
Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat hingga sudah hampir 6 bulan lebih Ibuk, Nada, Aqila dan Martin berada di Amerika. Tepat nya minggu depan mereka akan pulang ke Indonesia setelah pergi sekian bulan.
Sandra sudah melahirkan anak pertamanya dengan Kadir tiga bulan lalu. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu di beri nama Kaivan Andriano Raharja. Sebulan sebelum melahirkan mereka memutuskan untuk pindah dari rumah besar Tata karena Kadir membeli sebuah rumah minimalis dengan di bantu mertuanya Papi Koh.
Mereka pergi dengan membawa Kania juga sebagai pengasuh Kayla dan Kana, itupun setelah meminta izin Tata dan dengan persetujuan Kania sendiri.
Nana atau Alana masih tetap di rumah besar Tata karena ia tidak di izinkan Tata keluar dari rumah nya sebelum ia menikah. Ia sudah memegang dua Restoran Tata sama seperti Kadir yang di tunjuk langsung oleh Tata memegang cabang Restoran nya dan bukan sekedar mengawasi saja.
Susan dan Arkan sudah menikah dua bulan lalu tepatnya sebulan setelah Sandra melahirkan. Sekarang pasangan pengantin baru itu sedang menikmati indahnya masa-masa kebersamaan mereka sebelum pergi berbulan madu. Mereka sepakat pergi bulan madu setelah Ibuk pulang dari Amerika minggu depan.
Tata dan Dave semakin kelimpungan dengan ulah anak kembar mereka yang begitu aktif merangkak kesana kemari. Bayi-bayi gemoy tersebut membuat semua orang gemes dengan tingkah laku mereka.
"Elea... Elea... ! Astaghfirullah hal azim Elea.. ! Kemana kau Elea?? Allahu Akbar.. ! " teriak Tata dengan suara menggelegar memanggil Putri satu-satunya itu.
Abeth yang sedang menyuapi Kula dan Dewa makan menjadi heran melihat Tata berteriak sembari kasak kusuk berjalan mencari sesuatu.
"Kenapa Ta?? Apa yang kau cari? Kenapa kakak dengar nama Elea tadi?? " tanya Abeth saat Tata sudah berdiri tidak jauh dari tempat ia duduk.
"Allahu Akbar Kak... ! Anak perempuan mu yang satu itu sudah membuat aku sakit kepala! Tadi aku tinggal sebentar di dalam boks karena kebelet eh pas keluar dari kamar mandi boks nya sudah kosong! Aku cariin seluruh kamar hingga walk in closet gak ketemu penampakan anak itu! Entah kemana dia pergi! " jawab Tata dengan memijit kening nya.
"Astaga Elea.. ! Panggil bantuan aja Ta! Kakak takut itu anak kenapa-napa lagi! Heran kakak sama bayi satu itu! Gesit banget dia merangkak kayak cheetah! Ngidam apa kau waktu hamil waktu itu Ta sampai Elea suka sekali bikin kita was-was gini! " ucap Abeth ikutan khawatir.
"Ish kakak nyebelin.. ! Perasaan aku ngidam gak ada yang aneh-aneh ya?? Emang dasar nya aja keturunan Davindra Ryder yang kebangetan ulah nya! " sahut Tata dengan bibir mengerucut cemberut.
"Hahahaha... Abisnya si gemoy satu itu selalu bikin kakak gemes dengan tingkahnya! Ini baru 7 bulan loh Ta usianya, gimana kalau dia udah bisa jalan?? Aduh, kakak gak bisa bayangin nya!! " ucap Abeth dengan terkekeh kecil.
"Dadadada... " ucap Kula dan Dewa di atas kursi mereka ikut bicara.
"Tuh, mereka berdua aja komen! Kenapa sayang nya Mommy?? Kalian setuju kan kalau Elea selalu bikin kelimpungan semua orang?? Duh gemes nya anak--anak Mommy ini!! " ucap Abeth sembari bicara dengan dua bayi yang sedang lahap makan di depannya.
"Ya udahlah.. Aku mau cari Elea lagi! Mami cari adek dulu ya Nak! Muah... Muah.. " sahut Tata dengan mencium pipi kedua anaknya yang lagi makan mpAsi nya.
Ia pun kembali mencari keberadaan anak perempuannya itu di semua sudut rumah di lantai bawah itu hingga sampai ke kolong meja dan kolong lemari. Agak laen nampaknya Tata semenjak punya anak ini, emangnya anaknya bisa masuk ke dalam kolong lemari! Kalau kolong meja sih masih mungkin, tapi kalau kolong lemari gak bakalan mungkin kecuali anaknya Tata itu sejenis tikus putih yang bisa masuk di kolong lemari.
