
...___...
Tok..tok..tok..
Di depan ruangan sang suami, perempuan itu bahkan masih sempat mengetuk pintu. Sudah seperti karyawan saja.
Tak ada jawaban, hingga seseorang mengagetkan nya yang mengatakan jika bapak Candra nya sedang meeting.
Genna mengangguk mengerti, berterimakasih pada salah satu karyawan yang memberi tahu nya itu. Pantas saja suami nya itu tidak mengangkat telpon nya, rupa nya dia benar-benar sedang sibuk oleh pekerjaan.
Genna masuk ke dalam ruangan Candra, cukup lama dia tidak pernah lagi datang kemari. Dia menaruh rantang makanan di atas meja, lalu mencari buku untuk dia baca sambil menunggu suami nya itu selesai dengan meeting nya.
Sedikit lama, hingga sesosok laki-laki yang sedari tadi dia tunggu-tunggu pun datang.
"Hai..." Sapa Genna, dia berdiri dari duduk nya dan berjalan menghampiri Candra.
"Kamu..-"
"Aku sengaja kesini buat makan siang bareng sama kamu mas.." Sargah Genna menyela.
Candra mengangguk, lalu berjalan menuju kursi kebesaran nya dan duduk di sana.
"Kamu masih sibuk banget gak mas..?" Genna mengikuti langkah Candra, dan berdiri di samping laki-laki itu.
"Sedikit" Ujar nya datar.
Mungkin dugaan nya itu benar, suami nya itu sedang merajuk pada nya. Menjawab pertanyaan nya saja semau nya begini.
Oke, bukan masalah. Ini memang kesalahan nya karena selalu menolak ajakan suami tadi malam.
__ADS_1
Genna meraih sebuah telepon di atas meja kerja suami nya, menyambungkan nya pada sekretaris Candra.
"Halo, bapak Candra tidak bisa di ganggu selama 3 jam kedepan ya" Ujar Genna pada Dina. Lalu menutup telepon nya begitu saja. Dia melangkah menuju pintu ruangan lalu mengunci nya.
Sementara Candra hanya melirik istri nya itu sambil mengerutkan dahi nya. Entah apa yang akan dia lakukan, namun dia tetap berusaha cuek dan tidak perduli karena rasa kesal nya pada wanita itu.
"Sayang..." Genna memanggil nya manja, mengarahkan kursi Candra menghadap ke arah nya, sambil senyum-senyum penuh arti, Genna mendudukkan diri nya di atas pangkuan suami nya itu.
Candra semakin mengerut, ada apa dengan istri nya itu saat ini.
"Kamu kena-"
CUP
Belum sempat Candra menyelesaikan ucapan nya, tapi Genna sudah membungkam Laki-laki itu dengan bibir nya.
Seolah mengisyaratkan nya memberi sebuah peluang, Genna memainkan bibir nya dengan penuh kelembutan, sambil tangan nya menelusuri, mengelus-ngelus dan membentuk-bentuk gambaran di depan dada bidang suami nya.
Genna melepas tautan bibir nya, menatap sang suami dengan senyum paling manis yang dia tunjukkan. Dia menyandarkan kepala nya pada pundak laki-laki itu lalu berkata..
"Maafin aku ya mas, sekarang.. ayo kita ber-main" Ujar nya dengan suara yang menggoda. Jemari mungil dan lentik Genna bahkan sudah mulai bergerak membuka kancing kemeja suami nya itu.
Bagai mendapat peluang emas, Candra bahkan tak perlu berpikir lagi untuk tidak meladeni godaan sang istri. Dengan cepat dia menarik tengkuk Genna dan dia pun menyerang bibir nya dengan cepat.
Dia membawa wanita itu bangkit tanpa melepas ciuman mereka, Candra membawa Genna perlahan-lahan melangkah menuju kamar pribadi di dalam ruangan nya.
Candra merebahkan Genna perlahan di atas ranjang, ciuman mereka semakin mendalam. Hingga gairah nya benar-benar di bangkitkan dan dia pun begitu siap untuk bergulat bersama Genna setelah beberapa bulan dia tak menyentuh nya.
Dengan cepat nya, Candra mengecupi istri nya, membuka perlahan pakaian nya dan seketika pun mereka sudah sama-sama polos di atas tempat tidur yang cukup besar
__ADS_1
Kurang lebih selama dua jam lama nya, ke dua insan yang sudah terikat sah oleh sebuah pernikahan menjadi sepasang suami dan istri itu saling bergulat manja, menyalurkan rasa cinta mereka dengan sebuah kenikmatan.
Kini, Candra hanya mampu terbaring lemas tak berdaya setelah tenaga nya terkuras habis oleh permainan yang membuat nya menggebu.
"Sayang, makasih yah.." Ucap nya yang masih dalam penyatuan. Dia begitu betah di atas tubuh sang istri seperti tak ingin terlepas dari sana.
"Sama-sama" Ucap Genna menjawab nya dengan senyum manis di sana.
...___...
10 bulan kemudian
"Aduh..." Genna menggeliat, merasakan sakit dan mulas secara bersamaan pada perut nya yang besar. Bahkan rasa itu semakin sering terasa, membuat nya tak bisa tertidur dengan pulas.
"Sayang, kenapa ?" Candra pun ikut membuka mata nya, memaksa bangun karena terusik oleh sang istri yang baru saja mengeluh.
"Perut aku sakit mas.." Adu nya pada sang suami.
"Awww...!!" Pekik nya, sambil mencoba mengusap-usap perut nya.
"Sayang, jangan-jangan kamu mau melahirkan.." Laki-laki itu berseru, dia melejit bangkit menyalakan lampu, terlihat dia yang sangat kebingungan.
"Aduh mas...!!"
Dan keluhan istri nya semakin membuat nya panik. Dengan cepat dia berlari keluar kamar, memanggil sang bibik untuk segera membuka pintu dan menyiapkan mobil. Ya, dia harus segera membawa sang istri ke rumah sakit.
...___...
Di ruang persalinan, Genna bahkan sampai berkeringat dingin merasakan kontraksi yang luar biasa sakit nya. Perut nya mulas yang semakin sering, pinggang nya yang sakit, sehingga membuat seluruh tubuh nya terasa remuk bersamaan.
__ADS_1
Seperti ini kah rasa nya seorang perempuan yang akan melahirkan..??
...___...