Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 60~S2


__ADS_3

...___...


Genna mencebik kesal, mengerucutkan bibir nya lalu berdecak lidah. Dia merasa risih dan terganggu dengan Candra yang menopang kan kepala pada paha nya.


"Om minggir dong..!!" Kesal gadis itu mengusir nya berulang kali, namun Candra sedikit pun tak bergeming dari posisi nyaman nya.


"Gak mau Gen !" Sargah Candra menolak.


"Aku gelitikin nih..!!" Ancam Genna.


"Gak takut !" Candra justru menantang nya.


Dengan gerakan cepat, Genna tak lagi berpikir dan langsung menyerang laki-laki itu. Dia menggelitik perut Candra tanpa henti.


"Ampun Gen ampun !!"


Candra bangkit, dia duduk tegap dengan seringai yang sangat sesuatu. Menatap ke arah Genna yang menggertak kan gigi nya menatap laki-laki itu. Genna bersiap seperti akan menyerang nya lagi.


Namun belum sempat Genna kembali melakukan aksi nya, dia sudah terjatuh membentur sandaran sofa karena Candra yang lebih dulu menyerang nya, laki-laki itu membalas serangan nya dengan menggelitik di sekujur perut nya tanpa ampun.


"Om apa an sih !" Keluh Genna yang berusaha menghindari serangan Candra, berusaha menepis setiap serangan yang ternyata sangat sulit untuk dia hindari.


"Mau coba-coba gelitikin aku ya.." Gumam Candra yang memang sudah berniat membalas nya.


"Enggak-enggak om, enggak lagi..." Genna meringis merasa geli.


"Ampun om.. ampun... ampun...ampun..." Rengek Genna yang memohon ampun pada Candra agar laki-laki itu segera menghentikan gelitikan pada tubuh nya.


"Ampun gak.."


"Iya ampun om, ampun..." Suara Genna terdengar gemetar, dia memang tertawa geli sampai akan menangis.


"Mau temani aku makan atau tidak ? kalau gak mau aku gelitikin lagi nih.." Ancam Candra yang berancang-ancang akan kembali menyerang Genna.

__ADS_1


"I-iya.. iya.. iya..." Ucap Genna menyerah, sungguh tidak bisa jika akan mengabaikan laki-laki itu.


...___...


Di dalam kamar, Della tampak murung. Mata nya berkaca-kaca, nafas nya naik turun dan terdengar sesegukan. Dia duduk di atas tempat tidur sembari memeluk boneka beruang besar nya.


Candra akan pergi menuju ke kamar nya, tapi langkah nya terhenti ketika dia tanpa sengaja melirik pintu kamar putri nya. Dia teringat, saat tadi makan malam gadis itu tampak muram dan diam saja.


Candra pergi menuju kamar Della, dia mengetuk nya sebentar tapi tak mendapat kan jawaban. Mungkin kah gadis itu sudah tidur, tapi sangat tidak mungkin untuk Della yang tidur di jam 8 malam seperti ini.


Candra membuka daun pintu kamar Della dan mendapati gadis itu yang tengah duduk meringkuk di atas tempat tidur, terdengar suara isakan dari nya, buru-buru Candra datang menghampiri nya karena seperti nya Della sedang dalam ke adaan yang tidak baik-baik saja.


"Del.." Candra menyapa nya, dia duduk di tepian tempat tidur tepat di samping Della.


"Sayang.. kamu kenapa ?" Candra bertanya.


Buru-buru, Della mengusap air mata nya. "Aku, gak apa-apa pa.." Jawab gadis itu.


Candra menghela nafas nya, menggeser diri nya agar sedikit lebih dekat dengan putri nya. Dia menarik pundak Della mengarahkan nya ke dalam dekapan nya.


