
Semua sudah berakhir, aku hancur dan rusak, lalu apa yang bisa aku lakukan Ketika semua sudah trejadi,
lagipula aku sudah milikknya sejak awal
~Alesya Callista
Setelah selsai dengan ritual
mereka, aland membawa asya untuk membersihkan tubuh keduanya, asya yang hanya
bisa menurut dan juga tubuhnya sudah lengket dan remuk rendam, hanya bisa
mengikuti apa yang dilakukan pleh aland padanya, menangispun tidak ada lagi
gunanya untuk asya, semua sudah terjadi, sekarang ia hanya akan menjadi tawanan
untuk pria itu, miris? Yahh begitulah yang dirasakan oleh asya, airmatanya
sudah mengering dan tak mampu untuk menangis lagi.
“sudah selasai, sekarang mari
makan siang, apa kamu mau makan disini atau diluar?” tanya aland Ketika dia
selesai mengeringkan rambut asya
“saya makan diluar saja om”
kata asya menundukkan kepalnya, belum berani menatap aland usai adegan panas
mereka semalaman ditambah pagi tadi, dan asya masih terpikir bagaimana jika
suatu saat aland mengusirnya, sudah cukup rasanya asya menderita sampai sejauh
ini
“baiklah ayo” kata aland dan
langsung menggendong tubuh asya, merasakan tubuhnya melayang asya menatap aland
dengan tatapan yang sulit diartikan, arta benci dan cinta, asya tidak tau
bagaimana caranya terlepas dari belenggu ini
Dari pertama asya melihat
aland, ia bisa merasakan detak jantungnya yang kian berdetak kkencang, apalagi
saat aland bersikap baik membuat asya merasakan jika dirinya masih diperhatikan
oleh orang lain, wajah tampan aland, wibawa dan perhatian aland mampu membuat
gadis sepolos itu nyaman akan perlakuan aland.
Mereka menikmati makan siang
dengan lahap, sekarang sudah hampir jam sebelas lewat sepuluh, dan itu artinya
mereka berdua melewatkan sarapan. Asya sedari tadi diam tanpa sepatah katapun entah
apa yang sedang dipikirkan gadis polos itu,
“sudah selesai?” tanya aland
setelah melihat piring asya kosong dan gadis itu hanya diam tanpa menatapnya
“apa masih marah pada saya?”
tanya land lagi, namun asya masih tak berkutik dan tetap pada pendiriannya
“maafkan saya, saya tidak
bermaksud merusakmu semalam, namun aku tidak bisa menghentikan obat yang
dimasukkan padaku” kata aland, lagi dan lagi ia minta maaf, padahal asya tidak
sedikitpun merespon dirinya
“om” asya akhirnya buka suara,
dan menatap mata elang aland dengan lekat, ia masih menyimpan rasa yang trauma
__ADS_1
dengan perlakuan aland, pria yang pertama menjamah tubuhnya dan itu tak akan
asya lupakan seumur hidupnya, sekalipun aland mencampakkannya nanti
“ada apa?” tanya aland dengan
segera dan mendekat kekursi asya sambil menatap gadis itu dengan penuh tanda
tanya besar
“apakah nanti om akan mengusir
asya dari sini setelah om tidak membutuhkan asya lagi?tanya asya dengan mata
polosnya dan sembab akibat menangis terlalu lama
“apa yang kamu katakan? Saya
tidak akan pernah mengusirmu apalagi membiarkanmu pergi dari sini, kamu milkku
mulai awal aku membawamu kesini” kata aland dengan penuh penekanan dan mata
tajamnya mengisyaratkan bahwa perkataannya barusan adalah hal yang tidak boleh
diganggu gugat.
