Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 60, kepulangan Agatha dan Alfred


__ADS_3

Kalian berdua sudah resmi menjadi satu keluarga, kami hanya berharap tidak ada yang menjadi penghalang dihubungan kalian, kami tau apa alasan kalian menikah, dan mungkin itu alasan yang sukar untuk diterima oleh gadis belia sepertimu, dan bahkan tidak adil untuk seorang kakak, namun itu sudah menjadi takdir dan jalan untuk kalian, semoga kalian bahagia


~Agatha Chevalier


Satu minggu terhitung setelah hari pernikahan Aland dan Asya selesai, dan terhitung dari minggu itu, artinya Agatha dan suaminya sudah dua minggu disini, dan sudah terlalu lama mereka meninggalkan perusahaan yang ada di Swiss tanpa ada pantauan mereka, juga anak mereka Darrec yang tidak peduli dengan appun ikut-ikutan untuk liburan lama-lama di Indonesia, membuat mereka harus cepat untuk pulang


hari ini adalah hari dimana keluarga Aland pulang ke negara mereka, sulit untuk Asya berpisah dengan Agatha yang sudah dia anggap menjadi pengganti mamanya, namun harus berpisah kembali karna urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan lama-lama


"om, apa bibi dan paman akan pulang hari ini?" tanya Asya yang sibuk dengan cemilannya sedangkan suaminya sibuk dengan ponsel ditangannya dan mengelus kepalanya


"sepertinya jadi sayang, nanti mereka akan datang kesini, mugnkin sebentar lagi" jawab Aland namun matanya tidak lepas dari benda pipih yang ia pegang, malah semakin fokus dengan ponselnya, membuat ostrinya cemberut karna suaminya lebih mementingkan ponselnya dibanding dirinya, ada apa diponsel itu, Asya sendiri tidak tau


"om, Asya mau sekalian ke mall buat beli sesuatu setelah mengantarkan mereka, boleh kan?" tanya gadis kecil itu lagi untuk mengambil perhatian suaminya dari ponsel itu, namun ternyata gagal, Aland hanya menjawab iya tanpa melihat wajah istrinya


" om nanti kita makan diluar yah, aku malas masak" kata gadis itu lagi, namun tetap saja mata suaminya tidak berpaling membuat gadis kecil itu kesal dan langsung meninggalkan Aland yang masih fokus dengan ponselnya


"dari tadi hp terus, tidak mendengarkanku bicara, giliran nanti diajak pasti bertanya, emangnya aku mengatakan iya?', selalu saja begitu" omel gadis kecil itu dan langsung masuk kedalam kamar membawa perasaan kesal dan marah karna suaminya tidak menghiraukannya


tidak menunggu waktu yang lama, Aland baru sadar kalau gadis kecilnya tidak ada dipelukannya lagi, membuat pria itu kebingungan mencarinya, dan ia melihat pintu kamar mereka terbuka, dan itu artinya gadis kecilnya ada disana, tapi mengapa tidak mengajaknya, pikir Aland dan langsung melangkah masuk untuk menemui gadis kecilnya didalam


Aland mencoba melihat sedang apa istri kesilnya, namun yang ia temui malah wajah kesal dan airmata yang mengalir diwajah istrinya, sontak saja Aland langsung memeluk istri kecilnya, tanpa ia tau bahwa dia sendiri yang membuat istrinya menangis

__ADS_1


"sayang ada apa, emngapa kamu menangis hemm?" tanya Aland sambil mengelus pipi istrinya dan mencium bibir istrinya, masih sempat modus ya om 🤣🤣🤣


"tidak, aku tidak menangis, hanya saja aku tidak menyukai om seperti itu" kata Asya membuat Aland mengerutkan keningnya ia tidak mengerti mengapa istrinya marah padanya


"kenapa sayang, kenapa malah menyalahkanku?" tanya pria itu dan semakin membuat istrinya kesal dan melepaskan tangannya yang tadinya ia buat memegang bahu istrinya


"kenapa sayang, kenapa marah padaku, apa aku ada salah?kalau begitu maafkan aku, katakan dimana salahku"kata Aland panjang lebar, tidak ingin membuat wanitanya marah dan kesal padanya, darisana saja sudah kelihatan siapa yang jatuh love bukan??, namun Aland masih menyangkal kalau dirinya mencintai Asya


"tidak, om tidak pernah salah, Asya yang salah terlalu cengeng dan terlalu menyusahkan untuk om, awas, aku mau mandi dan bersiap" kata gadis itu, benar-benar mengabaikan Aland, sedangkan suaminya semakin tidak tau letak kesalahannya dimana, membuat ia pusing sendiri dan mengikuti istrinya masuk kedalam kamar mandi


