Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Bertemu camer


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke Bandung, mereka beberapa kali mampir untuk membeli buah tangan untuk keluarga Tata di Bandung.


Dave tidak berhenti tersenyum dengan melihat di sekelilingnya sepanjang jalan sehingga membuat mulut Mami Sita gatal jika tidak mencibir tingkah laku anaknya.


"Dari Jakarta hingga sekarang senyum-senyum terus tuh anak! Bisa kering itu gigi kebanyakan senyum! Nasib-nasib punya anak lanang sici kelakuane koyo ngono! Koyo anak Abege yang lagi puber wae! Malu ke sama umur, malu! " ucap Mami Sita dengan jengah.


"Bilang aja kalau Mami sirik! " jawab Dave dengan santainya.


"Gini nih kalau status Duda tapi kayak bujangan kelakuane! Ingat Le, iki akan menjadi pernikahan kedua mu! Ojo sampai gagal lagi koyo sing pertama! " ucap Mami Sita dengan serius.


"Mami kayak gak tau aja, pernikahan Dave dulu kan bukan kemauan Dave. Itu murni kasihan aja sama Tante Amira yang memohon agar Dave nikahin anaknya sebelum anaknya meninggal. Kalau bukan karena itu, mungkin sampai sekarang Dave masih bujangan, Mami! " tekan Dave dengan agak malas.


"Iyo, Mami tau le, Mami paham. Makanya Mami tekan kan sekali lagi agar kowe ora lali dan jadikan pernikahan iki nanti pernikahan yang betul-betul karena keinginan dewe bukan karena paksaan. Jadi kowe harus serius menjalani nya, jangan cari kekurangan nya tapi lengkapi lah kekurangan nya itu dengan kelebihan kowe. Jangan pernah berkata-kata kasar, apa lagi sampai main tangan dan pakai kekerasan. Saling melengkapi kekurangan masing-masing dan saling percaya satu sama lain. Ingat itu le, ! " nasihat Mami Sita panjang lebar.


"Dave ngerti Mami! InsyaAllah ini akan menjadi pernikahan Dave yang terakhir karena ini pernikahan yang Dave inginkan. " jawab Dave dengan tersenyum tulus.


"Alhamdulillah, Mami senang dengar nya! Ingat, jika pernikahan kowe nanti ada masalah, jangan sampai menceritakan nya ke pihak ketiga termasuk keluarga masing-masing. Kowe selesaikan lah berdua dengan hati yang dingin. Jika tidak menemukan jalan keluar baru minta pihak lain yang mempunyai sikap netral. Jangan sampai permasalahan kalian berlarut-larut karena mementingkan ego masing-masing. " sahut Mami Sita dengan bijak.


"Thank you Mami! Your the best my Mom! I love you! " jawab Dave dengan memberikan lambang hati dengan tangannya.


"Plak.... "


"Mami you milik Papi! " ucap Papi Dayton dengan ketus sambil memukul tangan Dave.


"Dasar Bule posesif ! " jawab Dave dengan mengejek Papi nya.


"Sudah, sudah.... Sama-sama posesif gak usah berantem! Siap-siap, tuh udah keliatan Gapura kota Bandung nya! " lerai Mami Sita dengan menunjuk ke arah luar mobil.


"Iya Ndoro, kita sudah masuk kota Bandung! Sesuai alamat Ndoro Putri tadi, kita akan sampai kira-kira 15 menit lagi! " jawab sopirnya ikut bicara.


"Tuh, kalian dengar! Ingat, jaga sikap ! Jangan malu-maluin Mami Papi! " ucap Mami Sita mengingatkan.


"Kok jadi Dave yang di ingatkan! Kan biasanya Mami yang selalu malu-maluin! " elak Dave tidak terima dengan ucapan Mami nya.


"Siapa tahu aja nanti kowe malu-maluin karena salah tingkah di depan calon mertua! " ejek Mami Sita.


"Gak akan! Yang ada nanti calon mertua Dave makin suka dengan Dave yang sesuai dengan kriteria menantu idamannya! " jawab Dave dengan pede nya.


"Dih, narsis banget! " cibir Mami Sita dengan sinis.


"Ndoro, kita sudah sampai di daerah yang Ndoro sebutkan tadi! Kita kemana lagi ini? " tanya sopir yang menjalankan kan mobil dengan pelan-pelan.


"Cari Villa yang paling besar di daerah ini! Katanya cuma Villa milik Tata yang paling besar di daerah ini! " jawab Mami Sita dengan melihat alamat di kertas yang ada di tangan nya.


