Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 22, satu harian diapartemen


__ADS_3

 Semua sudah berakhir, aku hancur dan rusak, lalu apa yang bisa aku lakukan Ketika semua sudah trejadi,


lagipula aku sudah milikknya sejak awal


~Alesya Callista


Setelah selsai dengan ritual


mereka, aland membawa asya untuk membersihkan tubuh keduanya, asya yang hanya


bisa menurut dan juga tubuhnya sudah lengket dan remuk rendam, hanya bisa


mengikuti apa yang dilakukan pleh aland padanya, menangispun tidak ada lagi


gunanya untuk asya, semua sudah terjadi, sekarang ia hanya akan menjadi tawanan


untuk pria itu, miris? Yahh begitulah yang dirasakan oleh asya, airmatanya


sudah mengering dan tak mampu untuk menangis lagi.


“sudah selasai, sekarang mari


makan siang, apa kamu mau makan disini atau diluar?” tanya aland Ketika dia


selesai mengeringkan rambut asya


“saya makan diluar saja om”


kata asya menundukkan kepalnya, belum berani menatap aland usai adegan panas


mereka semalaman ditambah pagi tadi, dan asya masih terpikir bagaimana jika


suatu saat aland mengusirnya, sudah cukup rasanya asya menderita sampai sejauh


ini


“baiklah ayo” kata aland dan


langsung menggendong tubuh asya, merasakan tubuhnya melayang asya menatap aland


dengan tatapan yang sulit diartikan, arta benci dan cinta, asya tidak tau


bagaimana caranya terlepas dari belenggu ini


Dari pertama asya melihat


aland, ia bisa merasakan detak jantungnya yang kian berdetak kkencang, apalagi


saat aland bersikap baik membuat asya merasakan jika dirinya masih diperhatikan


oleh orang lain, wajah tampan aland, wibawa dan perhatian aland mampu membuat


gadis sepolos itu nyaman akan perlakuan aland.


Mereka menikmati makan siang


dengan lahap, sekarang sudah hampir jam sebelas lewat sepuluh, dan itu artinya


mereka berdua melewatkan sarapan. Asya sedari tadi diam tanpa sepatah katapun entah


apa yang sedang dipikirkan gadis polos itu,


“sudah selesai?” tanya aland


setelah melihat piring asya kosong dan gadis itu hanya diam tanpa menatapnya


“apa masih marah pada saya?”


tanya land lagi, namun asya masih tak berkutik dan tetap pada pendiriannya


“maafkan saya, saya tidak


bermaksud merusakmu semalam, namun aku tidak bisa menghentikan obat yang


dimasukkan padaku” kata aland, lagi dan lagi ia minta maaf, padahal asya tidak


sedikitpun merespon dirinya


“om” asya akhirnya buka suara,


dan menatap mata elang aland dengan lekat, ia masih menyimpan rasa yang trauma

__ADS_1


dengan perlakuan aland, pria yang pertama menjamah tubuhnya dan itu tak akan


asya lupakan seumur hidupnya, sekalipun aland mencampakkannya nanti


“ada apa?” tanya aland dengan


segera dan mendekat kekursi asya sambil menatap gadis itu dengan penuh tanda


tanya besar


“apakah nanti om akan mengusir


asya dari sini setelah om tidak membutuhkan asya lagi?tanya asya dengan mata


polosnya dan sembab akibat menangis terlalu lama


“apa yang kamu katakan? Saya


tidak akan pernah mengusirmu apalagi membiarkanmu pergi dari sini, kamu milkku


mulai awal aku membawamu kesini” kata aland dengan penuh penekanan dan mata


tajamnya mengisyaratkan bahwa perkataannya barusan adalah hal yang tidak boleh


diganggu gugat.


