Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 62, Bertemu dengannya


__ADS_3

Siapapun yang mengganggu ketenangan dan kebahagiaan orang yang aku cintai akan hancur bersamaan dengan rasa penyesalan yang tinggal dalam hati mereka, dan itu akan terjadi ketika adikku menitikkan airmata dan aku melihatnya sendiri, jangan pernah memancing di air yang tenang


~Garvin Callista


setelah kepergian Al dari ruangannya, Vin langsung mengambil ponsel miliknya dan memasang GPS diponsel adik iparnya itu, dan itu Al lakukan untuk mengetahui apa yang disembunyikan Al beberapa hari ini, namun Al paling berubah sejak kemarin dan hari ini


"maafkan aku Al , bukan bermaksud untuk mencari tau rahasia atau privasimu, hanya saja aku tidak yakin kamu bisa membuat adikku bahagia dan tetap bersamanya" monolog Vin dan merekam percakapan AL


disana Al berbicara dengan seorang wanita yang diyakini Vin adalah wanita yang sudah datang jauh-jauh dengan tidak tau malunya dan ingin kembali kepada seseorang yang sudah memiliki orang baru dalam hidupnya, dan itu sesuatu yang sangat dibenci oleh Vin


"hah,, ternyata bukan hanya wanita itu saja, kamu pun sama Al, aku tidak pernah berfikir sejauh ini tentangmu" ucap Vin dengan nada suara yang kecewa dan langsung mematikan ponselnya


Aland tiba-tiba masuk kedalam dengan ekspresi seolah tidak terjadi apa-apa, namun dia hanay diam dan membisu, melihat Vin dengan sekejap namun tatapannya sulit untuk diartikan


"Vin, aku keluar dulu, ada urusan mendesak yang harus aku lakukan, kamu datanglah sere ini kerumah, temani istriku disana" ucap Al dan segera mematikan laptopnya, ia menyerahkan semua berkas yang sudah ia siapkan kepada Vin, pria itu mengambil jas miliknya dan langsung pergi begitu saja


"hah.. lihat saja Al, jika nanti kau menyakiti adikku, aku tidak akan tinggal diam, aku bukan sosok yang selalu menjadi bawahanmu, tapi aku juga bisa berubah menjadi orang yang kamu benci suatau saat nanti" ucap Vin dengan tatapan mata tajam dan sulit diartikan


namun, Vin merasa senang akhirnya bisa mneghabiskan waktumdengan adiknya, ia langsung menyiapkan pekerjaannya dan mengatur jadwal yang memaang tidak ada yang terlalau penting, hanya tanda tangan berkas dan itu sudah dikerjakan Al


"aku akan menemui Asya, melihat adikku yang polos itu" kata Vin dan memasu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Al dan adiknya, bekal makan siang yangtadi Asya siapkan ia bawa kembali, dan berbeda dengan Al, bekal makan siang yang diberikan Asya ia tinggalkan di meja kantornya

__ADS_1


tidak memakan waktu yang lama untuk sampai kerumah baru Al dan Asya, Vin langsung memarkirkan mobilnya dan langsung mengetuk pintu rumah, tidak sampai ketukan ketiga, Asya langsung keluar dengan style rumahan dan tidak lupa senyuman manis dibibirnya



anggap saja Asya seperti itu


"kakak..."teriak gadis kecil itu dan langsung berhambur di pelukan Vin, membuat pria itu sangat haru dan membalas pelukan adiknya tak kalah erat


"kakak kok datang gak ngabarin Asya sih" ucap gadis polos itu saat pelukan mereka sudah terlepas, Asya langsung menyuruh Vin masuk kedalam dan berbicara didalam


"tadi kakak gak sempat sya, banyak pekerjaan yang harus kakak urus" ucap Vin sedikit berbohong, yang sebenarnya ia hanya tidak ingin adiknya kesepian sendirian dirumah sebesar itu, dan suaminya malah bertemu dengan wanita lain masalalunya


