
Tidak ada yang baik-baik, saja setelah ditinggalkan oleh orang yang begitu kita cintai, begitupun aku,
aku mencintainya setelah kedua orangtuaku, namun begitulaah manusia yang tidak
pernah puas denga napa yang sudah ia miliki
~Aland Chevalier
Sudah satu minggu berlalu
setelah kejadian naas yang membuat asya tidak berkutik dibawah alibi alnd yang
membuat dirinya juga meraskan hal yang sudah dirasakan oleh gadis beranjak
dewasa pada umumnya, setelah hari itu, asya lebih suka diam dari pada banayk
bicara, dia bahkan bicara hanya seperlunya saja, bukan karna benci dengan aland
hanya saja ia merasa canggung dengan keadaan diama dirinya mau disentuh aland
begitu saja
Hari ini asya berencana akan
membuatkan sarapan untuknya dan aland, ia mulai memotong sayuran dan tanpa
menyadari aland yang memperhatikannya dari jarak jauh, semua yang dilakukan
asya tak luput dari penglihatan alnd, namun satu hal yang membuat alnd heran
dengan asya, karna sudah satu minggu ini asya tidak pamit sekolah, apa karna
dia sudah lulus atau bagaimana hanya asya yang tau??
“ehemm..” deheman aland
menyadarkan asya dari pekerjaannya yang sibuk tanpa menyadari pria itu sudah
ada tepat dibelakangnya
“ehhh.. om, ada apa? Appa ada
yang bisa asya bantu?” tanya asya dengan menatap aland yang berdiri tak jauh
dari tempatnya
“tidak, saya hanya ingin
bertanya, sudah satu minggu ini kau selalu berada diapartemen, apa kalian sudah
lulus sekolah?” tanyaa aland dengan menatap wajah polos asya begitu lekat,
seolah ia mengatakan jangan berbohong kepada gadis lugu itu
“bukan om, saya sudah
dikeluarkan dari sekolah, jadi untuk apa saya pergi sekolah lagi?’ tanya asya
cuek namun tidak dengan hatinya, ia merasa sedih saat aland bertanya tentang
dirinya
“mengapa kau tidak
memberitahuku?, aku bisa membantumu untuk Kembali kesekolah itu” kata alnd
dingin dan datar, ia merasa marah setelah mendengar alasan asya dikeluarkan
dari sekolahnya
“tidak usah om, asya tidak au
merepotkan siapapun, asya hanya ingin mencari pekerjaan saja” kata asya
tersenyum seolah dia baik-baik saja, namun nyatanya tidak
“apa kau yakin tidak masalah
dengan itu” tanya aland memastikan bahwa gadis lugu didepannya ini baik-baik
saja
“iya om, asya baik-baik saja”
kata asya dan melanjutkan pekerjaannya, memebrsihkan alat masak yang baru saja
ia pakai
Setelah bertanya tentang asya,
aland sedikit tenang akhirnya pertanyaannya sudah terjawab, kali ini ia segera
__ADS_1
membersihkan diri dan ongin pergi kekantor, sesuai denga napa yang dikatakan
asya, ia bik-baik saja, aland juga tidak perlu turun tangan dengan itu.
“saya pergi” aland melirik asya
sekilas yang masih asik dengan sarapannya, segera asya hentikan kala mendnegar
suara bariton dari aland
“hati-hati om” jawab asya dan
tanpa dipedulikan lagi oleh aland, ia segera berlalu karan vin sudah
menunggunya diluar
Seperginya aland, asya merasa
Kembali kesepian, jika ada aland diapartemen itu, amka ada teman asya untuk
bicara atau sekedar bertanya tentang apapun kepada pria itu, namun sekarang?
Asya bahkan tidak punya ponsel untuk ia mainkan
Asya berlalu kesofa berniat
untuk menonton seral drama korea kesukaannya, ia mulai memutarkan dan sampai
bertahan empat jam hanya menonton drama itu, tidak terasa waktu terus berputar
membuat asa tertidur disofa itu
Lain halnya dengan chloe dan
fgarvin disekolah, setelah mendengar kabar bahwa asya tidak sekolah lagi
membuat chloe murung dan tidak bersemangat untuk belajar, apalagi jika diajak
bicara, ia hanya akan emnjawab iya atau tidak, selleebhnya chloe berdiam diri
lesu
Seperti pagi ini, mereka akan
mengadakan ujian try out, chloe bersamaan dengan garvin satu ruangan, mereka
terlihat tidak ada tanda-tanda tegang atau senang
menghubungimu?” tanya garvin saat mereka sudah tiba druang kelas untuk
mengikuti ujian
“tidak ada gar, bahkan sudah
satu minggu ini aku berusaha mencari asya namun tidak ada tanda-tanda untuk
menemuinya” jawab chloe lesu dan menatap garvin seolah bertanya apa kau punya
rencana?
