
Jeju island
**Pulau jeju adalah lokasi wisata yang populer untuk berbulan madu para pengantin baru ataupun berlibur bersama keluarga.
Keindahan alam yang luar biasa terutama pegunungan dan juga pantai nya membuat banyak pasangan memilih tempat ini sebagai wacana bulan madu mereka.
Tidak terkecuali pengantin baru Kadir dan Sandra yang baru menginjakkan kaki nya di pulau ini**.
"Ya Allah... Berasa kayak mimpi bisa pergi ke sini?? " pekik Sandra kegirangan sambil memeluk erat lengan suaminya.
Mereka berdua baru saja turun dari pesawat yang membawa mereka dari Bandara Incheon Seoul Korea Selatan.
Kadir tersenyum senang melihat wajah bahagia istrinya. Ia merapatkan pelukan Sandra pada lengannya dengan tangan kanannya menarik koper untuk di bawa ke bus yang akan membawa mereka dan rombongan tour wisata lainnya di pulau ini.
Mereka berdua tergabung dengan beberapa pasangan yang ikut rombongan ini dalam menjelajahi berbagai tempat wisata di pulau ini. Hanya mereka lah satu-satunya pasangan dari Indonesia dalam rombongan ini.
Mereka di antar ke hotel oleh agen tour&travel ke hotel yang sangat berkelas di pulau ini. Tata memang sengaja memberikan pasangan ini tempat bermalam yang wow selama bulan madu mereka.
Sandra dan Kadir hanya bisa melongo dan merasa bermimpi saat mereka di antar petugas hotel ke kamar yang mereka tempati selama di pulau ini.
"Sayang, tutup mulutnya! Malu.. ! " bisik Kadir di telinga Sandra.
Sandra langsung membekap mulutnya sendiri dan masuk ke dalam kamar dan menjelajahi nya tanpa berkata apapun.
Kadir yang tidak bisa bahasa Korea hanya menangkup kedua tangannya di dada saat petugas hotel bicara seperti hendak pamit. Ia hanya mengerti sedikit saat petugas tersebut berbicara dengan bahasa Inggris.
Walaupun ini pertama kalinya ia pergi keluar negeri dan menginap di hotel mewah, ia tahu tentang pemberian tip pada petugas hotel seperti yang ia lihat di Film-film.
Petugas hotel itu tersenyum ramah saat sebelum pintu tertutup Kadir menyelipkan beberapa lembar uang won di tangan nya. Kadir melambaikan tangan ketika petugas tersenyum mengatakan thank you dari gerakan bibir nya.
"Aaaaaaa... Ya Allah Mas.. ! Aku senang banget! Enak banget rupanya punya teman kaya raya kayak gini! " pekik Sandra yang berlari dan loncat ke pelukan suaminya seperti anak kecil.
"Astaga sayang! Pelan-pelan.. Untung aku sigap menangkap mu! " ucap Kadir yang menahan pantat Sandra dengan kedua tangan nya.
Kaki Sandra melingkar di pinggang sang suami dan lengan nya memeluk leher sang suami dari depan dengan wajah saling berhadap-hadapan.
Tanpa aba-aba Sandra mendapatkan ciuman nya di bibir sang suami meng hisap bibir atas dan bibir bawah secara bergantian.
"I love you... " ucap Sandra dengan menatap mata suaminya dengan penuh cinta.
"I love you too... " balas Kadir juga dengan mata saling bertatapan dengan posisi yang begitu intim.
Mereka kembali berciuman dengan begitu mesra, saling melu mat, saling meng hisap dan saling bertukar saliva hingga terdengar bunyi decakan mulut yang beradu dengan posisi masih gendong depan.
Kadir membawa Sandra yang masih dalam gendongan menuju sofa yang pemandangan nya menghadap ke luar dan kolam renang yang ada di bawah nya.
Ia mendudukkan diri di sofa tanpa melepaskan posisi gendongan mereka dan mulut yang masih mengecap satu sama lain.
Merasa sudah hampir kehabisan nafas, mereka berdua menyudahi ciuman intim mereka. Kadir tersenyum lembut dengan jempolnya mengusap bibir istrinya yang basah oleh saliva nya.
"Dari dulu aku selalu penasaran, gimana rasanya memakan bibir tipis yang jutek dan cerewet saat menghujat orang? Ternyata membuat aku ketagihan dan tidak pernah puas! Benar-benar menjadi candu ku sampai kapan pun! " ucap Kadir sambil menatap bibir istrinya dengan tatapan memuja.
