
...___...
"Sayang, kamu kenapa ? dari tadi kok murung aja, kamu sakit ??" Tanya Candra yang melihat Genna hanya diam saja sejak tadi
Genna menolehkan kepala nya ke arah Candra. "Aku gak apa-apa kok om" Jawab gadis itu. Tapi sebenarnya Genna tengah menyembunyikan perasaan nya yang sedang tidak baik. Ya, gadis itu tengah memikirkan Aldo yang menangis memohon pada nya agar tidak di putuskan oleh nya tadi.
flashback on
"Enggak, aku gak mau putus Gen, aku sayang aku cinta sama kamu.." Aldo meraih ke dua tangan Genna, menggenggam nya dan memohon pada nya agar dia tidak memutuskan nya. Bahkan, laki-laki itu hingga mengeluarkan air mata nya.
"Maaf Al, aku gak bisa. Kita harus pisah, aku gak bisa lanjutin hubungan kita.." Ucap Genna lirih, gadis itu pun juga sedang menahan tangis nya.
"Tapi kenapa Gen ? kenapa kamu tiba-tiba putusin aku ? apa karena Daddy kamu gak bolehin kita pacaran.. ? kita masih bisa diem-diem aja Gen, tapi aku mohon kamu jangan putusin aku..!" Ujar nya yang terus memohon.
Genna menggeleng, ada genangan air mata di pelupuk mata nya. Dia tak bisa melihat Aldo yang memohon pada nya seperti ini, tapi apa harus di kata, dia harus tetap memutuskan hubungan mereka saat ini juga.
"Al, maaf.. aku, sudah menikah.." Lirih nya kemudian dengan memberanikan diri nya untuk benar-benar mengatakan nya pada Aldo.
Aldo terbelalak, menggelengkan kepala seolah tak percaya akan ucapan yang di katakan oleh Genna.
"Kamu bohong kan Gen, gak mungkin kamu sudah menikah. Sama siapa kamu menikah.." Ujar nya yang tak mempercayai ucapan Genna
"Aku gak bohong, aku sudah menikah Al.." Ucap nya lagi membenarkan.
"Alasan kamu benar-benar gak masuk akal Gen !" Aldo benar-benar tak percaya. "Kamu kenapa sih hah..? kenapa kamu tiba-tiba kaya gini ? kamu gak sayang lagi sama aku ?"
Dan akhir nya, pertahan Genna pun runtuh. Sakit melihat Aldo yang mungkin sangat terluka saat mengetahui kebenaran nya. Genna menangis, entah harus seperti apa lagi dia mengatakan pada Aldo jika dia benar-benar sudah menikah.
"Al, maafin aku.." Lirih Genna yang tak kuasa menahan air mata nya.
"Kamu bohong Gen !"
Genna menggeleng.
__ADS_1
"Maaf Al, tapi hubungan kita harus berakhir sampai disini.." Lirih gadis itu. "Maafin aku yang udah jahat sama kamu Al, aku harap kamu bisa lupain aku dan kamu bisa temuin perempuan yang nanti nya akan bener-bener tulus sayang sama kamu" Ucap Genna.
"Sekali lagi aku minta maaf Al.." Ulang nya lagi. Lalu Genna pun melangkah kan kaki nya pergi meninggalkan Aldo yang masih terdiam tak percaya akan semua kenyataan ini.
Tubuh Aldo terhuyung ke belakang, dia tak bisa menahan keseimbangan tubuh nya. Dia menangis, benarkah semua yang dia ketahui ini ? benarkah Genna wanita yang dia cintai telah berpaling dari nya dan bahkan sudah menikah..
Tapi, mengapa...
Mengapa Genna melakukan ini..
Bukan kah Genna bilang bahwa dia sangat mencintai nya..
Bukan kah gadis itu bilang bahwa hanya Aldo lah yang ada di dalam hati nya..
Lalu mengapa dia menikah ? mengapa dia mengkhianati sebuah janji yang sudah mereka janjikan untuk tak saling meninggalkan..
Apa tak sebegitu pantas nya dirinya untuk Genna, gadis yang begitu dia cintai sehingga Genna lebih memilih meninggalkan nya dan menikah dengan orang lain.
flashback off
"Hah.." Genna tersentak, dia menoleh ke arah Candra karena kaget laki-laki itu yang memanggil nya.
"Kamu kok nangis ? kenapa ??" Tanya Candra yang melihat Genna menangis.
Buru-buru, Genna mengusap air mata nya dan menghindari tatapan Candra.
Candra menghentikan laju mobil nya, dia menepikan mobil nya di pinggiran jalan yang sepi untuk berbicara pada istri nya itu.
"Sayang.." Candra melepas seat belt nya, dia mendekat ke arah Genna dan menarik gadis itu untuk menghadap ke arah nya.
"Kenapa ?? kenapa menangis.. apa aku yang buat kamu menangis Gen..??"
Dengan Cepat, Genna menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Lalu ?"
Genna menunduk, sungguh tak tahu malu sekali jika dia mengatakan pada Candra bahwa dia tengah menangisi laki-laki lain.
"Gen.. kamu bisa berbagi beban dan rasa tertekan kamu sama aku, aku suami kamu, jadi gak perlu sungkan lagi ya.."
Dan kelembutan Candra sungguh semakin membuat nya merasa bersalah dan malu terhadap nya. Dia sudah menikah dengan nya, tapi dia justru masih memikirkan laki-laki lain di belakang nya.
Genna menghamburkan diri nya memeluk Candra. Dia menangis sejadi-jadinya di depan dada bidang laki-laki itu. Genna menumpahkan seluruh perasaan nya saat ini dalam pelukan sang suami yang mungkin sudah sebegitu nya Genna tidak menghargai nya.
Candra pun merangkul kan ke dua tangan nya memeluk istri nya itu. Bukan dia tak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Mana mungkin untuk Candra membiarkan Genna di luar sana sendiri tanpa pengawasan nya. Jadi, Candra pun telah mengetahui segala yang terjadi pada Genna saat ini.
'menangis lah Gen, jika dengan menangis kamu bisa melepaskan semua nya.. memang sudah seharus nya kamu melakukan ini, kamu sudah menikah, dan mulai saat ini dan selama nya kamu hanya akan menjadi milik ku..' Gumam Candra dalam hati.
...___...
"Om, kita mau kemana sih.." Keluh Genna yang merasa begitu malas untuk melakukan apa pun.
"Ikut aja, kamu pasti suka.." Gumam Candra yang terus menarik lengan Genna.
Genna berdecak malas, rasa nya tubuh nya benar-benar tak bertenaga dalam segala hal.
"Ayok sini Gen.." Candra terus menarik nya, membawa gadis itu ke tepian pantai untuk bermain ombak kecil di sana.
"Ngapain sih kita kesini om !" Kecam gadis itu.
"Pakai ini, biar ga masuk angin.." Candra memakai kan jas kantor nya ke tubuh Genna. Dia terus menarik Genna untuk ikut bermain bersama nya.
"Om, ayok pulang ah aku males ngapa-ngapain..!"
Tak memperdulikan ucapan perempuan itu, Candra justru menyiratkan air ke arah Genna.
"Om...!!!"
__ADS_1
Candra tertawa lepas melihat raut wajah Genna yang mungkin akan mengamuk saat ini juga.
...___...