Mendengar ucapan sang papa, Della semakin mengencang kan isakan nya. Dia melingkar kan ke dua tangan nya pada pinggang sang papa, dan ingin menumpahkan semua rasa pada laki-laki itu. Sudah tak pernah lagi untuk Della dan Candra dekat seperti ini, apa lagi saat ini papa nya itu sudah menikah, sudah jarang ada nya waktu yang Candra sisih kan untuk nya. Ya, Della sangat merindukan sosok papa nya yang dulu.


"Ada apa sayang, cerita sama papa.." Ucap Candra sembari meregangkan pelukan mereka.


Della menunduk, seperti tak ingin bercerita namun begitu berharap papa nya itu untuk mengerti.


"Anak papa menangis.. gak biasa nya seperti ini.. ada apa ? coba cerita" Ujar Candra yang sedikit memaksa nya, dia ingin tahu apa yang sedang di rasakan oleh putri nya itu.


Della sedikit mengangkat wajah nya, namun dia tak berani menatap wajah sang papa.


"Pa, Della hanya takut.." Gumam nya.


"Takut ?" Ulang Candra. "Kenapa Dell..?"

__ADS_1


"Della takut papa akan berubah" Tutur Della kembali menundukkan kepalanya.


"Berubah gimana sih sayang.." Tangan Candra terulur dan mengacak rambut gadis itu.


Namun Della hanya diam. Sikap nya telah menunjukkan rasa takut dan ketidak tenangan.


"Papa tidak akan berubah, papa akan selalu ada disini, menjaga dan melindungi mu.." Titah Candra.


"Tapi aku tetap merasa takut, jika papa akan pergi meninggalkan ku dan melupakan ku di saat papa sudah mempunyai kebahagian lain selain aku.." Gumam Della di tengah-tengah isak tangis nya.


Itu lah yang Della rasakan belakangan ini di saat Candra dan Genna akhir-akhir ini sudah mulai dekat, hati nya merasakan takut yang teramat sangat. Takut jika Candra akan mengabaikan nya di saat dia telah memiliki kebahagian baru, yaitu Genna. Terlebih lagi, Della memang bukan lah siapa-siapa di dalam hidup Candra.


"Della.. Sayang.. jangan berpikir seperti itu, Della itu anak papa, anak kesayangan papa, sampai kapan pun Della adalah yang utama untuk papa.." Gumam Candra yang ingin menenangkan Della. "Della adalah kebahagiaan papa, gak ada yang lain sayang.." Imbuh laki-laki itu.


"Papa gak bohong kan pa, papa gak akan lupain Della kan ??" Ulang Della yang ingin membenarkan ucapan Candra.


"Mana pernah sih papa bohong sama kamu sayang.." Tegas Candra, dia kembali menarik Della ke dalam dekapan nya.


"Della sayang banget sama papa.." Della pun ikut merangkul papa nya.


"Apa lagi papa sayang, papa sayang... banget sama Della. Gak ada yang lain !" Gumam Candra.


Sementara di sisi lain.


Genna merasa dada nya terasa begitu sesak, hati nya merasakan ada suatu benda tajam yang menghujam hati nya. Terasa begitu sakit, perih seperti sebuah luka sayatan di sana.


Genna merasa saat ini hati nya bagaikan tengah melihat keindahan sebuah bunga mawar yang mekar berseri, dia ingin mengambil nya, ingin merasakan ke indahan dan keharuman nya, tapi ketika dia akan meraih nya, jemari nya telah tertusuk duri-duri tajam yang mengitari di setangkai bunga mawar itu, sungguh menyakitkan..


Genna terbenam dalam diam nya. Tanpa terasa air mata nya telah lolos dari pertahan nya. Hati nya terasa sakit, perih mendengar semua pembicaraan antara Candra dan Della tanpa sengaja.


Genna mengusap air mata nya, menarik nafas nya dalam-dalam sebelum kaki nya melangkah untuk pergi.


...___...

__ADS_1


Sabar ya Gen..🥺


Kamu mulai bucin tapi kok gini 😢😢😢


__ADS_2