
Aku tidak akan pernah
meninggalkanmu sya, ingatlah jika kamu merasa kesepian ada aku disini yang
selalu menemanimu, aku masih dibelakangmu untuk mendukungmu
~Garvin
“satu hari saja, hanya butuh
satu hari untukku melepaskan semua beban ini, namun itu semua tidak dapat aku
rasakan” batin asya lagi dan berniat untuk terjun kebawah air deras dijembatan
itu
Namun dengan cepat satu tangan
menahan tubuhya hinga tak sempat terjatuh kebawah air yang deras dibawah sana,
namun terjatuh kepelikan seseorang yang hangat
Asya terkejut karna tidak tau
jika ada orang yang melihatnya melakukan aksinya, dengan mata yang masih
tertutup dan jantung berdegup kencang, asya berusahamenetralkan suasana hatinya
Antara sedih,takut, senang dan cemas,
smua bercampur aduk menjadi satu dalam hati asya, ia takut dan cemas jika
dirinya sampai nekat melakukan aksi bunuh diri, namun ia juga senang ada orang
yang menyelamatkan dirinya agar tidak terjun kebawah
Masih dengan posisi berpelukan,
asya maupun orang yang menolongnya meemeluk erat tubuh asya, seolah tak ingin
melepaskan gadis itu dari pelukannya, sedetik kemudian mereka berdua sadar
denga napa yang mereka lakukan
“jangan seperti ini sya, aku
tidak ingin kehilanganmu” satu kata keluar dari mulut seseorang itu yang
ternyata adalah seseorang yang sangat familiar ditelinga asya, garvin, yahh
seseorang yang menolongnya itu adalah garvin,
Melihat gadis yang ia sukai
berjalan tanpa arah, garvin lalu mengikutinya tanpa memikirkan bahwa dirinya
harus mengikuti pelajaran didalam kelasnya, ia hanya memikirkan asya yang sudah
menangis dan berjalan tanpa tau tujuannya.
“apa yang membuat asya sepeerti
itu?” tanya garvin dalam hati dan terus mengikuti asya yang berjalan tanpa arah
tujuan yang jelas
“kemana dia akan pergi, apa
tempat tinggalnya arah ini?’ tanya garvin lagi dan seketika garvin melihat asya
yang berhenti dijembatan jalan, ia menangis tersedu-sedu dan naik kesatu tiang
besi jembatan tersebut, dan segera garvin berari dan menarik asya yang ingin
terjun kebawah
“jangan melakukan hal yang
bodoh sya, aku mohon jangan melakukan hal yang bodoh” kata garvin yang terus
mendekap asya dengan erat
“gar.. aku tidak ingin hidup
seperti ini, aku ingin bahagia juga seperti yang lainnya” kata asya menangis
dengan penuh suara yang tersisa
“tapi bukan seperti ini caranya
__ADS_1
sya, bukan malah mengambil jalan yang pintas” kata garvin terus memeluk asya
agar gadis itu tenang dan memberikan kekuatan untuk asya
“ak..aku tidak sanggup gar”
kata asya yang sesenggukan dan melepaskan pelukan garvin dan menatap pria itu
dengan seksama
“sya, dengarkan aku, jika kamu punya masalah, kamu
bisa bercerita denganku, kamu bisa berbagi denganku, ada aku dan cjloe yang
bisa kamu ajak berbagi sya” kata garvin sambil menatap lekat gadis pujaan
hatinya itu
“makasih gar, makasih atas
semuanya, aku tidak menyangka jika kalian akan terus bersamaku” kata asya
berderai air mata sambil menatap sendur garvin
“jika kamu tidak sanggup lagi,
kamu bisa datang padaku sya, datanglah dengan beban yang ada dalam pikiranmu,
aku akan membantumu” kata garvin sambil menghapus airmata asya
“terimakasih garvin,
terimakasih” kata asya Kembali memeluk garvin dengan erat
Dilain tempat, aland terbangun
dan melihat jam menunjukkan pukul sebelas lewat, ia merenggangkan otot-ototnya,
melihat sekelilingnya sudah tidak ada orang yang berada diapartemen, aland
merangsur dan memilih membersihkan diri terlebih dahulu, dan melihat dimeja
tempat tidurnya sudah tersaji sarapan dan sup pegar untuknya, bahkan ada
catatan kecil yang ditinggalkan disana
Ini asya buatin sarapan
nasi yang asya masak di ricecooker” tulisan tangan asya yang sengaja ia tinggalkan
untuk aland, ia tau betuul orang mabuk tidak akan bangun cepat, itu sengaja ia