Tata berjalan menuju arah belakang karena ia mendengar suara ramai itu dari ruang makan. Ia takut terjadi apa-apa dengan anaknya hingga membuatnya sedikit berlari ke arah belakang.
"Astaghfirullah hal azim Elea... !!! Mami cariin dari tadi rupanya kamu di sini! " ucap Tata dengan geleng-geleng kepala saat melihat siapa yang duduk di atas meja dapur dengan mulut belepotan makanan.
Melihat Tata datang, mata hazel nya menatap Tata dengan berbinar-binar dengan kedua tangan terangkat memberi kode minta di gendong.
"Si Mbok ketemu pas mau turun tangga Den Ayu! Cah Ayu iki mau naikin tangga dan untung aja si Mbok lihat hingga si Mbok bawa aja ke sini! " lapor Mbok Lastri sambil membersih mulut Elea.
"Cah Ayu gemesin banget sih!! Pengen Mbok Sri karungin bawa pulang ke kampung tau gak! " ucap Mbok Sri gemes dengan mencium pipi gemoy Elea.
Tata dan semua keluarga Ryder tidak pernah melarang para Asisten rumah tangga mereka untuk berinteraksi dengan anak--anak kembar mereka. Bahkan terkadang para sopir ikut bermain bersama anak--anak nya sehingga membuat keenam anak--anak Tata dan Dave tidak sungkan dan nyaman saat ber-interaksi dengan mereka semua.
Tata langsung mengambil Elea yang minta di gendong membawanya kedalam pelukannya. Ia menciumi semua wajah sang putri dengan begitu gemes hingga Elea terkikik ketawa karena geli.
"Kamu tuh ya... ! Selalu bikin Mami khawatir tau gak! Untung aja si Mbok liat kamu mau naik tangga! Coba kalau gak, bisa-bisa Mami habis di marahin Opi dan buyut-buyut kamu semuanya tanpa sisa! " omel Tata dengan gemes pada anaknya itu.
"Kayaknya Aden Elea gak bisa di tinggal lagi Den Ayu! Si Mbok takut Cah Ayu melakukan hal lain yang membahayakan diri nya! Mesti ada orang yang selalu mengawasi pergerakan Cah Ayu iki! " ucap Mbok Nah yang baru saja bergabung memberikan pendapat nya.
"Benar juga sih Mbok.. ! Di bandingkan kakak-kakaknya, Elea lah yang selalu bikin saya Khawatir dan hampir jantungan dengan semua tingkah nya! " jawab Tata yang juga setuju.
"Iya Den Ayu! Bayi iki baru 7 bulan aja aktif nya kayak gini! Apalagi kalau nanti udah bisa jalan! Pasti makin bikin kita lebih jantungan lagi! " sahut Mbok Lastri juga.
"Hahahaha... Duh, Tata gak mau bayangin semua itu Mbok! Baru 7 bulan aja Tata udah was-was, apalagi kalau ia sudah bisa jalan dan berlari! " ucap Tata dengan tertawa kecil.
"Disini rupanya kalian! Dicariin di kamar gak ada! " ucap Dave yang tiba-tiba datang masih lengkap dengan pakaian kantornya.
"Dadadada.... " pekik Elea dengan bahasa bayinya minta di gendong sang Papi.
__ADS_1
"Cih, dasar anak Papi! Tunggu Papi selesai mandi dulu ya sayang.. ! Habis Papi mandi baru bisa gendong Elea! " ucap Tata dengan lembut pada Putri nya.
Mata hazel Elea berkaca-kaca hendak menangis saat Dave tidak kunjung menggendongnya. Tata kembali mendekap tubuh gembul Elea sembari berjalan menuju kamar mereka di lantai atas dengan Dave berjalan di belakang nya.
"Mas itu kebiasaan banget sih! Kan udah aku bilang kalau pulang kantor itu harus langsung ke kamar untuk bersih-bersih! Dari luar itu banyak kuman nya loh Mas kalau langsung ketemu anak-anak tanpa bersih-bersih! Tuh lihat, gara-gara Mas Elea udah mau nangis! " omel Tata panjang lebar pada suaminya itu.
Untung aja saat berjalan ke kamar mereka, Tata menyogok Elea dengan sumber makanan nya yang pertama kali yaitu Asi hingga Elea tidak jadi menangis.
Saat ini ia sudah duduk di atas tempat tidur mereka dengan posisi Elea bergelantungan di dadanya meminum sumber nutrisinya dengan begitu lahap.
