Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Aqiqah si kembar


__ADS_3

Begitu semuanya sudah mengambil bagian dalam acara anak-anak nya, Tata langsung menghubungi Martin agar meminta mereka berangkat ke Amerika setelah si kembar Aqiqah minggu depan. Martin menyanggupi karena memang mereka akan berangkat sesuai jadwal 10 hari lagi dari saat Tata menghubungi nya.


Tata juga meminta tangan kanannya Tiger, Lion dan Angel untuk ikut serta dalam penyelenggaraan aqiqah anak-anak nya dalam hal pengamanan.


Seminggu kemudian..


Sehabis sholat subuh Mami Sita, Ibuk, Eyang dan Grandma sudah sibuk ke kamar si kembar untuk membantu Abeth dan Aunty Ela memandikan si kembar.


Tata sedang memeras Asi nya dan memasukkannya ke dalam botol karena Asi nya sudah penuh kembali. Masih ada 8 botol Asip di dalam lemari pendingin padahal semalam ia selalu memeras nya hingga 6 botol. Anak-anak nya begitu rakus meminum Asi nya dan untung saja Asi Tata selalu melimpah ruah.


Nada sudah memandikan Aqila dan membawanya ke kamar si kembar karena Aqila terus merengek ingin bertemu adik-adiknya.


"Adik bayinya baru mandi ya Nek! " tanya Aqila pada Ibuk yang sedang memberikan minyak telon di perut Bima.


"Iya sayang! Aqila sudah mandi belum? " jawab Ibuk sembari bertanya juga.


"Sudah nek! " sahutnya dengan tersenyum lebar.


"Anak pintar! Nah, ayo kita taruh adik bayinya di atas kasur dulu sebelum di kasih susu! " ucap Ibuk dengan membawa Bima ke kasur lantai khusus untuk para bayi jika mereka terbangun.


Nada mengendong Aqila turun dari kursi rodanya dan ikut duduk di sebelah neneknya sambil memegang tangan mungil Bima. Ia memainkan tangan Bima sambil berceloteh entah apa itu tanpa pernah menghilangkan senyuman dari wajah nya.


"Aqila sayang.. ! Nih, ajak lagi dedek Kula nya main ya?? Mommy mau ke kamar mandi dulu! " panggil Abeth dengan meletakkan Nakula di sebelah Bima.


"Oke Mom.. " jawab nya dengan sangat bahagia.


"Buk, titip Aqila dulu ya.. ! Aya mau tengok Amirah dulu di kamar! " ucap Nada pada Ibuk mertuanya.


"Iya, tinggalkan aja Aqila di sini! " sahut Ibuk mengangguk pelan.

__ADS_1


Nada pun keluar dari kamar bayi menuju kamar nya untuk melihat Amirah. Sesampainya di kamar ternyata Amirah baru selesai berpakaian.


"Aqila mana Mah?? " tanya Amirah saat menyisir rambut panjang nya.


"Di kamar si dedek sama nenek! Sini Mamah ikatkan rambutnya! Kakak pakai baju gamisnya mau sekarang apa nanti?? " jawab Nada sambil mengikat rambut Amirah.


"Sekarang aja Mah! Nanti repot pakai baju nya kalau Kayla udah datang! Amirah bakalan hati-hati kok gak akan ngotorin bajunya! " jawab nya dengan sangat yakin.


"Ya udah! Ganti sana gih bajunya! Habis itu langsung ke kamarnya dedek kembar! " ucap Nada setelah selesai mengikat rambut Amirah.


Amirah yang tadi sudah berpakaian kembali membuka baju yang tadi ia pakai dan mengganti nya dengan baju gamis yang tergantung di hanger lengkap dengan jilbab nya.


Baju gamis yang sama persis dengan warna nya dengan milik Tata dan semua perempuan yang ada di keluarga ini. Mereka membuat baju seragam yang berbahan dasar sama tapi dengan warna yang beragam. Tata, Elea, Aqila, Amirah, Nada, Ibuk, Mami Sita dan Abeth memakai gamis warna sage green. Eyang Uti, Grandma, Aunty Ela, Giselle memakai gaun warna Blue safir. Bude Wati, Bude Ditha, Bude Rini memakai gaun warna hijau botol. Gendis, Caca, Wiwid, Saras, Nana, Anika, Sandra dan Susan memakai gaun warna Wardah. Sedangkan para pria memakai kemeja yang sesuai dengan warna pasangan masing-masing tidak terkecuali Arkan yang juga sama dengan warna baju Susan.


"Duh, cantik banget sih keponakan Aunty.. ! " puji Tata saat Amirah memasuki kamar si kembar.


