
Tidak hanya jantung Abeth yang berdebar kencang, tapi jantung semua orang yang ada di ruangan tersebut juga berdebar kencang karena cemas jika kebahagiaan mereka tadi bukan hal yang nyata alias semu.
Abeth sedikit meringis saat alat tersebut menekan sedikit perut nya namun tidak membuatnya sakit.
"Nah, itu lihat titik hitam yang ada dilayar adalah calon bayi kalian! Bentuknya sudah sebesar buah anggur dengan berat normal 28 gram dengan panjang sekitar 2,5 sentimeter. Janinnya sehat dan kuat, dan kalian bisa dengarkan detak jantung nya! " ucap Dokter Aisyah dengan tersenyum lebar dan tangan kirinya mengutak-atik keyboard di sebelah ia berdiri.
"Dug... Dug... Dug... Dug... " bunyi detak jantung bayi Abeth dan Henry.
Henry yang berdiri pun langsung menjadi lemas tubuhnya melihat sebuah titik yang di katakan sebagai calon anaknya seketika luruh di lantai terduduk dengan menangis bahagia. Suara tangisannya yang begitu keras membuat semua orang ikutan menangis bahagia termasuk Abeth yang di menangis di atas ranjang dengan membelai perut nya yang masih terlihat rata tapi agak sedikit keras.
Papi Dayton mendekati menantunya dan merangkul tubuhnya dengan membisikkan kata-kata yang membuat Henry semakin menangis sambil berdiri kembali.
"Selamat ya Nak! Akhirnya usaha kalian selama ini berhasil dan kalian akan mendapatkan darah daging sendiri yang akan meneruskan garis keturunan Ryder dan McAdams! Jangan lupa beritahu kedua besan Papi kabar bahagia ini! " bisik Papi sembari menepuk pelan bahu menantunya.
"Selamat Son! Terimakasih sudah memberikan kebahagiaan yang begitu besar pada laki-laki tua ini sebelum laki-laki tua ini di panggil Tuhan! " ucap Grandpa ikut memeluk bahu Henry.
Henry mengusap air mata nya dan tersenyum bahagia kepada keluarga istrinya yang sudah ia anggap melebihi keluarga nya sendiri.
"Aku masih merasa seperti mimpi Mami, Papi, Eyang, Grandpa, Grandma! Aku tidak ingin terbangun dari mimpi ini! " ucap Henry dengan suara bergetar.
"Nak.. ! Dengar kan Eyang! Seandainya Eyang kakung mu masih ada, ia pasti akan mengadakan syukuran saat ini juga mendengar kabar gembira yang selama ini kita tunggu-tunggu! Ini bukan lah mimpi, tapi ini kenyataan yang benar-benar nyata! Kau akan menjadi seorang ayah dari darah daging mu sendiri! " sahut Eyang Uti dengan mengusap punggung tangan Henry.
Henry langsung memeluk Eyang Uti dengan menangis bahagia. Ia sekarang yakin jika ia tidak bermimpi menjadi seorang ayah. Eyang Uti menepuk-nepuk punggung Henry dengan begitu lembut.
"Mr, McAdams! Apa ada yang ingin anda tanyakan terkait tentang kehamilan istri anda?? " tanya Dokter Aisyah dengan lembut pada Henry.
Abeth sudah duduk kembali di atas ranjang periksa. Ia masih tidak mau menatap wajah suaminya hingga ia memalingkan mukanya ke arah layar monitor USG.
"Tidak ada Dokter! " jawab Henry lesu karena melihat istrinya menutup mulutnya saat ia bicara.
"Baiklah kalau tidak ada! Tapi jika nanti ada sesuatu yang mengganjal di hati anda, anda bisa tanyakan langsung kepada saya! Anda bisa meminta nomor ponsel pribadi saya pada Mr. Dave atau Nak Tata! Oh ya satu lagi Mr. McAdams! Mohon bersabar dalam menghadapi mood ibu hamil yang terkadang begitu sensitif terhadap sesuatu! Itu bukanlah keinginan dirinya, tapi karena hormon yang membuatnya melakukan sesuatu yang dulu tidak pernah ia lakukan. Contohnya, jika dulunya istri anda mandiri saat hamil ia akan menjadi manja. Jika dulunya istri anda manja saat hamil ia akan jadi mandiri, kadang suka marah, kadang suka nangis tiba-tiba, kadang suka manja dan terkadang cuek. Itu semua muncul akibat dari adanya peningkatan hormon estrogen, hormon progesteron, serta kartisol yang menyebabkan pergolakan emosi pada ibu hamil. Jadi, perbanyak stok sabar ya Mr?? Karena ini pengalaman berharga yang hanya terjadi pada saat hamil saja! " ucap Dokter Aisyah menjelaskan nya panjang lebar.
