Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
40. Silahkan kau nikmati dulu uang ku!


__ADS_3

Sepulangnya dari kantor polisi, Tata bersama sahabatnya dan Tegar mampir di sebuah restoran Jepang di kawasan xxx.


"Akhirnya kesampaian jugak aku makan makanan Jepang! Dari kemarin mau ngajak ke sini gak jadi-jadi! " ucap Sandra dengan mata berbinar menatap makanan Jepang yang tersaji di depannya.


"Kayak orang ngidam aja kau Tot! " celutuk Susan sambil mencomot udang tempura.


"Iya, ngidam anak kingkong aku! " jawab Sandra dengan mulut penuh dengan makanan.


"Makan dulu yang di mulut itu! Baru ngomong lagi! " omel Tata dengan geleng-geleng kepala.


"Ayo Gar, dimakan makannya! Jangan dilihatin aja! Gak bakalan kenyang kau kalau makanannya cuma kau liatin! " perintah Tata dengan menatap tajam Tegar.


"Baik Nona! " jawab Tegar dengan kaku.


"Bah, kaku kali kau ini Gar! Udah kenal lama kita, masih aja kau kaku kayak kanebo kering gitu! " omel Sandra dengan logatnya.


"Sudah.. Sudah... Makan dulu, nanti ngobrol nya! Aku mau ke toilet dulu, panggilan alam! " ucap Tata menengahi Sandra yang hampir bicara lagi.


Tata pun segera keluar dari lingkaran meja mereka mencari toilet. Saking buru-buru nya, ia tidak melihat jika OB baru saja membersihkan lantai nya hingga harus berjalan dengan hati-hati dan pelan-pelan. Namun Tata tidak melakukannya karena kantung kemih nya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi. Ia pun terpeleset jatuh ke lantai dan ia menggapai sesuatu yang dapat ia pegang sebagai pegangan agar tubuhnya tidak terhempas di lantai dengan keras.


"Arrrggghhh..... " teriak Tata sambil memejamkan matanya.


"Kenapa bokong ku tidak sakit ya? Tidak mungkin pulak aku duduk di sofa? Apa jangan-jangan aku sudah di surga, sehingga tidak merasakan sakit? Ah, bodoh kali kau Ta, kalok kau udah di surga berarti kau itu udah mati! " Batin Tata dengan mata masih terpejam.


"Kok keras ya? Tapi bukan batu! Ini kok ada kenyal-kenyal nya? Tapi keras banget lagi! " gumam Tata dengan tangan yang meraba-raba.


"Sudah puas menggerayangi tubuh ku Nona! " celutuk suara yang begitu berat dan serak membuyarkan mimpinya.


Tata melonjak kaget begitu membuka matanya, ia begitu malu dan wajah nya langsung bersemu merah. Ia tampak kaget sekali lagi karena ia menduduki perut seorang pria Bule yang meringis karena Tata masih belum beranjak di atas perutnya.

__ADS_1


"Apakah aku sudah bisa berdiri Nona? Atau anda masih suka duduk di perut ku! " ucapnya lagi dengan nada jahil.


Tata langsung berdiri dan berlari ke arah toilet karena malu dan juga ia sudah tidak tahan lagi untuk mengeluarkan panggilan alam nya.


Selesai buang air kecil, Tata mencuci tangan nya di wastafel sembari membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Ya ampun Tata, bikin malu aja sih jadi orang! Bukan nya langsung kabur, eh malah keenakan duduk di perut yang keras kayak oppa-oppa Korea yang di tivi-tivi? Aduhh.. Kok aku jadi malu gini sih! " gumam Tata bersemu merah sambil menangkup kedua tangannya di pipi menghadap kaca wastafel.


Tata celingak celinguk di pintu toilet memastikan pria Bule yang ia temui tadi sudah tidak ada lagi penampakannya di sana. Ia menghela nafas lega karena yakin pria Bule sudah pergi dari tempat ia jatuh tadi.


Tata keluar dari toilet dengan santainya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Baru berjalan beberapa langkah, sebuah bisikan terdengar di telinganya bahkan hembusan nafas yang panas begitu terasa di telinga.


