
Dave dan Tata memasuki pintu yang terdapat di sebelah ruangan dokter tersebut. Mata Tata tiba-tiba memanas melihat boks-boks bayi yang ada di dalam ruangan tersebut.
Air matanya terjun bebas melihat langsung anak-anak nya yang tidur dengan damai dalam boks mereka.
"Silahkan duduk di sini Nyonya, saya akan ambilkan bayi yang pertama! " pinta salah satu Suster yang ada di ruangan tersebut dengan sopan dan ramah.
Dalam ruangan tersebut hanya ada tiga orang Suster termasuk Suster Sari dan Suster Mila. Suster Sari dan Suster Mila berjaga dengan bergantian. Karena saat ini Suster Mila sedang ke ruangan Tata, maka yang ada hanya dua orang Suster saja yang di sana. Sedangkan Suster Sari sudah pulang karena shift nya sudah selesai dan akan kembali besok pagi bergantian dengan Suster Mila.
Dengan di bimbing Suster itu, Tata menerima bayinya yang pertama dengan penuh haru. Ia mendekap erat sang bayi dan mencium pipi nya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Dave tersenyum bahagia melihat cinta yang besar dari Tata untuk anak mereka. Ia mencium lembut pelipis Tata dan sengaja membiarkan Tata asyik dengan mainan barunya.
Tata meringis pelan saat mulut sang bayi menghisap kuat area payu daranya. Ia menatap lama wajah sang anak yang dominan wajah sang suami.
"Posisinya jangan sampai salah ya Nyonya! Karena banyak para Ibu salah dalam posisi menyusui bayinya, sehingga sering terjadi lecet dan luka pada ****** payu dara! Jika posisinya benar, In Syaa Allah resiko lecet dan luka tidak akan terjadi selama apapun bayi meng hisap nya! " nasihat salah satu Suster kepada Tata.
"Terimakasih ya Sus sudah memberitahu saya! In Syaa Allah akan selalu saya perhatikan! " jawab Tata ramah.
"Iya Sus, saya juga akan memantau istri saya jika akan menyusui bayi kami! " tambah Dave lagi dengan penuh keyakinan.
"Alhamdulillah... Memang support suami sangat di perlukan seorang Ibu yang baru saja melahirkan! Dukungan dalam mengAsihi membuat sang Ibu semakin semangat dalam menyusui anak-anak nya! " ucap sang Suster dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
Dua orang Suster yang menemani Tata dan Dave tersenyum bahagia melihat pasangan suami istri yang kompak tersebut. Terlebih lagi melihat Dave yang selalu menemani dan membantu Tata dalam memegang anak-anak nya pada saat menyusui. Terlihat binar bahagia yang tak terkira dari mata Dave saat mendampingi sang istri mengAsihi anak-anak mereka.
"Adem banget ya lihat suami yang begitu mencintai istrinya dan selalu mendukungnya seperti itu! Duh jadi iri deh.. Mudah-mudahan jodoh aku nanti yang penyayang kayak gitu juga, meski pun bukan spek Bule! " ungkap salah satu Suster dengan kedua tangan menangkup pipinya sendiri.
"Aamiin... ! Mudah-mudahan suami kita nanti penyayang dan mencintai kita seperti Tuan Ryder itu.. ! " jawab temannya mengamini nya.
Puas melihat kemesraan dan kekompakan pasutri tersebut, mereka kembali melakukan tugas mereka menaruh kembali bayi yang sudah selesai menyusu dan mengambil bayi yang lain hingga semuanya selesai.
Enam bayi kembar sudah di susui oleh Tata yang sedang menyandarkan tubuhnya pada kursi khusus selama ia mengAsihi tadi.
"Nyonya, kalau Nyonya capek Nyonya tidak harus menyusui mereka langsung! Secara bergiliran saja setiap waktu menyusui dua orang, yang lainnya pakai botol saja. Begitu seterusnya hingga semuanya mendapatkan jatah menyusui langsung pada sumbernya! Nyonya juga harus banyak makan makanan yang bergizi! Tidak usah takut gendut karena apa yang Nyonya makan pasti akan di serap oleh mereka semua, jadi jangan takut gendut saat mengAsihi bayi-bayi Nyonya ya... " ucap Suster bernama Lina dengan ramah.
