Karena Keterpaksaan

Karena Keterpaksaan
Visual


__ADS_3

Semoga kalian sehat dan bahagia selalu, ya😊Sekarang kita lihat-lihat galeri Zhao aja, ya.


Menampilkan beberapa Visual untuk tokoh dalam cerita ini. Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan wajah mereka, karena Zhao ngambilnya produk lokal. Wajah mereka sudah bertebaran di mana-mana, sudah tentu kalian sering melihatnya. Maaf, jika kurang suka dengan visualnya. Zhao tidak pandai mencari Visual, hehe .. dalam imajinasi kalian, setiap tokoh pasti punya bayangan sendiri-sendiri, kan? So, maaf, kalo gak sesuai dengan imajinasi kalian.








__ADS_1






Gimana? Suka gak suka di suka-sukain ajalah, ya. Zhao malas mencari Visual sebenarnya, hehe ...


_________


Marshal menggeliat pelan. "Enghh ... lima menit lagi, Ra. Aku masih ngantuk."



_______________________________________

__ADS_1


Viona menunduk melihat meja. Dia risih karena Marshal yang sedang duduk di depannya, terus saja melihat padanya sambil senyum-senyum. Karena Marshal tidak kunjung berpaling, akhirnya Viona menyerah. Meningkatkan kepercayadiriannya dan membalas tatapan Marshal dengan tajam. Suaminya itu tetap santai, menyesap kopi dari cangkir tanpa mau mengalihkan pandangannya dari Viona.



"Jangan suruh aku untuk berpaling! Jangan juga menghindari pandanganku! Pesonamu terlalu kuat, sayang jika aku abaikan begitu saja. Aku menyayangimu. Jangan menjauh dariku, Sayang! Kita akan tetap bersama dalam keadaan apapun. Aku sangat mencintaimu. Iya, kamu, para Readers-ku yang paling baik dan terbaik."


________________


"Nanti pulangnya aku jemput!"


"Tidak usah, Tuan. Saya bisa pulang sendiri."


"Kamu mau membantahku?"



Gimana?

__ADS_1


__ADS_2