"jangan mengikutiku, lihatlah pinselmu sudah berdering, entah sudah berapa wanita memeberi pesan pada om dan mungkin ingin om temui  plakk!" kata Asya dan langsung menutup pintunya dengan keras membuat Aland terkejut dengan sikap istri kecilnya yang tidak biasa


"gadis sekecil itu juga bisa marah dan melakukan seperti tadi, sungguh bukan pikiranku" kata Aland tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ia merasa lucu sikap istrinya yang marah tidak jelas, hanya karna ia mengabaikan


"hemm,, baiklah, kalian datang saja dulu kesini" kata Aland dan mematikan panggilannya, ia mengetuk pintu kamar mandi agar ikut membersihkan diri, karna keluarganya ingin segera datang


"sayang, bukalah cepat. nanti kita telat, Vin sudah mau tiba disini dan yang lainnya" kata Aland berteriak namun tetap tidak dihiraukan Asya, didalam gadis itu etrsenyum senang karna bisa mengerjai suaminya yang tadi membuatnya kesal


"astaga sayang, ku mohon bukalah cepat" ucap Aland yang keberapa kalinya, dan pada akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan istrinya dengan handuk melilir ditubuh putihnya, membuat Aland mau tak mau menelan ludah dengan pemandangan indah didepan matanya


"sayang, apa kamu senagaj memancingku?' tanya Aland dan memeluk gadis kecilnya dari belakang, membuat Asya sedikit menjauh namun sia-sia

__ADS_1


"tidak,, siapa juga yang mau menggoda om, aku hanya ingin cepat bersiap-siap" kata Asya namun dalam hati ia tertawa melihat suaminya yang sedikit frustasi


"humm... awas saja nanti malam, tidak ada ampun untukmu" ucap Aland dan mencium pipi istrinya, pria itu segera berlalu kedalam kamar mandi dan Asya tersenyum melihat suaminya terpancing begitu cepat


pukul 10.00 WIB, Bandara Internasional Seokarno Hatta


keluarga Chevalier sudah tiba dibandara dnegan waktu yang sudah di planningkan, tidak juga lupa dengan Darrec dan Chloe, meskipun tidak ada sangkutan darah atau hubungan keluarga mereka tetap menjaga hubungan sebagai sahabat, Asya sengaja mengajak Chloe untuk ikut mengantarkan keluarga Darrec agar kedekatan mereka semakin erat


"sayang, kamu jaga diri baik-baik ya, kalau Al menyakitimu atau membuatmu menangis, kamu bilang ke bibi,aku yang akan turun tangan membri pelajaran untuknya" kata Agatha sambil memluk menantunya dan mencium Asya dengan sayang


"bibi hati-hati ya, sering-seringlah main ke Indonesia ya bi" uvap gadis kecil itu namun tidak bisa ditutui, kesedihan Asya membuat dirinya tidak tahan untuk tidak menangis


"iya sayang, kalian baik-baik disini ya, kalau ada apa-apa, kamu jangan takutmeninggalkan pria tua itu, kamu masih punya kakak Vin pasti selalu menjagamu' kata Agatha dan diangguki oleh Asya


semua keluarga pamit dengan kesedihan pasti ada dlaam hati masing-masing, namun itu tidak membuat mereka untuk batal pulang, begitu juga dengan Darrec, ia sedikit kecewa lantaran dipaksa untuk ikut pulang, padahal dirinya belum sempat meluluhkan tambatan hatinya pada gadis yang ia taksir


"aku pulang ya kakak ipar, semoga betah dnegan pria yang tidak tau untung itu" kata Darrec, namun Asya tidak tau apa artinya, membiarkan perkataan Darrec berlalu begitu saja


"sudah, sana pulang, jangan lama-lama dekat dengan istriku" kata Aland dan mendorong sepupunya untuk segera menyusul bibi dan pamannya, semua akhirnya pulang, Aland dan Asya pulang kerumahnya, dan Vin serta Chloe pulang secara bersamaan dengan Vin lagi dan lagi mengantar gadis itu


next

__ADS_1


maaf kalau banyak yang komen upnya dikit, atau lama, othor harap kalian mengerti, kalau othor juga punya banyak pekerjaan yang gak bisa dinomor duakan, lagi othor sakit jadi kadang lihat layar hp gak tahan matanya, maaf ya readers ku tercinta😘😘


__ADS_2