"Baik Ndoro! " ucap sopir tersebut dengan singkat.


Mobil pun berjalan dengan pelan-pelan, hampir 10 menit lama nya mereka melihat di sekeliling mencari villa yang di maksud kan itu. Dan akhirnya mereka berhasil menemukan Villa tersebut setelah bertanya dengan penduduk yang mereka temui di jalan.


Mobil berhenti di gerbang depan yang di jaga sekelompok orang yang berbadan kekar dan tegap. Mereka langsung mendekati mobil dan bertanya siapa dan ada maksud apa datang ke tempat ini.


"Jadi Tuan dan Nyonya ingin bertemu dengan Nyonya besar? Apa kalian sudah memang mengenal Nona Tata? Karena kami tidak bisa membiarkan orang asing sembarangan berkunjung ke kediaman ini! " ucap penjaga itu berterus-terang.


"Saya dan keluarga saya datang menemui Nyonya kalian untuk melamar Tata! Ini foto kebersamaan saya dengan Tata jika kalian masih ragu, karena kami bukan orang jahat yang sengaja datang untuk berbuat jahat! " jawab Mami Sita sambil memperlihatkan foto ia dan Tata di ponselnya kepada penjaga tersebut.


Penjaga tersebut berbicara dengan temannya sambil melihat foto di ponsel Mami Sita.


"Baik lah Tuan dan Nyonya! Mohon tunggu sebentar, rekan saya akan masuk ke dalam dulu memberitahu kedatangan kalian semua! " ucap nya lagi dengan menyerahkan kembali ponsel Mami Sita.


Rekan penjaga tersebut langsung masuk ke dalam gerbang sedangkan penjaga yang menyapa Mami Sita kembali ke pos jaganya.


Di dalam Villa utama, Ibuk baru saja selesai membuat brownies permintaan Anika bersama Mak Ijah. Sudah seminggu ini Anika selalu suka makan makanan manis seperti cake dan karena Ibuk tidak mau Anika makan sembarangan, Ibuk dan Mak Ijah yang selalu membuatnya. Terkadang Anika juga ikut membantu walaupun tidak banyak tetapi ia tetap duduk memperhatikan Ibuk dan Mak Ijah yang sedang berkutat dengan tepung dan mixer.


Hari ini sesuai permintaan Anika, Ibuk membuat brownies ketan hitam dan brownies kukus ubi ungu.

__ADS_1


"Ya ampun Nyonya... Wanginya enak banget!! Hhhmmmm harum sekali! " ucap Mak Ijah ketika mengeluarkan brownies ketan hitam dari oven.


"Jangan lupa taburi krim dan keju sesuai permintaan Anika ya Jah? " sahut Ibuk yang sedang mengecilkan api kompor.


"Siap Nya! " jawab Mak Ijah dengan semangat.


Mak Ijah melakukan apa yang di perintahkan Ibuk membuat toping krim keju di atas brownies ketan hitam yang sudah berpindah tempat ke piring.


Ibuk menyiapkan wadah tempat brownies kukus yang juga sudah matang. Ia mematikan kompor sebelum memindahkan brownies dari dalam kukusan ke wadah yang telah Ibuk siapkan.


"Ternyata gak cuma brownies panggang aja yang wangi, yang kukus juga tidak kalah wangi! " komentar Mak Ijah sambil memarut keju.


"Tentu saja wangi karena baru matang semuanya! Kalau sudah dingin wanginya sambil sudah hilang. " jawab Ibuk sambil memindahkan brownies ubi ungu ke piring.


Ketika mereka sedang asyik di dapur, tiba-tiba Tegar datang menghampiri Ibuk dan Mak Ijah.


"Buk, itu ada tamu di depan! Tamu dari Jakarta! Mereka mau ketemu Ibuk! " ucap Tegar sambil mencomot sepotong brownies ketan hitam yang sudah di potong Mak Ijah.


"Plak... ! Kebiasaan banget main comot aja! Cuci tangan dulu kalau mau ambil! " ucap Mak Ijah dengan kesal dan memukul lengan Tegar.


"He.... He.... He... Maaf Mak, khilaf! " jawab Tegar cengengesan.


"Tamu siapa Gar? Perasaan Ibuk gak kenal siapapun waktu di Jakarta! " ucap Ibuk dengan kening berkerut.


"Sepasang suami-istri paruh baya Bule sama anak laki-laki nya yang juga Bule, Buk! " jawab Tegar dengan mulut penuh brownies.


"Abaaaaaaaang???????.... " pekik Anika tiba-tiba datang sambil mencubit perut Tegar.


