Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 17,jangan melakukan hal bodoh


__ADS_3

Aku tidak akan pernah


meninggalkanmu sya, ingatlah jika kamu merasa kesepian ada aku disini yang


selalu menemanimu, aku masih dibelakangmu untuk mendukungmu


~Garvin


“satu hari saja, hanya butuh


satu hari untukku melepaskan semua beban ini, namun itu semua tidak dapat aku


rasakan” batin asya lagi dan berniat untuk terjun kebawah air deras dijembatan


itu


Namun dengan cepat satu tangan


menahan tubuhya hinga tak sempat terjatuh kebawah air yang deras dibawah sana,


namun terjatuh kepelikan seseorang yang hangat


Asya terkejut karna tidak tau


jika ada orang yang melihatnya melakukan aksinya, dengan mata yang masih


tertutup dan jantung berdegup kencang, asya berusahamenetralkan suasana hatinya


Antara sedih,takut, senang dan cemas,


smua bercampur aduk menjadi satu dalam hati asya, ia takut dan cemas jika


dirinya sampai nekat melakukan aksi bunuh diri, namun ia juga senang ada orang


yang menyelamatkan dirinya agar tidak terjun kebawah


Masih dengan posisi berpelukan,


asya maupun orang yang menolongnya meemeluk erat tubuh asya, seolah tak ingin


melepaskan gadis itu dari pelukannya, sedetik kemudian mereka berdua sadar


denga napa yang mereka lakukan


“jangan seperti ini sya, aku


tidak ingin kehilanganmu” satu kata keluar dari mulut seseorang itu yang


ternyata adalah seseorang yang sangat familiar ditelinga asya, garvin, yahh


seseorang yang menolongnya itu adalah garvin,


Melihat gadis yang ia sukai


berjalan tanpa arah, garvin lalu mengikutinya tanpa memikirkan bahwa dirinya


harus mengikuti pelajaran didalam kelasnya, ia hanya memikirkan asya yang sudah


menangis dan berjalan tanpa tau  tujuannya.


“apa yang membuat asya sepeerti


itu?” tanya garvin dalam hati dan terus mengikuti asya yang berjalan tanpa arah


tujuan yang jelas


“kemana dia akan pergi, apa


tempat tinggalnya arah ini?’ tanya garvin lagi dan seketika garvin melihat asya


yang berhenti dijembatan jalan, ia menangis tersedu-sedu dan naik kesatu tiang


besi jembatan tersebut, dan segera garvin berari dan menarik asya yang ingin


terjun kebawah


“jangan melakukan hal yang


bodoh sya, aku mohon jangan melakukan hal yang bodoh” kata garvin yang terus


mendekap asya dengan erat


“gar.. aku tidak ingin hidup


seperti ini, aku ingin bahagia juga seperti yang lainnya” kata asya menangis


dengan penuh suara yang tersisa


“tapi bukan seperti ini caranya

__ADS_1


sya, bukan malah mengambil jalan yang pintas” kata garvin terus memeluk asya


agar gadis itu tenang dan memberikan kekuatan untuk asya


“ak..aku tidak sanggup gar”


kata asya yang sesenggukan dan melepaskan pelukan garvin dan menatap pria itu


dengan seksama


“sya,  dengarkan aku, jika kamu punya masalah, kamu


bisa bercerita denganku, kamu bisa berbagi denganku, ada aku dan cjloe yang


bisa kamu ajak berbagi sya” kata garvin sambil menatap lekat gadis pujaan


hatinya itu


“makasih gar, makasih atas


semuanya, aku tidak menyangka jika kalian akan terus bersamaku” kata asya


berderai air mata sambil menatap sendur garvin


“jika kamu tidak sanggup lagi,


kamu bisa datang padaku sya, datanglah dengan beban yang ada dalam pikiranmu,


aku akan membantumu” kata garvin sambil menghapus airmata asya


“terimakasih garvin,


terimakasih” kata asya Kembali memeluk garvin dengan erat


Dilain tempat, aland terbangun


dan melihat jam menunjukkan pukul sebelas lewat, ia merenggangkan otot-ototnya,


melihat sekelilingnya sudah tidak ada orang yang berada diapartemen, aland


merangsur dan memilih membersihkan diri terlebih dahulu, dan melihat dimeja


tempat tidurnya sudah tersaji sarapan dan sup pegar untuknya, bahkan ada


catatan kecil yang ditinggalkan disana


Ini asya buatin sarapan


nasi yang asya masak di ricecooker”  tulisan tangan asya yang sengaja ia tinggalkan


