Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kegalauan Tata..


__ADS_3

Flashback beberapa minggu yang lalu....


Dave yang menggendong Tata menuju kamarnya tidak sengaja mencium aroma yang berbeda dari tubuh istrinya. Aroma yang membuatnya ingin menghirup nya lagi dan lagi.


Begitu ia masuk ke dalam kamar, ia menutup pintu kamar dengan kakinya dan meletakkan pelan-pelan Tata di atas tempat tidur.


Ia pergi ke meja rias untuk mengambil kan sisir dan merapikan rambut Tata yang berantakan.


Saat ia merapikan baju kemeja Tata, ia mencium aroma itu lagi yang membuat rasa penasarannya semakin menjadi-jadi. Ia mencondongkan kepalanya mendekati leher Tata yang membuat Tata reflek memundurkan tubuhnya kebelakang.


"M-Mas mau ngapain sih! " tanya Tata dengan wajah gugup.


"Kamu ganti parfum ya sayang? Kok wanginya beda? Tapi kenapa aku gak mencium bau itu di baju kamu? " Dave balik bertanya sambil mengendus-endus pakaian yang Tata kenakan untuk mencari aroma tersebut.


"Nggak kok Mas, aku gak ganti parfum! Malahan aku gak pakai parfum sama sekali! " jawab Tata juga ikutan mencium sesuatu pada bajunya seperti yang di katakan suaminya.


"Tapi aku mencium aroma beda loh Sayang!... Masa iya gak pakai parfum! Coba aku lihat dulu! " ucap Dave keukeh dengan pendapatnya.


"Ih.... Mas gak percaya banget sih jadi orang! " jawab Tata sebel karena ia memang bicara jujur.


Dave dengan santai duduk di samping istrinya dan mengendus-endus seluruh tubuh istrinya, depan belakang semuanya ia cari dengan mendekatkan hidungnya pada permukaan pakaian Tata. Hingga pada akhirnya saat ia menyentuh tangan istrinya, ia mencium lagi aroma tersebut di kulit lengan istrinya.


"Tuh kan wangi! " ucap Dave dengan menyentuh kulit lengan Tata.


Ia mendekatkan lagi wajahnya ke lengan yang satunya dan masih tercium aroma yang sama. Ia mencium dan meresapi aroma tersebut dari lengan istrinya dengan mata tertutup.


"Udah ah Mas.... Kayak guguk aja mengendus gitu! " ucap Tata risih dan langsung berdiri menjauhi suaminya.


Ia mengambil ikat rambut yang ada di atas meja rias dan dengan santai mengikat rambut panjang nya di hadapan suaminya dengan gaya slow motion.


Tiba-tiba ada panggilan dari ponsel nya yang di dalam jas nya sehingga membuat Dave yang tadinya hendak bicara lagi pada istrinya tertunda.


Ia berbicara tampak serius tanpa pergi dari hadapan Tata. Ia lalu menghela napas kasar begitu panggilan telepon terputus.


"Maaf ya sayang.... Mas ada kerjaan lagi! Padahal Mas kepengen mendengarkan cerita mu! " ucap Dave dengan wajah begitu menyesal.


"Gak papa kok Mas... Mas kan kerja untuk kita juga! Lagian Mas bisa datang kapan aja Mas mau ke rumah ini, inikan rumah Mas juga! " jawab Tata tersenyum mengerti kesibukan suaminya.


"Ya sudah kalau gitu, Mas ke kantor dulu ya sayang! " ucap Dave dengan mengusap lembut pipi istrinya.


Tata hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya, ia memberikan kecupan lembut di bibir suaminya dengan penuh cinta.


Dave membalas kecupan lembut tersebut dengan ciuman yang lembut dan sedikit lama. Saat melepaskan ciumannya, ia kembali lagi mencium aroma khas tadi dari permukaan area leher istrinya.


Ia meneguk ludahnya saat melihat leher putih mulus milik istrinya yang seakan melambai-lambai meminta untuk di sentuh, apalagi tercium aroma tersebut yang membuatnya malas untuk pergi.


Dengan agak terpaksa, ia pun menjauhkan dirinya dari tubuh istrinya dan melangkah keluar dari dalam kamar dengan pikiran yang entah kemana.


Saat ia sampai di kantor, ia masih belum bisa menghilangkan bau wangi kulit istrinya dari pikiran dan otaknya. Sehingga meeting yang seharusnya berjalan hanya satu jam menjadi molor tiga jam karena Dave tidak konsentrasi dan tidak fokus karena selalu teringat dengan aroma khas tubuh istrinya seakan-akan istrinya itu sekarang ini berada si sampingnya.

__ADS_1


Begitu ia pulang ke apartemen, ia masih terbayang-bayang leher mulus istrinya dengan di padu aroma khas dari istrinya yang membuatnya menjadi ereksi dan begitu bergairah sehingga ia mau tidak mau bermain solo di kamar mandi.


