Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Detik-detik menjelang Resepsi..


__ADS_3

Tata tersenyum melihat suaminya tertidur setelah pelepasan hormon nya.


"Gak sia-sia semalam aku baca di google cara menyenangkan suami saat sedang haid! Kasihan juga lihat suami mesum ku ini uring-uringan setiap malam saat mau tidur! Hi.. Hi.. Hi.. " ucap Tata pelan dengan cekikikan.


Ia memutuskan untuk ikutan tidur setelah memakai kembali pakaian atasnya dan masuk ke dalam pelukable sang suami.


🌿🌿🌿


Dikediaman nya Tata..


Ayah Jamal duduk termenung di teras depan setelah sholat Asar. Biasanya jam segini ia sedang bermain catur bersama Riko dan Kadir kalau ia pulang cepat, soalnya Kadir ikut membantu Sandra di restoran sama seperti Nana.


Papi Koh yang barusan selesai sholat Asar langsung duduk di samping Ayah Jamal yang asyik melamun dan tidak menyadari kehadiran Papi Koh.


"Ada apa dengan muka mu itu Mal? Seperti menyimpan banyak sekali kesedihan.. ! " tegur Papi Koh yang membuyarkan lamunan ayah Jamal.


"Eh kamu Koh.. ! Rasanya suasana terasa agak sepi Koh, karena dulu selalu ada Riko yang menemani saya duduk santai sambil bermain catur! Sekarang duduk sendiri saja, palingan hanya bergabung dengan kumpulan para supir dan penjaga kalau mau main catur, tapi juga tempat nya di belakang sana! " jawab ayah Jamal dengan menghela napasnya.


"Namanya juga hidup Mal, ada yang datang ada yang pergi, semuanya silih berganti seperti roda kehidupan, terkadang di atas dan terkadang di bawah, seperti ada siang setelah hilangnya malam. " jawab Papi Koh dengan kata-kata bijaknya.


"Yang kamu omongin benar sih Koh! Hanya saja agak terasa kehilangan sekali saat orang yang selalu ada menghabiskan waktu bersama kita, tiba-tiba pergi menuju ke tempat yang lain. " ucap ayah Jamal lagi dengan mata menengadah ke luar.


"Awalnya sih begitu, tapi nanti lama-lama akan terbiasa lagi tanpanya! Kenapa gak kamu suruh saja anak kamu untuk menikah? Dengan begitu pasti kamu juga akan punya teman bicara yaitu menantu mu! " sahut Papi Koh memberi saran.


"Nana masih pengen kerja katanya Koh kalau aku suruh menikah! Katanya belum tentu punya suami yang tidak mempermasalahkan jika ia tetap bekerja! Makanya sebelum ketemu jodoh ia mau mengumpulkan uang banyak-banyak! Itu jawabannya setiap aku tanya kapan ia akan menikah! Jadi, aku tidak mau memaksakan diri nya untuk cepat-cepat menikah! " jawab ayah Jamal lagi dengan wajah sendu.


"Betul juga apa yang anak mu katakan itu Mal! Itu juga yang di alami Sandra sewaktu masih menjadi istrinya si Arman itu! Patuh duduk di rumah saja di ceraikan, apalagi bekerja seperti anakmu! Saya saja merasa kesal karena si brengsek itu mengatakan jika Sandra mandul karena tidak kunjung hamil! Emangnya hamil itu kayak mau bikin gorengan, tinggal kasih tepung langsung di goreng! Padahal Sandra setiap bulan cek kesehatan ke Dokter, giliran belum juga hamil malah dia yang dikatakan Mandul. Rasanya pengen aku sumpal moncong si Arman itu dengan tahi kambing biar dia tau rasa! " curhat Papi Koh dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Namanya juga laki-laki yang berpikir pendek Koh, selalu menyalahkan orang lain tanpa mau introspeksi diri akan diri sendiri. Tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, karena baginya pendapat nya lah yang benar! Tapi sekarang bagaimana pendapat kamu dengan Kadir yang saat ini menjalin hubungan dengan Sandra! " ucap ayah Jamal sembari bertanya tentang Kadir pada Papi Koh.


"Hemmm... Pekerja keras! Gak malu mau kerja apa saja, itu yang saya suka! Walaupun Duda anak dua tapi itu yang mendekat kan mereka berdua hingga saat ini! Kalau saya dan istri saya terserah Sandra saja, kami berdua tidak membatasi harus laki-laki yang itu, yang ini atau yang begitu, yang begini lah. Yang penting bagi kami Sandra suka dan mau karena yang menjalani semuanya kan dirinya, bukan kita. Mau bujangan atau duda juga terserah karena Sandra kan juga janda, jadi kami berdua hanya mendukung saja mana yang terbaik untuk Sandra! " jawab Papi Koh dengan mantap.


"Mudah-mudahan aja mereka berdua berjodoh ya Koh! " ucap ayah Jamal mendoakan.


"Aamiin... Semoga saja Mal! " jawab Papi Koh mengamini nya.


Mereka berdua mengobrol di teras depan sambil mengamati indahnya langit pada saat sore hari.