buat agar aland bisa makan tanpa harus membeli dari luar atau memasak instan
“hah,, gadis lugu, masih
sempatnya dia membuatkan makanan setelah mengurusku semalam” gumam aland dalam
hati, dan secara tidak sadar bibirnya melengkung tersenyum, sudah beberapa
bulan aland tidak pernah lagi menampilkan senyumannya dan ini kali pertama
setelah depresi melanda dirinya soal cinta
Aland melihat sarapan yang
sudah disiapkan untuknya, dengan tersenyu aland meneguk air putih yang ada diatas
nampan itu dan memperhatikan sup yang dibuat oleh gadis ludu asya
Aland lalu membawanya keluar
untuk memanaskannya, sesuai denga napa yang dituliskan asya dikertas itu, aland
mulai memanaskannya dan mengambil nasi untuk dirinya sendiri, ia menikmati masakan
asya seperti biasanya, dua hari berturut-turut asya memasak untuknya, dua hari
itu pula aland makan dengan lahap si apartemennya
Sementara ditempat asya, ia
berniat untuk langsung pulang tanpa menerima bantuan dari garvin, asya tidak
mau garvin sampai bolos sekolah hanya karna dirinya, dengan menolak halus asya
mengatakan jika dirinya akan pulang dnegan naik taksi
“sya, pulang sama aku aja ya”
__ADS_1
kata garvin sambil menarik tangan asya agar mengikutinya, memang garvin tidak
membawa motor miliknya karna tadi ia berjalan mengikuti asya, namun ia ingin
mengantar asya pulang dengan selamat meskipun ia harus bolos dari sekolahnya
“tidak usah gar, aku bisa
pulang sendiri kok” tolak asya dengan tersenyum agar garvin tidak khawatir
padanya
“tapi sya, kalau kamu smapai
kehilangan kendali kaya tadi gimana?” tanya garvin lagi yang cemas dengan
keadaan asya yang sudh acak-acakan dan tidak beraturan
“tidak apa-apa gar, lagi pula
aku bukan anak kecil lagi tau” kata asya dan akhirnya garvin mengalah
membiarkan asya pulang tapi dengan satu syarat jika garvin yang harus
mengambilkan taksi untuk asya
“hati-hati dijalan sya”kata
garvin tanpa sadar jika asya tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi
setelah ini, asya yang sudah dikeluarkan dari sekolah dan dipastikan tidak akan
kesekolah lagi sampai mereka lulus
Tanpa ada suara dalam taksi,
asya menatap jalanan dengan mata sembab, ia masih terpikir dengan nasibnya
kedepan, bagaimana jika aland mengusirnya dari apartemen dan dia tidak akan
mempunyai tempat tinggall apalagi pekerjaan, siapa yang mau menerima orang yang
hanya lulusan smp? Tentu tidak ada bukan
Tidak memakan waktu yang lama,
asya sampai ke apartemen aland, dia langsung menekan tombol yang sebelumnya
sudah diberitahu oleh vin kepadanya, asya masuk tanpa mengetuk bahkan bersuara
sedikitpun, namun tanpa ia sadari jika aland berada dikursi sofa dan
memperhatikan dirinya mulai masuk
Apa yang terjadi dengan
gadis itu, mengapa kacau sekali dan pulang cepat” batin aland tanpa suara, dan
melihat asya yang memasuki kamarnya tanpa melihat dirinya bertengger disana
Sesampainya dikamar, asya langsung
merebahkan dirinya dan menangis
sesenggukan, ia masih memikirkan dirinya nanti bagaimana, tanpa ia sadari aland
ikut mendengar tangisannya dari luar pintu kamarnya
“apa aku terlalu banyak dosa?,
dosa apa yang aku lakukan hingga membuat aku selalu dicampakkan?’ tangis asya
dalam kamarnya ia mengingat-ingat masalalunya yang begitu Bahagia
“ayah, bunda, kenapa kalian meninggalkan
asya sendiri, asya juga mau ikut kalian, asya gak mau sendiri disini” tangis
asya dengan pilu,, jika orang lain yang ada diposisinya mungkin mereka tidak
sekuat asya
Selamat Tahun Baru buat readersku yang setia membaca novel othor:>, semoga ini menjadi tahun yang baik utnuk kita semua, jangan lupa tetap dukung othor ya:>, maaf jika ada kesalahan othor yang sengaja atau tidak sengaja
othor juga minta maaf karna dua hari tidak bisa up, soalnya banyak urursan di rumah:>
next
Berikan komentarmu untuk mereka
__ADS_1
ya readers:>