Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 77~S2


__ADS_3

...___...


"Dell kamu kenapa ?" Gleen melihat gadis itu seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Gleen, tadi aku lihat foto cewek di hp orang itu, sekilas kaya foto mama aku !" Ucap Della, tapi dia masih tidak terlalu yakin.


"Hah..?" Gleen mengalihkan mata nya ke arah orang yang Della tunjuk. Seorang laki-laki dewasa berpakaian rapih, dan satu lagi seperti nya itu asisten nya. Seperti nya mereka sedang menunggu klien nya disana.


"Kamu yakin Dell ??" Tanya nya ingin memastikan.


"Iya, tapi... apa aku salah lihat ya Gleen" Ujar nya tak yakin.


"Salah lihat mungkin kamu Dell" Tegas Gleen. Mana mungkin sih laki-laki itu memiliki foto mama nya Della. Apa hubungan nya kan. Pikir nya.


...___...


Dan malam ini, pukul 12 malam, ke dua sejoli yang tengah di mabuk hasrat itu sama-sama lemas terkulai di atas tempat tidur kebesaran mereka. Bak kecanduan bercinta untuk yang pertama bagi mereka, rasa nya sangat menyia-nyiakan jika ada waktu luang bersama dan tak bercinta. Seperti nya akan menjadi hal yang wajib untuk menyelesaikan sebuah penyatuan sebelum mereka akan tidur.


"Awww..." Genna memekik, rasa perih saat keperawanan nya hilang pun belum sepenuh nya sembuh, tapi malam ini dia lagi-lagi di terkam oleh sang suami tanpa ampun.


"Kenapa sayang, masih sakit ?" Candra bangkit dan bertanya pada Genna.


"Hufffttt...!!" Genna membuang nafas nya kasar. Rasa nya benar-benar tersiksa oleh rasa perih di pusat tubuh nya.


Perih tapi enak ya Gen ðŸĪŠ bikin ketagihan ðŸĪ­ðŸ™ˆðŸ™ˆ


"Sayang.." Candra terus memanggil sang istri, tapi Genna bahkan tak punya niat untuk membuka mata nya.


"Kenapa sih..??" Khawatir nya laki-laki itu.


"Aku mual mas !" Kecam nya sambil memegangi perut.


Seketika Candra membulat, mata nya menatap tajam perut sang istri. Di usap nya perut polos itu yang belum memakai pakaian, dan seketika bibir nya tertarik membentuk senyuman.


"Sayang, jangan-jangan dedek bayi nya udah jadi" Suara laki-laki itu sangat berseru, terlihat raut wajah yang merekah bahagia meski dugaan nya itu belum pasti.


"Coba aku dengar..!" Dia menaruh telinga nya pada perut Genna. Menajam kan pendengaran nya seolah mencoba menguping ada apakah di dalam sana.


Genna memutar bola mata nya malas, konyol sekali tingkah laki-laki itu. Pikir nya.

__ADS_1


"Mas... aku mual tu bukan karena ada dedek bayi di dalam perut aku !" Cetus nya pada sang suami.


Candra pun mengangkat kepala nya, menatap ke arah Genna dengan raut wajah kecewa.


"Terus ? mual kenapa ?"


"Ya karena ulah kamu lah !" Kesal perempuan itu. Lalu membuang wajah nya dari tatapan sang suami


"Eh..!" Candra menyengir kaku, benar juga sih, dia sudah memaksa istri nya itu untuk bermain dengan mulut nya tadi. "Hehe, tapi enak kan sayang.." Seketika wajah mesum nya kembali kumat. Kegilaan nya dalam bercinta benar-benar menodai kepolosan seorang Genna.


(Mak-mak pasti tahu lah ya maksud nya bermain dengan mulut ðŸĪŠðŸ™ˆðŸ™ˆðŸĪ­) ahahahahaahaha makan es krim gengs 🙈🏃‍♀ïļðŸƒâ€â™€ïļðŸƒâ€â™€ïļ


"Ck ! enak apa nya coba !" Kecam perempuan itu.


"Enak lah, lebih enak dari es krim kan ! awet lagi.." Ucap nya tanpa rahang.


