Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 20~S2


__ADS_3

...___...


Genna terdiam, terperangah dan mengelilingi sebuah tempat saat tadi Candra membawa nya.


"Ada yang bisa kami bantu mbak, pak ?" Sapa seorang wanita dengan ramah nya.


"Mbak, tolong bantu dia pilih baju yang dia suka ya.." Ujar Candra pada seorang karyawan wanita di toko pakaian itu.


"Hah..?"


"Siap pak.." Dan karyawan toko itu pun menganggukkan kepala nya.


"Om, tapi aku..-"


"Sekalian mbak, bantu dia untuk mandi dulu, dari tadi pagi tu belum mandi !" Titah Candra lagi, yang sedikit mengejek Genna.


Karyawan toko itu sedikit menyunggingkan senyum. "Baik pak" Jawab nya.


Genna berjalan mendekati Candra.


"Om, masa iya sih, aku mandi di bantu orang lain !" Ujar Genna berbisik di dekat Candra.


"Terus ?" Candra pun berbalik tanya. "Apa kamu mau saya yang bantu kamu mandi ?" Ucap Candra dengan santai nya, bahkan dia pun tak perduli jika masih ada orang lain di antara mereka.


"Om..!" Sentak Genna, dia memasang wajah kesal serta membulatkan mata nya menatap Candra. 'Dasar mesum nya bener-bener gak ketulungan nih om-om, astaga !' Gumam Genna di dalam hati.


"Ya udah sana, tunggu apa lagi.." Ujar Candra. "Kamu mau seperti ini terus ?"


"Ya lagian tu ngapain sih om kesini, udah tau aku belum mandi dan masih pakai baju tidur, malah di ajak ke sini coba.." Titah Genna.


"Udah sana, ga usah berisik ! saya mau ke restoran xxxxx di bawah untuk ketemu temen saya, nanti kalau kamu sudah selesai nyusul aja kesana" Ujar Candra.


Mungkin dengan rasa terpaksa nya, Genna pun akhir nya mengangguk setuju.

__ADS_1


"Mbak, tolong ya.." Ujar Candra lagi pada karyawan wanita toko itu.


"Siap pak.." Jawab nya.


Candra pun merogoh saku celana nya, meraih dompet lalu mengeluarkan satu buah debit card dan memberikan nya pada Genna.


"Ini, pakai aja buat bayar baju kamu sama nanti buat kamu ke salon sekalian !" Ucap Candra yang menyodorkan debit card nya pada Genna.


Genna pun menerima nya, melihat dan membolak-balik kartu itu. "Untuk apa kasih ini ?"


"Memang nya kamu mau bayar pakai apa ?"


Eh, iya juga..


Genna memang selalu membawa debit card milik nya, tapi kali ini, dia tak membawa nya karena dia meninggalkan dompet yang dia taruh di dalam tas sekolah nya, dan tas sekolah nya pun juga berada di dalam mobil Candra.


"Udah ya, kamu ganti baju dan dandan sesuai sama ke inginan kamu, saya pergi dulu !" Ujar Candra, kemudian laki-laki itu pun melangkah pergi meninggalkan Genna untuk segera bertemu dengan teman-teman nya.


...___...


Genna tengah menatap diri nya di pantulan cermin, melihat-lihat di semua sisi tubuh nya, menggunakan baju dress berwarna dusty pink tanpa lengan dan panjang yang sedikit menutupi lutut nya. Dan kini, wajah nya pun tak terlihat berantakan lagi karena dia sudah memolesi wajah nya dengan sedikit bedak, mengusap bibir nya dengan lip tint, namun membiarkan rambut coklat nya tergerai begitu saja.


"Akhir nya.." Gumam Genna, ia pun merasa tak harus menahan malu lagi kali ini.


"Ini mbak, pembayaran sudah selesai, dan ini struk tanda terima nya ya" Ucap salah satu karyawan yang mengembalikan debit card milik Candra tadi pada Genna.


"Oke, makasih.."


"Sama-sama.."


