
...___...
Genna duduk di sebuah kursi kosong yang hanya muat oleh dua orang saja. Dia melihat kesana kemari dengan begitu ramai nya oleh orang-orang yang berlalu lalang. Terasa sangat menyenangkan, tak pernah seumur hidup nya dia merasakan kebebasan seperti malam ini.
Genna tersentak kala ada seorang anak kecil laki-laki yang menangis duduk di samping nya sambil memegangi sebuah lukisan seorang superhero. Anak itu menangis tersedu-sedu karena lukisan nya yang kotor terkena es krim.
"Adek, kenapa sayang..??" Tanya Genna pada anak kecil itu.
"Superhero nya kotor kak.." Lirih nya sambil menangis.
Genna mengambil alih lukisan dari tangan anak kecil itu, dia berniat akan membantu membersihkan nya.
"Yey.. superhero nya sudah bersih..sudah gak kotor lagi, sekarang.. superhero siap melindungi dunia dari kejahatan..!!" Seru Genna yang menirukan suara seperti anak kecil. Dia kembali memberikan lukisan yang tadi dia bersih kan pada anak kecil itu.
Anak kecil itu menghapus air mata nya. Dia terlihat sangat senang kala melihat lukisan nya tak lagi kotor.
"Wah.. makasih ya kakak !" Seru nya seraya tersenyum kesenangan.
"Sama-sama sayang.." Titah Genna seraya mengusap lembut ujung kepala anak laki-laki tampan itu.
...___...
Sepulang nya Genna, dia terlihat selalu mengembangkan senyuman nya. Dia membawa satu kantong plastik besar dengan berisikan berbagai macam makanan ringan, dan juga satu bungkus kembang gula ke sukaan nya meski dia selalu diam-diam saat memakan nya.
Seketika senyum gadis itu hilang saat dia melihat ada sosok Daddy nya di rumah nya, tengah duduk bersama mommy dan juga Candra suami nya. Dan semua orang pun menatap ke arah nya saat mereka menyadari akan kedatangan nya.
"Daddy, mommy.." Lirih Genna
"Gen, kamu dari mana ?" Suara dingin sang Daddy terasa begitu menusuk ke dalam telinga nya.
"A-aku.. dari.."
__ADS_1
"Kata nya kamu sakit..??" Kali ini, suara sang mommy yang terdengar. Wanita cantik itu datang menghampiri nya.
"Mom, aku.. sudah baikan.." Ucap Genna lirih.
"Wajah kamu aja masih keliatan pucat Gen.." Seru Cinta di hadapan nya.
"Sini kamu !" Lagi-lagi, suara Anan bahkan sudah membuat nya gemetar.
Dengan langkah pelan sambil menunduk, Genna berjalan dan duduk di sofa tepat di samping Candra suami nya.
"Kamu dari mana malam-malam begini ? keluar sendirian..." Ujar Anan mengulangi pertanyaan nya. "Ingat ya, kamu sudah menikah. Keluar harus dengan izin suami dan tidak boleh keluar malam-malam sendirian !!" Seru Anan.
"Ini lagi.. makanan apa an sih yang kamu beli..!" Imbuh Anan kala melihat bungkusan kembang gula di antara makanan ringan Genna yang dia taruh di atas meja.
"Jadi ini kebiasan kamu ya selama ini.. Gimana kamu gak sakit kalau yang di makan makanan beginian terus Genna...!!" Anan meninggikan suara nya, dia terlihat marah dan kesal pada putri nya itu.
Bukan apa-apa, tapi Anan hanya tidak ingin putri nya itu terus menerus memakan makanan yang tidak sehat, Anan selalu memperhatikan putri nya itu sedikit lebih ketat karena memang gadis itu tidak bisa makan sembarangan, tapi lihat lah, Genna justru melakukan nya secara diam-diam, dan akibat nya, dia akan selalu mengalami demam tinggi hingga tak sadar kan diri setelah nya.
