
Dan pada akhirnya apa yang aku harapkan menjadi
kenyataan, meskipun tidak sebaik ilusiku tapi setidaknya aku masih bisa
bertahan
~Alesya Callista
Jam menunjukkan pukul 13 lewat lima belas menit, dan itu
artinya sekarang adalah waktu makan siang, namun tidak bagi aland ia harus secaptnya
sampai keapartemen dan melihat gadis dungu yang ia tolong semalam
Dengan berjalan cepat, aland akhirnya sampai didepan pintu apartemen
dan langsung memasukinya, hal yang pertama ia lihat adalah penampakan seorang
gadis yang sedang tidur dilantai dengan
beralaskan karpet yang sudah disediakan diapartemen milik aland.
Dengan Langkah yang perlahan aland mendekati gadis tersebut
dan berjongkok, ia menelusuri setiap inci wajah gadis dungi yang dikatai oleh asistennya, dengan tangan yang semakin
terangkat, aland menyibak anak rambut yang menutupi pipi gadis tersebut,
perlahan tangannya mengelus pipi asya dengan lembut
“kenapa dia tidur disini, kan ada kamar yang bisa ia pakai”
gumam aland dan meninggalkan asya yang masih tertidur, takut ia menganggu tidur
gadis tersebut, dan membuat aland masuk kekamar berniat ingin membersihakn
tubuhnya terlebih dahulu
Tapi Langkah aland terhenti karna ada sesuatu yang berubah
dipandangan matanya, yahh apartemennya menjadi lebh rapi dan lebih tertata disbanding
sebelumnya ia tinggalkan
“apa gadis itu yang merapikannya?” tanya aland pada dirinya
sendiri, tidak sadar bibirnya terangkat dan tersenyum tipis kala melihat
pemandangan didepannya
“tau diri juga gadis itu” tambahnya lagi dan melanjutkan langkahnya
lagi memasuki kamarnya
Tidak menunggu lama untuk aland membersihkan diri, hanya 20 menit
saja, ia sudah selesai dan Kembali keruang tamu dengan pakaian casual, baju
kaos polos berwarna putih bersih dan celana casual selutut, dan ia mendekati
gadis dungu yang masih tertidur lelap dilantai.
“hei bangun, jangan molor terus, ini bukan rumahmu!!” kata
aland dengan menggoyangkan tubuh asya sedikit kasar
“hei banagun, jangan
keenakan tidur disini!” kata aland lagi, dan membuat asya terhusik akhirnya
bangun dari tidurnya
“ehh.. maaf om saya ketiduran, maafkan saya” kata asya
dengan wajah tertunduk malu, ia malu karna ketiduran sampai pemilik apartemen
ini pulang dirinya tidak tau
__ADS_1
“ayo bangun , jangan tidur mulu!” kata aland dan langsung
diyturuti oleh asya, ia berdiri dan masih dengan kepala menunduk
“mengapa kau tidur dibawah!?” tany aland dengan sorot mata
tajam dan wajah yang datar, membuat asya kikuk dan tidak berani menatap pria
itu, ia lebih baik berhadapan dengan delvin dari pada pria ini, sungguh
mengerikan menurutnya
“maafkan saya om, tapi saya tidak tau harus tidur dimana
lagi” jawab asya dengan wajah polos dan wajah yang terus menatap lantai, seolah
ada sesuatu disana
“ lihat saya, jangan menundukkan tatapanmu!” kata aland dan
berhasil membuat asya senam jantung, ia tidak tau harus melakukan apa, hanya
melihat sorot mata tajam pria itu dan wajahnya yang datar membuat nyali asya
menciut mundur
“mengapa tidur dibawah, kan ada kamar yang bisa kau pakai
untuk istirahat!” kata aland dan bluss,, asya tidak tau lagi harus menilai seperti
apa pria didepannya ini, tadi dia begitu kasar dan sekarang berubah perhatian
“maafkan saya om, saya merasa tidak enak jika tidur disana”
kata asya ditengah jantungnya yang masih asik bergoyang ria
“apa kau yang membersihakn ini semu!?” tanya aland dan