Henry menganggu paham karena melihat istrinya tidak menutup mulutnya lagi dan ia memutuskan untuk tidak bicara seperti yang di katakan Dokter agar menjaga mood istrinya.
Brak
"Astaghfirullah hal azim.... " pekik Mami Sita kaget melihat pintu di buka dengan cara kasar.
"Omi..... " teriak suara kecil yang nyaring di telinga semua orang.
Ternyata yang mendorong pintu ruangan tersebut secara paksa adalah cucu-cucu nya si kembar enam. Tak lama terdengar langkah kaki yang begitu cepat mendekati ruangan tersebut hingga tampak Tata datang dengan napas ngos-ngosan karena sedikit berlari.
"Ya Allah Nak! Mami bilang jangan lari-lari saat di dalam rumah! Maaf semuanya atas ketidaksopanan si kembar! " ucap Tata menunduk malu pada semua keluarga suaminya.
"Sayangnya Mommy... " teriak Abeth turun dari ranjang periksa.
"Mommy... " pekik mereka semua kecuali Tira yang santai berjalan tanpa bersuara.
Ucapan Tata tidak di gubris anak-anak kembar tersebut dan Abeth. Mereka berlari memeluk Abeth lalu memeluk Omi, Opi, Daddy dan Buyut mereka satu persatu. Bahkan Elea langsung bergelayut manja pada Daddy nya.
"Kata Mami kita akan punya adik ya Mom?? Mana adik bayinya?? " tanya Elea dalam gendongan Henry dengan wajah polos nya.
"Iya sayang! Alhamdulillah di dalam perut Mami ada calon adik kalian ! " jawab Abeth dengan mengusap perutnya.
Tata masuk dan menyalami semua orang termasuk Dokter Aisyah.
"Sepertinya saya akan memeriksa satu orang lagi ya di sini??? " ucap Dokter Aisyah tiba-tiba.
__ADS_1
"Apa maksud Dokter?? Yang hamil kan hanya Abeth?? " tanya Mami Sita dengan wajah bingung.
Dokter Aisyah dengan santai menunjuk ke arah Tata dan membuat wajah Mami Sita, dan semua orang kaget termasuk Abeth.
"Kamu hamil juga sayang?? " tanya Mami Sita dengan berjalan mendekati Tata.
"Eh hamil?? Gak kok Mi! Orang Tata baru aja datang bulan beberapa hari yang lalu! " jawab Tata bingung.
"Dokter salah duga kayaknya! Tuh, katanya baru datang bulan! " sahut Mami Sita lagi.
"InsyaAllah saya tidak pernah salah Nyonya Ryder! Fisik Ibu hamil berbeda dengan fisik Ibu yang tidak hamil! Silahkan Tata naik lagi ke sini untuk yang kedua kalinya! " ucap Dokter Aisyah dengan begitu yakin.
Tata yang baru beberapa jam bersantai di rumah setelah membawa anak-anak nya bermain di kejutkan panggilan telepon dari ibu mertuanya yang mengabarkan jika Abeth kakak ipar nya sedang hamil dan akan di periksa sore ini. Mendengar kabar bahagia tersebut, Tata langsung meminta anak-anak nya bersiap-siap untuk mengunjungi rumah Omi mereka dan mengabarkan pada sang suami untuk menjemput nya dan anak-anak di rumah mertuanya.
"Ayo Nduk, naik aja! Kalau benar yang di katakan Dokter, itu berarti berkah untuk keluarga kita dengan adanya dua orang yang hamil! " pinta Eyang Uti dengan mata penuh harap.
"Iya sayang! Grandma juga ingin lihat! Ya Tuhan Luis! Kita akan punya cicit lagi dari Tata dan Abeth ku! " sahut Grandma juga tidak kalah antusias.
Papi Dayton dan Grandpa Luis juga menatap Tata dengan penuh harap, begitu juga dengan Mami Sita.
"Ayo sayang naik saja! Kalau gak hamil juga gak papa kok! " ucap Mami Sita lagi dengan menganggukkan kepalanya.
Pembicaraan mereka para orang tua membuat anak-anak kembar itu menjadi bingung dan menatap mereka satu persatu dengan wajah penasaran.
"Omi?? Kenapa Mami di suruh naik ke tempat tidur itu?? " tanya Elea dengan raut muka bingung.
"Iya Omi.. ! Mami kan gak sakit kenapa harus di periksa Nenek Dokter itu?? " sahut Bima dengan menunjuk Dokter Aisyah.
"Hamil itu apa Omi?? " tanya Nakula juga.