"Ini salah satu hal yang mulai harus kamu perhatikan Can, jangan biarin Genna terus-terusan makan makanan gak sehat begini.." Ujar Anan. "Lihat kan.. kamu pasti akan demam tinggi setelah nya !" Sosok laki-laki itu, bahkan terlihat lebih cerewet dari mommy nya.
Anan pun bangkit, dia mengambil kantong plastik makanan Genna dan membawa nya ke dapur, bukan untuk menyimpan nya, tapi Anan langsung saja membuang semua nya ke dalam kotak sampah.
Sedangkan Genna, dia hanya tertunduk diam dan tak berdaya jika sang Daddy sudah marah dan mengomeli nya seperti ini. Ikut bersama Candra, dia pikir akan terbebas dari pengawasan Daddy nya, tapi nyatanya tidak sama sekali.
"Daddy menikahkan mu sama Candra bukan untuk terbebas dari pengawasan Daddy, tapi hanya berpindah tangan saja dan Candra lah sekarang yang akan lebih ketat mengawasi mu !"
Genna pikir ini sudah akan berakhir, tapi sang Daddy kembali mengomel setelah dia kembali dari dari dapur.
"Dia suami kamu, yang harus kamu hargai dan hormati. Semua yang kamu lakukan harus atas izin dari nya !" Anan kembali duduk di sofa menyilangkan ke dua tangan di depan dada. Dia menatap tajam ke arah putri nya itu
"Sekarang kamu masuk ke kamar dan istirahat !" Ujar Anan, yang mulai mereda.
__ADS_1
Genna menatap Cinta sebentar, setelah mendapati anggukan dari wanita itu, Genna pun bangkit dan berjalan meninggalkan orang tua dan suami nya untuk menuju ke dalam kamar nya.
...___...
Genna duduk di atas tempat tidur nya seraya membaca novel nya yang baru kemarin dia beli. Gadis itu sudah terlihat sedikit lebih segar, dia juga sudah mengoleskan obat salep pada tubuh nya.
Seketika Genna menutup novel nya, lalu bangkit dan mengambil laptop. Dia kembali duduk di atas tempat tidur, dia teringat sesuatu yang harus dia cari, yaitu kampus untuk dia kuliah seperti yang dia inginkan.
Candra pun datang, dia membuka pintu dan tak lupa menutup nya lagi. Ini sudah malam, tapi dia masih melihat Genna masih terjaga sambil bermain laptop.
"Kok belum tidur Gen ?" Candra bertanya, dia ikut naik ke atas tempat tidur dan bersandar pada sandaran kepala ranjang. Candra melihat ke arah Genna, tampak nya istri nya itu sedang mencari-cari kampus yang cocok untuk nya.
Genna tak menggubris pertanyaan sang suami, pandangan nya tetap fokus pada layar laptop nya.
Candra tak mengapa gadis itu tak menjawab, tapi seketika dia menjadi merasa gelisah kala mengingat hal-hal yang telah dia obrolkan bersama Anan tadi.
"Gen.." Dia kembali memanggil, mencoba untuk membuka obrolan pada Genna sang istri
"Kamu, bener-bener mau kuliah ?" Dan pertanyaan Candra kali ini telah berhasil mengalihkan Genna dari layar laptop nya.
Gadis itu menoleh, menatap Candra di samping nya. "Ya bener lah, masih tanya lagi !" Rupa nya rasa kesal Genna masih belum hilang, dia menjawab ucapan sang suami dengan nada yang ketus.
Candra mencoba membenarkan posisi nya untuk lebih nyaman. Dia terdiam sejenak, sebelum dia akan benar-benar mengatakan apa yang sudah dia bahas bersama Daddy nya tadi.
"Gen, sebenarnya.. Daddy melarang kamu untuk kuliah.." Ujar Candra ragu-ragu, tapi tetap mengatakan nya.
...___...
Senin gengs 😁 Jan lupa vote dukungan kalian yah 😅😅
...💚💚💚...
__ADS_1