
Malam setiap hari, ketika mereka semua sudah pulang kerumah, Vin dan Al sengaja kembali keluar dan berniat untuk mencari Dar dan Mic dimana mereka pergi, Al tidak percaya kalau Dar sudah menemukan tau semua yang terjadi dengan sepupunya itu
"Al, lokasi Dar sekarang bertahan dimana kau dulu waktumu sebelum bertemu adikku" ucap Vin mengingatkan kembali bagaimana breng*seknya dulu pria itu
"maksudmu dia di Club yang itu?"Al tidak percaya, berani sekali Dar pergi ke sana tanpa ia bertanya kepadanya
"iya Al, jangan terlalu kaget, jangan lupa berlangganan dulu" ucap Vin mengangkat bahunya karna apa yang dia katakan adalah kebenaran masalalu Al
"diamlah Vin, jalan dan jangan banyak bicara" ucap Al dingin dan mengungkapkan Vin dengan tajam
"baiklah baiklah" ucap Vin terkekeh karna melihat Al yang kesal karna dirinya mengungkit masalalu Al, lucu yaa Al yang dulu breng**sek tapi sekarang berubah menjadi pria seolah-olah pria yang baik dan tidak ada jejak masalalu
hampir satu jam lebih mereka baru sampai ketempat dimana Mic telah memberikan alamat mereka dan Dar yang sedang menikmati malam seperti biasanya,
namun kali ini berbeda, Dar sedang marah besar untuk salah satu pelayan Bar disana.salah satu pelayan wanita menumpahkan minuman dibaju Dar dan mmebuat pria itu marah besar
"apa kau tidak punya mata!! bisanya Bar sebesar ini memperkerjakan seorang dungu seperti dirimu haa!!"ucap Dar dnegan marah besar dan suara yang sangat lantang, wanita yang ada didepannya menunduk dan menangis meminta maaf
wanita itu tahu kalau dirinya tidak akan bebas dari tangan pria seperti Dar,pria yang sangat berpengaruh dan menjadi pelanggan paling royal dan selalu memberikan tip dan pendapatan yang besar pada Bar tersebut, namun kali nyawanya sangat teranam dan tidak bisa selamat begitu saja
"maa..maf....maafkan saya tuan, saya akan membersihkan baju tuan, saya minta maaf" ucap wanita itu menangis karena ketakutan yang luar biasanya
wajah Dar sampai merah padam karna amarahnya,sedikit dibumbui alkohol yang membuat dirinya menjadi lebih emosional, tidak bisa mengendalikan dirinya lagi
__ADS_1
"hah!!, apa minta maaf kau bilang, kau pikir gajimu selama setahun disini tidak bisa membeli bajuku kau paham!!"ucap Dar dan menarik wanita yang bertubuh kecil itu mendekatinya
"tuan, saya sungguh minta maaf. sungguh tuan saya minta maaf" ucap wanita itu namun bahkan tidak suara tangisan wanita itu, malah menarik dan menekan lengan wanita itu dnegan kuat dan kasar
"hahahha,, kau tidak meminta maaf sial**an" ucap Dar dan menyuruh Mic mempersiapkan kamar pribadi untuknya, itu sudah menjadi tempat dar setiap kali datang ke Baar itu
Dar segera menarik wanita itu dnegan sangat kasar dan meninggalkan gambar serat yang lainnya disana, suara tangisan pilu dari wanita itu tidak terdengar oleh Dar, seolah-olah pria itu menulikan telinganya hanya agar tidak mendengar jerit tangis wanita itu
"tuan,, saya mohon maafkan saya" ucap wanita ittu karna ia takut melihat wajah Dar yang sangat marah dan terlihat berantakan, ia takut dan merasa trauma dengan semua itu
"mudah saja bagimu minta maaf dan memaafkan, namun siap untuk menjadi milkku seutuhnya wanita siala**an!!"ucap Dar dan menghempaskan tubuh wanita itu keranjang dan tersenyum iblis
"tuan mau apa?, maafkan saya tuan, saya tidak sengaja melakukannya, maafkan saya tuan" ucap wanita itu memohon dengan sangat prihaton, tangisannya mulai tidak terbendung karna melihat wajah Dar yang menakutkan
"tuan saya mohon, berharap saya.
