
Lagi dan lagi, aku melihat pemandangan yang membuatku sakit hati, isakan tangis dan airmatanya membuat jantungku berhenti berdetak, jika dulu aku yang membuatnya menangis, tapi sekarang setelah ikatan suci di Altar Gereja mengikat kami, aku bahkan berjanji akan membuat senyuman itu berekah selalu, tapi sekarang?, maafkan aku sayang
~Aland Chevalier
Dengan gerakan yang cepaat Al membuka pintu ruangan yang ditunjuk oleh Chloe barusan, langkah kaki Al berhenti tepat didepan pintu tu dan perlahan membukanya, ruangan itu sedikit redup karna sengaja Chloe tadi tidak menyalakan lampunya terang
Al mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sangat ia khawatirkan sekarang, istrinya yang sedang mengandung anak mereka pasti sangat taut mengalami kejadian buruk barusan, namun setelah melihat sekelilingnya, Al tidak melihat sosok yang ia cari
rasa cemas dan takut menyelimuti hati Al, ia sangat taut jika istrinya itu trauma dengan kejadian tadi, merasakan ketakutan yang lar biasa dan hormon bumil yang tidak stabil bisa saja membuat bumilnya itu mengalami sesuatu yang buruk, namun Al masih berdoa semoga istrinya baik-baik saja
"sayang...?' suara Al menggelegar diruangan itu, matanya menatap kesana kemari, mencari sosok wanita yang sangat ia cemaskan dan rindukan sekarang
"sayang..?' Al kembali memangil istrinya, namun lagi-lagi tidak ada jawaban atas panggilannya, ketakutan yang luar biasa kembali menyeruak dihati Al, ia sungguh cemas sama istrinya. ohh Tuhan kemana istrinya, padahal Chloe mengatakan kalau istrinya ada diruangan ini
namun, saat Al kembali melangkah lagi, ia mendengar suara isak tangis dari pojok kamar disana, ternyata istrinya ada disana, duduk dipojok ruangan dengan wajah yang ditutupi dengan tangan diantara kedua kakinya, menangis dengan sesenggukan dan tubuh yang bergettar ketakutan
"sayang" ucap Al dan segera memeluk istrinya, membawa istrinya kepelukannya untuk menenangkan istrinya yang masih saja ketakutan dan menangis bergetar
"jangan takut, aku ada disini sayang, aku tidak akan meinggalakan kamu" ucap Al sambil mengelus punggung istrinya dan mencium pucuk kepala istrinya dan kembali memeluknya dnegan erat
berapa saat kemudian, Asya mendonggakkan kepalanya. melihat siapa yang memeluknya, memastika jika suara yang ia dengar, familiar memang tapi apakah itu benar adanya?
__ADS_1
"mas..?" suara Asya pertama kali terdengar namun masih bergertar, meskipun tubuhnya lemas dan ketakutan yang ia rasakan tadi masih sangat terasa
"iya sayang, aku disini, tenang saja. aku tidak akan pernah meninggalkanmu, itu janjiku padamu bukan?" ucap Al kembali memeluk tubuh kecil istrinya dan mengangkatnya untuk ia bawa keluar ruangan itu
"mas, aku takut" ucap Asya yang mengalungkan tangannya, Al dengan entengnya menmbawa istrinya dengan waajah yang masih geram dan marah dengan apa yang terjadi barusan kepada istrinya dan yang lainnya
"tidak ada takut sayang, aku disini untukmu hemm?" ucap Al dan mereka tiba diluar ruangan itu, tepat dikamar Villa yang tadinya terjadi pertempuran kamar, tapi bukan yang hot melainkan pertempuran yang mengancam nyawa,
Asya mlihat sekelilingnya, ada Chloe sahabatnya, dan juga Vin dan Darrec, mereka duduk di sofa kamar itu, dengan kondisi yang sedikit kacau, kamra yang berantakan namun tidak ada tanda-tanda adanya musuh disana, karna sebelum mereka keluar anak buah Al dan papa Chloe sudah membersihkan ruangan itu dan menyelesaikan sisa urusan
