
Aku tidak pernah menyangka kalau akhirnya dia nekat untuk kembali, bukan maksudku untuk mengecewakan yang sudah bersamaku saat ini, namun bagaimanapun perasaan dan kenangan masalalu masih tetap ada, aku tidak bisa menghindarinya dan mengatakan tidak, padahal iya sangat susah bagiku untuk memilih antara dua hal yang ingin aku pertahankan
~Aland Cvevalier
pagi yang cerah untuk rumah tangga yang baru, hari ini Aland berencana untuk kekantornya, ia ingin melihat perkembangan perusahaan dan juga ia tidak mungkin terus menerus mengandalkan Vin, sementara kakak iparnya itu juga punya masalah atau pribadi yang harus ia lakukan, bukankah Aland terlalu egois jika mengandalkan Vin selalu
sama seperti hari-hari sebelumnya, Asya selalu bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk mereka, dan hari ini juga seperti itu, gadis kecil itu seolah tidak ada lelahnya untuk melakukan pekerjaan rumah, walaupun Aland mengakan mereka cari pelayan saja, tapi Asya tidak mau, katanya apa artinya ia seorang istri kalau tidak bisa mengerjakan rumah dan mengurus suaminya
namun, ada satu hal yang membuat Asya sedikit berkecil hati, karna ia tidak bisa mneyelesaikan sekolahnya, itu yang membuat gadis polos itu sedikit bersedih, namun ia tidak pernah mengungkapkannya secara langsung, pasalnya itu bukan sesuatu yang terlalu besar menurutnya
"om, bangunlah, udah jam 6 lewat, nanti om telat kekantornya" kata gadis itu sambil membuka selimut yang menutupi tubuh berotot suaminya, dsambul menggoyangkannya seidkit agar Aland sadar dan bangun
"om.. cepatlah, jangan menunda waktu, itu tidak baik" kata gadis dan segera meninggalkan suaminya yang masih tidur, ia menyiapkan baju kantor Aland terlebih dahulu seblum melanjutkan membangunkan suaminya
"sayang, sudah jam berapa?" tanya Aland tiba-tiba bangun dan berjalan kearah istrinya, gadis itu hanya mentaap Aland dengan tatapan sulit diartikan, namun segera ia memalingkan tatapannya
"jam enam lewat om, mandilah, aku sudah menyiapkan sarapan di bawah" kata Asya dan diangguki oleh suaminya, gadis itu berpindah ke ranjang untuk merapikan sekaligus menggandi sprei mereka,
setelah beberapa menit didalam kamar mandi, Aland selesai dengan ritual mandinya dan keluar dengan handuk melilit dipinggangnya dan rambut setengah basah, perut kotak-kota menambah ketampanan pria itu, membuat istrinya diam membisu diatas ranjang, menikmati pemandangan pagi hari yang menuejukkan š¤£š
"kenapa menatapku seperti itu hemm?,apa kamu bari sadar ketampanan suamimu ini" ucap Aland tanpa dosa, yang mana membuat gadis kecilnya jantungan dan merona, ditambah lagi kata suami tersemat di ucapan Aland semakin membuat jantung gadis itu tidak stabil
__ADS_1
Anggap aja itu Aland yang baru saja mandi dan diliatin oleh istri kecilnya wkwkš¤£š¤£
"emm\,\, anu\,\,eemm tidak" ucap Asya terbata-bata dan menundukkan pandangan matanya\, ia tidak tau harus bersikap seperti apa didepan suaminya\, walaupun sudah sering melakukan **ituĀ **tetap saja Asya malu jika suaminya bicara terlalu buka-bukaan
"tidak apa sayang, bicaralah dengan baik" kata Aland lagi, sengaja membuat istrinya kelagapan dan tidak tau harus bersikap seperti apa
"tidak ada om, pergilah pagai baju, aku tunggu didepan" kata Asya dan langsung lari dari ranjangnya, membuat tubuhnya hampir saja terjatuh sangking gugupnya dan harus melompat dari ranjang, bukannya takut, Aland malah tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan
"dasar bocah" ucap Aland dan menggelengkan kepalanya, ia berlalu dan memakai bajunya yang sudah disiapkan istrinya, sedangkan Asya mengatur nafasnya karna berlari dari astas kebawah
