Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 123, S2, Pusing


__ADS_3

Hallo pembaca yang slalu pantengin novel othor, karna baby twins udah brojol dan Vin Chloe sudah berlabuh, saatnya yang lain akan bikin cerita kisah Vin dan Chloe serta masa kecil baby twins, jadi untuk soasen duanya gabung disini karna milih judul yang cocok sangat susah, lagipula other maunya kisah bayi kembar mau diperpanjang.untuk anak Asya dan Al, other spill disini ya.


abang namanya Angkasa Danendra Chevalier


adek namanya Alkhena Diandra Chevalier


setia sama yang lain yakk❤❤


Hari yang mungkin melelahkan untuk Chloe, gadis yang masih setia untuk melanjutkan pendidikannya tanpa harus tergiur untuk menikah dengan cepat, dan tidak terasa sekarang Chloe mamasuki semester yang sangat melelahkan, yaitu masa ia harus menyelesaikan skripsi untuk menyelesaikan kuliahnya


begitu juga dengan Asya, ia sibuk mengurus bayi kembarnya yang selalu menyenangkan saja, tidak hanya membuat dirinya pusing, tapi juga seisi rumah selalu geleng kepala melihat tingkah mereka, tidak abang tidak adek, dua duanya sama nakal dan cerewet


seperti pagi ini, Asya sedang mempersiapkan bekal untuk suaminya karna Al tidak sempat untuk sarapan di rumah, namun lagi-lagi twins coming membuat Asya menjadi pusing


"mommy..mommy..mommy, ayo main" ucap Alkhena menarik tangan Asya dengannya, namun dengan menghela nafas pelan, Asya mengikuti anak bungsunya dengan lembut


"sayang, tunggu sebentar lagi ya. mommy mau siapin sarapan dad dulu, panggang daddy kerja nanti sarapan gimana?, kan panggang daddy Kena" ucap Asya lembut dan mencium pipi putrinya, ia kembali mmebereskan bekal Al dan meletakkannya diatas meja


"abang mana?'" Asya putrinya, ia mneggendong Alkhena untuk naik ke atas melihat suami dan sayang, keduanya masih tidur atau mandi


"dia gak mau bangun my, padahal Kena udah bangunin sampai sampek"ucap Kena dengan suaranya yang imut dan menggemaskan, membuat Asya hanya tersenyum dan gemas melihat putrinya


CKLEK....


pintu kamar terbuka dan menonton dua pria yang begitu berarti untuk hidup Asya, keduanya masih sama terlihat baru saja mandi.Al yang baru selesai dengan bajunya dan Angkasa duduk diatas ranjang


"kenapa lama mas, panggang bang Vin yang menunggu lama nanti" kata Asya dan mengambil dasi suaminya untuk ia pakaikan, Kena diletakkan di samping Angkasa, namun keduanya sama-sama tidak akur


"mommy, abang Angkasa jahat huhu" Kena menangis padahal baru saja Asya meletakkan diatas ranjang, mereka cepat sekali beraksi membuat Asya sakit kepala


"Angkasa!!, jangan membuat adekmu menangis, kamu ini selalu menggunakan sama adekmu, sudah tau dia mudah menangis" ucap Al kemudian mentransfer putrinya, ia memilih dan menurunkan turun,


sedangkan Angkasa hanya diam dengan mode datarnya, tidak jauh berbeda dengan Daddynya, dingin dan datar tidak ada yang bisa menganggunya Angkasa hanya dekat dengan Vin dan Mic, Dar saja selalu tanpa denganya


"nak, jangan lupa sama adekmu. kamu paling besar nakal yahh, nanti om Vin tidak mau kesini lagi loh" ucap Asya mengancam anaknya, karna ia tau kalau menyangkut abangnya Vin pasti akan menjaga sikap


"dia yang bikin kesal mom, aku tidak suka dia begitu" ucap Angkasa namun tetap saja putra Asya dan Al itu minta maaf pada mommynya


"kita turun, om Vin pasti sudah datang sekarang" ucap Asya dan dengan cepat Angkasa naik kepelukan Asya, mereka berdua turun dan jelas saja, Vin sudah ada disana bersama Kena, putri Al itu sangat manja pada omnya


"Kena geser, aku juga mau sama om Vin" ucap Angkasa yang mendorong tubuh kecil Kena dari pangkuan Vin, membuat gadis kecil itu mayun dan melawan


"aku yang lebih dulu disini Angkasa, sama daddy saja sana" ucap Kena tak mau mengalah, lagi dan lagi membuat Asya dan Al pusing


"jangan tanpa anak anak, om Vin mau bekerja, dan kalian tinggal di sini" ucap Vin dan memberikan Kena kepada Asya, twins itu mayun dengan pipi mengelembung


"nanti om akan mengajak kalian jalan jalan sore, bagaimana?, nanti unty Chloe juga datang" ucap Vin menggoda ponakannya agar tidak marah, membujuk anak seperti Angkasa dan Kena, sifat keduanya turun dari Al, batu dan datar


