
...___...
Pagi itu, terlihat sinar mentari yang begitu cerah menyinari bumi. Hiruk pikuk kota seperti biasa terlihat begitu ramai.
Namun berbeda dengan seorang gadis belia yang masih berusia 18 tahun, ia baru saja menyelesaikan pendidikan nya di sekolah menengah atas satu bulan yang lalu. Namun tak di sangka, setelah kelulusan nya dari sekolah dia harus menerima untuk di nikahkan oleh Daddy nya dengan seorang laki-laki yang tidak dia cintai.
Karena merasa diri nya sangat tertekan, murung, sedih, tak berselera makan, dan bahkan sampai menjauhkan diri nya dari siapa pun bahkan dari keluarga nya sendiri.
Ya, dia hanya merasa kecewa. Menikah muda bukan lah ke inginan nya, dia hanya merasa belum sangat siap untuk menjalani dan menerima tanggung jawab sebagai seorang istri di kala usia nya yang masih sangat muda. Masih begitu banyak impian dan masih menginginkan kebebasan, melanjutkan kembali pendidikan nya lalu setelah itu bekerja.
Namun impian nya itu hanyalah sebuah mimpi saat dia tertidur, saat bangun, maka dia harus bisa menerima kenyataan dan harus menghadapi nya kembali.
Genna menarik nafas nya dalam, lalu menghembuskan nya secara perlahan. Perlahan-lahan dia membuka mata nya dan terlihat lah pantulan diri nya di dalam cermin.
Berhiaskan manik-manik indah dengan bunga melati yang menjuntai panjang di sisi telinga. Make up yang tak terlalu tebal, namun berhasil memanglingkan bagi siapa pun yang melihat nya.
Pandangan nya turun ke bawah dari menatap wajah nya, terlihat tubuh nya yang mungil dan sedikit kurus karena tak berselera makan dalam waktu satu Minggu belakangan ini.
Berbalutkan kebaya warna putih dengan banyak manik-manik yang menghiasi. Lukisan hena di tangan membuat nya benar-benar terlihat jika saat ini dia akan segera menjadi pengantin.
(Anggap aja Genna seperti ini ya gengs 😍😂 hehe, ga papa lah ya meski beda muka nya 🤭) suka aja aku tuh pen kasih visual Genna pas jadi pengantin😂
"Huh..!!" Genna menghembuskan kembali nafas nya. Ingin melegakan rasa sesak serta jantung nya yang terus berdegup kencang. Gugup, gemetar, rasa takut kian membuat tubuh nya terasa panas dingin.
__ADS_1
Cklek..
Pintu kamar nya di buka seseorang, dan terlihat lah Cinta yang datang disana dengan gaun panjang yang juga berwarna putih. Sungguh, Cinta tak kalah terlihat cantik dan anggun di sana.
"Sayang.." Sapa nya memanggil Genna putri nya. Dia melangkah, mendekati Genna yang duduk di depan cermin dan berdiri di belakang gadis itu.
Sementara Genna, dia terdiam. Menunduk kan kepala seolah sedang menyembunyikan sesuatu. Ya, gadis itu hendak menangis. Namun sebisa nya dia berusaha menyembunyikan nya dari Cinta.
"Anak mommy.." Lirih Cinta yang juga suara nya terdengar gemetar. Bahkan wanita itu pun juga terlihat akan menangis.
Genna bangkit, memutar tubuh nya menghadap Cinta. Dia mendongakkan wajah nya, ingin dia menangis dan mengeluarkan suara nya, namun suara nya itu tertahan dan terasa menyakitkan di tenggorokan nya.
"Gak kerasa, kamu sudah besar. Sudah mau menikah sekarang.." Ujar Cinta menyentuh pipi putri nya dan mengusap nya lembut.
"Rasanya baru kemarin mommy gendong-gendong kamu sayang.." Imbuh Cinta, dan pertahanan nya pun akhir nya runtuh, dia tak kuasa menahan nya lagi, dan akhir nya Cinta pun menangis di sana.
"Mo-mommy... hiks..hiks.." Begitupun dengan Genna, dia sudah tak sanggup lagi. Tangis nya pun ikut pecah seraya menghamburkan diri nya memeluk Cinta.
Dan yang lebih membuat Cinta merasa tak percaya adalah, nasib Genna yang hampir-hampir sama dengan nya dulu. Menikah muda, dengan seorang laki-laki yang pernah menjalin hubungan dekat dengan mama nya. Beda nya, hanya dia yang tak pernah mencintai Candra, Cinta memang menyayangi Candra dulu, namun tak lebih hanya menganggap nya sebagai teman.
Dan Cinta pun cukup tahu, jika Genna pun tidak sama sekali mencintai Candra saat ini. Begitu pun juga Candra. Mungkin saja pernikahan mereka bisa di katakan tak berdasarkan rasa cinta, namun Cinta berharap, kedepan nya mereka bisa saling berinteraksi dan kemudian bisa saling mencintai.
"Jangan menangis lagi nak, ada mommy di sini" Gumam Cinta. Namun Genna semakin terisak dan semakin mengencangkan pelukan nya.
"Mom, Genna gak mau menikah.. Genna gak mau mom.." Gumam Genna di tengah-tengah tangis nya.
"Sayang.." Cinta melepaskan pelukan nya. Mengusap air mata Genna dengan ibu jari nya.
"Genna gak boleh takut, gak boleh nangis lagi oke, harus kuat, mommy percaya Genna kuat, Genna pasti bisa !"
__ADS_1
Namun dengan cepat Cinta menggelengkan kepala nya.
Cinta benar-benar tak kuasa melihat Putri nya, namun apalah daya nya untuk membantah ke inginan suami nya itu.
Di sisi lain
Ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan Cinta dan Genna. Dia lah Anan Malik yang berdiri di balik dinding dengan pintu kamar yang terbuka.
Dada nya pun terasa sesak, melihat putri kesayangan nya itu menumpahkan air mata dengan tangis nya yang pecah. Dia merasa bersalah, karena telah merenggut impian-impian putri nya. Namun dia terpaksa harus tetap melakukan nya, karena Anan tidak ingin Genna berhubungan dan jatuh cinta semakin dalam dengan Aldo anak dari Kinara mantan kekasih nya dulu.
Karena hanya dengan menikah, Genna bisa memutuskan dan berhenti berhubungan dengan Aldo. Mengingat, Genna pernah membohongi nya saat dia meminta Genna untuk memutuskan hubungan mereka.
Bukan berniat kejam atau apa pun itu terhadap Genna. Namun Anan benar-benar hanya tidak ingin Genna berhubungan dengan Aldo, yang masih menyangkut dengan masa lalu nya. Mengingat, bahwa dia dan cinta pernah bermasalah pada orang tua nya dulu. Intinya, Anan tidak ingin berhubungan lagi dengan Kinara sebagai masa lalu nya yang buruk itu.
"Ekhemm..!"
Cinta dan Genna saling melepaskan pelukan. Menoleh ke arah sumber suara yang ternyata Anan lah yang datang.
"Ayo, acara akan segera di mulai" Ujar Anan.
Genna semakin gelisah, gugup dan begitu gemetar.
"Sayang" Cinta pun menggenggam tangan Genna untuk menenangkan nya.
Langkah demi langkah, Genna menuruni anak tangga dengan di apit oleh ke dua orang tua nya. Berjalan ke lantai bawah untuk menuju tempat di mana acara ijab Kabul akan segera di laksanakan.
...___...
Weh siap siap ya 😂
__ADS_1
Dandan yang syantik kita akan segera makan makan 🤣🤣🤣