"Aaaaarrrrrggggghhhhhh.... Aduh, pedih bangettt!!!! " jerit Tegar kesakitan.


"Hu.... Hu.... Hu.... Kenapa cake Ika Abang makan??? Abang jahat! Hu.... Hu.... Hu.... " ucap Anika nangis kejer.


"Tuh rasain! " cibir Mak Ijah cuek.


"Anika sayang, udah nangis nya! Nanti dedek bayi nya ikutan nangis loh! Nih, Ibuk juga bikinin brownies kukus ubi ungu untuk Anika! " bujuk Ibuk dengan lembut sambil mengusap perut Anika yang sudah membuncit.


"Beneran Buk, brownies kukus ubi ungu kayak yang di tivi-tivi itu?? " tanya Anika dengan tidak percaya.


"Iya, tuh lihat sana! " jawab Ibuk dengan menunjuk ke arah brownies kukus ubi ungu yang masih di atas piring.


"Ini Non kejunya! Biar Mak kasih toping dulu! " ucap Mak Ijah hendak menaburkan keju yang sudah ia parut.


"Biar Nika aja Mak! " jawab Anika dengan sangat antusias.


"Ya sudah, tapi Mak potong dulu ya biar nanti gampang ambilnya kalau mau makan. Jadi kejunya gak berantakan kena pisau! " ucap Mak Ijah lagi.


"Siap Mak! " jawab Anika dengan riang.


"Kalian lanjutkan saja, Ibuk mau siap-siap dulu! Kau Tegar, persilahkan tamu nya masuk! Gak elok membiarkan tamu menunggu lama di luar! " ucap Ibuk sambil mencuci tangan nya di wastafel.


Selesai mencuci tangan nya dengan bersih, Ibuk pun pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya menyambut tamu yang datang. Entah kenapa ia merasa ini bukan pertemuan biasa sehingga ia memakai pakaian yang agak bagus supaya pantas dan enak di lihat sebagai pemilik rumah.


Setelah merasa penampilan nya sudah rapi, Ibuk pun keluar dari kamarnya menuju dapur menghampiri Mak Ijah dan Anika yang masih berkutat dengan cake tadi.


Sedangkan Tegar menghubungi penjaga gerbang melalui sambungan earphone untuk mempersilahkan tamu yang datang masuk ke dalam villa.


Penjaga gerbang kembali menghampiri mobil Mami Sita dan mempersilahkan mereka memasuki Villa. Pintu gerbang pun terbuka dengan lebar secara otomatis dan mobil pun masuk ke dalam Villa.


"Wah, bagus sekali ya Honey Villa nya! Bebas polusi, udaranya sejuk dan segar serta pekarangan nya sangat luas! " komen Papi Dayton sembari menghirup udara melalui kaca mobil yang sengaja di buka.


"Papi benar! Mami suka tempat seperti ini! Ibuk Tata pintar memilih tempat ini untuk di tinggali! Papi, beli Villa kayak gini juga dong ! Untuk kita refresing sejenak dari hiruk-pikuk suasana ibu kota! " jawab Mami Sita dengan merayu Papi Dayton.


"Oke honey! Papi akan tanya Tata nanti siapa tahu ada kenalan Tata yang menjual Villa di kawasan ini juga! " ucap Papi Dayton mengabulkan permintaan Mami Sita.

__ADS_1


"Makasih Papi, sayang! Muah... Muah... " jawab Mami Sita dengan wajah bahagia sambil mencium pipi kiri dan kanan Papi Dayton.


"Cih! Dasar Kang modus! Bermesraan gak tau tempat! " cibir Dave dari depan.


"Sirik tanda tak mampu! " jawab Mami Sita mengejek Dave.


"Whatever.... " sahut Dave memutar bola matanya jengah.


Mobil yang mereka kendarai akhirnya berhenti di sebuah bangunan yang amat megah dengan gaya kuno yang masih terbuat dari kayu yang kualitas tinggi. Sunggu tampak indah di pandang mata.


"Lumayan jauh juga ya Pi, jarak dari gerbang depan ke rumah nya! " ucap Mami Sita ketika keluar dari mobil.


"Yes honey! Jadi enak kalau mau jalan-jalan santai, tidak perlu jauh-jauh, cukup di sekitaran villa saja sudah membuat kaki lelah dan pegal-pegal. " jawab Papi sambil menghirup udara yang sangat sejuk ini.


Di dalam villa, Ibuk sedang memberikan perintah pada Mak Ijah untuk menyiapkan minuman dan makanan untuk tamunya. Ibuk juga mengajak Anika serta memanggil ayah Jamal dan Riko untuk bergabung menyambut tamu Tata yang datang dari Jakarta.