untuk aland, ia tau betuul orang mabuk tidak akan bangun cepat, itu sengaja ia


buat agar aland bisa makan tanpa harus membeli dari luar atau memasak instan


“hah,, gadis lugu, masih


sempatnya dia membuatkan makanan setelah mengurusku semalam” gumam aland dalam


hati, dan secara tidak sadar bibirnya melengkung tersenyum, sudah beberapa


bulan aland tidak pernah lagi menampilkan senyumannya dan ini kali pertama


setelah depresi melanda dirinya soal cinta


Aland melihat sarapan yang


sudah disiapkan untuknya, dengan tersenyu aland meneguk air putih yang ada diatas


nampan itu dan memperhatikan sup yang dibuat oleh gadis ludu asya


Aland lalu membawanya keluar


untuk memanaskannya, sesuai denga napa yang dituliskan asya dikertas itu, aland


mulai memanaskannya dan mengambil nasi untuk dirinya sendiri, ia menikmati masakan


asya seperti biasanya, dua hari berturut-turut asya memasak untuknya, dua hari


itu pula aland makan dengan lahap si apartemennya


Sementara ditempat asya, ia


berniat untuk langsung pulang tanpa menerima bantuan dari garvin, asya tidak


mau garvin sampai bolos sekolah hanya karna dirinya, dengan menolak halus asya


mengatakan jika dirinya akan pulang dnegan naik taksi


“sya, pulang sama aku aja ya”

__ADS_1


kata garvin sambil menarik tangan asya agar mengikutinya, memang garvin tidak


membawa motor miliknya karna tadi ia berjalan mengikuti asya, namun ia ingin


mengantar asya pulang dengan selamat meskipun ia harus bolos dari sekolahnya


“tidak usah gar, aku bisa


pulang sendiri kok” tolak asya dengan tersenyum agar garvin tidak khawatir


padanya


“tapi sya, kalau kamu smapai


kehilangan kendali kaya tadi gimana?” tanya garvin lagi yang cemas dengan


keadaan asya yang sudh acak-acakan dan tidak beraturan


“tidak apa-apa gar, lagi pula


aku bukan anak kecil lagi tau” kata asya dan akhirnya garvin mengalah


membiarkan asya pulang tapi dengan satu syarat jika garvin yang harus


mengambilkan taksi untuk asya


“hati-hati dijalan sya”kata


garvin tanpa sadar jika asya tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi


setelah ini, asya yang sudah dikeluarkan dari sekolah dan dipastikan tidak akan


kesekolah lagi sampai mereka lulus


Tanpa ada suara dalam taksi,


asya menatap jalanan dengan mata sembab, ia masih terpikir dengan nasibnya


kedepan, bagaimana jika aland mengusirnya dari apartemen dan dia tidak akan


mempunyai tempat tinggall apalagi pekerjaan, siapa yang mau menerima orang yang


hanya lulusan smp? Tentu tidak ada bukan


Tidak memakan waktu yang lama,


asya sampai ke apartemen aland, dia langsung menekan tombol yang sebelumnya


sudah diberitahu oleh vin kepadanya, asya masuk tanpa mengetuk bahkan bersuara


sedikitpun, namun tanpa ia sadari jika aland berada dikursi sofa dan


memperhatikan dirinya mulai masuk


Apa yang terjadi dengan


gadis itu, mengapa kacau sekali dan pulang cepat” batin aland tanpa suara, dan


melihat asya yang memasuki kamarnya tanpa melihat dirinya bertengger disana


Sesampainya dikamar, asya langsung


merebahkan dirinya  dan menangis


sesenggukan, ia masih memikirkan dirinya nanti bagaimana, tanpa ia sadari aland


ikut mendengar tangisannya dari luar pintu kamarnya


“apa aku terlalu banyak dosa?,


dosa apa yang aku lakukan hingga membuat aku selalu dicampakkan?’ tangis asya


dalam kamarnya ia mengingat-ingat masalalunya yang begitu Bahagia


“ayah, bunda, kenapa kalian meninggalkan


asya sendiri, asya juga mau ikut kalian, asya gak mau sendiri disini” tangis


asya dengan pilu,, jika orang lain yang ada diposisinya mungkin mereka tidak


sekuat asya


Selamat Tahun Baru buat readersku yang setia membaca novel othor:>, semoga ini menjadi tahun yang baik utnuk kita semua, jangan lupa tetap dukung othor ya:>, maaf jika ada kesalahan othor yang sengaja atau tidak sengaja


othor juga minta maaf karna dua hari tidak bisa up, soalnya banyak urursan di rumah:>


next


Berikan komentarmu untuk mereka

__ADS_1


ya readers:>


__ADS_2