Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 75, Hilangnya Asya


__ADS_3

salah satu hal yang paling aku benci adalah ketika orang yang berusaha aku lindungi menangis karna orang yang selama ini aku bantu, dia adikku satu-satunya, dan berusaha untuk aku bahagiakan,selama ini terlalu banyak hal yang membuatnya menangis dan tersakiti, dan kali ini aku tidak bisa diam begitu saja itu juga karna kebodohanmu sendiri


~Garvin Callista


kepergian Vin dan Chloe membuat Al semakin frustasi, ia langsung lemas saat mendapati Chloe tidak ada ditempat yang ia beritahu beberapa saat yang lalu, Al langsung mengambil mobilnya di parkiran dan melacak ponsel istrinya kemana perginya, ia tau kalau Vin sangat marah padanya karna sesuatu yang tidak jelas ia ketahui,


sebelumnya memang Vin tau kalau adiknya hanya salah paham dnegan Al, namun tetap saja itu membuat Vin kecewa dengan Al, karna sebelumnya ia sudah pernah melarang Al untuk memperkerjakan wanita masalalunya di kantornya


hal itu juga mmebuat Vin marah karna sejak tadi Al terlihat snagat santai ketika melihat adiknya pergi, pria itu tidak langsung mengejarnya, malah mengurus wanita licik itu terlebih dahulu, ia bahkan menelfon Vin untuk mengejar Asya, itukah yang disebut suami yang tanggung jawab?


"Chloe, kamu tidak lihat kemana Asya perginya?" tanya Vin didalam mobil dengan menatap gadis disampingnya, ia melupakan adanya hubungan yang tidak baik dari mereka, bahkan Vin menatap Chloe seolah ingin mengatakan sesuatu tapi berat untuk diungkapkan


"tidak kak, terakhir aku melohatnya ditempat tadi, lalu setelah aku kajar dia tidak terlihat, entah kemana dia pergi, namun kakak tenang saja, aku bisa menemukannya dalam sekejap saja" kata Chloe dan mengeluarkan benda seperti flashdiks namun lebih besar dari itu


"apa itu Chlo?" tanya Vin dengan mengerutkan keningnya merasa heran dnegan apa yang dikerjakan oleh gadis itu, Vin tidak menyangka kalau Chloe juga seolah yang bisa meretas atau melacak orang hanya dnegan alat dan mungkin sesuatu yang ada pada Asya terhubung dnegan Chloe


"tidak kak, hanya alat biasa yang selalu kubawa, aku tau alat ini pasti berguna diwaktu tertentu seperti sekarang ini" kata Chloe dan mulai menyalakan alat itu dan menghubungkannya dnegan ponsel Asya, gadis itu kemudian memasang earphone ke telinganya dan mulai mengecek ponsel Asya namun juga ia mengambil ponselnya lagi

__ADS_1


"itu buat apa lagi Chloe?" tanya Vin dan merasa tsangat bingung dnegan apa yang dikerjakan oleh gadis kecil itu,namun pria itu melihat cara kerja gadis itu dengan cepat dan tangan yang lihai mengetik diponsel kecil itu


"diamlah kak, kakak ikuti saja arahan dari Chlo, nanti kita pasti menemukan Asya" kata Chloe dnegan percaya dan langsung diangguki oleh Vin meskipun pria itu tidak tau apa yang dilakukan oleh Chloe


"kak dari simpang didepan, kita ambil kekiri, mungkin dari sana kita bisa mencari Asya disekitar itu, ia tidak mungkin bisa berjalan sejauh itu apalagi Asya lagi hamil kak" kata Chloe dengan tidak sadar menyebut kata hamil, membuat Vin melongo dan mengerutkan keningnya


"apa maksud perkataanmu Chloe?" taya Vin dan menghentikan mobil mereka dengan mendadak, beruntung tidak ada mobil dibelakang mereka, karna jika itu terjadi bisa-bisa terjadi kecelakaan atau yang lainnya


"hah... yang mana kak?" tanya Chloe balik karna ia terkejut mereka berhenti tiba-tiba, nakun sedektik kemudian ia mengingat dan sadar apa yang ia katakan tadi


"Chloe?? aku tidak akan memaafkan siapapun yang meyakiti adikku, jika saja aku menemukan Asya dnegan keadaan yang kacau hah!!! lihat saja akibatnya" kata Vin dan mengusap airmatanya yang keluar begitu saja tanpa ia sadari, Vin tidak ingin adiknya kenapa-napa diluar sana


"makanya itu kak, kita harus menemukan Asya secepatnya, aku khawatir padanya, aku tau dia pasti memnagis dan tidak tau apa yang harus ia lakukan kalau tidak kita temui sekarang" kata Chloe dan dibenarkan oleh Vin keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka, tanpa sadar kalau disamping mereka juga ada Aland yang sengaja mengambil jarak agar keduanya tidak sadar


pria itu takut dan tidak ingin berhadapan dnegan Vin sekarang ini, karna ia tau kalau kakak iparnya itu masih dipenuhi oleh emosi yang meluap untuknya


"sayang, maafkan aku yang terlalu egois, aku tidak bermaksud seperti itu" monolog Aland dengan menangis merasa bersalah karna ia tidak garcep untuk mengejar istrinya, dirinya terlalu mengharapkan sesuatu hal yang belum pasti yaitu melacak ponsel istrinya

__ADS_1


disebuah kursi taman, seorang wanita dengan pakaian acakan dan rambut yang sudah berantakan, sepatunya ia letakkan disamping kursi dengan wajah masam dan mata bengkak, persis seperti mayat hidup karna terlalu lelah dan kelaparan sejak siang tadi ia berlari dan berjalan sepanjang jalan


"aku lapar, tapi tidak ada yang bisa aku makan" ucap wanita itu yang tak lain Asya istri dari pewaris tunggal Chevalier


namun, saat ingin berdiri kembali, wanita itu hampir ambruk ke tanah kalau tidak langsung ditangkap oleh seseorang dari belakangnya, tidak tau siapa itu, hanya saja saat ingin melihat wajah seseorang itu, Asya langsung pingsan dan tidak lagi sadarkan diri


"astaga, kasihan sekali wanita ini, seperti buronan saja, dekil dan sedikit bau" ucap orang itu dan mengangkat Asya diatas kursi, merebahkan tubuh kecil itu dan mengamatinya dnegan perlahan


"cantik" satu kata keluar dari mulut orang itu dan menyibak rambut Asya agar bisa melihat wajah mungil itu dnegan jelas, orang itu lantas melihat keseluruh tubuh Asya yang dipenuhi oleh tanah dan karingat yang membasahi tubuh Asya


"dari mana asal gadis cantik ini, mengapa dia seperti habis berlari begitu jauh" kata orang itu dan menganggkat Asya untuk dibawa entah kemana


next


makin seru gak sih readers?, part ini mungkin mengandung unsur second lead yang mulai muncul dan akan ada bumbu ringan membuat rasa campur aduk, kalian masih stay kan readers??


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian y❣❣

__ADS_1


__ADS_2