
...___...
Di sekolah
Genna mencibik kesal, melihat kedekatan Gleen dan Della. Kakak nya itu begitu lembut dan sangat perhatian jika pada Della, sedangkan kepada nya, Gleen lebih terlihat cuek, dingin, dan mungkin bahkan tidak perduli.
Gadis itu sama sekali tak membenci Della, dia tahu jika Della juga adalah salah satu anggota keluarga nya. Ya, meski Genna pun tau bagaimana asal usul Della. Dia hanya merasa sedikit iri, Della yang bahkan bukan siapa-siapa nya, Gleen bisa begitu lembut dan penuh perhatian pada Della, sedangkan dia, bahkan bukan seperti adik nya sendiri dan bahkan tidak pernah mendapatkan perlakuan lembut layak nya seorang kakak dan adik seperti yang lain.
...___...
.
Hari-hari terus berputar begitu cepat, hari berganti hari, berganti Minggu, dan terus berganti bulan.
Candra,
Ya, laki-laki itu tak lagi di tugaskan di anak cabang perusahaan Malik Group yang ada di luar negeri. Karena kerja dan kemampuan nya yang sangat bagus, Anan memutuskan menarik nya untuk menggantikan nya sebagai pemimpin. Candra menolak dengan tegas, namun Anan bersikeras dan merayu laki-laki itu untuk mau melakukan nya.
Anan sengaja meminta pada Candra untuk menggantikan nya dalam beberapa waktu, meski Anan berkata tidak lah lama hingga sampai nanti Gleen sudah bisa menggantikan nya memimpin perusahaan Malik Group.
Melihat Anan yang merasa sudah sangat lelah bekerja di usia nya yang sudah bisa di bilang tak lagi muda, Anan ingin mengistirahatkan diri nya, meluangkan waktu untuk sang istri, dan juga lebih memperhatikan ke dua anak-anak nya yang sudah mulai beranjak dewasa.
Duduk berdua di atas balkon kamar nya seraya menikmati tiupan angin yang terasa tak begitu kencang, menyesap kopi dan menikmati indah nya bintang-bintang yang berkelap-kelip di atas awan yang terlihat begitu cerah malam ini.
"Sayang.." Panggil Anan pada sang istri.
"Ya sayang.." Jawab Cinta.
"Kamu, mau kita pergi kemana ?" Tanya Anan pada sang istri, pasal nya, mereka akan merencanakan pergi ke luar negri untuk berlibur.
"Kemana ya.." Bahkan Cinta pun belum juga memutuskan akan pergi kemana. "Gimana kalau kita tanya mama Maria aja ?"
"Boleh.." Anan pun meng-iya kan.
"Oke, besok aku tanya mama"
__ADS_1
"Tapi ayah sama bunda-"
"Tenang aja, mereka pasti ikut kemana aja kok" Sargah Cinta.
Anan pun mengangguk kan kepala nya. Ya, ke dua orang itu berencana akan membawa semua keluarga nya untuk pergi berlibur. Pak Adam dan Bu Maria, serta Fahri dan juga Sadifa pun akan ikut bersama mereka. Kapan lagi, berkumpul bersama semua keluarga jika tak menyisih kan waktu nya.
...___...
Malam ini, semua orang akan berkumpul di kediaman pak Adam dan juga Bu Maria. Bu Maria telah mengundang semua anggota keluarga nya termasuk keluarga Risky untuk makan malam bersama di sana. Tak lupa, Bu Maria juga mengundang Sadifa dan Fahri untuk ikut meramaikan.
Semua sudah sampai kecuali keluarga Anan, entah belum berangkat, atau masih dalam perjalanan.
"Ma, Anan kok belum sampai ?" Tanya pak Adam pada Bu Maria. Melihat, anak dan menantu kesayangan serta cucu-cucu nya belum juga terlihat batang hidung nya.