Anika sangat antusias sekali berjalan ke depan sambil menggandeng lengan Ibuk untuk melihat siapa tamu tersebut.


Ketika sampai di depan, ia membuka pintu dan langsung memekik kegirangan melihat Dave berdiri tegak dengan gagahnya di depan pintu bersama kedua orang tuanya yang sedang mengetuk pintu.


"Aaaaarrrrrggggghhhhhh.... Abang Bule tamvan.... !!! " teriak Anika dengan langsung bergelayut di lengan Dave.


Dave kaget seketika melihat sikap akrab Anika yang langsung bergelayut seperti anak kecil di lengan nya. Ia menutupi keterkejutan nya dengan tersenyum kikuk kepada semua orang. Sedangkan Mami Sita tersenyum geli melihat Dave memasang wajah kaget plus senyum kikuk nya.


"Anika sayang?? Gak sopan nak, seperti itu dengan tamu yang datang! " tegur Ibuk dengan lembut.


"Maaf Tuan-tuan, Nyonya, atas sikap anak bungsu saya! Mari masuk semuanya! " ucap Ibuk lagi dengan ramah mempersilahkan Mami Sita dan keluarga nya masuk ke dalam villa.


"Terimakasih jeng! Apa kabar? " jawab Mami Sita dengan akrab memeluk Ibuk sambil cipika-cipiki ketika masuk ke dalam rumah.


"Alhamdulillah baik! Ayo silahkan duduk! " sahut Ibuk lagi tersenyum lembut.


"Maaf ya jeng! Kami datang ke sini tanpa pemberitahuan dan terkesan mendadak! Oh ya setahu saya Tata anak bungsu, kenapa ada anak bungsu lagi? " tanya Mami Sita tanpa sungkan.


"Iya jeng! Tata memang anak kandung saya yang bungsu, tapi saya punya anak-anak yang sudah saya anggap seperti anak kandung sendiri. Termasuk yang itu tuh, karena di antara semuanya ia yang paling muda, jadi dia yang saya bilang anak yang paling bungsu! " jawab Ibuk dengan ramah sambil menunjuk Anika yang duduk berdempetan dengan Dave sehingga membuat Dave tampak tidak nyaman.


Anika yang mendengar jawaban Ibuk menjadi terharu dan langsung berlari duduk di dekat Ibuk memeluk Ibuk dengan mata berkaca-kaca hendak menangis.


Begitu juga dengan ayah Jamal dan Riko yang tersenyum haru mendengar kata-kata tersebut. Mereka berdua baru saja datang memenuhi panggilan Ibuk Tata ke ruang tamu untuk menyambut tamu yang datang.


"Maaf kami terlambat! " ucap ayah Jamal dengan ramah berjalan menggunakan alat bantu dengan Riko yang memegang tangannya.


Mereka berdua langsung berjabat tangan dengan Papi Dayton, Dave dan terakhir Mami Sita.


"Kenalkan jeng, ini orang tua Anika dan Nana, dan yang ini suaminya Anika! " ucap Ibuk memperkenalkan ayah Jamal dan Riko.


Ayah Jamal dan Riko langsung duduk di dekat Ibuk di sofa yang berbeda karena Ibuk duduk bersama Anika yang bergelayut manja di samping nya di sofa yang muat untuk duduk berdua.


"Kalau boleh tau, ada keperluan apa jeng dan Mister datang jauh-jauh dari Jakarta ke Bandung menemui saya! " tanya Ibuk tanpa basa basi.


"Mami aja yang ngomong! " bisik Papi Dayton pada Mami Sita.


"Eh, sebenarnya kedatangan kami kesini ingin bersilaturahmi dan berkenalan dengan keluarga Tata, terutama jeng Ibu kandung Tata. Dan juga sekaligus untuk membicarakan tentang masa iddah Tata yang sudah selesai hari ini, kami sekeluarga berniat untuk melamar Tata untuk anak laki-laki saya Davindra. "Jawab Mami Sita agak hati-hati.


"Apaaaaa????! " pekik Anika dan Mak Ijah yang baru datang berbarengan.


Bersambung...


Jreng.... jreng..... jreng....


Nah loh... Baru saja selesai masa iddah udah langsung di lamar😱😱😱...


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...

__ADS_1


Selamat weekend...


Semoga othor selalu di beri kesehatan untuk bisa Up setiap hari dan gak bolong-bolong lagi Up nya... Aamiin🤲🤲🤲...


__ADS_2