
...___...
"Sayang, mama bawain kue buat kamu.." Ujar Tina, dia sibuk membuka kotak kue dan memperlihatkan nya pada sang menantu.
"Cobain deh, mama bikin sendiri" Tina bangkit, dia akan pergi ke dapur untuk mengambil piring kecil dan juga pisau untuk memotong.
"Ma, biar aku aja yang ambil" Cegah Genna saat Tina akan melangkah kan kaki nya.
"Biar mama aja, kasian kamu jalan nya kaya gitu !" Cetus Tina. Membuat Genna ter-bungkam.
"Kaki nya sakit atau-"
"Abis kepleset di kamar mandi ma !" Sargah Candra menyahuti.
Tina pun mengangguk-angguk mengerti, tapi entah percaya atau tidak dengan ucapan putra nya itu. Lalu dia pun berlalu pergi.
Dasar insiden kepleset di dalam kamar mandi, selalu saja menjadi alasan untuk semua orang yang melihat ketidak normalan Genna saat berjalan. Sungguh memalukan.
"Gimana, enak gak sayang..?" Tanya Tina setelah kembali, memotong kue buatan nya lalu memberikan nya pada Genna.
"Em, enak banget ma.." Ujar Genna, karena memang kue buatan mama mertua nya itu sangat enak.
"Mama bikin kue ini buat ulang tahun Candra, sebenarnya mau dari kemarin kesini, tapi belum sempet karena papa kamu sibuk terus !" Tutur perempuan itu sambil terus sibuk menatap menantu nya. Sampai Genna merasa risih sendiri yang terus saja di tatap oleh Tina.
"Jadi mama bikin kue ini buat aku, tapi yang di kasih pertama Genna, aku nya mana ? kan yang ulang tahun aku !" Sungut Candra yang masih merasa kesal. Dia protes pada mama nya karena tidak memperhatikan nya sejak tadi. Bahkan, tidak sama sekali mengucap kan selamat ulang tahun gitu untuk nya..
"Happy birthday anak mama yang ganteng.. Udah tua.. cepet-cepet dong kasih cucu buat mama..." Ujar Tina sambil berjalan menghampiri Candra, dia mendaratkan tubuh nya di samping putra semata wayangnya itu.
Candra memutar bola mata nya malas, malas menatap sang mama yang ujung-ujungnya mem-bully, jelas-jelas dia masih muda dan masih terlihat ketampanan nya, tapi selalu saja di bilang tua.
"Tadi aku mau bikin cucu buat mama ! tapi mama malah Dateng kesini, ganggu aja, kan gak jadi bikin cucu nya buat mama !" Ujar nya ber-sungut dengan kesal. Kesal karena sesuatu yang sudah menegang tapi gagal untuk tersalurkan. Dan itu karena orang tua nya.
"Eh, jadi mama ganggu ya..?" Ujar Tina yang merasa seperti tak punya dosa.
__ADS_1
"Ganggu apa an sih..?" Sahut Risky menimpali, dia baru saja datang sehabis menerima telpon dari rekan bisnis nya di luar rumah.
"Ini pa, ternyata kita ganggu mereka yang lagi mau bikin cucu buat kita !" Ujar Tina pada sang suami, tanpa dosa, bahkan tanpa rasa malu saat mengatakan nya.
Candra mendelik, menatap sang mama yang sangat tidak bisa menjaga bicara nya. Lalu Candra menatap sang papa kemudian menyengir kaku pada nya.
Sementara Genna, entah harus kemana dia menaruh wajah nya sekarang ini. Ingin sekali dia lari dari sana dan bersembunyi, benar-benar memalukan.
...___...
Di sisi lain
"Dell, kamu kenapa ?" Gleen bertanya. Pasal nya, sejak dia menjemput gadis itu, gadis itu hanya diam saja.
"Dell.." Tapi Della masih tak bergeming.
"Dell...!" Dan kali ini, membuat Della tersentak, terkejut dengan suara Gleen yang memanggil nya.
"Kamu kenapa, kok dari tadi bengong terus !" Ujar laki-laki itu bertanya.
"Uhukk...!!!" Gleen seketika tersedak air ketika dia sedang menenggak air minum nya, lalu dia membulatkan mata nya menatap Della. Kenapa tiba-tiba saja gadis itu bicara seperti ini.
"Maksud kamu Dell ?" Gleen berpura-pura tidak mengerti.
