Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 118, Kembali


__ADS_3

Hal yang sangat membuat kita bahagia adalah dengan tidak ada kecanggungan yang terjadi dalam hubungan antara keluarga dengan kita, juga hal yang membuat kita bahagia adalah ketika keluarga yang kita sayang dan orang yang kita sayang saling menerima satu sama lain tanpa ada rasa kebencian, hal itu sudah sangat berarti untuk kita, sangat membahagiakan dan menyenangkan hati


~Delvin Callista


Setelah pembicaraan Vin dan Dar yang saling membuka diri satu sama lain dan mengutarakan rasa mereka, akhirnya Vin berpamitan untuk kekamarnya, namun bukannya masuk kedalam kamarnya, Vin alah berbelk kekamar Chloe karna ia tau pasti gadisnya sudah kekmar karna Al sudah kekamar mereka


tanpa mengetuk pintu erlebih dahulu, Vin langsung masuk begitu saja dan membuat Chloe terkejut dengan kedatangannya


"kak Vin, ngagetin aja, kenapa gak ketuk pintu dulu, kalau aku tadi jantungan gimana?" tanya Chloe mengomel dan membuat Vin hanya menyengir kuda tanpa rasa bersalah


Vin melangkahkan kakinya dan mendekati Chloe yang sudah berada diranjang, menyilakan kakinya dan bermain ponsel, tidak begitu menghiraukan kedatangan Vin, membuat pria itu kesal dan cemberut


" maaf beby, aku tidak sengaja. tadinya aku pikir kamu masih ...." ucapan Vin menggantung karna Chloe langsung memtong perkataannya


"masih apa!!?" ucap Chloe dan melototkan matanya kearah Vin, entah apalagi alasan Vin ngeles agar tidak dimarahi dan disalahkan oleh Chloe


"tidak ada beby, ia aku salah" ucap Vin dan langsung naik keatas ranjang memeluk tubuh Chloe dengan tertawa kecil melihat Chloe yang masih merasa kesal


"jangan peluk aku kak, aku gerah" ucap Chloe dan ingin melepaskan tangan Vin dari pinggangnya namun Vin tidak mau dan malah memeluknya lebih erat dan rebahan sambil meletakkan kepalanya diatas paha Chloe


"beby, jangan marah marah, nanti cepat tua dan tidak baik untuk kesehatan" ucap Vin bercanda dan mencium perut Chleo, membuat gadis itu tersenyum dan melupakan kekesalannya terhadap kekasihnya itu, eakkkk


"hemm, aku tau itu. aku lebih tau daripada kak Vin" ucap Chlooe tersenyum dan meletakkan ponselnya, ia mengelus wajah Vin dan tersenyum, rasa bahagia masuk kedalam hatinya, akhirnya ia bisa mendapatkan hati pria dingin ini dalam beberapa saat, hahhah Chloe terlalu pintar membuat Vin seperti anak kucing,

__ADS_1


" beby, jangan memanggil ku dengan sebutan kak sialan itu, aku tidak suka" ucap Vin dan memasang wajah cembeerut dan seolah marah karna Chloe masih menyebutnya dengan panggilan kak, Vin tidak suka itu, selah mereka tidak ada hubungan spesial


"lalu aku harus memangil kak Vin apa?" tanya Chloe meminta saran dari Vin, ia sendiri juga bingung karna sudah terlalu sering dengan panggilan itu, dan susah untuk membiasakan diri menggantinya


"panggil aku dengan cinta?, atau sayang?" ucap Vin memberikan saran dnegan panggilannya, kalau Chloe memanggilnya dengan kaka dia sangat tidak suka itu


"itu terlalu biasa kak, bagaimana dengan bunny?" tanya Chloe seperti drakor yang ia tonton, menyebut orang yang mereka sayang dnegan sebutan bunny


"hemm, itu bagus tapi sangat tidak nyaman untukku, lagipula aku tidak suka beby" ucap Vin yang menurutnya itu tidak bagus untuk dirinya, terkesan sangat manis dan kiyowo


"baiklah aku panggi Vin saja" ucap Chloe karna idenya ditolak oleh Vin dan membuat mood nya sudah buruk,lagipula apa buruknya dnegan panggilan bunny