"Jika kau masih belum puas meraba tubuhku, aku bisa merelakannya untuk mu Nona!Tapi, jangan di tempat umum seperti ini! " bisik nya dengan suara berat.


Tata terpaku sambil memegang dadanya yang berdegup kencang tanpa bisa bergerak. Ia seperti tersihir mendengar suara berat tadi menggelitik telinganya dan seketika ia tersadar mengingat kata-kata yang keluar dari mulut Bule tersebut.


"Dasar Bule mesum! " umpatnya dengan wajah merah menahan malu.


"Lama kali lah kau Tet, Kenapa pulak mukak mu merah kayak udang rebus begitu? " tanya Sandra di angguki Susan.


"Tadi ada insiden kecil di lorong dekat toilet! " jawab Tata sambil memakan makanan nya.


"Insiden apa pulak? Penasaran aku! " tanya Sandra kepo.


"Gak penting jugak! Udah ah, mau makan dulu aku! " jawab Tata dengan malas.


Tata pun makan dengan lahap tanpa menghiraukan tatapan Susan dan Sandra yang menatapnya dengan pandangan yang mencurigakan.


Sedangkan di meja yang tak jauh dari tempat Tata dan teman-temannya makan, seorang pria menatap ke arah Tata dengan pandangan yang hanya ia sendiri yang mengetahui maksudnya.

__ADS_1


Setelah selesai makan, mereka segera pergi setelah membayar bill nya di kasir.


"Tegar, mampir dulu di toko kue yang di depan Mall sana ya! " ucap Tata kepada Tegar yang bertindak sebagai sopir dadakan.


"Baik Nona! " jawab Tegar singkat.


Tegar pun menghentikan mobil ketika sudah berada di parkiran toko kue yang cukup besar di depan sebuah Mall. Ketika ia hendak turun, Susan mencegah nya agar tetap di dalam mobil.


"Tet, kau lihat ke arah jam sembilan! Bukannya itu mertuamu yang sok itu! Lihat dia bawa barang banyak sekali di tangannya! Seperti nya ia baru selesai shopping! " ucap Susan dengan dagunya mengarahkan ke arah jam 9.


"Bah, benar kali kau Bon! Wanita tua itu sedang bersenang-senang rupanya! CkCkck.. Kere tapi lagaknya sok kali melebihi orang kaya! Songongnya mintak ampun itu nenek tua! Sudah tua bukannya taubat malah makin menjadi-jadi. Mau jadi apa kalok ia mati nanti gak tobat jugak! " ucap Sandra dengan miris.


"Jadi ulat bulu dia mati nanti Tot! " jawab Susan dengan cekikikan.


"Apa mesti kita hampiri nenek tua itu Tet? " tanya Sandra dengan mata tidak lepas dari kegiatan mertuanya Tata.


"Mau ngapain? Gak penting juga! Nanti yang ada malah aku tambah kesal dan benci dengar kata-kata kotor yang keluar dari mulutnya itu! " jawab Tata dengan malas.


"Benar kali yang kau bilang Tet! Kau jugak Tot, ngapain pulak kita samperin itu nenek-nenek. Yang ada nanti kita berantem di sana dan jadi tontonan gratis orang-orang lagi. " ucap Susan membenarkan omongan Tata.


"Bah, aku kan cuman nanyak aja Bon! Sensi kali kau ini! " jawab Sandra ketus.


"Udah ah, kenapa kita yang jadi berantem gara-gara nenek-nenek songong itu! Yuk ah masuk! Aku mau beli kue untuk cemilan kita di rumah sekalian beli kue kesukaan Ibuk! " sahut Tata melerai perdebatan mereka.


Mereka pun keluar dari mobil, memasuki toko kue tersebut dan Tegar tetap menunggu di dalam mobil.


"Nikmati dulu lah uang ku itu Mama mertua! Kelak setelah ini aku tidak akan membiarkan kau memakai uang ku serupiah pun! Berbelanja lah sepuas hati mu, karena besok kau akan menangis darah di hadapanku melihat kehancuran anak kesayangan mu itu! " batin Tata dengan seringai tipis di bibirnya.


**Bersambung...

__ADS_1


Kira-kira Tata kejam gak ya dengan mertua yang modelan kayak gitu??


Othor takut Tata kualat nih!😱😱**


__ADS_2