapaan ramah terhadap garvin


Didalam mobil tidak ada yang berani utnuk bersuara, asya


maupun vin sama-sama diam dalam pikiran mereka, tidak ada yang beraani untuk


bersuara, terlebih lagi asya, ia tidak berani bersuara apalagi berbicara pada


vin yang raut wajahnya saja sudah datar entah apa yang dipikirkannya


Mereka langusng pulang keaprtemen aland, sesuai dengan


perintah tunannya, vin mengantar asya sampai keapartemen


“jangan kemana-mana, diam disini dan jangan pernah berpikir


untuk kabur” kata vin dan diangguki oleh asya, dia keluar dan Kembali menuju


kantor, karna pekerjaannya sudah menunggunya disana


Asya masuk kedalam dan dan mengganti bajunya, ia ingin


membersihkan kamar yang tadinya ia pakai, walaupun banyak barang-barang bekas


disana, setidaknya ia dan aland tidak tidur bersama lagi.


Dikantor aland, ia sedang sibuk mengurus semua keperrluan


untuk meeting yang akan diadakan satu jam kedepan, sungguh rasanya aland malas


untuk ikut meeting tersebut, tapi bagaimana tidak, ia harus ikut karna sebagai


pemilik perusahaan.


“vin, apa semua sudah beres?” tanya aland Ketika mereka


sudah selesai dengan meetingnya dan jam juga sudah menunjukkan pukul lima lewat


tiga pulu menit, dan itu artinya sudah waktunya pulang,


“sudah tuan, semua sudah saya selesaikan, besok tuan tinggal


untuk dilihat oleh tuannya itu


“bagus, good job vin” kata aland tanpa ekspresi dan


mengembalikan ipad milik asistennya dan melangkah keluar dari ruangannya


“ kau boleh pulang vin, ingat besok tugasmu mengantar gadis


itu” kata aland dan langsung masuk kedalam mobil tanpa menjdengar jawaban vin


“dasar tuan sesuka hatinya menyuruh dan memerintah, jika


sajja satu hari aku jadi tuan, aku akan menyuruhmu ini dan itu, agar bisa


mersakan apa yang kurasakan setiap hari” omel vin dan melajukan mobilnya untuk


pulang kerumahnya


Aland yang niatnya pulang ke apartemen namun lagi-lagi ia


teringat dengan gadis lugu yang selallu membuat alibinya naik Ketika melihat


lekuk tubuh gadis lugu itu


“arrrghhh” racau aland ditengah dirinya membawa mobil,


otaknya sudah kemana-mana memikirkan gadis polos dan lufgu itu dibawah


kungkungannya yang sama seperti Wanita yang selalu menmaninya setiap kali ia


ingin


Aland memarkirkan mobilnya dan melangkah masuk kedalam


apartemen, hal yang pertama kali ia lihat adalah kekosongan ruangan

__ADS_1


apartemennya, dalam benak aland ia bertanya-tanya kemana gadis lugu itu


Dengan Langkah yang cepat, aland menelusuri setiap ruangan


dan langkahnya terhenti disebuah pintu kamar yang mana itu adalah ruangan


tempat barang-barang yang sudah tidak terpakai, dengan Gerakan pelan, ia


membuka pintu tersebut dan melihat penampakan seseorang yang ia cari tertidur


diatas karpet


Aland mendekati asya yang tertidur dan melihat kamar


tersebut sudah rapi dan bersih, dan terlihat beberapa barang gadis itu sudah


tertata rapi diatas meja kamar tersebut, seketika aland tau mengapa gadis itu


ada disini dan tertidur pila


“heii bangun, apa kerjaanmu setiap hari hanya tidur saja!,


pantasa saja kau dijual oleh keluargamu!” kata aland dengan nada dingin membuat


asya bangun dari tidurnya dan mendapati aland yang menendang-nendang kakinya


“ma…maaf om, saya ketiduran” kata asya bangun dan langsung bangun


dari tempatnya, ia langsung berdiri dengan kepala tertunduk, ia tau


kesalahannya sudah dua kali seperti ini, tapi bukan berarti ini salah asya


sepenuhnya, nyatanya jika ia sendiri diapartemen dan tidak ada pekerjaan yang


hars ia lakukan, lantas apa yang bisa ia kerjakan selain tidur, juga tadi dia


kelelahan membersihkan kamar itu


“saya  akan keluar


mala mini, tidak usah menunggu kepulanganku, kalau kau mau makan atau tidur


silahkan asal jangan kabur dari sini” kata aland dan dijawab ia oleh asya, ia


tidak tau kemana aland akan pergi, tapi di pikiran asya aland pasti sibuk


bekerja


“baik om, maaf sudah membuat om marah” kata asya dan melihat


wajah aland yang datar dan tampan, tidak ada Wanita yang tidak tertarik dengan


ketampanan yang dimiliki aland, namun karena sikapnya yang dingin membuat semua


anita mundur dan rela hanya sebagai pemuas nafsu aland


“aku pergi!” kata aland dan melangkah keluar dari kamar itu,


dia tidak memberikan komentar apapun tentang kamar tersebut, dan itu artinya


asya bisa menggunakan kamar itu untuk dirinya, diikuti oleh asya dari belakang,


aland berjalan keluar pintu apartemen tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu,


namun tiba-tiba ia berhenti membuat asya yang dibelakangnya ikut berhenti dan


menabrak punggung aland


“aou” rintih asya dan memegang hidngnya yang terasa sakit


“kalau jalan pake mata!” kata aland dan melirik tajam kearah


asya, ia terlihat  ingin mengatakan


sesuatu


next

__ADS_1


Berikan komentarmu untuk mereka ya readerss”>


__ADS_2