"Astaga... ! Mami lupa kalau ada mereka juga di sini! " gumam Mami Sita dengan pelan.
"Kenapa adiknya ada dalam perut Mami dan Mommy?? Apa adik nya Mami dan Mommy makan?? " tanya Tira yang langsung membuat semua orang tua di situ memijat kening nya karena bingung mau jawab apa.
"Ya Allah Ta.. Dulu waktu hamil si kembar kau ngidam apa sampai mereka begitu pintar bertanya hingga membuat kepala pusing! " ucap Abeth lirih tapi masih kedengaran oleh Tata.
"Ish kakak! Aku gak ngidam yang aneh-aneh lo ya?? " jawab Tata tidak mau mengaku.
"Boys.. ! Sini duduk dekat Grandpa Buyut! Gak usah pikirkan bagaimana adik kalian bisa ada dalam perut Mami dan Mommy kalian! Saat kalian semua besar nanti kalian juga akan tau sendiri! Ayo duduk yang tenang karena nanti Grandpa Buyut akan menceritakan dongeng lagi pada kalian! " panggil Grandpa Luis pada lima anak kembar tersebut.
Tata dan lainnya sedikit lega karena Grandpa dengan cepat mengambil alih perhatian kelima anak-anak kembar tersebut. Sedangkan Elea masih dalam gendongan Henry yang sedari tadi hanya memperhatikan tingkah kakak kembarnya tanpa ikut bertanya lagi.
"Ayo Ta naik ke sini! Tante mau periksa kehamilan mu ! " ucap Dokter Aisyah lagi dengan tangannya kembali mengutak-atik keyboard di samping nya.
"Tapi Tan, aku merasa gak lagi hamil kok! Kalau nanti bukan gimana?? " sahut Tata dengan hati yang ragu.
"Percaya deh sama Tante! Kamu sekarang juga sedang hamil dan Tante pastikan kalau kamu gak menyadarinya! " jawab Dokter Aisyah dengan penuh keyakinan.
Melihat raut muka Dokter paruh baya itu tidak menyebutkan kebohongan sedikitpun, Tata akhirnya mengalah dan naik ke atas ranjang periksa untuk yang kedua kalinya.
Dengan jantung yang berdebar kencang, Tata menaikkan kemejanya hingga memperlihatkan perut nya yang tampak berisi namun tidak menonjol. Dokter Aisyah membuka sedikit kancing celana Tata lalu menaruh selimut untuk menutupinya. Hal itu ia lakukan dengan memunggungi semua orang hingga tidak ada yang melihat nya karena ia tahu Tata agak sedikit sungkan memperlihatkan bagian tubuhnya selain suaminya. Setelah hanya perutnya yang terlihat, Dokter Aisyah kembali menyingkir dan duduk di kursi nya kembali.
Baru mau mengambil gel untuk di oleskan pada perut Tata, tiba-tiba terdengar suara kencang yang memanggil si kembar.
"Anak-anak... ! Kalian di mana?? " teriak seseorang dengan suara beratnya.
"Daddy, itu Papi! Elea mau turun Dad! " seru Elea saat mendengar suara favoritnya.
__ADS_1
"Papi... !! Elea di sini dengan adik bayi! " pekik Elea kencang hingga semua orang menutup telinganya masing-masing.
"Dasar ratu drama! " cibir semua kakak kembarnya.
Dave yang baru datang kaget melihat semua orang berkumpul di ruang periksa istrinya dulu, ia tambah kaget melihat Tata yang terbaring di atas ranjang pemeriksaan.
"Sayang.. ! Tadi di pesan katanya Kak Abeth yang hamil, tapi kok kamu yang baring di sana?? " tanya Dave sambil menunjuk ke arah istrinya itu.
"Kakakmu memang sedang hamil dan sudah di periksa Dokter! Tapi sekarang giliran istrimu yang di periksa karena Dokter Aisyah yakin kalau istri mu itu juga hamil! " jawab Mami Sita dengan cepat.
"Apa??? Kamu hamil lagi yank?? " teriak Dave kaget tapi dengan wajah yang gembira.
Ia langsung berjalan cepat menuju ranjang Tata baring dengan wajah berbinar bahagia. Ia sampai tidak menghiraukan Elea yang ingin di gendong oleh nya. Sikap Dave sontak membuat Elea merenggut kesal dan itu membuatnya berteriak histeris.
"Elea benci Papi! Elea marah sama Papi! " teriaknya histeris dengan pipi yang menggembung.
Dave langsung menoleh ke arah anak perempuan nya dan langsung mendapat tatapan tajam dari semua orang termasuk istrinya Tata.
