
...___...
Gleen kembali masuk ke dalam rumah sakit. Ia berniat akan pulang ke kota xxx malam ini juga. Gampang lah, besok juga masih bisa menjenguk Cinta lagi.
Sontak laki-laki itu teringat akan sang istri, Hilma. Tadi perempuan itu pamitan membeli teh hangat di luar, tapi kok sampai sekarang belum kembali.
Gleen buru-buru melangkah keluar area rumah sakit, mengedar kan pandangan nya ke sana kemari mencari sosok Hilma. Satu-persatu tenda orang jualan di pinggiran jalan rumah sakit dia datangi, sampai kembali masuk ke dalam rumah sakit dan menuju kantin, tapi tak ada juga sosok istri nya itu.
Gleen panik, bingung dengan rasa ketakutan nya. Ia berpikir untuk kembali ke ruangan Cinta, siapa tahu saja Hilma sudah kembali ke sana.
Oh tidak. Ternyata dugaan nya itu salah. Hilma bahkan tidak ada juga di dalam kamar Cinta. Hanya ada Genna sang adik di dalam sana. Gleen pun semakin panik. Di mana istri nya itu sekarang berada.
"Lo kenapa ?" Tanya Genna pada Gleen. Ia melihat raut wajah kepanikan dari laki-laki itu.
"Hilma mana ?' Seru nya bertanya.
"Mana gue tau.." Jawab Genna. Karena dia memang tidak pernah tahu keberadaan Hilma.
"Dia, gak ada dateng ke sini ?"
"Enggak ada !"
Oh ya tuhan..
Dimana perempuan itu.
Gleen kembali keluar dari ruangan sang mommy. Mengedarkan pandangan nya mengelilingi setiap sudut ruangan rumah sakit. Tidak mungkin kan dia nyasar dan tidak tahu jalan kembali ke ruangan Cinta.
Oh ya ampun, bahkan sudah selama satu jam dia mencari. Berkeliling ke seluruh rumah sakit namun tak juga dia menemukan istrinya itu. Kemana sebenarnya dia. Mungkin kah Hilma pulang, tapi.. seharus nya dia bilang kan kalau mau pulang.
"Arghh...!!" Gleen frustasi. Merasa sangat takut dan khawatir terhadap perempuan itu. Dia kesal, karena tak bisa menghubungi Hilma melalui ponsel. Ya, karena Hilma tak memiliki nya.
Gleen menekan nomor Genna, menelpon perempuan itu untuk mengabarkan pada nya jika dia akan kembali ke kota xxxx untuk mencari Hilma.
...___...
Sesampai nya di kota xxxx, buru-buru laki-laki itu pulang ke kontrakan nya. Namun Gleen semakin frustasi kala dia tidak juga menemukan tanda tanda Hilma pulang ke kontrakan nya.
Gleen merasa lelah, ini bahkan sudah pukul 1 tengah malam. Tapi dia tak tahu dimana keberadaan istri nya, Hilma.
"Dimana kamu Hilma.." Gumam laki-laki itu.
Namun sontak Gleen kembali bangkit dari duduk nya. Ia teringat akan sesuatu, mungkin kah Hilma tertangkap oleh Andi, abang nya.
Tanpa berpikir lagi, Gleen kembali keluar dari kontrakan nya dan pergi ke rumah Andi untuk kembali merebut Hilma jika memang benar dugaan nya itu.
Sesampai nya Gleen di rumah Andi, seperti biasa rumah itu selalu ramai oleh orang-orang, teman-teman nya Andi. Jika memang benar Hilma tertangkap, maka dia tidak akan segan-segan merebut dan menghajar abang nya yang tahu diri itu.
__ADS_1
"Mana Hilma !"
Gleen mendatangi dan langsung saja menodongkan pertanyaan pada Andi.
Andi menoleh, menatap sumber suara yang entah dari mana datang nya. Tiba-tiba saja laki-laki yang cukup di kenal nya ada di rumah nya.
"Ck!" Andi berdecih, menatap sengit pada Gleen seolah membangkitkan rasa dendam nya.
"Ngapain lo nyari Hilma !"
"Mana Hilma ! balikin dia ke gue !!" Sentak Gleen dengan suara yang langsung saja meninggi. Ia bahkan tak perduli dengan banyak nya teman-teman Andi di sana.
"Bangsat ni orang !" Andi menaruh dengan keras kartu-kartu yang ia gunakan untuk bermain judi di atas meja. Dia bangkit menghadap Gleen seolah merasa tertantang akan suara sentakan laki-laki itu barusan.
"Lo mau cari mati hah !!" Andi menyahut kerah kemeja Gleen dan mencengkram nya dengan kuat.
"Balikin Hilma ke gue, dia istri gue bang !" Ujar Gleen.
"Cih!!" Istri ? Sudah lah membawa kabur Hilma yang sudah dia jual ke rumah bordil. Sekarang, laki-laki ini bahkan sudah menikahi adik nya.
"Istri ? lo doyan sama barang bekas kek Hilma ?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dengan sekuat tenaga Gleen tiba-tiba melayangkan tinjuan nya dan mendarat sempurna di pipi Andi.
"Jaga omongan lo !!" Seketika Gleen meradang. Amarah nya kian memuncak kala mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Andi.
Melihat Andi yang terpental karena pukulan Gleen. Langsung saja semua teman-teman Andi bangkit dan maju.
"Apa maksud Lo hah !" Tuding salah satu teman Andi pada Gleen.
__ADS_1
"Balikin Hilma !" Sentak Gleen lagi.
"Bangsat !!! bukan nya lo udah bawa dia kabur anjir !!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...___...
Tertatih-tatih Gleen berusaha berjalan, menyusuri trotoar jalanan sambil terbatuk-batuk, merasakan sesak pada bagian dada dan sakit di perut nya. Wajah nya pun bahkan juga terlihat lebam-lebam karena di hajar habis-habisan oleh teman-teman nya Andi.
Dasar segerombolan manusia-mansuia sialan !
Gleen merasa tak lagi kuat untuk berjalan. Ia menepikan tubuh nya yang terasa hancur berkeping-keping duduk menyandar di sebuah pohon besar.
Sakit sekali semua tubuh nya terasa.
"Hil, kamu dimana sih.." Ia masih bergumam mengkhawatir kan Hilma. Takut, terjadi sesuatu yang tidak-tidak pada gadis itu.
...___...
Di lain sisi
Della masuk ke dalam kamar nya sambil menangis. Ia bahkan sampai meminta tolong pada mbak asisten rumah tangga di rumah nya untuk mengangkat Kaireel yang tidur di mobil.
Perempuan itu melempar kan tubuh nya tengkurap di atas tempat tidur. Ia menangis sejadi-jadinya seolah melampiaskan rasa kekesalan nya pada Gleen Malik itu.
"Kamu jahat Gleen, kamu jahat. Aku benci kamu Gleen, aku benci sama kamu !!" Gerutu nya sambil memukul-mukul kasur nya.
Demi apa pun, Della sangat membenci laki-laki itu saat ini. Della bahkan bersumpah, begitu meyakin kan hati nya bahwa dia pasti akan melupakan laki-laki itu. Dia berjanji pada diri nya sendiri, bahwa tidak akan ada lagi cinta yang akan tertinggal barang setitik pun di dalam hati nya untuk laki-laki itu.
Ya, di pasti akan melupakan nya.
__ADS_1
Melupakan nya !!!
...___...