
Ini yang sebenarnya paling sulit untuk aku ubah, ini
seolah sesuatu yang sudah mandarah danging untukku, berubah? Itu sesuatu yang
selalu ingin aku lakukan
~Aland Chevalier
Garvin menatap asya dengan wajah berseri dan tersenyum
manis, membuat sang empunya mau tidak mau tersenyum kebali dan melihat garvin
dengan tatapan seolah mengatakan kalau dirinya baik-baik saja, dari wajah asya
tergambar bagaimana ia tersenyum tulus kepada garvin, sebenarnya asya punya
rasa untuk mencintai garvin, namun ia harus menelan bagaimana mereka sangat
jauh berbeda
“pulanglah gar,aku baik-baik saja disini” kata asya sambil
menoleh kearah garvin dengan senyuman mengembang
“ tidak sya, selama jemputanmu belum datang aku akan tetap
disini menemanimu” kata garvin dan turun dari motornya dan menghampiri asya
yang masih berdiri ditempatnya
“gar tidak apa-apa, aku baik-baik saja disini tidak aka nada
yang datang lalu menggangguku” kata asya agar garvin mau pulang dan tidak
melihat vin menjemput dirinya
“tidak sya, aku tetap akan disini” kata garvin dengan senyum
tanpa dosa, sementara asya hanya menatap pasrah kearah garvin, karna bagaimana
pun ia mencegah gavin pria itu tetap ngeyel untuk menemaninya
Sampai setengah jam mereka disana, dan akhirnya orang yang
ditunggu-tunggu datang juga, dengan cepat vin membuka pintu mobilnya dan
beralih kepada asya yang duduk disamping garvin
“siapa pria ini!?” tanya delvin dengan tatapan penuh selidik
kearah asya, ia memang salah sudah terlambat menjemput asya gara-gara gadis
bodoh yang ia temui dijalan membuat wakytunya terulur dan lama menjemput asya
“dia temanmu om, dia menungguku agar akua da teman disini”
kata asya dengan jujur dan melihat garvin tepat berada dibellakangnya
“gar,, aku pulang dulu ya. Kamu hati-hati dijalan” kata asya
dan melambaikan tangannya, ia takut melihat tatapan garvin yang seolah
mengibarkan bendera perang pada garvin
“baik sya, hati-hati dijalan, besok jangan lupa sekolah”
kata garvin tersenyum kearah asya, sedangkan vin sudah menatapnya dengan
tatapan membunuh
Ada apa dengan pria ini, mengapa menatapku seperti itu’
batin garvin dalam hatinya Ketika matanya beralih kearah vin yang menatapnya
tajam
Siapa pria ini, mengapa terlhat dekat dengan asya” batin
__ADS_1
vin dan segera berlalu dari sana, ia melajukan mobilnya tanpa ada sapaan ramah terhadap garvin
Didalam mobil tidak ada yang berani utnuk bersuara, asya
maupun vin sama-sama diam dalam pikiran mereka, tidak ada yang beraani untuk
bersuara, terlebih lagi asya, ia tidak berani bersuara apalagi berbicara pada
vin yang raut wajahnya saja sudah datar entah apa yang dipikirkannya
Mereka langusng pulang keaprtemen aland, sesuai dengan
perintah tunannya, vin mengantar asya sampai keapartemen
“jangan kemana-mana, diam disini dan jangan pernah berpikir
untuk kabur” kata vin dan diangguki oleh asya, dia keluar dan Kembali menuju
kantor, karna pekerjaannya sudah menunggunya disana
Asya masuk kedalam dan dan mengganti bajunya, ia ingin
membersihkan kamar yang tadinya ia pakai, walaupun banyak barang-barang bekas
disana, setidaknya ia dan aland tidak tidur bersama lagi.
Dikantor aland, ia sedang sibuk mengurus semua keperrluan
untuk meeting yang akan diadakan satu jam kedepan, sungguh rasanya aland malas
untuk ikut meeting tersebut, tapi bagaimana tidak, ia harus ikut karna sebagai
pemilik perusahaan.
