Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 9, Jangan senang dulu


__ADS_3

Dan pada akhirnya apa yang aku harapkan menjadi


kenyataan, meskipun tidak sebaik ilusiku tapi setidaknya aku masih bisa


bertahan


~Alesya Callista


Jam menunjukkan pukul 13 lewat lima belas menit, dan itu


artinya sekarang adalah waktu makan siang, namun tidak bagi aland ia harus secaptnya


sampai keapartemen dan melihat gadis dungu yang ia tolong semalam


Dengan berjalan cepat, aland akhirnya sampai didepan pintu apartemen


dan langsung memasukinya, hal yang pertama ia lihat adalah penampakan seorang


gadis yang sedang tidur dilantai  dengan


beralaskan karpet yang sudah disediakan diapartemen milik aland.


Dengan Langkah yang perlahan aland mendekati gadis tersebut


dan berjongkok, ia menelusuri setiap inci wajah gadis dungi yang dikatai oleh  asistennya, dengan tangan yang semakin


terangkat, aland menyibak anak rambut yang menutupi pipi gadis tersebut,


perlahan tangannya mengelus pipi asya dengan lembut


“kenapa dia tidur disini, kan ada kamar yang bisa ia pakai”


gumam aland dan meninggalkan asya yang masih tertidur, takut ia menganggu tidur


gadis tersebut, dan membuat aland masuk kekamar berniat ingin membersihakn


tubuhnya terlebih dahulu


Tapi Langkah aland terhenti karna ada sesuatu yang berubah


dipandangan matanya, yahh apartemennya menjadi lebh rapi dan lebih tertata disbanding


sebelumnya ia tinggalkan


“apa gadis itu yang merapikannya?” tanya aland pada dirinya


sendiri, tidak sadar bibirnya terangkat dan tersenyum tipis kala melihat


pemandangan didepannya


“tau diri juga gadis itu” tambahnya lagi dan melanjutkan langkahnya


lagi memasuki kamarnya


Tidak menunggu lama untuk aland membersihkan diri, hanya 20 menit


saja, ia sudah selesai dan Kembali keruang tamu dengan pakaian casual, baju


kaos polos berwarna putih bersih dan celana casual selutut, dan ia mendekati


gadis dungu yang masih tertidur lelap dilantai.


“hei bangun, jangan molor terus, ini bukan rumahmu!!” kata


aland dengan menggoyangkan tubuh asya sedikit kasar


“hei banagun,  jangan


keenakan tidur disini!” kata aland lagi, dan membuat asya terhusik akhirnya


bangun dari tidurnya


“ehh.. maaf om saya ketiduran, maafkan saya” kata asya


dengan wajah tertunduk malu, ia malu karna ketiduran sampai pemilik apartemen


ini pulang dirinya tidak tau

__ADS_1


“ayo bangun , jangan tidur mulu!” kata aland dan langsung


diyturuti oleh asya, ia berdiri dan masih dengan kepala menunduk


“mengapa kau tidur dibawah!?” tany aland dengan sorot mata


tajam dan wajah yang datar, membuat asya kikuk dan tidak berani menatap pria


itu, ia lebih baik berhadapan dengan delvin dari pada pria ini, sungguh


mengerikan menurutnya


“maafkan saya om, tapi saya tidak tau harus tidur dimana


lagi” jawab asya dengan wajah polos dan wajah yang terus menatap lantai, seolah


ada sesuatu disana


“ lihat saya, jangan menundukkan tatapanmu!” kata aland dan


berhasil membuat asya senam jantung, ia tidak tau harus melakukan apa, hanya


melihat sorot mata tajam pria itu dan wajahnya yang datar membuat nyali asya


menciut mundur


“mengapa tidur dibawah, kan ada kamar yang bisa kau pakai


untuk istirahat!” kata aland dan bluss,, asya tidak tau lagi harus menilai seperti


apa pria didepannya ini, tadi dia begitu kasar dan sekarang berubah perhatian


“maafkan saya om, saya merasa tidak enak jika tidur disana”