"huh..huh..huh.. dasar om tua, apa dia selalu akan membuatku jantungan dan mati kaku" omel Asya dan segera menyiapkan sarapan mereka, tak lupa juga ia membuat bekal untuk suaminya, agar Aland tidak perlu keluar untuk makan siang, sekaligus menitipkan makan siang untuk kakaknya
"babe, morning kiss ku belum kamu berikan" ucap Aland sambil membawa tas kantornya menuruni tangga, melihat istrinya sudah stay dimeja makan menunggu dirinya
"muachh" satu kecupan mendarat sempurna di bibir Aland, dengan sigap tangannya menahan tengkuk istrinya dan memperdalam ciu**man mereka, sampai gadis ekcil itu kehabisan nafas baru Aland melepaskannya
"terimaksih sayang, aku pamit dulu" kata Aland namun dengan cepat suara Asya menghentikanlangkah suaminya, Aland menoleh kebelakang dan melihat ostrinya menenteng dua tupperware
"untuk siapa babe?" tanya Aland dan mengambil kedua bekal itu
"untuk om, dan kak Vin. jangan lupa dimakan dan berikan sama kak Vin, aku khusu membuatkannya untuk kalain" kata Asya sambil tersenyum senang, lain kali ia sendiri yang akan datang kekantor suaminya membawakan bekal makan siang utnuk dua pria yang ia cintai
"humm baiklah, jangan terlalau cape dirumah, kalau bosan telfon aku biar aku suruh aupir menjemputmu" kata Aland dan diangguki istri kecilnya, pria itu akhirnya melangkah kemobilnya dan segera tancap gas untuk pergi kekantornya, berbeda dengan Asya ia masuk kedlama dan membersihkan sisa piring kotor mereka dan melanjutkan pekerjaan rumah yang tadi belum sempat ia lakukan
__ADS_1
Di perushaan V/A Corp, Aland sampai dengan tepat waktu, meskipun tadi ia sempat terjebak macet, namun tetap saja tuan Chevalier itu tidak terlambat, meskipun telat kan tidak ada yang marah bukan?š¤£š¤£,
Aland berjalan masuk kedalam dengan rantangan ditangannya dan tas ditangan yang lain, semua karyawan melihat pemandnagan itu dengan bisik-bisik tetangga, mereka barui pertama melihat bos besar mereka membawa bekal begitu, dan terlihat sedikit berbeda hari ini
sebelum keruangannya, Aland terlebih dahulu keruangan Vin untuk memberikan titipan istrinya, tidak lupa juga Al menyuruh Vin untuk datang keruangannya dengan berkas yang hrus ia tangani
"makasih Al, adikku memang pengertian sekali" kata Vin saat menerima titipan bekal dari adiknya, ingin sekali Vin mengunjungi adiknya, namun ia masih belum punya waktu yang banyak
diruangan Al, dua pria sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Vin demngan ponselnya, dan Al sibuk dengan berkas dan laptop didepannya, tidak ada percakapan diantara mereka, namun sedetik kemudian suara ponsel Al berdering, dengan cepat pria itu melihat siapa yang menelfonnya
"hallo" ucap Al dengan kening yang berkerut, ia tidak tau siapa yang menelfonnya, nomer baru diponsel Aland namun suara itu seolah tidak asing untuknya
" ......."
"jangan lakukan apapun, aku tidak ingin melihat dirimu, berhenti mengusik hidupku!" ucap Al dengan suara penekanan dan tertahan tidak ingin Vin mendengar percakapan mereka, Al langsung keluar dari ruangannya, membuat Vin merasa curiga dengan tingkah Al
karna selama Vin tidak masuk kekantor, banyak yang dilakukan oleh Vin,mulai dariĀ penyelidikan tentang masalalu Al, dan musuh dibalik semua peristiwa yang terjadi beberapa tahun sila, dan apa yang sedang Al kerjakan akhir-akhir ini, ia tidak mau jika adiknya yang terkena imbas dari keegoisan Al
Vin juga ingin melakukan yang terbaik untuk adiknya, selama ini Asya sudah terlalu menderita, ia ingin membalas perbuatan tantenya, haura dan frank, saat ini Vin masih mengumpulkan bukti untuk merebut apa yang seharusnya milik mereka berdua
next
maaf ya readers up nya kadang gak beraturan, karna othor kalau lagi free ya othor ngetik, tapi kalau banyak kerjaan othor kadang nomor duakan ngetik novelšš
__ADS_1
jangan lupa like,komen,dan favorite kalianšš