Genna pun bangkit dari kursi, berjalan keluar dan akan turun ke lantai bawah untuk mencari Candra di sebuah restoran yang dia katakan tadi. Tak ada pilihan lain, selain dia masih harus mencari laki-laki itu dan mengembalikan barang nya.


"Di mall sebesar ini, dan gue kesini masih pakai baju tidur, aduh.. " Gumam nya sendiri sambil melangkah menuju eskalator.

__ADS_1


Genna mengelilingkan pandangan nya ke setiap sudut mall besar itu, melihat-lihat dan mencari di mana restoran yang Candra katakan tadi. Dengan anggun nya gadis itu berjalan, menenteng satu buah paper bag yang berisikan baju tidur serta sandal rumahan yang dia pakai tadi. Genna memang sedikit bar-bar, namun gadis itu tetap menyukai ke anggunan dalam berpenampilan. Ya, tak jauh lah dari Cinta, mommy nya.


"Itu dia..!" Gumam nya saat pandangan nya menemukan restoran yang dia cari.


Genna pun berjalan memasuki restoran itu, melihat kesana-kemari untuk menemukan sosok Candra. Dan akhir nya pandangan nya pun menangkap sosok yang dia cari, seorang laki-laki yang tengah asik mengobrol dan tertawa lepas bersama sekelompok teman-teman nya.


"Om..!!" Sapa Genna di sana. Membuat Candra tersentak dan seketika menghentikan cengkrama nya.


Candra menoleh, menatap seorang gadis belia yang berdiri di samping nya seraya tersenyum. Laki-laki itu menatap Genna dari bawah, dari ujung kaki hingga ke kepala nya, dia mengerjapkan mata, ia ingin tersadar karena ia pikir ini hanya lah sebuah halusinasi nya saja.


"Widih... siapa ni bro..!" Tanya salah satu teman Candra di sana.


"Em.." Candra berusaha untuk kembali ke alam sadar nya. "Kamu, udah selesai..?" Tanya nya pada Genna.


"Udah.." Jawab Genna cepat. "Nih.." Genna menyodorkan kembali kartu debit Candra untuk dia kembalikan.


"Ekhemm...!! agak nya ada yang.. ekhem..ekhem..!" Dan hampir semua teman-teman Candra meledek nya.


Melihat Candra yang sudah seusia ini tengah bersama dengan seorang gadis belia, maka teman-teman nya dalam sekejap mata pun berpikir bahwa Candra tengah memiliki seorang sugar baby, apa lagi, hanya dia lah di antara teman-teman nya itu yang belum menikah di saat usia nya yang sudah dibilang sangat matang.


"Kalian apa an sih !" Sentak Candra yang melihat semua teman-teman nya itu seperti sedang mengejek nya.


Genna pun mengernyit, melirik satu persatu teman-teman Candra, dia bukan lah seorang gadis yang bodoh, dan Genna sangat mengerti apa yang tengah di pikirkan oleh teman-teman nya Candra itu.


Genna pun tersenyum kecil, seketika terbesit dalam pikiran Genna untuk sedikit mengerjai Candra di sana.


"Ekhem.. sayang.. aku lapar, mau makan !" Titah Genna pada Candra, dia menatap Candra dalam dan sedikit berkata manja pada laki-laki itu.


Candra pun tersedak kala dia sedang meminum kopi nya.


"Aduh, sayang.. kamu kenapa sih, kok bisa kesedak gitu.. pelan-pelan dong.." Buru-buru Genna mengambilkan sebotol air mineral untuk Candra, tak lupa, Genna pun membukakan tutup nya dulu sebelum dia memberikan nya pada Candra.


Dengan cepat Candra meminum air yang hampir dia habis kan. Setelah merasa tenggorokan nya sedikit membaik, laki-laki itu menoleh dan menatap Genna dengan mengerutkan dahi nya. Dia menatap gadis itu seolah seperti sedang menanyakan apa maksud dari kata sayang nya itu.

__ADS_1


...___...


Jan lupa like, komen, n dukungan kalian yah😄😄😄


__ADS_2