Mendengar perkataan aland, mau


tidak mau asya hanya diam tanpa menjawab lagi, kali ini perasaaannya terhadap


aland bimbang, antara percaya dan tidak percaya dengan perkataan pria itu, namun


yang Namanya masih polos dan diberikan kata-kata manis sepeerti tadi, membuat


gadis polos itu sedikit percaya dan menganggukkan kepalnya


“jangan pikirkan apapun, kamu


milik saya, dan itu tidak ada yang boleh mengubahnya!!’ kata aland dan membawa


asya Kembali kekamar miliknya


sedang disibukkan dengan berkas yang harus ia tangani sendiri, tuannya land


sibuk dengan mengurus urasan yang urgent katanya, namun vin tidak


mempermasalahkan itu, karna baginya itu hal yang biasa kala aland tidak masuk


kekantor dan malah asik tidur di apartemennya, tapi saat ini ada hal yang


menganggu fikiran vin, mengapa akhir-akhir ini asya tidak lagi kesekolah dan


tidak pernah lagi bertemu dengannya, apakah tuannya aland sudah mengusirnya


atau bagaimana, vin  itdak tau.


“om, apa om tidak bekerja?”


tanya asya saat keduanya sedang asik rebahan dikamar dan asya sedang membaca


novel kesukaannya, karan ia hanya punya beberapa novel yang sempat ia beli saat


pulang sekolah seminggu yang lalu


“tidak!” jawab aland dengan


nada cuek dan masih memantau benda pipihnya yang sejak tadi ia perhatikan


bahkan membuat asya merasa terabaikan


“om akum au keluar” kata asya


dengan emancing aland agar memperhatikan dirinya, dan benar saja baru


mengatakan seperti itu aland sudah menatap asya dengan tatapan tajam dan


langsung meletakkan ponsel miliknya


“tidak bioleh keluar!, kita


disini saja satu harian iti” kata aland dan langsung membawa asya kedekapannya,

__ADS_1


mencium bibir gadis itu seolah sudah menjadi candu untuknya


“tapi om asya pengen cari udara


segar dan mau liat dunia luar” kata asya dengan bibir mayun, tidak ada lagi


keraguan dalam dirinya untuk meneyrahkan hidupnya untuk aland, toh juga sejak


awal dirinya sendiri juga bukan miliknya lagio, melainkan milik aland sejak ia


dibeli dari om dan tantenya


“lihat saya saja, tidak ada


yang penting diluar sana, lebih baik lihat saya Ketika membuatmu mendesah


dibawah” kata aland dengan serinagi licik di bibirnya, namun asya tidak peka


dengan senyuman smirk dari aland, ia tetap berdiam ditempatnya tanpa sadar


tangan aland sudah menjalar kemana-mana


“tapi om, asya tidak suka


melihat wajah om yang sudah tua” kata asya tertawa terbahak-bahak, namun


bukannya diam dipelototi aland, asya tetap tertawa dengan ucapannya sendiri


“apa kau ingin menguji


kesabaran saya!” kata aland dengan suara menyeramkan dan mata tajam menatap


asya tanpa melepaskan pelukannya


“hahahha,,, maaf om asya


keceplosan, tapi itulah kebenarannya” kata asya lagi dan segera tangan aland


terangkat dan saat itu juga tubuh asya sudah berada diatas tubuh aland


‘ehh.. om lepaskan asyaa, asya


janji gak akan nakal lagi oke?” kata asya membuat jari kelilingkingnya keatas


dan tersenyum manis menatap wajah tampan dibawahnya


“tidak!, kau sudah menguji


kesabaranku, dan kini aku menguji ketahananmu!” kata aland dan memindahkan asya


ketempat tidur, dengan pelan tapi pasti bibir aland menyatu dengan bibir gadis


polos itu\, melu**matnya dan mengh*isapnya dengan perlahan


Asya yang sudah dua kali


merasakan hal seperti itu menjadi terbiasa dengan sentuhan aland, ia hanya diam


namun tidak membalas ataupun menolak apa yang dilakukan aland kepadanya,


tangannya ia gunakan mencekram bahu aland dengan kuat, namun tidak hanya


berhenti sampai disitu aland turn kebawah dan mengerayangi tubuh asya sampai


akhirnya ia ke squshi kembar milik asya.


“ahhkk…” des**ah asya membuat alibi


aland semakin naik dan membuat aland semakin gencar menikmati apa yang


seharusnya ia nikmati


Buat readers tersayang,


silahkan traveling sendiri wkwkwk


next


Berikan komentarmu untuk mereka


ya readers:>

__ADS_1


__ADS_2