"Den Ayu.. ! Ini makanan nya di makan dulu! Nanti kelaparan pas waktu acara nya! " panggil Mbok Nah yang datang membawa nampan berisi makanan untuk Tata.


"Alhamdulillah.. ! Tau aja si Mbok kalau Tata emang udah lapar! Tata baru aja selesai peras Asi nya! " jawab Tata dengan tersenyum lebar.


"Nah.! Monggo di makan! Kalau masih kurang nanti panggil aja si Mbok ya Den Ayu.. ! " ucap Mbok Nah lagi mempersilahkan Tata untuk makan.


"Terimakasih Mbok... " jawab Tata.


"Sama-sama Den Ayu! Si Mbok ke belakang dulu ya! " sahut Mbok Nah sembari berjalan keluar dari kamar si kembar.


"Amirah, Aqila.. Ayo ikut makan sama Aunty! " panggil Tata pada kedua keponakannya.


"Gak Aunty.. ! Qila nanti makan sama nenek! " tolak Aqila yang masih berbaring di samping dedek nya.

__ADS_1


"Amirah nanti juga Aunty sama yang lainnya! " sahut Amirah juga ikutan menolak.


"Ya udah, kalau gitu Aunty makan dulu ya.. ! Kalian berdua jagain adik-adiknya! " ucap Tata yang mulai memakan makanan nya.


Tepat pukul 7.00 Tata dan semua keluarga besarnya pergi menuju tempat acara yaitu sebuah aula hotel yang sudah di sulap menjadi begitu indah dan mewah dengan enam buah boks bayi yang bisa di goyang lengkap dengan hiasannya yang sangat indah. Kursi dan meja untuk semua tamu undangan tersusun rapi tanpa ada batasan kelas, semuanya sama rata.


Acara akan di mulai pada pukul 10.00 dan mereka sengaja datang lebih awal untuk menghindari macet. Tata membawa anak-anak nya ke kamar yang khusus di booking untuk kenyamanan anak-anak nya selama acara berlangsung.


Sandra mengajak semua anak-anak termasuk Aqila menuju aula utama bersama Anika yang menggendong Revan. Kedua mertuanya juga datang dan mengambil tempat duduk di sebelah Sandra dan anak-anak.


Mami Bertha Ibu nya Sandra berada di kamar si kembar bareng Tata, Ibuk, Nada dan para sesepuh alias Eyang Uti dan Grandma.


"Ya ampun.. ! Senang kali lah kau sekarang ya Isah udah berkumpul sama anak menantu dan cucu-cucu kau di Jakarta! Lega pulak aku lihat kau gak kesepian lagi kalau Tata di Jakarta dan kau di Bandung! Oh ya, ngomong-ngomong kenapa kau gak pulang aja ke kampung kita Sah! Sepi pulak aku gak ada kawan yang sehati di sana! Kawan seempedu nya yang banyak alias toxic istilah anak muda! " cerocos Mami Bertha seperti kereta api.


"Mami bukan nya mau pindah ke Jakarta juga ya kan sebelum Bontot lahiran?? Lagian di kampung juga gak ada rumah lagi! Yang ada hanya rumah Tata di Kota Medannya Mami! " jawab Tata sembari menimang Yudistira.


"Iya juga ya.. ! Aku rencana nya mau pindah aja ke Jakarta Sah! Si Calvin aja yang akan aku suruh mengurus semua usaha yang di Siantar! Gak mau lagi si mata sipit lama-lama pisah dari Kayla dan Kana! " sahut Mami Bertha curhat sama Ibuk.


"Loh, bukannya di Siantar ada Adrian dan Adila anaknya Koh Calvin Mi?? " tanya Tata bingung.


"Papi mu gak mau! Katanya Adrian sama Adila gak asyik di ajak main! Lagipula Papi mu suka cemburu sama mertua nya Calvin yang selalu di titipin mereka berdua kalau istrinya Calvin kerja! Sedangkan Kana dan Kayla mau di ajak kerjasama sama Papi mu, gitu alasannya! " jawab Mami Bertha lagi.


"Dih, Papi koh mah lucu! Udah jadi Akong-Akong masih mau main! " ucap Tata dengan nada meledek.


Obrolan mereka terputus dengan kedatangan Dave yang mengatakan jika acara nya akan segera di mulai. Tata dan para orang tua termasuk Nada keluar dari kamar tersebut dengan menggendong keenam bayi kembar nya menuju aula utama tempat acara berlangsung.


"Keasyikan ngobrol gak terasa udah mau jam 9! " ucap Tata sambil berjalan menuju aula.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2