"Ishh... !!!" Genna kesal mendengar nya, dia mencubit perut sang suami hingga laki-laki itu meringis kesakitan.


"Aww... sakiiittt sayang.." Rengek nya dengan raut wajah melas.


"Makanya, kalau ngomong itu di pakai rahang nya mas !" Cetus nya.


"Rahang kamu tu pindah ke dengkul kalau ngomong nya ngelantur !" Cetus nya. Lalu menarik selimut dan menenggelamkan diri nya. Otak nya benar-benar bisa miring jika terus meladeni ocehan tak ber-faedah suami nya itu.


...___...


Hari-hari pun berlalu, sudah satu bulan pertengkaran hebat antara suami dan istri itu. Kini, hari-hari di antara rumah tangga mereka terlihat lebih adem ayem menuju harmonis dan bahagia.


Genna yang menjadi lebih dewasa, selalu belajar untuk menjadi istri yang baik untuk suami nya. Begitu pun Candra yang juga berubah untuk lebih mengerti istri nya. Tak lagi memikirkan ke egoisan nya, yang akan berujung dia kehilangan sang istri.


Seperti pagi ini, Genna terlihat sangat malas untuk pergi kuliah. Tubuh nya terasa sangat lemas, malas untuk bergerak apa lagi pergi keluar rumah. Tapi rasa bosan membuat nya hampir mati berdiri, sendirian di rumah tanpa ada teman lawan bicara. Bibik ? ah jangan di tanya, bibik pasti terlalu sibuk mengerjakan segala pekerjaan rumah.


Genna menghela nafas, kemudian mengambil ponsel nya lalu menekan nomor ponsel sang suami. Entah kenapa, tiba-tiba saja dia sangat merindukan nya.


Tut..Tut.. Tut..


Sekali dua kali, hingga yang ke lima kali dia menekan nomor ponsel suami nya. Sulit di hubungi, kemana laki-laki itu ? tak biasa nya ponsel nya seperti ini.


"Ck !" Genna mencebik kesal, melemparkan benda pipih itu di atas kasur. Mager, malas, rasa bosan benar-benar membuat nya hampir gila.

__ADS_1


...___...


"Gue mohon, bilang sama gue di mana Della !" Pinta laki-laki itu. Raut wajah memelas dengan penuh permohonan.


"Apa lagi perduli lo nanya-nanya Della hah ?" Raut wajah Candra sungguh tak bersahabat. Kebencian dalam diri nya pada laki-laki itu masih begitu besar. Apa lagi, kalau teringat bagaimana dulu sikap laki-laki bajingan itu.


"Gue mohon Lo bilang sama gue dimana Della Can !" Kecam nya meninggi kan suara. Wajah nya memerah, terlihat seperti genangan air mata di pelupuk mata nya.


"Gue mohon..." Pinta nya sekali lagi.


"Bukan nya Lo udah ngebuang Della kayak sampah dulu ! sekarang untuk apa Lo tanya-tanya dia lagi !"


"Gue nyesel Can ! gue mau nyari dia, gue mau minta maaf sama dia karena kebejatan gue !" Sargah nya cepat.


.


.


.


BUGH !!


Sebuah pukulan keras mendarat tepat di pipi Andrian. Membuat laki-laki berwajah brewok itu tersungkur dengan luka robek pada ujung bibir nya.


"Bajingan Lo emang !" Umpat Candra dengan emosi.


Sementara Andrian, laki-laki itu terdiam pasrah yang dipukul oleh Candra. Dia sadar, bagiamana sikap dan perlakuan nya dahulu, pada Della, dan juga pada Candra. Jadi wajar saja, jika Candra masih begitu marah dan membenci diri nya.


"Gak guna kata maaf Lo tau gak !" Pekik Candra.


"Tapi gue bener-bener menyesal Can !" Lirih Andrian sambil menyeka sudut bibir nya yang berdarah.


"Apa lagi kata menyesal Lo ! bener-bener gak guna dan terlambat !" Tegas Candra. Demi apa pun, sudah bertahun-tahun lama nya, amarah dan rasa benci nya pada Andrian masih belum hilang dalam diri nya.


...___...


Next part


"Semua nya terlambat, karena Della udah gak ada lagi di dunia ini !"

__ADS_1


...___...


__ADS_2