"Aku itu bukan anak kandung papa Candra Gleen, semalam papa cerita semua nya sama aku, nama papa aku Andrian, papa juga cerita seperti apa papa aku, tapi aku sedih, papa kandung aku selama ini gak menginginkan aku sebagai anak nya !" Jelas Della. Raut wajah nya menunjukkan rasa kesedihan, bahkan sorot mata nya pun mulai terlihat genangan air mata di sana.
"Bukan cuma aku, tapi mama aku juga sama sekali gak diharapkan sama papa" Imbuh nya. "Lalu kenapa harus ada aku jika papa tidak mencintai mama..!" ujar gadis itu, dia kembali menangis setelah semalaman kemarin dia menangisi sang papa kandung. Hari ini, di depan Gleen dia kembali menumpahkan kesedihan nya.
"Dell.."
"Aku sudah kehilangan mama sejak aku lahir, aku tu pengen... punya mama, punya papa, lengkap jadi keluarga yang bahagia.." Lirih nya gemetar, sorot mata nya menerawang jauh sebuah hayalan yang sangat dia inginkan.
"Dell..-"
__ADS_1
"Kenapa sih Tuhan tu gak adil banget sama aku !" Lagi-lagi ucapan Gleen terhenti oleh Della.
"Gak boleh gitu Dell.." Sahut Gleen. "Dosa loh ber-prasangka buruk gitu sama tuhan !" Ujar nya.
"Tapi aku juga pengen kaya orang lain, punya keluarga yang lengkap !" Sahut gadis itu.
"Kamu kan masih punya kita semua, sebagai keluarga kamu Dell.." Gleen ingin menenangkan nya, dia mengerti bagaimana perasaan gadis itu. Sejak kecil, hingga sekarang dia terlihat selalu saja menderita.
"Aku pengen bisa ketemu papa kandung aku sekali aja Gleen, aku pengen tanya sama dia, kenapa dia gak menginginkan aku sama mama !"
Ya, satu keinginan Della saat ini. Bisa bertemu dengan papa kandung nya dan bertanya mengapa dia tak menginginkan nya. Di sisi lain, Della juga sangat ingin melihat wajah sang papa kandung nya.
"Suatu saat kamu pasti bertemu sama beliau Dell.." Ujar Gleen, dia begitu iba pada Della. Rasa sedih gadis itu pun dapat juga dia rasakan sebagai orang terdekat nya.
...___...
"M-maaf om, saya gak sengaja !" Della gemetar, terkejut dan ketakutan karena dengan tidak sengaja dia menumpahkan minuman yang dia antar untuk pelanggan di cafe nya tempat dia bekerja.
Cafe itu milik Gleen. Gleen tengah mencoba merintis sebuah usaha kecil-kecilan di tengah-tengah kuliah nya, bermodal kan uang tabungan nya dan tanpa di sangka, cafe nya justru maju dan saat ini bahkan tengah viral di kalangan anak-anak muda, bahkan dari kalangan orang-orang pekerja kelas atas pun banyak yang mendatangi nya.
Dan Della sengaja menggunakan waktu luang nya untuk bekerja di cafe gleen, itung-itung mencoba mandiri, kata nya. Dari pada hanya berdiam diri setelah kuliah, lebih baik menyibukkan diri cari pengalaman.
"Maaf om, maaf.." Cecar Della takut, takut jika pengunjung cafe itu akan marah karena keteledoran nya. Bukan sengaja sih, ketika dia akan menaruh minuman pesanan nya tadi dia di senggol seseorang dari belakang, alhasil, tangan nya tak seimbang dan minuman itu pun tumpah.
Della memberanikan diri untuk membersihkan berkas-berkas orang itu yang telah basah terkena jus.
"Udah mbak, gak apa-apa !" Ujar seorang laki-laki berparas tampan, tubuh tegap tinggi dengan wajah yang di penuhi bulu-bulu halus di sana.
"Tapi om, berkas nya jadi basah semua-"
"Gak apa-apa, nanti ini biar sekretaris saya yang urus !" Ujar nya.
Sekilas Della tanpa sengaja melihat layar ponsel laki-laki itu yang masih menyala dan di taruh nya di atas meja. Foto seorang wanita cantik yang tengah tersenyum, namun belum begitu jelas Della melihat nya, tapi keburu layar ponsel nya mati.
__ADS_1
'Seperti sangat familiar sekali foto itu, tapi.. siapa..??' Batin Della.
...___...