Mendengar perkataan aland, mau
tidak mau asya hanya diam tanpa menjawab lagi, kali ini perasaaannya terhadap
aland bimbang, antara percaya dan tidak percaya dengan perkataan pria itu, namun
yang Namanya masih polos dan diberikan kata-kata manis sepeerti tadi, membuat
gadis polos itu sedikit percaya dan menganggukkan kepalnya
“jangan pikirkan apapun, kamu
milik saya, dan itu tidak ada yang boleh mengubahnya!!’ kata aland dan membawa
asya Kembali kekamar miliknya
sedang disibukkan dengan berkas yang harus ia tangani sendiri, tuannya land
sibuk dengan mengurus urasan yang urgent katanya, namun vin tidak
mempermasalahkan itu, karna baginya itu hal yang biasa kala aland tidak masuk
kekantor dan malah asik tidur di apartemennya, tapi saat ini ada hal yang
menganggu fikiran vin, mengapa akhir-akhir ini asya tidak lagi kesekolah dan
tidak pernah lagi bertemu dengannya, apakah tuannya aland sudah mengusirnya
atau bagaimana, vin itdak tau.
“om, apa om tidak bekerja?”
tanya asya saat keduanya sedang asik rebahan dikamar dan asya sedang membaca
novel kesukaannya, karan ia hanya punya beberapa novel yang sempat ia beli saat
pulang sekolah seminggu yang lalu
“tidak!” jawab aland dengan
nada cuek dan masih memantau benda pipihnya yang sejak tadi ia perhatikan
bahkan membuat asya merasa terabaikan
“om akum au keluar” kata asya
dengan emancing aland agar memperhatikan dirinya, dan benar saja baru
mengatakan seperti itu aland sudah menatap asya dengan tatapan tajam dan
langsung meletakkan ponsel miliknya
“tidak bioleh keluar!, kita
disini saja satu harian iti” kata aland dan langsung membawa asya kedekapannya,
__ADS_1
mencium bibir gadis itu seolah sudah menjadi candu untuknya
“tapi om asya pengen cari udara
segar dan mau liat dunia luar” kata asya dengan bibir mayun, tidak ada lagi
keraguan dalam dirinya untuk meneyrahkan hidupnya untuk aland, toh juga sejak
awal dirinya sendiri juga bukan miliknya lagio, melainkan milik aland sejak ia
dibeli dari om dan tantenya
“lihat saya saja, tidak ada
yang penting diluar sana, lebih baik lihat saya Ketika membuatmu mendesah
dibawah” kata aland dengan serinagi licik di bibirnya, namun asya tidak peka
dengan senyuman smirk dari aland, ia tetap berdiam ditempatnya tanpa sadar
tangan aland sudah menjalar kemana-mana
“tapi om, asya tidak suka
melihat wajah om yang sudah tua” kata asya tertawa terbahak-bahak, namun
bukannya diam dipelototi aland, asya tetap tertawa dengan ucapannya sendiri
“apa kau ingin menguji
kesabaran saya!” kata aland dengan suara menyeramkan dan mata tajam menatap
asya tanpa melepaskan pelukannya
“hahahha,,, maaf om asya
keceplosan, tapi itulah kebenarannya” kata asya lagi dan segera tangan aland
terangkat dan saat itu juga tubuh asya sudah berada diatas tubuh aland
‘ehh.. om lepaskan asyaa, asya
janji gak akan nakal lagi oke?” kata asya membuat jari kelilingkingnya keatas
dan tersenyum manis menatap wajah tampan dibawahnya
“tidak!, kau sudah menguji
kesabaranku, dan kini aku menguji ketahananmu!” kata aland dan memindahkan asya
ketempat tidur, dengan pelan tapi pasti bibir aland menyatu dengan bibir gadis
polos itu\, melu**matnya dan mengh*isapnya dengan perlahan
Asya yang sudah dua kali
merasakan hal seperti itu menjadi terbiasa dengan sentuhan aland, ia hanya diam
namun tidak membalas ataupun menolak apa yang dilakukan aland kepadanya,
tangannya ia gunakan mencekram bahu aland dengan kuat, namun tidak hanya
berhenti sampai disitu aland turn kebawah dan mengerayangi tubuh asya sampai
akhirnya ia ke squshi kembar milik asya.
“ahhkk…” des**ah asya membuat alibi
aland semakin naik dan membuat aland semakin gencar menikmati apa yang
seharusnya ia nikmati
Buat readers tersayang,
silahkan traveling sendiri wkwkwk
next
Berikan komentarmu untuk mereka
ya readers:>
__ADS_1