“ apa kita harus membuat poster
dijalanan?’ tanya garvi mencairkan suasana agar sahabat dari gadis yang ia
cintai tidak terlalu bersedih
“jika itu membantu kitab isa
melakukannya” kata chloe tersenyum mendengar perkataan garvin barusan
“sungguh dia seperti ditelan
oleh bumi saja” kata garvin yang juga sudah putus asa mencari keberadaan asya
yang tak kunjung ia temukan, bahkan untuk alamat tempat tinggal gadis iatu saja
ia tidak temukan celah
“entahlah gar, aku hanya
berharap semoga asya baik-baik saja” kata chloe dan diangguki oleg garvin,
keduanya diam dengn pikiran masing-masing, mengikuti ujian pun rasanya mereka
ingin pulang saja
Perusahaan A/V corp, aland
sedang sibuk mengurus semua pekerjaannya, namun kali ini ia memikirkan sesuatu
hal yang sebenarnya sudah ia lupakan sejak dulu, namun entah kenapa tiba-tiba
__ADS_1
pikiran itu Kembali datang dan membuat aland menjadi tidak focus lagi dengan
pekerjaannya
“ ada apa denganku? Mengapa aku
tiba-tiba mengingat dirinya lagi “ gumam aland ditengah pekerjaannya yang sudah
hampir selesai
“arrrgghh..” racau aland saat
ingatannya tiba-tiba Kembali mengingat abgaimana Wanita dari masaalunya
meninggalkannya hanya karna dirinya tidak punya apa-apa dan malah memilih pria
lain yang lebih dari dirinya
“kau pria tidak berguna
aland, aku tidak bisa diandalkan” kata Wanita itu dengan suara melengking
tinggi saat dirinya ketahuan selingkuh dibelakang aland
“freya aku mohon jangan
tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu” kata aland memohon dengan airmata
kepada Wanita yang sangat ia cintai, aland sudah menganggap bahwa frea addalah
Wanita yang terbaik untuknya
“hahahha… lihatlah pria
miskin ini memohon denganku, apa kau tidak tau malu!!, kau tidak leboh dari
sampah yang menempel dihidupku aland!!” kata freya lagi dan perkataannya kali
itu membuat aland marah besar dan membenci freya, gadis munafik yang hanya
mengandalkan kekayaan
“jangan ppernah menggangguku
lagi!, ingat kau dan aku tidak ada
hubungan apapun lagi!” kata Wanita itu dan berlalu dengan pria yang menjado
selingkuhannya, meninggalkan aland yang menangis karna ditinggalkan Wanita yang
paling ia cintai
“freya zeline” gumam aland saat
dirinya sadar dari lamunanya, yang mengingatkan dirinya tentang bagaimana
rasanya sakit hati ditinggalkan orang yang kita cintai hanya karna dirinya saat
itu tidak memberitahu freya tentang siapa sebenarnya dirinya
“bodoh!!, mengapa aku jadi
mengingatnya” kata aland dan keluar dari runagannya, jam menunjukkan pukul lima
sore, dan juga kantor sudah sepi karna banyak karyawan yang sudah pulang,
tinggal beberapa karyawan yang lembur disana, di tambah dnegan vin asistennya
“vin saya pulang duluan, jika
kau sudah selesai silahkan pulang” kata aland dan langsung pergi meninggalkan
asistennya itu, dalam benaak vin bertanya-tanya ada apa yang dengan tuannya,
bukankah dari rumah ia baik-baik saja? Mengapa sekarang menjadi seperti orang
yang punya banyak pikran, piker vin
Seperti basanya, jika aland punya masalah pasti
dirinya akan menuju klub yang bisa menghibur dirinya, melepaskan semua apa yang
menjadi beban dalam pikirannya, aland melajukan mobilnya dan sampai ke klub
yang selalu ia kunjungi, disana ia bisa menenangkan pikirannya dan mencari
kkesenangan baru dengan Wanita malam yang menemaninya
next
berikan komentar mu ya readers:>
__ADS_1