
...___...
"Coba kalau minta tolong sama suami itu yang bener, yang sopan, pasti saya bisa tolongin !" Sargah Candra kemudian, yang membuat Genna reflek semakin kesal dan semakin menajamkan tatapan nya menatap suami nya itu.
"Om... aku minta tolong, buka in resleting kebaya aku ya" Tutur nya me-manis kan nada bicara nya.
Candra menghembuskan nafas nya dalam, melangkah mendekat ke arah Genna dan menatap wanita itu dengan mimik wajah yang serius.
"Saya ini suami kamu, masa kamu masih panggil saya om !" Ujar nya.
"Loh, om kan emang om-om !" Sargah Genna cepat.
"Ya tapi sekarang saya sudah jadi suami kamu, panggil saya yang bener !" Ujar Candra sedikit ketus.
Genna memutar mata nya malas, dia sudah benar-benar merasa lelah jika harus terus berdebat dengan laki-laki itu. Ingin sekali dia untuk bisa segera membaringkan tubuh lelah nya di kasur kesayangan nya.
"Aku harus panggil apa ?" Titah nya kemudian.
"Panggil saya mas, sayang, atau apa lah semacam nya itu !" Ujar Candra.
Mendengar ucapan Candra suami nya, membuat Genna merasa bergidik geli, dia tertawa cekikikan kala mendengar sebutan panggilan untuk memanggil suami nya itu.
"Kenapa ketawa ?"
"Om, ngarep banget ya buat aku panggil, sayang... gitu !" ucap Genna
"Kenapa ? kamu gak mau ?"
"Enggak !" Sargah nya cepat
"Ya udah, saya juga gak mau bantuin kamu !"
"Oh, ya gak apa-apa, aku masih bisa minta bantuin embak kok !" Cetus Genna. Lalu melangkah kan kaki nya hendak menuju ke arah pintu kamar nya, dia berniat akan meminta bantuan salah satu asisten rumah tangga nya saja ketimbang harus ribut-ribut dulu dengan suami nya itu.
Namun saat Genna yang masih berjalan ke arah pintu, Candra dengan cepat berlari dan mengunci pintu lalu menarik kunci pintu kamar Genna.
"Om ! apa an sih ! kembaliin gak kunci nya !" Ujar Genna dengan sedikit meninggikan suara nya
Bukan nya mengembalikan kunci nya, Candra justru melemparkan kunci kamar Genna ke sembarang arah, hingga kunci itu tak lagi terlihat oleh mata.
"Om ! kenapa di buang sih kunci nya !" Ketus Genna yang mulai marah.
"Gak sengaja ke buang !" Tutur Candra tanpa rasa bersalah nya.
"Ngeselin !!" Ujar nya menekan kan. Genna menggertak kan gigi nya, menatap tajam seolah penuh kebencian terhadap suami nya itu. Lalu dengan nafas nya yang memburu, Genna pergi meninggalkan Candra sembari menghentak kan kaki nya karena kesal.
__ADS_1
"Gen..!" Candra merasa sedikit tak enak hati, dia pun berjalan mengikuti Genna ke arah ranjang. "Gen, ma-maaf"
Namun Genna tak lagi memperdulikan nya. Rasa nya, tubuh serta hati dan pikiran nya sudah terlalu lelah hari ini. Ya, dia butuh istirahat.
"Gen.."
"Udah ah ! aku mau tidur !" Sentak nya, yang membuat Candra sedikit ter-jengit kaget.
"Tapi kamu belum mandi"
"Biarin !"
"Udah, maafin saya. Sini, biar saya bantu bukain resleting kamu" Ujar Candra meluluh, dia seperti sedang merayu gadis itu untuk mendapatkan maaf dari nya.
"Gak usah !" Sentak Genna. Dia bangkit dari tempat tidur nya dan tengah berusaha untuk membuka resleting kebaya nya. Dia sudah sungguh tidak tahan karena tubuh nya terasa sangat lengket.
"Oh, ya udah kalau ga mau.." Gumam Candra, lalu dia kembali berjalan ke arah koper nya dan mengambil pakaian yang sudah dia temukan.