"Mungkin sebentar lagi pa.." Jawab nya. "Mama ke dapur dulu deh, mau lihat makanan nya udah pada siap belum" Ujar Bu Maria, lalu bangkit dan berjalan menuju dapur.
Beberapa saat kemudian, semua makanan sudah siap dan sudah terhidang di atas meja makan. Berbagai macam makanan tersedia di sana, bau harum nya bahkan sudah menggoyahkan perut yang memang sudah lapar.
Semua orang sudah berkumpul duduk di kursi meja makan, namun Anan dan keluarga nya bahkan belum juga terlihat datang.
"Sabar pa, mungkin sebentar lagi mereka sampai.."
.
.
.
"Halo semua..." Dan belum lama Bu Maria menghentikan ucapan nya, Anan dan juga semua keluarga nya pun telah sampai
"Maaf ya, telat.." Ujar Anan pada semua orang di sana.
"Ma, pa.." Ucap Cinta menyapa pak Adam dan Bu Maria, lalu melangkah sedikit ke arah orang tua yang juga sedang duduk menunggu nya.
"Ayah, bunda.." Sapa Cinta, lalu meraih tangan ke dua orang tua nya itu dan menyalami nya. Begitu pun juga pada Gleen dan Genna, mereka juga saling menyapa semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
"Sayang, kok lama datang nya..?" Tanya Sadifa pada sang putri.
"Agak macet ma" Jawab Cinta. Padahal, wanita itu telah berbohong, bukan karena macet yang membuat mereka terlambat datang, melainkan karena mengurus Gleen dan juga Genna yang kembali bertengkar saat akan berangkat ke rumah Oma dan opa nya.
Kini semua orang sudah hadir, sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Dan makan malam keluarga besar Malik group pun terlihat tenang tanpa ada nya pembicaraan di tengah-tengah makan malam mereka.
Lain hal nya dengan Genna, gadis cantik itu terlihat murung dan terlihat sedang tak baik-baik saja. Bahkan makanan yang biasa nya dia sangat suka malah gadis itu sedikit pun tak menyentuh nya. Entah lah.. kali ini, dia lebih terlihat menjadi gadis yang pendiam.
"Genna.." Dan diam nya Genna tak lepas dari pandangan pak Adam yang sejak tadi memperhatikan nya.
Gadis itu tak menjawab, dia hanya mengangkat wajah nya dan menatap pak Adam yang memanggil nya.
"Kamu kenapa sayang ?" Tanya pak Adam
Genna kembali menunduk, diam dan seperti nya enggan untuk menjawab pertanyaan pak Adam. Dia begitu tak bersemangat kali ini.
"Gen.." Sekali lagi pak Adam memanggil nya, namun Genna masih dalam keterdiaman nya dan memang benar-benar sedang tak ingin mengeluarkan suara nya.
Semua itu tak lepas dari pandangan semua orang yang menatap nya, memang terlihat tak biasa, yang biasa nya gadis itu selalu ceria dan begitu banyak bicara. Namun malam ini, entah lah apa yang sedang terjadi pada gadis cantik itu.
Genna terdiam, menunduk kan kepala dan hanya memainkan sendok dan garpu di tangan nya di atas piring.
"Gen.." Dan kali ini, suara lembut Sadifa yang memanggil gadis itu.
"Maaf, Genna mau ke toilet sebentar.." Dia bangkit, menaruh sendok dan garpu lalu meninggalkan semua orang begitu saja. Bahkan dia pun tak menyentuh makanan nya sedikit pun.
Genna berjalan dengan langkah panjang, buru-buru dengan sedikit mulai terisak. Dia berjalan menuju toilet, masuk ke dalam nya dan menutup pintu nya sedikit keras.
"Hiks..hiks.."
Genna menangis, tak lagi kuasa untuk menahan genangan air mata yang sejak tadi ingin membobol pertahanan nya.
...___...
Jan lupa, kasih dukungan nya yah..
__ADS_1
Siap kan vote gratis dan juga gift boleh ya 😄😄😄