perlahan Al mnurunkan istrinya, dnegan cepat bumil itu berlari kearah sahabatnya dan memluk Chloe degan uraian airmata, pelukan itu disambut Chloe dnegan senyuman dan mengelus punggung Asya dengan lembut
"sudah Sya, tidak terjadi apa-apa kok" ucap Chloe memberikan ketenangan Asya, gadis itu melepaskan pelukan sahabatnya dan menghapus airmata bumil itu
"tidak Sya, tenang saja, ada kak Vin dan Darrec yang menolongku" ucap Chloe tersenyum manis, ahh senyuman itu membuat seseorang yang ada disana langsung memalingkan wajahnya
mengapa senyumannya semanis itu, ahhh.. aku udah tidk waras hanya melihat senyumannya jantungku kembali ingin keluar dari rongga dadaku" salah satu dari mereka bergumam dalam hatinya
"aku mencemaskanmu Sya, aku takut akan mengganggu debay dan calon ibu ini" kata Chloe mengelus rambut sahabatnya dan menyuruh Asya kembali duduk disamping suaminya, ada Al yang menatap mereka disana dengan tatapan yang tidak terbaca siapapun
"terimakasih Chloe, kamu menjaga istriku dengan baik" ucap Al dengan sungguh-sungguh berterimakasih kpada gadis itu, ia tidak menyangka jika Chloe akan mempertaruhkan nyawanya demi melindungi istrinya dan calon anaknya
__ADS_1
"sama-sama om, tidak masalah besar, dan sudah menjadi tugasku menjaga keponakan dan sahabatku ini bukan?' ucap Chloe tersenyum tulus kepada Al, pria itu menganguk dan lagi-lagi senyuam itu mebuat seseorang dari mereka salah tingkah
"Chloe, aku bisa bicara dneganmu?" tanya Darrec kepaa gadis itu, tanpa menunggu lama, Chloe mengangguk menandakan gadis itu mau ikut dnegan Darrec,
"kami permisi dulu" ucap Darrec dan dijawab iya oleh Asya, berbeda dnegan Al yang masih kepikiran dnegan kejdian tadi, namun mata Vin tidak bisa berbohong, ia mengikuti langkah kaki kedua manusia yang ijin untuk keluar bicara empat mata
apa yang ingin disampaikan Darrec padanya, kenapa harus mengambil tempat yang jauh dan bicara empat mata?, apa dia akan megutarakan isi hatinya?, hah secepat itukah seorang pria jatuh cinta?' monolog Vin dalam hatinya dengan mata yang masih terpaku menatap kepergian dua oarang itu
"Vin, kami ketas dulu unutk istirahat dan membersihakn diri, kamu jangan terllau banyak pikiran" ucap Al enepuk pundak kakak iparnya dan kembali menggendong istrinya untuk naik keatas, maslaah hari ini cukup sampai disini dulu, dan mungkin kedepannya mereka lebih hati -hati dan waspada pada musuh yang bergerak diam-diam
"hemm, iya, lanjutkan saja" ucap Vin cuek bebek, pikirannya masih tertuju pada dua sosok yang keluar tadi, banyak pertanyaan didalam pikiran Vin, tentang apa yang mereka bicarakan, atau apakah mereka akan saling mengungkapkan perasaan, arrrrgghh membayangkan itu Vin menjadi gusar sendiri
"mengapa dia harus mengiyakan ajakan Darrec, apa dia juga sama seperti Darrec yang menyukainya?" ucap Vin bermonolog sendiri ditempat itu, tidak ada lagi orang disana selain dirinya
"hah, Darrec tidak sabaran sekali untuk mendekati gadis itu, bukankah katanya dia akan sabar menunggu sampai aku yang membuat mereka dekat?" ucap Vin dan mengambil jasnya dengan kasar dan melangkah keluar, ia tidak ingin berlama-lama disana
namun ketika ia kleuar dari Villa itu, pemandangan yang membuat matanya sakit tersungguhkan didepan mata, ia melihat dari kejauhan Darrec memegang tangan Chloe dan memberikan sesuatu padanya, Vin tidak tau apa itu, yang pasti hal itu sukses membuat Vin terbakar dan seketika emosinya naik ke ubun-ubun
next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers😍😍
__ADS_1
vote ya siapa yang memilih Darrec sama Chloe atau Vin sama Chloe?, nanti othor bakal pikirkan lagi siapa yang menjadi pasangan tambahan mereka