“vin, apa semua sudah beres?” tanya aland Ketika mereka
sudah selesai dengan meetingnya dan jam juga sudah menunjukkan pukul lima lewat
tiga pulu menit, dan itu artinya sudah waktunya pulang,
“sudah tuan, semua sudah saya selesaikan, besok tuan tinggal
untuk dilihat oleh tuannya itu
“bagus, good job vin” kata aland tanpa ekspresi dan
mengembalikan ipad milik asistennya dan melangkah keluar dari ruangannya
“ kau boleh pulang vin, ingat besok tugasmu mengantar gadis
itu” kata aland dan langsung masuk kedalam mobil tanpa menjdengar jawaban vin
“dasar tuan sesuka hatinya menyuruh dan memerintah, jika
sajja satu hari aku jadi tuan, aku akan menyuruhmu ini dan itu, agar bisa
mersakan apa yang kurasakan setiap hari” omel vin dan melajukan mobilnya untuk
pulang kerumahnya
Aland yang niatnya pulang ke apartemen namun lagi-lagi ia
teringat dengan gadis lugu yang selallu membuat alibinya naik Ketika melihat
lekuk tubuh gadis lugu itu
“arrrghhh” racau aland ditengah dirinya membawa mobil,
otaknya sudah kemana-mana memikirkan gadis polos dan lufgu itu dibawah
kungkungannya yang sama seperti Wanita yang selalu menmaninya setiap kali ia
ingin
Aland memarkirkan mobilnya dan melangkah masuk kedalam
apartemen, hal yang pertama kali ia lihat adalah kekosongan ruangan
__ADS_1
apartemennya, dalam benak aland ia bertanya-tanya kemana gadis lugu itu
Dengan Langkah yang cepat, aland menelusuri setiap ruangan
dan langkahnya terhenti disebuah pintu kamar yang mana itu adalah ruangan
tempat barang-barang yang sudah tidak terpakai, dengan Gerakan pelan, ia
membuka pintu tersebut dan melihat penampakan seseorang yang ia cari tertidur
diatas karpet
Aland mendekati asya yang tertidur dan melihat kamar
tersebut sudah rapi dan bersih, dan terlihat beberapa barang gadis itu sudah
tertata rapi diatas meja kamar tersebut, seketika aland tau mengapa gadis itu
ada disini dan tertidur pila
“heii bangun, apa kerjaanmu setiap hari hanya tidur saja!,
pantasa saja kau dijual oleh keluargamu!” kata aland dengan nada dingin membuat
asya bangun dari tidurnya dan mendapati aland yang menendang-nendang kakinya
“ma…maaf om, saya ketiduran” kata asya bangun dan langsung bangun
dari tempatnya, ia langsung berdiri dengan kepala tertunduk, ia tau
kesalahannya sudah dua kali seperti ini, tapi bukan berarti ini salah asya
sepenuhnya, nyatanya jika ia sendiri diapartemen dan tidak ada pekerjaan yang
hars ia lakukan, lantas apa yang bisa ia kerjakan selain tidur, juga tadi dia
kelelahan membersihkan kamar itu
“saya akan keluar
mala mini, tidak usah menunggu kepulanganku, kalau kau mau makan atau tidur
silahkan asal jangan kabur dari sini” kata aland dan dijawab ia oleh asya, ia
tidak tau kemana aland akan pergi, tapi di pikiran asya aland pasti sibuk
bekerja
“baik om, maaf sudah membuat om marah” kata asya dan melihat
wajah aland yang datar dan tampan, tidak ada Wanita yang tidak tertarik dengan
ketampanan yang dimiliki aland, namun karena sikapnya yang dingin membuat semua
anita mundur dan rela hanya sebagai pemuas nafsu aland
“aku pergi!” kata aland dan melangkah keluar dari kamar itu,
dia tidak memberikan komentar apapun tentang kamar tersebut, dan itu artinya
asya bisa menggunakan kamar itu untuk dirinya, diikuti oleh asya dari belakang,
aland berjalan keluar pintu apartemen tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu,
namun tiba-tiba ia berhenti membuat asya yang dibelakangnya ikut berhenti dan
menabrak punggung aland
“aou” rintih asya dan memegang hidngnya yang terasa sakit
“kalau jalan pake mata!” kata aland dan melirik tajam kearah
asya, ia terlihat ingin mengatakan
sesuatu
next
__ADS_1
Berikan komentarmu untuk mereka ya readerss”>