"Kenapa aku merasa seperti mabuk kepayang gini saat mencium aroma khas tubuh istriku! Arrrggghhh.... Bisa gila kalau aku bermain dengan Tante Lux setiap junior bangun kayak gini! Ngenes banget junior belum mencoba landasan pacu nya! " keluh Dave dengan wajah nelangsa menghela napas kasar.


Hal itu sampai di alaminya selama dua hari, ia selalu teringat aroma istrinya dan membuatnya selalu bergairah sehingga membuatnya nekad untuk datang ke rumah nya secara diam-diam pada malam hari.


Dave mengendap-endap memasuki rumahnya lewat pintu samping yang terhubung dengan taman kecil dan menuju tangga ke lantai atas yang langsung menuju kamarnya.


Dengan perlahan-lahan Dave membuka pintu kamarnya dengan melihat kanan kiri seperti seorang pencuri yang takut kepergok pemilik rumah. Tata yang baru saja bersiap-siap hendak tidur, kaget melihat seseorang memasuki kamar nya tanpa bersuara dengan punggung terlihat.


Karena reflek ia pun berdiri dan memegang ***sebuah kotak perhiasan yang tadi siang di berikan Mami mertuanya. Baru saja hendak mengayunkan kotak tersebut ke arah penyusup, penyusup itu berbalik dan mereka berdua sama-sama kaget.


"Mas Dave.... " seru Tata dengan wajah kaget.


Ia lalu menurunkan tangannya dan meletakkan kembali kotak perhiasan tersebut di atas meja.


Dave masih tercengang dengan penglihatannya, ia masih menatap istrinya dengan pandangan yang sulit di artikan. Bagaimana tidak, ia melihat Tata memakai pakaian tidur yang super minim memperlihatkan pahanya yang mulus, di tambah lagi dengan leher jenjang Tata yang begitu mulus karena Tata menggulung rambutnya tinggi ke atas. Meskipun bagian atasnya tertutup, tetap saja ini pertama kalinya Dave melihat Tata berpakaian seperti itu.


Ia meneguk air ludahnya, suhu tubuh nya tiba-tiba panas seolah-olah terbakar oleh sesuatu hal dan juga juniornya ikutan bangun secara perlahan membuat muka Dave memerah menahan birahinya yang tiba-tiba muncul kembali.


Tata kembali berbalik dan melihat suaminya masih bengong dengan wajah memerah membuatnya mendekat tanpa menyadari jika ia sudah membangunkan singa yang sudah kelaparan kembali lapar.


"Mas kenapa? Kok wajah nya memerah kayak gini? Mas sakit? " tanya Tata dengan menyentuh pipi suaminya.


Sentuhan tangan Tata di kulitnya membuat Dave benar-benar berperang dengan akal sehat dan nafsunya. Ia memejamkan matanya guna menahan diri karena sentuhan Tata membakar sesuatu di dalam tubuhnya yang bisa membuatnya kalap.


Saat ia hendak beranjak melangkahkan kakinya dari sisi Dave, lengannya di cekal kuat Dave dan hap.... Dalam sekali tarikan Tata masuk dalam pelukan Dave dengan wajahnya menyentuh dada suaminya.


"Kau sudah membangkitkan singa yang lapar sayang... ! " bisik Dave dengan suara serak di telinga Tata.


Tata yang masih belum konek mengernyitkan dahinya bingung mendengar bisikan suaminya.


"Singa?? Maksud Mas apa? Mana ada singa di rumah ini, apalagi di kamar ini? " tanya Tata dengan wajah bingung.


Dave sudah tidak tahan lagi dan tanpa menjawab pertanyaan istrinya yang bingung langsung mendaratkan bibirnya pada bibir Tata dan ********** dengan penuh nafsu yang membuat Tata kaget dan sedikit kewalahan.


"Mas sudah tidak tahan lagi sayang?? Mas sudah berusaha menahan nya mati-matian, tapi kau benar-benar membangkitkan singa yang kelaparan ini! Mas menginginkan mu sayang.... ! Mas menginginkan mu sekarang! " ucap Dave dengan suara serak menahan birahinya dengan napas tersendat di telinga Tata.


"Alamak..... ! Mati aku! Bagaimana aku bisa lupa kalau sekarang ini kami sudah sah? Mampus aku ! Mana aku sekarang pakai baju kayak gini lagi, pantesan Mas Dave tadi seperti melihat hidangan lezat yang menggugah selera! Ya ampun.... Bagaimana ini? Apalagi saat ini aku tidak pakai bra dan bagaimana jika Mas Dave menyadari hal itu! Aduh.... Kok aku jadi takut begini? " batin Tata dengan menggigit bibirnya karena ia merasa belum siap dan sedikit deg degan, apalagi ini pengalaman pertama nya.