"kakak mau minum apa, biar Asya buatin" ucap gadis itu, namun masih memeluk Vin yang duduk di sofa, ada rasa rindu yang membuncah antara keduanya, beberapa hari yang lalau pertemuan mereka belum puas menurut Asya


"emng boleh kak?nanti om Aland marah sama Asya" kata gadis itu sambil tertunduk lesu, ia tau bagaimana Aland tidak membiarkannya keluar tanpa ditemani olehnya


"tidak, kan sama kakak, mana berani dia marah" kata Vin dan diangguki oleh gadis tu, dengan cepat Asya menelfon sahabatnya agar datang kerumahnya, dan Asya tinggal ambil tas dan sedikit memperbaiki riasannya


mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke taman bermain, karna Asya sangat suka dnegan wahana permainan yang ada disana, namun tidak dengan Chloe maupun Vin, mereka hanya mengikuti Asya bermainkan bak anak kecil


"sya udah ya, aku udah cape banget nih" kata Chloe mengeluh karna sahabatnya itu tidak ada lelahnya untuk menaiki wahana permainan disana

__ADS_1


'satu lagi ya beb, satu kali lagi abis itu kita makann" kata Asya menarik tangan sahabatnya, sedangkan Vin hanya tersenyum emlihat kedua gads kecil didepannya dengan gaya dan sifat masing-masing, yang satu manja, dan yang satunya tomboy, benar-benar sahabatan yang unik


melihat Chloe ditarik oleh adiknya, Vin hanya diam sambil memperhatikan apa yang dilakukan Chloe menghentikan adiknya, dan itu membuat Vin merasa kalau Chloe adalah sahabat yang paling baik dan bisa ia percaya


"huhu..huh..huh akhirnya selesai sya, aku cape banget sumpah, pokoknya kamu bayarin makan aku sampe puas ya sya" ucap Chloe dengan wajah yang merah dan berantakan, tidak dengan Asya, gadis itu malah senang dan sangat menikmati hari ini


"iya iya, kita langsung ketempat makan aja kalau gitu" ucap Asya dan diangguki oleh Chloe, mereka bertiga menuju salah satu tempat makan yang paling dekat disana, dengan dua gadis bocah yang memesan makanan seenaknya, membuat Vin menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka posri makan kedua gadis itu sangat banyak


"kalain bisa habiskan ini semua?" tanya Vin dan langsung dijawab ia oleh keduanya, belum lagi pesanan eskrim dan cemilan lainnya, membuat Vin hanya menatap melongo dan menikmati pesanan miliknya


namun, ada satu kejanggalan yang ditangkap mata Vin, seseorang yang tidak asing sedang menikmati makan siang yang hitungannya ke sore hari wkwkw, Vin menahan amarahnya dan memalingkan wajahnya, ia tidak menyangka kenekatan Al bertemu dengannya


"sekali ini kamu bisa bermain Al, tapi lihat saja nanti kalau semuanya sudah waktunya, kau sendiri yang akan mengemis dihadapanku!" gumam Vin dalam hatinya saat melihat apa yang ada didepan matanya


"kak ada apa, kok wajah kakak berubah suram?" tanya Chloe yang melihat perubahan raut wajah Vin, sementara Asya sedang asik dengan makanannya dan tidak memperhatikan sekelilingnya


"tidak ada, hanya saja tadi aku melihat seorang pria yang menampar wanitanya" ucap Vin berbohong namun membuat Asya langsung sadar dan melirik kakaknya


"dimana kak?, kok bisa gitu sih?" ucap gadis polos itu namun dnegan cepat tangan Vin terulur dan memalingkan dagu adiknya untuk melihatnya saja


"tidak ada lagi, mereka sudah pergi" ucap Vin namun dengan sorot mata yang penuh tanda tanya, dan Chloe sadar akan hal itu, dia bukan gadis polos seperti Asya, namun banyak ynag ia pelajari tentang dunia yang kejam ini

__ADS_1


*#*next


jangan lupa like,komen,dan favorite kalian ya readers๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜


__ADS_2