Sandra bahagia dengan perkataan suaminya dan ia tersenyum lebar dengan memeluk erat tubuh sang suami.
__ADS_1
"Sekarang Mas gak perlu menahan diri lagi untuk mencicipi bibir ini ataupun yang ada di tubuh ini! " ucap Sandra dengan senyum menggoda.
"Tentu saja! Ini, ini dan ini adalah milik ku seorang! " jawab Kadir dengan menunjuk bibir, dada dan area sensitif istrinya dengan telunjuknya.
"Aku pengen Mas.. ! " bisik Sandra sembari meniup telinga sang suami.
"Mas juga.. ! " jawab Kadir dengan suara serak karena hasratnya memang tidak padam terlebih posisi Sandra yang mengangkang memeluk pinggang nya dan menduduki junior nya.
Entah siapa yang memulai, mereka saling berciuman, saling melu mat, saling meng hisap, meng absen isi mulut masing-masing, dengan tangan Kadir mengusap punggung istrinya.
Ciuman yang sudah pindah ke leher jenjang Sandra dan dengan sekali angkat tangan, blouse nya sudah lolos hingga meninggalkan penutup gundukan kembar miliknya.
Suara desa han, lengu han dan rintihan bergema di kamar tersebut. Kadir merasakan sesak di celana nya karena Sandra sengaja menggesekkan pantat nya di atas sana.
Tangan Kadir bermain di perut rata Sandra, membuka penutup gundukan kembar dengan sekali klik dan melemparkan nya sembarang arah. Ia mulai bermain-main di area dada, meng hisap, men jilat Choco chip yang sudah mengeras secara bergantian kiri kanan.
"Ahh... Mas.. Iya terus.. Mas... Ahh... " desah Sandra sambil membusung kan dadanya agar Kadir semakin dalam memasukan kedalam mulut.
Kadir semakin bersemangat membuat istrinya melayang-layang dengan memberikan beberapa jejak kepemilikan di sekitar dada. Tangan nya meremas bokong Sandra dengan gemas yang masih tertutup celana jeans.
Tidak ingin ia yang merasa nikmat, Sandra turun dari pangkuan Kadir dan jongkok di antara paha Kadir yang masih tertutup celana, tapi dengan bagian depan yang sudah menonjol.
Sandra dengan cepat membuka ikat pinggang suaminya dan membuka resleting celana dan tanpa ragu menurunkan bokser Kadir hingga terong panjang berurat milik suaminya sudah mengacung tegak seperti tiang listrik.
"Ahhh... " desah Kadir saat tangan lembut Sandra menyentuh terong khas Indonesia nya.
Sandra semakin bersemangat memijat lembut terong khas Indonesia yang menjadi candu nya, gerakan naik turun membuat suami nya mengeluarkan desa han dan rintihan hingga membuat nya melahap kepala terong dengan mulut mungil nya.
"Ahh... Iya sayang, terus.. Ahh... nikmat! " ucap Kadir dengan mata terpejam dengan tangan mengusap rambut sang istri.
Tak ingin ia keluar lebih cepat, Kadir melepaskan mulut sang istri dari terong nya dan ia dengan meraup bibir Sandra dengan bibirnya, melu mat nya dengan luma tan yang menuntut ingin di puas kan dan posisi yang berdiri membuat ia mendorong pelan sambil terus berciuman ke arah tempat tidur.
Sandra terbaring di atas tempat tidur dengan posisi terlentang dengan dada sudah polos. Kadir dengan cepat menarik celana jeans Sandra serta segitiga penutup lembah dan membuka pakaian nya sendiri hingga polos tanpa sehelai benang.
Ia kembali menindih tubuh istrinya dan mencumbu nya dengan penuh cinta. Saling melu mat, men jilat dan meng hisap bibir pasangan nya dan suara desa han kedua nya bergema saling bersahut-sahutan seakan berlomba siapa yang paling banyak men desah.
"Mas... " pekik Sandra saat Kadir menekuk kedua lututnya dan lidah nya menyapu lembut bibir lembah nya yang sudah basah.
Ia tidak menyangka dan tidak menduga jika Kadir mewujudkan fantasi nya selama ini dalam ber cinta. Sandra meremas seprei dengan kedua tangan dengan dada mem busung ke atas dan mata merem melek menerima sensasi nikmat dan geli yang datang secara bersamaan.
"Maaas... Aahhh... ouhh... " ucap Sandra dengan napas naik turun.
"Men desah yang kuat sayang.. ! Mas suka mendengar nya! " ucap Kadir di sela-sela kegiatan nya.