"yeahh.. unty Chloe datang" teriak Kena dan mencium pipi Vin dnegn senang, gadis kecil itu sangat suka dengan semua orang namun tetap saja ia batu dan keras kepala


"baiklah om, aku kali ini tidak marah" ucap Angkasa membuat semua orang, Al juga melihat dengan tertawa kepala, pria itu mendekati istrinya dan mencium pipi Asya


"anakmu terlalu pilih pilih sayang" ucap Al dan mmebuat Vin mendegus kesal, tidak orangtua tidak membuat dirinya iri


"soon!, salam pada om Vin" ucap Al kepada anak anaknya, bagaimana pun Vin tetap menajdi abang iparnya, dan anak harus menghormati, harus dapat membedakan dimana dimana menghargai

__ADS_1


"kami berangkat ya sayang" ucap Al dan diangguki Asya


"ayah, cepatlah pulang, Kena menunggu" ucap gadis kecil dengan bibir yang menggemaskan, Al bahkan tidak sanggup meninggalkan mereka, anak-anak terlalu menggemaskan


Berikutnya


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers😘😘


Mampir ke novel baru lain judulnya: Klise Diarama


yang pasti karya: fida lia nduru


Spoilernya ada disini yak😍😍


Hari yang cerah untuk senyuman yang


cerah juga untuk siswa/siswi sma budi santosa, dimana kelas 12 sekolah itu


sedang merayakan kelulusan untuk melepas kelas 12 yang sudah selesai melewati


pendidikan di sekolah itu, begitu juga dengan sekelompok geng sekolah itu yang


berisikan empat pasang sahabat yang sudah bersama selama beberapa tahun, mulai


bertemu saat mereka masih duduk di


bangku sekolah dasar hingga saat ini tidak sudah terasa lulus dari sma aja, ada


sebuah rasa yang sangat berkesan dalam hati mereka masing-masing


perkara yang sangat sulit.


Aku dan sahabatku sedang sibuk


berselvi ria dan tertawa lepas menikmati hari yang sangat bahagia dan aku rasa


cukup menyenangkan untuk dinikmati,sedangkan sahabat ku yang lain,masih stay


duduk ketika kami mengambil makanan dan minum untuk istirahat


sebentar, maklumlah mereka laki-laki yang dingin dan sangat susah untuk diajak,


namun bukan menjadi halangan untuk kami menjalin sahabat, yang dulunya mereka


selalu bebas dan hanya membuat kesal, berbeda dengan sekarang, dekat dan


saling membantu satu sama lain


Perkenalkan namaku adalah xena


emilo, salah satu siswi yang sedikit dikenal oleh sekolah ini karna lingkungan


pertemananku yang selalu bersama dengan orang-orang terpopuler disekolah ini,


aku punya tiga sahabat cewek dan empat cowok ,salah satu di antara mereka adalah kakak kembar ku sendiri, yang terkenal

__ADS_1


karna sifat dingin dan mudah marah membuat banyak orang tertarik dengannya,


namanya adalah xeno emilo yahh begitulah kalau bersaudara kembar, namanya pasti


tidak jauh dan selalu sama hanya beda satu atau dua huruf saja


Untuk sahabat


cwekku, ada renata izora dan ivanka gretha mereka berdua sifatnya yang sifatnya seperti laki-laki


saja, dimana ada orang yang tidak objek pasti renata dan ivanka ada


disana, bagi mereka berdua berdua


itu sangat menyenangkan, entahlah apa yang ada dipikiran keduanya, sedangkan


dengan sahabatku yang satunya, dia lebih banyak diam dibandingkan kami


bertiga, sifatnya yang feminin dan lembut, membuat siapun yang berbicara


dnegannya pasti akan tertarik, namanya adalah olive paramita gadis cantik yang


punya lesung pipit sebagai penariknya, ditambah sifat dan kepintarannya, aku


saja sebagai wanita tertarik dengannya baru laki-laki


“gess terus kita


cuma duduk disini gitu, apa gaada kreatif kalian yang lain?”**Ucapku pada


sahabatku yang masih anteng duduk disebuah tempat makan yang ada disekolah ini,


bukan kantin namun sengaja jualan karna kami merayakan kelulusan dan


membuka siswa/siswi kelas 12**


“emangnya kamu


mau kemana xena, kakimu ini tidak bisa diam lima menit saja!!'**Ucapkan abangku


xeno, membuatku mencebikkan biir karna kesal dengan jawaban,


membela dia namun yang membuat masalah denganku, huh.. Sungguh membuatku marah**


“emangnya kamu


mau kemana xen, mau aku temenin?, biar mereka duduk disini menunggu” ucapsalah


satu sahabat cowok, namanya gibran kendrick, laki-laki yang penuh dengan tawa


dan sangat humoris, dia sudah menganggapku sebagai adiknya, dan begitu juga


sebaliknya dneganku, tentu saja bukan?, dia sepupuku heheheh makanya dia baik


begitu kalau dengan orang lain pasti tidak akan mau

__ADS_1


__ADS_2