🌿🌿🌿


Seminggu menjelang pesta resepsi Tata dan Dave, semua orang tampak sibuk mempersiapkan segala nya agar tidak ada yang terlewatkan sedikit pun.


Seluruh keluarga besar Dave, bahkan semua karyawan di semua cabang restoran Tata juga ikut sibuk karena makanan yang mereka sajikan di pesta nanti adalah makanan dari semua cabang restoran Tata yang ada di Jakarta. Bisa di bayangkan betapa besar dan mewahnya nanti pesta ini, apalagi pestanya di selenggarakan di sebuah ballroom hotel mewah bintang tujuh milik keluarga Ryder sendiri.


(kayak puyer dong bintang tujuh 🀣🀣🀣)


Tidak hanya Tata, Dave pun uring-uringan di dalam kamarnya saat Tata di jemput Ibuk mertuanya. Ia mendadak pusing karena berjauhan dengan sang istri, padahal ia baru saja berbahagia karena baru tiga hari ini junior lebaran masuk sarang.


"Akh.... Aturan apaan pakai di pingit segala, seminggu lagi waktunya! Mami... Tega banget sih sama anak sendiri?? Junior baru aja lebaran tiga hari ini, masa di suruh puasa lagi selama seminggu! Akh.... Bikin pusing aja! " teriak Dave gusar dan memukuli samsak yang ada di ruang gym.


Ia memukuli samsak tersebut sekuat tenaga bertubi-tubi melampiaskan rasa kesalnya pada sang tetua.


Arkan yang baru datang ke ruang gym hanya geleng-geleng kepala lihat kelakuan Bos sekaligus sahabatnya itu.


"Udah, Bro.. ! Dari pada uring-uringan kayak gitu, mendingan selesain pekerjaaan ini ! Emangnya gak mau bulan madu sehabis resepsi nanti?? Kalau elo sibuk dengan menyelesaikan semua pekerjaan ini, gue yakin seminggu itu tidak terasa! " tegur Arkan dengan membawa setumpuk berkas di tangannya.

__ADS_1


Dave menghentikan kegiatannya mendengar ucapan dari mulut Arkan. Ia mengusap keringat yang ada di sekujur tubuhnya dengan handuk yang memang tersedia di ruangan itu.


"Bawa semua berkas-berkas nya ke ruang kerja! Aku mau mandi dulu! " ucap Dave datar sambil melenggang keluar dari ruang gym.


Ia berjalan ke lantai atas dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana pendek saja, hingga membuat Mami Sita yang sedang sibuk geleng-geleng kepala lihat kelakuan anaknya.


Untung aja asisten rumah tangga di rumahnya sudah pada berumur dan sudah terbiasa melihat Dave yang bertelanjang dada, coba kalau di rumah Tata yang banyak pelayan-pelayan muda yang masih baru netes, auto mereka kegirangan dapat jackpot melihat roti sobek suami majikan mereka. Lumayan lah cuma bisa lihat langsung meskipun gak bisa di sentuh itu roti apalagi di makan. (wkwkw othor tertawa ngakakπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£)


"Kenapa Mi?? Mami sakit kepala sampai geleng-geleng kayak gitu! " tegur Abeth yang baru saja dari dapur.


"Gak, Mami hanya heran aja lihat kelakuan adik kamu itu! Kadang datar, kadang jahil, kadang kayak anak kecil, kadang slengean dan kadang dingin seperti es batu! Kok bisa Tata suka dan cinta pada tuh anak! " jawab Mami Sita menghela napasnya.


"Yaelah Mami... Anak laki-laki Mami kan dari kecil emang jahil, gesrek dan usil sebelum tragedi itu datang! Tapi setelah kejadian naas itu berubah jadi datar, dingin bahkan menutup diri dari dunia luar. Bahkan untuk bertemu pelayan kita aja dulu ia ketakutan setengah mati, hingga membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti dulu meskipun tidak sepenuhnya. Semenjak bertemu Tata lah ia kembali lagi usil, jahil dan gesrek dengan semua orang! " ucap Abeth dengan terkekeh kecil.


"Iya ya... Kamu benar juga! Ya udah, Mami mau pergi dulu! Udah di tungguin sama Bude kamu tuh! Jangan lupa minum obat mu sayang! Bye.. Mami pergi dulu! Assalamu'alaikum! " sahut Mami Sita sambil meraih tas tangannya yang di atas meja.


"Waalaikumsalam... " jawab Abeth setelah menyalami tangan Mami nya.


Dave pun menyibukkan dirinya dengan segudang pekerjaan selama seminggu sampai hari H pesta resepsi nya.


Ia bahkan sudah memesan tiket bulan madu untuk dua pasang pengantin ke Maldives tempat impian Tata dan juga tempat bulan madu pertama kali Abeth dan Henry.


Awalnya ia hanya ingin berdua saja dengan Tata, tapi Tata ingin agar Abeth dan Henry juga bulan madu lagi kedua kalinya di tempat yang sama dengan tempat bulan madu mereka dulu.


Alhasil mereka berempat akan bulan madu di tempat yang sama yaitu Maldives surgaNya tempat pasangan suami isteri yang baru menikah.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya πŸ€—πŸ€—πŸ€—..


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2