"beby kok malah nama aku, kan aku bilang panggilan kesayangan kamu!" ucap Vin yang tidak bisa marah kepada Chloe, namun dengan raut wajah yang kesal, sangat menggemaskan, diluar saja galak tapi sama pawangnya nuurt saja


"ya sudah, terserah kamu saja memanggilku apa, bunny tidak masalah snagat bagus panggilan itu" ucap Vin dan bangun dari tidurnya mencium bibir Chloe


"jangan mayun seperti itu, nanti aku bisa membuat bibirmu bengkak" ucap Vin tersenyum jahil dan kembali mencium bibir Chle, namun kali ini bukan hanya kecupan Vin emmeperdalam ciumannya dan menagrahkan tubuh Chloe untuk tidur, mengukung tubuh kecil ramping itu dan menari leher Chloe agar lebih leluasa mengekplor mulut kekasihnya


" bibirmu terllau manis beby" ucap Vin disela kegiatannya\, melepaskan Chloe agar bisa menghirup udara dan kembali menciumnya\, menge**sap bibir Chloe dan melu**matnya dnegan kuat\, seolah itu adalah makanan yang kenyal yang ingin Vi gigit\, sampai akhirnya bibir Chloe mengeluarkan suara lenguhan dan menaikkan libido Vin


tangan yang tadinya hanya diam kembali menyeruak dibalik piyama Chloe dan mencari buah favorit miliknya, tangan Vin sampai kepada pembungkus squishi Chloe dan menari pengait untuk melepaskannya


"ughhh"

__ADS_1


kembali lagi suara memalukan itu Chloe keluarkan, tangan Vin sudah sampai di squishi miliknya dan mere**masnya dnegan kuat, membuat gelenjar aneh mengiringi masuk ketubuh Chloe, gadis itu menahan sakit dan kenimatan yang setara dnegan listrik 200V masuk kedalam tubuhnya


menjalar panas namun sangat nikmat, Vin tidak hanya mencium bibrinya, namun Vin mengekplor leher jenjang milik Chloe dan meningggalkan bekas kecupan disana, buah ceri sudah ada beberapa dileher Chloe


Vin akhirnya mmebuka baju milik Chloe dan tangannya kembali mere**mas buah squishi milik Chloe\, dan mulut yang tadinya Vin gunakan untuk menelusuri mulut Chloe sekarang mneg*hisap squishi Chloe dan membuat Chloe menggelinjang kenikmatan


"kak Vin.." ucap Chloe saat tangan Vin mempermainkan pu**ting miliknya\, sangat nikmat namun terasa mengganjal\, meskipun begitu Chloe tetap menikmatinya dan menekan kepala Vin agar memperdalam his**apannya


Vin yang sudah tidak bisa menahan dirinya akhirnya satu persatu baju miliknya ia lepas, dan menyisakan boxer miliknya sebagai pembungkus king cobranya, begitu juga dengan Chloe, tangan Vin melepaskan seluruh piyama Chloe dan hanya tersisa benda segitiga membungkus bukit kecil milik Chloe


"kak.. Vin" ucap Chloe memanggil nama Vin, namun itu Vin anggap sebagai irama dalam permainan yang ia ciptakan, tangan Vin sekarang sudah beralih kebawah dan mengelus lembut paha Chloe, semakin meningkatkan libidonya dan king cobra miliknya juga sudah tegang


sampai akhirnya Vin sadar dan melihat wajah Chloe yang sudah menahan diri sejak tadi, namun Vin sadar mereka belum sah dan ia tidak mau melakukan hal lebih dari ini, melakukan ini saja Vin merasa terllau breng*sek sebagai lelaki


"maafkan aku beby" ucap Vin dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, ia tau apa yang ia lakukan adalah kesalahan besar dan sudah dua kali pula, namun tetap saja Vin tidak bisa menghentikan dirinya jika sudah menikmati tubuh Chloe yang indah itu


"tidak apa bunny, aku mengerti. kamu lepaskan dulu dikamar mandi" ucap Chloe yang tidak polos lagi, ia tau Vin pria dewasa yang normal, juga butuh untuk memuaskan hasrat king cobranya


"hemmm. baiklah, tunggu disini dan jangan pakai bajumu dulu" ucap Vin dan diangguki oleh Vin, pria itu melangkah kekamar  mandi untuk melakukan pelepasan yang tadinya sudah tegang


next


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers>😍😍

__ADS_1


__ADS_2