"tidak ada yang bisa melepaskan dirimu malam ini.. nimkati saja" ucap Dar dan menrik kaki mulus wanita itu, ssampai akhirnya tepat di bawah tubuh kekarnya
Dar langsung mencium bibir wanita tanpa aba aba, ia melakukannya dengan sedikit kasar hingga mmebuat wanita itu bertahan dan membuka mulut perlahan
dengan sedikit waktu yang lama dan tempo yang lumayan, Dar akhirnya bisa memasuki mulut wanita ittu dan mengekplornya, hingga keduanya kehabisan nafas dan melepaskan ciumannya
"hahah\, ternyata kau juga menikmatinya" ucap Dar dan kembali memagut bibir wanita itu\, menye*sapnya dan melum*atnya dnegan lembut\, tidak ada unsur kekerasan seperti sebelumnya\, bahkan wanita itu seperti menikmatinya dan melupakannya beberapa menit lalu
__ADS_1
tangan Dar menjangkau dan terangkat ke atas, ia menekan leher wanita itu dan memperdalam cium*an mereka, juga dnegan wanita itu, ia terlihat mengikuti alur yang dipimpin oleh Dar
hingga tangan Dar memasuki bagian squishi wanita itu dan membuatnya sadar, ia segera mendorong tubuh agar menjauh namun tenaganya tidak mengetahui itu, malah semakin mempererat posisi mereka dan lebbih dekat lagi
"le...lepaskan saya tuan" ucap wanita itu yang malu pada dirinya sendiri, awalnya langsung melepaskan diri hanya dengan memberikan sentuhan lembut pada menuurt, dan dia sadar ketika Dar ingin melakukan lebih dari itu
"jangan terllau bersemangat sayang, nikmatin saja tempo dan alurnya" ucap Dar dan mengangkat kedua tangan wanita itu ke atas dan memegangnya, satu tangan melakukan kontrol
meraba setiap ini tubuh wanita itu dan melihatnya dengan hati-hati, mata terpesona dengan keindahan tubu itu sangat menggoda imannya dan mmebuat milik bangunannya
Dar bahkan mencoba mere**mas bagian squishi itu dan merasa ada kecocokan disana, dengan gerakan lihai dan sangat cepat, Dar melepaskan baju wanita itu dan membuangnya kesembarang arah, mmebuat wanita itu berteriak namun tetap tidak peduli dengan suaranya
"tuan jangan lakukan itu" ucap wanita itu namun sudah terlanjur melakukan hal yang ia sukai yaitu merem**as benda yang mmebuatnya tertantang sejak tadi
Kembali Dar menikmati bibir wanita itu meskipun wanita itu menolak dan memberontak di bawah Dar, namun pria itu tidak begitu mempedulikan, ia sudah berada dipuncak libido yang tidak bisa dihindari lagi
perlahan Dar menurunkan ciuma*annya dan menye*sap leher wanita itu\, sampai meninggalkan banyak bekas disana namun tetap melajutkannya
"tuan plisss, kumohon meminta aku tuan" ucap wanita itu disela kegiatan Dar yang membuat dirinya tersengat aliran listrik bertenaga tinggi
"dialah sayang, jabgan terlalu agresif" ucap Dar dan memainkan squishi wanita itu, ia tidak peduli dnegan tangisan yang keluar dari mulut wanita yang ia kukung saat ini, sunggu keterlaluan Dar, namun itulah sisi gelap Dar jika sudah dipuncak dia enggan untuk berhenti dan akan tetap melakukannya apapun yang terjadi, lagipula Dar hanya tertarik melakukannya dnegan wanita yang menangis dibawahnya itukami
Berikutnya
__ADS_1
untuk adegan panasnya besok kita lanjutkan lagi ya readers, dan disini mungkin ada tokoh yang baru lagi💕💕