"Iya Sus.. ! Tenaga saya terkuras abis menyusui mereka semua seperti ini! Terimakasih banyak atas ilmu nya ya.. " jawab Tata dengan tersenyum lebar.
"Ya Allah.. Tambah lagi pengetahuan aku soal bayi! Sekali lagi terimakasih ya Sus, sudah mau memberitahu saya hal seperti ini! " sahut Tata dengan tulus.
"Iya Suster.. ! Tidak hanya istri saya, saya juga sangat berterimakasih! Tambah lagi pengetahuan kami berdua tentang bayi dan kami akan selalu menyimak yang Suster katakan! " ujar Dave ikut menambah kan.
"Sama-sama Tuan! Sudah tugas saya memberitahu semua pengetahuan yang saya punya! Saya senang mengenal orang tua yang selalu mau menerima masukan dari orang biasa seperti kami ini! " sahut Suster yang bernama Lila ikut bicara.
Perbincangan mereka terputus dengan kedatangan Suster Mila. Karena sudah selesai, Tata dan Dave akan kembali ke ruang rawat Tata lagi.
__ADS_1
"Anak-anak sayang Mami.. ! Mami Papi pergi dulu ya sayang.. ! In Syaa Allah besok Mami akan kesini lagi menemui kalian semuanya! Love you all.. " ucap Tata lirih sesaat sebelum keluar dengan menatap boks-boks bayinya dengan mata berkaca-kaca.
Dengan menggandeng lengan kekar suaminya, Tata berjalan perlahan keluar dari ruang khusus bayi-bayi nya dengan perasaan tidak rela.
"Mas.. ! Rasanya aku gak rela ninggalin anak-anak kita di ruangan itu.. ! Aku pengen anak-anak kita selalu sama aku.. ! " rengek Tata dengan nada hendak menangis.
"Sabar sayang.. ! Anak-anak kita masih kecil dan rapuh.. ! Mereka harus kuat dulu agar bisa sama kita! Kamu harus banyak makan agar Asi nya banyak dan anak-anak kita lancar minum Asi nya dan berat badan mereka akan cepat naik seperti bayi yang lahir normal! " jawab Dave dengan lembut menguatkan sang istri.
"Iya Mas... ! " sahut Tata pelan dengan nada pasrah.
Dave menepuk pelan punggung tangan istrinya dan mereka berjalan santai menuju kamar rawat Tata. Di depan pintu kamar rawat nya, Susan sudah memasang wajah sangar sarat akan protes pada mereka berdua.
"Dasar emak bapak si kembar dzalim.. ! Tega bener aku di kunci dari luar! Mentang-mentang mau ketemu anak, masa gak ingat kalau di ruangan ini bukan kalian aja! Emangnya aku ini makhluk gak kasat mata, sampai gak kelihatan gitu! " cerocos Susan mengomeli pasutri tersebut dengan hati dongkol.
Tata meringis ngeri melihat kemarahan sang sahabat, ia mencoba tersenyum agar kemarahan Susan segera hilang.
"Maaf Bon.. ! Kami beneran gak sengaja ngurung kamu di sini! Kami berdua lupa kalau kamu ada sama kita! Suer deh Bon... ! Ya gak yank.. ! " jawab Tata nyengir sembari meminta pendapat sang suami.
Susan mendengus kesal dan akhirnya masuk kembali ke ruang rawat Tata dengan merebahkan tubuh nya ke atas sofa.
"Perasaan yang jadi pasien aku kan Mas.. ! Kenapa jadi tuh anak yang masuk duluan.. ! " ucap Tata jengah dengan kelakuan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Biarin aja sayang.. ! Keliatan nya bestie kamu itu kayak lagi punya masalah berat! Soalnya gak biasanya dia sampai kayak gitu sama kamu.. ! Ya kan yank??? " jawab Dave santai dengan meminta pendapat sang istri.
Bersambung...