Tanpa mendengar jawaban istrinya, Dave langsung melabuhkan bibirnya kembali pada bibir Tata dengan lembut dan perlahan. Tata yang awalnya agak takut dan kaget langsung terlena dan terbuai dengan aksi suaminya yang membuat tubuhnya panas dingin dan bergetar hebat di sekujur tubuhnya.


Kedua tangan Dave yang awalnya memegang kedua pipi Tata perlahan terlepas, ciuman yang awalnya lembut mulai terlihat panas dan menuntut lebih. Tangan sebelah kiri mendekap erat tubuh Tata hingga mereka lengket dan berdempetan, sedangkan tangan kirinya menyibak rambut Tata yang menutupi sebagian lehernya.


Ciuman Dave turun ke leher dan bermain-main di sana dengan meninggalkan beberapa bekas yang begitu merah. Tata mengeluarkan nyanyian keramatnya yang membuat Dave semakin bersemangat untuk terus lanjut.


Tangan kanan Dave mengusap punggung Tata dan ciuman Dave terhenti karena ia sangat terkejut karena Tata tidak mengenakan pakaian dalam alias penutup apel miliknya.


"Sayang..... K-kau..... ! " ucap Dave dengan suara tercekat.

__ADS_1


"He.... He.... He.... Itu sudah menjadi kebiasaan ku dari dulu Mas! Aku tidak pernah memakai penutup dada setiap aku tidur! " jawab Tata dengan cengengesan dan malu-malu.


Dave tersenyum dan langsung melanjutkan kembali aksinya dengan mencumbui istrinya dan bermain-main di area dada istirnya dari arah dalam yang membuat Tata semakin mengeluarkan nyanyian keramat. Tubuh Tata berdesir hebat saat tangan Dave menyentuh kulit nya dan membelai buah apel miliknya. Tubuh Tata menegang saat tangan Dave meremas, memijat dan bermain-main di buah apel miliknya.


Tanpa ia sadari kedua tangan Tata mencengkram erat rambut suaminya dari belakang, terlebih lagi saat Dave memberikan jejak di lehernya yang membuatnya memekik kecil karena agak perih.


"Sangat indah meski belum aku lihat.... juga sangat pas di genggam tangan Mas sayang! Mas sangat menyukai nya! " bisik Dave di telinga Tata.


Tubuh Tata kembali seperti kesetrum saat bisikan dan napas Dave menggelitik telinga nya yang membuatnya kembali merasa panas.


Saat Dave hendak membuka penutup dada istrinya, tiba-tiba Tata merasa ada yang keluar dari bagian bawahnya dan ia tanpa sengaja mendorong tubuh suaminya hingga tubuh nya terlepas dari dekapan suaminya.


"Ma-maaf Mas! A-aku ke kamar mandi dulu! " ucap Tata terbata-bata sambil berlari ke kamar mandi.


Dave meraup kasar wajahnya karena kegiatannya terhenti begitu saja. Ia duduk di atas tempat tidur menunggu istrinya keluar dari kamar mandi.


Tidak lama kemudian, Tata keluar dari kamar mandi dengan wajah di tekuk ke bawah.


"Maaf Mas.... ! Sepertinya kita tidak bisa melanjutkan nya lagi! " ucap Tata dengan nada begitu menyesal.


"Apa maksudmu sayang! " tanya Dave bingung.


"Aku datang bulan Mas! Baru aja keluarnya! " jawab Tata dengan hati-hati.


"Maksud kamu apa? Mas gak ngerti! " tanya Dave lagi semakin bertambah bingung.


"Ya maksud aku... Aku haid atau menstruasi! " jawab Tata lagi dengan menatap wajah suami nya.


"Apa???! " ucap Dave dengan sangat terkejut dan akhirnya mengerti maksud istrinya itu.


"Maaf ya Mas.... Aku benar-benar lupa kalau sekarang ini memang sudah siklus haid ku datang! " sahut Tata lagi dengan wajah menyesal.


Dave terlihat frustasi dan mendesah kecewa karena ia harus menunda kembali hasrat dan gairahnya pada sang istri.


Tata hanya bisa melihat wajah suaminya dengan tatapan bersalah tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ini bukan kehendaknya melainkan sudah kodratnya sebagai seorang wanita.


Flashback off***....


Tata merenung di dalam kamarnya dengan mengingat kembali saat raut kecewa terlihat dari wajah suaminya waktu itu.


"Ya Allah.... Aku tidak bermaksud untuk menolak, tapi aku benar-benar tidak tahu kalau malam itu tamu bulanan ku datang! Tapi kenapa Mas Dave tidak pernah datang lagi ke sini setelah waktu itu hingga sekarang. Mas Dave hanya menelpon saja dan datang hanya bersama Grandfa dan Grandma saat ke sini! Itupun cuma sebentar saja! " keluh Tata dengan wajah galau.


Bersambung....


Semoga Othor bisa Up lebih dari satu hari ini...


Selamat membaca dan selamat menikmati akhir pekan bersama keluarga...


Lope-lope semobil truk kontainer semuanya 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2