Ia terus membuat istrinya mabuk kepayang dengan men jilat, meng hisap dan mengaduk-aduk lembah favorit nya hingga ia merasa tubuh istrinya menegang karena Sandra berusaha menjauhkan kepala nya dari lembah tersebut.
"Jangan di tahan sayang! Lepaskanlah.. ! " ucap Kadir lagi dengan menahan paha Sandra dan menahan mulut nya dan semakin dalam bermain-main di lembah itu.
"Aaakkkhhh..... " jerit Sandra kencang saat ia mendapatkan pelepasan nya yang pertamanya.
Kadir tersenyum senang saat melihat air yang mengalir dari lembah favorit nya dan ia kembali menindih tubuh istrinya yang bermandi keringat dengan dada naik turun.
Ia melu mat kembali bibir istrinya dan memberikan kembali rangsangan di leher sang istri hingga membuat hasrat Sandra kembali naik dengan mengeluarkan desa han yang membuat Kadir tidak tahan lagi.
"Mas masukan sekarang sayang... ! " bisik Kadir dengan suara serak dan berat karena penuh hasrat.
__ADS_1
"Iyyah... Mhaasss.. " jawab Sandra dengan suara men desah.
Kadir mengarahkan kepala terong ke bibir gua milik istrinya. Dengan percobaan dua kali akhirnya terong masuk ke dalam gua dengan teriakan kedua nya.
"Akh.... "
"Sempit banget sayang.. ! Benar-benar membuat ketagihan! " ucap Kadir dengan melu mat bibir istrinya.
Ia kemudian menggerakkan laju terongnya di dalam gua dengan tempo yang berirama, kadang lambat dan kadang cepat membuat Sandra men desah nikmat, meng erang, memeluk erat leher suaminya saat pinggul suaminya bergerak dengan tempo cepat.
"Mas.... Akh... Aku mau keluar... ! " jerit Sandra dengan suara tertahan.
"Keluar kan saja sayang! Menjerit lah sepuas nya kau mau! " ucap Kadir dengan terus bergerak lebih cepat di atas tubuh istrinya.
Gerakan cepat Kadir membuat Sandra mendapatkan kembali pelepasan kedua nya dengan napas yang naik turun dan ia memeluk erat tubuh suaminya yang sama-sama bermandi keringat.
Kadir melepaskan dirinya dan meminta Sandra untuk menungging. Sandra ikut saja dan ia pun menungging dengan Kadir memasuki nya dari belakang.
"Aww... Mas.... " pekik Sandra karena ia merasakan sesuatu yang berbeda dengan cara seperti ini.
"Akh.... Nikmat sayang.. ! Oh.. lembah mu menjepit kuat sayang.. ! " ucap Kadir dengan mata merem melek.
Kadir mulai bergerak dari belakang maju mundur dengan tempo sedang, sedangkan Sandra menahan goyangan yang membuat nya semakin menjerit nikmat.
"Iya Mas... lebih cepat lagi.. Akh... "
"Ahh... sayang.. "
Gerakan pinggul Kadir semakin cepat sesuai permintaan sang istri dengan tangan memeluk pinggang sang istri. Ia memeluk istrinya dari belakang dengan memainkan gundukan kembar yang membuat Sandra semakin men desah kencang.
Bunyi kulit yang beradu membuat suasana semakin ramai, apalagi desa han dan erang an keduanya membuat kamar tersebut semakin gerah dan panas.
"Mas.... Aku mau keluar... "
"Tahan sebentar sayang... Kita keluar sama-sama! "
Kadir semakin cepat menggerakkan pinggul nya dengan kedua tangan memeluk dan menahan pinggang sang istri.
"Akh.... Maaaassss... " jerit Sandra.
"Akh... Sayang... "
Mereka berdua sama-sama ambruk di atas tempat tidur dengan posisi telungkup dan Kadir mencabut terong nya setelah menyemburkan lahar putih di rahim sang istri.
Ia menarik selimut dan menutupi tubuh polos mereka berdua dengan memeluk erat tubuh istrinya dari belakang.
Bersambung
Part kali ini sengaja tentang bulan madunya pengantin baru ๐๐๐๐๐
Sengaja othor buat selang seling dengan emak nya kembar enam๐๐๐
Biar emak-emak kece badai kagak bosan liat emaknya kembar enam mual muntah mulu๐คข๐คข๐คข๐คฎ๐คฎ
Gimana?? Panas gak?? Gerah gak?? Atau biasa ajah๐๐๐
__ADS_1
Kalau panas panggil suami masing-masing ya ๐๐๐ atau panggil istri masing-masing ๐คญ๐คญ๐คญ