"Astaghfirullah... ! Maaf sayangku, bidadariku.. ! Maafkan Papi yang lupa dengan princess Papi! " ucapnya dengan berbalik ke arah sang putri yang melipat tangan di dadanya.
"Huh.. ! Papi tau kan kalau Papi itu salah! Papi itu hanya punya Elea! Gak ada yang boleh rebut Papi dari Elea! Papi mengerti??? " ucapnya seperti seorang ibu yang memarahi anaknya yang nakal.
Mami Sita dan yang lainnya terkikik geli melihat adegan tersebut, mereka di buat gemes dengan tingkah Elea sang princess mereka.
"Berarti jika Papi milik Elea, Daddy milik Mommy dong?? " goda Abeth dengan menaikturunkan alisnya.
"No.. ! Daddy juga milik Elea! Opi juga milik Elea, Grandpa Buyut juga! Mommy gak boleh ambil Daddy Elea! " jawab Elea dengan membuat tanda silang dengan kedua tangannya.
"Hahahaha... ! Aduh, lucu banget sih kesayangannya Mommy kalau lagi marah gini! Iya, iya! Mommy gak akan ambil Daddy Elea kok! " sahut Abeth dengan terkekeh geli.
Sesaat ia lupa kalau ia membenci suaminya dan mencubit gemes pipi bulat Elea.
"Elea sayangnya Omi... ! Papi gak ada yang ambil dari Elea! Jadi Elea duduk manis dulu ya biar Mami bisa di periksa dulu! " ucap Mami Sita dengan suara lembut dan tersenyum manis.
"Oke Omi.... ! " jawabnya patuh dengan kembali duduk di atas pangkuan Henry.
Dokter Aisyah tersenyum lebar melihat tumbuh kembang anak-anak kembar yang dulu ia tangani saat mereka masih di dalam perut ibunya.
"Rasanya Tante masih belum percaya jika kembar enam yang Tante tangani dulu sudah sebesar dan sesehat ini! " ucap Dokter Aisyah pelan dengan senyum yang tidak pernah pudar dari wajah tuanya.
"Iya Tante! Tata juga masih gak percaya kalau bayi yang dulu di inkubator selama dua minggu ternyata sudah sebesar ini! " sahut Tata ikut mengiyakan nya.
Dokter Aisyah mengangguk pelan membenarkan nya, ia kembali meraih gel dan meletakkan isinya di atas perut Tata. Dave kembali berdiri di sebelah kiri Tata agar semua orang melihat layar monitor tanpa merasa di halangi.
Dokter Aisyah menggerakkkan transduser kepermukaan kulit perut Tata dengan gerakan dari bagian bawah perut.
"Nah, benarkan perkataan saya! Tuh ada satu titik hitam juga di sana! Eh bukan satu tapi dua titik hitam di sana! MasyaAllah, janinnya kembar lagi tapi hanya dua! Besarnya setara tiga buah anggur, Subhanallah, usianya sudah 12 minggu atau tiga bulan! Beratnya normal, panjang nya juga normal! Semua organ tubuhnya sudah mulai terbentuk meski masih sangat kecil! " ucap Dokter Aisyah dengan tersenyum puas.
"Ja-jadi Tata beneran hamil Tante?? Kok Tata gak merasakannya ya selama ini?? Tapi kenapa Tata selama dua bulan ini datang bulan?? " tanya Tata dengan wajah masih tidak percaya.
Mami Sita berpelukan dengan Eyang Uti saat Dokter Aisyah memastikan jika Tata beneran hamil bahkan hamil kembar lagi. Abeth tersenyum girang karena hamil barengan dengan adik iparnya. Papi Dayton mengusap cepat air mata yang keluar di sudut matanya agar tidak ketahuan cucu-cucu nya.
Grandpa juga tersenyum lebar sembari tangannya di genggam erat Grandma Eliz.
"MasyaAllah Buk, Ayu akan punya tiga cucu lagi! Satu dari Abeth dan dua dari Tata dan Dave! Jadi semua cucu Ayu 9 Buk... ! " ucap Mami Sita berbisik sambil menangis di pelukan Ibu nya.
"Iya Nduk... ! Ibuk bahagia banget! Almarhum Bapakmu pasti bahagia di sana dengan kehadiran cicit dari cucu perempuan nya yang selama ini kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga, terlebih lagi cucu tambahan dari Dave dan Tata semakin membuat Ibuk bahagia! Rasanya benar-benar sebuah rezeki yang tidak ternilai dari Gusti Alloh untuk wanita tua yang hampir uzur ini! " sahut Eyang Uti dengan suara bergetar.
__ADS_1
"Iya Buk! Bapak pasti bahagia di atas sana! " ucap Mami Sita lagi seraya menghapus air matanya.
Bersambung...