dijawab anggukan kepala asya dan mata yang mellow
“mengapa harus membersihkannya? Apa asisten saya menyuruhmu
untuk berhadapan dengan pria yang berada didepannya ini
“Tidak om” jawab asya dengan suara yang lirih karena
ketakutannya melihat aland, mana dipaksa harus menata pria itu
“berhenti memanggilku om, aku bikan om mu dan tidak perah
menikah dnegan tantemu” kata aland dengan suara khas tegas dan penuh penekanan,
mendengar suara bariton itu asya semakin takut dan langsung terdiam menunduk
“m..maa..maafkan saya om” jawab asya dan tidak terasa
airmatanya melelh dan membasahi pipinya, ia sungguh tidak menyangka jika dirinya
akan dihadapkan dengan pria semacam aland
“astaga, mengapa kau harus emnangis, berhenti menangis dan
tatap aku” kata aland dan menurunkan intonasi suaranya, dan menatap aya dengan
dalam
Gadis lugu dan bodoh, sangat cocok dengan apa yang
dikatak delvin, tapi ini sungguh menarik” gumam aland dalam hatinya dan
langsung mendekati asya
“dengarkan aku, aku tidak akan menyakiti dirimu semlama kau
tidak melakukan hal yang tidak kusuka” kaya aland dengan menjeda ucapannya, dan
melihat asya menganggukkan kepalanya tanda gadis lugu itu setuju dengan
__ADS_1
perkataannya
“dan aku juga tidak akan membuatmu semakin tersiksa, karna
aku buka setan yang bisa menyiksa manusia dengan kekejian, tapi aku hanya ingin
kau menuruti semua apa yang aku perintahkan dan suruh untuk kau lakukan” kata
aland dan Kembali menjeda ucapannya
Asya hanya bisa menjaddi pendengar yang baik dan
memperhatikan setiap kalimat yang diucapkan oleh pria didepannya ini
“kamu boleh melakukan apapun diapartemenku ini, tapi jangan
coba-coba untuk kabur dariku dan mencoba untuk menguasaiku!!” kata aland dengan
kata terakhirnya penuh penekanan, sedangkan asya tidak mengerti perkataan terakhir
pria ityu
“maksud om menguasai seperti apa?” tanya asya mendonggakkan
kepalanya berusaha untuk melihat wajah
pria itu, tegas dan berwibawa, sangat cocok menjadi penjahat, itulah yang ada dipikiran
asya saat melihat aland
“kau tidak mengerti maksudku?” tanya aland dengan menaikkan
satu allisnya dan menatap mata asya dengan dalam
“tidak” jawab asya singkat sambil gelengan kepalanya
“”ya sudah, lupakan saja yang terakhir, aku lupa bahwa kau
lugu dan bodoh” kata aland dan diakhir kalimatnya sengaja ia pelankan agar Wanita
itu tidak mendengarnya
“lalu apa yang harus aku lakukan om?” tanya asya lagi, dan
membuat mata aland Kembali melebar
“jangan memanggilku sebutan om, panngil aku yang lain” kata
aland yang tidak suka dengan panggilaan gadis lugu itu
“aku tidak tau apa yang harus aku pannggil” jawab asya
tertunduk malu
“baiklah, terserah padamu, kau bisa melakukan apapun disini
yang kau suka” kata aland dan duduk disofa dekat gadis itu
Sedangkan asya masih terdiam dan tetap mematung ditempatnya,
tanpa sepatah kata yang keluar dari mulutnya, namun ekspresi wajahnya bisa
dilihat bahwa dirinya sedang Bahagia
“jangan terlalu senang dulu, kau bisa membuat kopi?” tanya
aland dan langsung diangguki oleh asya
“buatkan aku kopi tapi jangan terlalu manis, dan hitam, juga
jika kau bisa memasak buatkan aku makan siang” kata aland mencoba menguji gadis
itu, apakah kepolosannya sama seperti gadis yang bisa melakukan pekerjaan
rumah, atau jangan-jangan gadis itu polos karna memang bodoh dalam segala hal
next
__ADS_1
Berikan komentarmu untuk mereka readers:>