kata asya ditengah jantungnya yang masih asik bergoyang ria


“apa kau yang membersihakn ini semu!?” tanya aland dan


dijawab anggukan kepala asya dan mata yang mellow


“mengapa harus membersihkannya? Apa asisten saya menyuruhmu


untuk berhadapan dengan pria yang berada didepannya ini


“Tidak om” jawab asya dengan suara yang lirih karena


ketakutannya melihat aland, mana dipaksa harus menata pria itu


“berhenti memanggilku om, aku bikan om mu dan tidak perah


menikah dnegan tantemu” kata aland dengan suara khas tegas dan penuh penekanan,


mendengar suara bariton itu asya semakin takut dan langsung terdiam menunduk


“m..maa..maafkan saya om” jawab asya dan tidak terasa


airmatanya melelh dan membasahi pipinya, ia sungguh tidak menyangka jika dirinya


akan dihadapkan dengan pria semacam aland


“astaga, mengapa kau harus emnangis, berhenti menangis dan


tatap aku” kata aland dan menurunkan intonasi suaranya, dan menatap aya dengan


dalam


Gadis lugu dan bodoh, sangat cocok dengan apa yang


dikatak delvin, tapi ini sungguh menarik” gumam aland dalam hatinya dan


langsung mendekati asya


“dengarkan aku, aku tidak akan menyakiti dirimu semlama kau


tidak melakukan hal yang tidak kusuka” kaya aland dengan menjeda ucapannya, dan


melihat asya menganggukkan kepalanya tanda gadis lugu itu setuju dengan

__ADS_1


perkataannya


“dan aku juga tidak akan membuatmu semakin tersiksa, karna


aku buka setan yang bisa menyiksa manusia dengan kekejian, tapi aku hanya ingin


kau menuruti semua apa yang aku perintahkan dan suruh untuk kau lakukan” kata


aland dan Kembali menjeda ucapannya


Asya hanya bisa menjaddi pendengar yang baik dan


memperhatikan setiap kalimat yang diucapkan oleh pria didepannya ini


“kamu boleh melakukan apapun diapartemenku ini, tapi jangan


coba-coba untuk kabur dariku dan mencoba untuk menguasaiku!!” kata aland dengan


kata terakhirnya penuh penekanan, sedangkan asya tidak mengerti perkataan terakhir


pria ityu


“maksud om menguasai seperti apa?” tanya asya mendonggakkan


kepalanya berusaha untuk  melihat wajah


pria itu, tegas dan berwibawa, sangat cocok menjadi penjahat, itulah yang ada dipikiran


asya saat melihat aland


“kau tidak mengerti maksudku?” tanya aland dengan menaikkan


satu allisnya dan menatap mata asya dengan dalam


“tidak” jawab asya singkat sambil gelengan kepalanya


“”ya sudah, lupakan saja yang terakhir, aku lupa bahwa kau


lugu dan bodoh” kata aland dan diakhir kalimatnya sengaja ia pelankan agar Wanita


itu tidak mendengarnya


“lalu apa yang harus aku lakukan om?” tanya asya lagi, dan


membuat mata aland Kembali melebar


“jangan memanggilku sebutan om, panngil aku yang lain” kata


aland yang tidak suka dengan panggilaan gadis lugu itu


“aku tidak tau apa yang harus aku pannggil” jawab asya


tertunduk malu


“baiklah, terserah padamu, kau bisa melakukan apapun disini


yang kau suka” kata aland dan duduk disofa dekat gadis itu


Sedangkan asya masih terdiam dan tetap mematung ditempatnya,


tanpa sepatah kata yang keluar dari mulutnya, namun ekspresi wajahnya bisa


dilihat bahwa dirinya sedang Bahagia


“jangan terlalu senang dulu, kau bisa membuat kopi?” tanya


aland dan langsung diangguki oleh asya


“buatkan aku kopi tapi jangan terlalu manis, dan hitam, juga


jika kau bisa memasak buatkan aku makan siang” kata aland mencoba menguji gadis


itu, apakah kepolosannya sama seperti gadis yang bisa melakukan pekerjaan


rumah, atau jangan-jangan gadis itu polos karna memang bodoh dalam segala hal


next

__ADS_1


Berikan komentarmu untuk mereka readers:>


__ADS_2