
Angel, Tiger dan Martin masih di luar apartemen tanpa bicara apapun lagi. Setelah Martin memberitahu apa yang ia ketahui, mereka bertiga sama-sama terdiam untuk beberapa saat.
Nada masih di dalam kamar duduk di samping Aqila yang berbaring di kasur sembari menyisiri rambut Aqila dengan jemarinya.
"Mah, ini rumah siapa? Apa kita akan tinggal di sini selamanya? Qila gak mau balik ke rumah kita yang lama Mah! Qila mau di sini aja! Kasur nya lembut dan empuk, makanan nya juga enak ada ayam goreng kesukaan Qila! Qila bosan Mah makan telor, daun singkong dan daun-daun yang lain setiap hari! Qila mau makan ayam ataupun ikan seperti tadi! " ucap Aqila sambil menatap wajah Mamah nya.
"Iya Mah, Mirah juga gak mau balik ke rumah kita yang lama! Disini enak, tadi Mirah lihat dari jendela ada kolam renang! Mirah senang akhirnya bisa juga melihat kolam renang yang selalu di pamerkan Umam kalau ia pergi liburan! " sahut Amirah juga menyuarakan isi hati nya.
"Qila juga pengen Kak lihat kolam renang! Bagus gak ya kolam renang nya! Boleh gak Mah kita tinggal di sini aja? " tambah Aqila memohon pada Nada dengan mata penuh harap.
"Mamah gak tau mau bilang apa Nak! Mamah takut memberikan harapan palsu untuk kalian berdua! Doakan saja mudah-mudahan keinginan kalian berdua terkabul! " jawab Nada dengan sangat hati-hati.
🌿🌿🌿
Sementara itu, Dave yang berada di ruang kerjanya mendapat panggilan telepon dari Tiger. Ia langsung ke ruang kerjanya begitu mengantar Tata untuk beristirahat di kamar mereka.
Cukup lama ia berbicara dengan Tiger, atau lebih tepatnya mendengarkan semua perkataan Tiger sesuai apa yang di sampai kan Martin tadi padanya.
__ADS_1
"Kalau begitu, katakan pada Martin untuk membawa anak itu besok pagi ke rumah sakit xxx agar di cek kembali keadaan nya dengan fasilitas MRI yang ada di rumah sakit tersebut. Aku akan menghubungi pihak rumah sakit tersebut agar mereka menyiapkan semaunya besok! " ucap Dave memberikan perintah pada Tiger.
Setelah mendengar jawaban Tiger, Dave langsung menutup ponselnya dan menaruh nya di atas meja kerjanya.
Ia tampak memejamkan matanya sesaat sebelum kembali membukanya dan bangkit dari kursi nya berjalan menuju pintu keluar.
Dave berjalan ke dapur untuk menemui Mbok Nah atau siapapun asisten rumah yang ia temui di dapur.
"Mbok... Lagi sibuk gak? " tanya Dave begitu sampai di dapur dan menghampiri Mbok Nah.
Lastri dan Imah yang sedang mencuci dan membilas piring diam-diam menguping pembicaraan Dave dengan Mbok Nah. Pasalnya mereka berdua berdiri tidak jauh dari Mbok Nah yang sedang membuat bumbu masakan untuk di masak nanti sore.
"Dave mau minta tolong belanja untuk kebutuhan rumah tangga selama satu minggu, dan semua belanjaan di antar ke apartemen Dave yang di daerah Kemang itu Mbok. Soalnya kakak ipar nya Tata baru aja di temukan dan berada di sana bersama kedua anaknya. Hanya Tata yang baru tahu, Ibu mertua Dave belum tahu kalau menantu nya udah ketemu! Mbok bisa kan tolongin Dave? " ucap Dave panjang lebar pada Mbok Nah.
"Aduh Raden.. Sebenarnya si Mbok mau aja bantu Raden, tapi habis ini si Mbok mau ambil pesanan Ndoro sepuh yang kemaren di tetangga ujung komplek sana! " jawab Mbok Nah dengan wajah tidak enak.
"Biar saja aja Raden, saya lagi gak ada kerjaan selain cuci piring ini! Lagian mau setrika pakaian nanti setelah Asar aja sekalian dengan pakaian yang tadi pagi! " ucap Lastri menawarkan diri.
__ADS_1
"Nah iya.. Biar Lastri aja Raden, toh dia juga lagi senggang! " sahut Mbok Nah mengiyakan ucapan Lastri.
"Boleh deh, nanti Mbok Nah kasih tau aja ke Mbok Lastri apa yang diperlukan dan dibutuhkan untuk selama satu minggu kebutuhan dapurnya! Pokok nya penuhkan semuanya isi kulkas Dave yang di apartemen biar kakak ipar Dave bisa masak untuk makan mereka tanpa perlu pergi ke pasar! " ujar Dave dengan tersenyum senang.
"Iya Raden.. Akan si Mbok catat apa yang mesti di beli Lastri nanti! Oh ya, kenapa gak di bawa ke rumah nya Den Ayu aja kakak iparnya Raden? Kan di sana ada pelayan yang melayani, gak perlu repot-repot masak atau beberes! " sahut Mbok Nah dengan melihat Dave dengan muka penasaran.
"Kakak ipar nya Tata menolak Mbok, katanya ia tidak pantas di sana! Apalagi anak nya yang bungsu juga sedang sakit, ia semakin merasa tidak enak! Besok orang suruhan Dave akan membawa anak itu ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut lagi! Oh ya, gunakan kartu ini ya Mbok untuk belanja karena bukan untuk di rumah ini! " jawab Dave seraya meraih dompet nya dan memberikan sebuah kartu gold pada Lastri.
"Oke Raden... ! Saya pergi dulu ya, minta antar sama Mang Jaka! " sahut Mbok Lastri menunduk sopan setelah menerima kartu yang di berikan Dave.
Dave hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan dapur menuju lantai atas kamar nya.
Di tempat lain, anak buah Tiger kehilangan jejak Laki-laki yang mirip dengan orang yang mereka cari selama beberapa minggu ini.
"Ah sial... ! Kemana perginya laki-laki itu? Padahal aku sudah susah payah mengikutinya secara diam-diam! Bisa mampus aku kalau si Bos tau aku kehilangan jejak nya! " gerutu anak buah Tiger dengan wajah begitu kesal.
"Udah Bro... Mau gimana lagi lah! Kita harus mengabarkan semua ini pada Bos dengan jujur dan lebih hati-hati lagi dalam mengintai dia! Kali ini kita tidak boleh gagal lagi karena nyawa kita taruhan nya! " sahut teman nya seraya menepuk pelan bahu temannya.
__ADS_1