"Eh... om ! Jangan pakai baju nya di sini !" Sargah Genna kala dia melihat Candra yang akan membuka handuk nya dan akan memakai pakaian nya.
"Memang nya kenapa ?"
"Dasar om om gak tau malu...!" Ejek nya, lalu Genna berlari dan masuk ke dalam kamar mandi.
...___...
Namun berulang kali, Candra terus mengetuk-ngetuk pintu kamar yang di tempati putri nya, Della. Tapi sudah begitu lama, putri nya itu tak juga membukakan pintu nya. Atau kah gadis itu tak ada di dalam sana.
"Can.." Dan suara Anan mengaget kan laki-laki itu.
"Eh, iya om. Eh, ma-maksud nya dad" Ujar nya yang terasa agak canggung, mungkin belum terbiasa.
"Nyari Della ?" Tanya Anan
"Iya, tapi kaya nya gak ada di kamar"
"Della lagi di taman sama Gleen" Ujar Anan memberi tahu nya.
"Oh, oke dad"
"Ya sudah, istirahat. Kamu pasti lelah" Tutur Anan, lalu kembali berjalan untuk menuju ke dalam kamar nya.
Sementara Candra, dia melangkah kan kaki nya untuk mencari Della. Menuju taman di mana Anan tadi mengatakan. Dan benar saja, putri yang dia cari itu ada di sana tengah bersama Gleen, yang saat ini pun sudah menjadi kakak ipar nya.
"Del.." Candra memanggil, membuat ke dua orang itu sama-sama menolehkan kepala mereka ke arah sumber suara.
__ADS_1
"Papa.." Della pun bangkit dari duduk nya, kemudian berjalan ke arah sang papa yang memanggil nya.
"Ngapain di sini, udah malem nanti masuk angin sayang" Ujar Candra dengan raut wajah khawatir nya.
"Della.."
"Istirahat, udah malem" Sargah Candra, lalu menarik tangan Della untuk membawa nya masuk ke dalam.
Di dalam kamar Della.
"Pa.."
"Kamu kenapa, papa perhatikan dari tadi kamu seperti nya lagi gak baik, kamu sakit ?" Tanya Candra memotong ucapan Della.
Della menggeleng, dia menunduk seolah dengan ketertundukan nya lah dia mengatakan pada sang papa bahwa memang dia sedang dalam ke adaan yang tidak baik-baik saja.
"Terus kenapa sayang.. apa ada masalah ? bilang sama papa !"
Perlahan, Della mulai mengangkat wajah nya, menatap wajah sang papa dengan mimik wajah sedih dan juga mata yang sendu.
"Della, takut pa.." Ucap nya lirih, kemudian kembali menundukkan wajah nya.
Candra menyentuh dagu gadis itu, mengangkat nya agar mereka bisa saling menatap.
"Takut ? apa yang kamu takut kan sayang ?" Tanya Candra khawatir.
Della kembali menundukkan wajah nya, dia pikir, tak sepantas nya dia berpikir hal semacam ini. Namun, Candra adalah satu-satu nya orang yang dia punya di dunia ini. Della hanya takut, Candra tak akan lagi memperdulikan nya di saat sesosok laki-laki yang dia tahu sebagai papa nya itu telah menikah dan memiliki keluarga baru. Terlebih lagi, dia memang bukan lah anak kandung Candra, lebih tepat nya, dia bukan lah siapa-siapa laki-laki itu.
"Della.." Candra menangkup kan ke dua tangan nya pada pipi putri nya, sedikit memaksa gadis itu untuk mengatakan lebih jelas apa yang dia katakan tadi.
.
.
.
"Ekhem..!!"
...___...
Maaf baru bisa up ya 🙏
Dikarenakan meng-halu juga butuh pikiran yang fress dan hati yang baik 😁 hehe Apa lagi mood kudu selalu baik gengs 😄 kalau tidak ya alur cerita gak jalan dan malah berantakan 🙏😄😄
Mon maaf ya yg udah nunggu sekian abad si pengantin balu yg mau iyak-iyak 🤣🤣🤣 hahaha
__ADS_1