"Iya iya maaf.. ! Mas lupa sayang! Abisnya Mas kangen banget sama Elea! Jadinya waktu pulang Mas langsung cari Elea! Ya udah, Mas mandi dulu! Maaf ya... " sahut Dave lembut mengaku salah dan mencuri sebuah luma tan kecil pada bibir cerewet istrinya sebelum masuk ke kamar mandi.
"Astaga Mas... ! Anaknya masih di sini loh! Sempat-sempat nya berbuat kayak gitu! " teriak Tata kesal pada suaminya yang selalu berbuat tidak lihat situasi.
"Hehehehe.. Abisnya Mas gemes lihat bibir kamu yang sekarang hobi banget ngomel-ngomel kayak pantat bebek! " jawab Dave santai sambil terkekeh kecil.
Elea yang sedang menyusui menatap Tata dengan lekat sambil melepaskan mulut kecil nya dari dada Tata. Tapi ia kembali menghisap nya setelah Tata mengusap pelan rambut kecoklatan Elea yang begitu lebat.
"Gak papa sayang.. ! Papi kamu itu jahil banget sama Mami! Ayo minum lagi yang banyak, abis itu kita tunggu Papi di sini ya.. " ucap Tata dengan menghadiahkan kecupan di kening Elea.
Lima menit kemudian Elea melepaskan hisapan nya dan berontak ingin turun dari pangkuan Tata. Tata pun meletakkan Elea di atas karpet yang ada di bawah hingga Elea leluasa bermain di sana sembari menunggu Papi nya selesai mandi.
Sembari mengawasi Elea yang lagi duduk di atas karpet khusus, Tata masuk ke dalam walk in closet untuk mengambil pakaian suaminya. Ia tidak ingin berlama-lama di sana karena tidak ingin kecolongan lagi. Begitu keluar dari walk in closet ia tersenyum lega karena Elea masih duduk anteng di sana dengan menggigit mainan yang tadi diberikan Tata.
"Dasar anaknya Papi! Giliran nungguin Papi nya mau anteng kayak gini! Pas gak ada Papi nya udah kabur dia secepat angin topan! " decak Tata dengan menghela napas nya.
Tak lama kemudian Dave keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan memakai bokser nya. Elea langsung merangkak cepat mendekati sang Papi hingga membuat Dave tertawa gemes dengan ulah Putri kecilnya.
Elea memekik kegirangan saat Dave mengangkat nya dan menghadiahkan kecupan demi kecupan pada semua permukaan wajah gembul Elea. Tata tersenyum bahagia melihat interaksi Putri dan suaminya itu.
Elea memang begitu nyaman jika di gendong oleh pria-pria kesayangan nya. Papinya, Daddy nya, Opi nya, Eyang Buyut nya, dan Great Grandpa nya yang selalu memanjakan nya hingga membuat bayi perempuan itu selalu betah jika bersama mereka.
Tata langsung pergi ke luar kamar untuk mengecek anak--anak nya yang lain karena ia percaya kalau Elea tidak akan berulah jika bersama Papi nya.
"Kayaknya masih di gasebo belakang Den Ayu! Soalnya masih kedengaran suaranya Aden Bima dan Aden Arjuna! " jawab Mbok Sri berhenti sesaat.
"Ya udah, Tata ke sana dulu ya Mbok! " ucap Tata berbelok ke arah kanan.
"Iya Den Ayu! Saya juga mau bersihkan ruang tamu! " sahut Mbok Sri juga.
Tata pun segera berjalan ke taman belakang di kediaman ini. Ternyata memang masih kedengaran suara kedua anaknya yang lain yaitu Bima dan Arjuna. Yudistira jangan ditanya kemana dirinya, bayi 7 bulan itu masih betah sampai sekarang molor jika tidak makan, Asi dan pup. Selebih daripada ketiga hal itu, ia lebih suka molor dari pada bermain seperti adik-adiknya.
"Bima.. Arjuna.. ! " panggil Tata pada kedua anak--anak nya.
"Dadadada.... " jawab mereka berdua kegirangan mendengar suara Tata dan cepat-cepat merangkak seakan-akan mengejar Mami mereka.
"Hap... ! Mau lari kemana ha... " ucap Mami Sita menangkap Bima.
Arjuna juga di tangkap Tata, melihat saudara nya di gendong sang Ibu, Bima yang di gendong Omi nya seketika mereog sambil menjerit keras seakan-akan protes dirinya tidak di gendong Tata.
Mukanya yang di tekuk dengan mata yang berkaca-kaca tidak membuat Mami Sita kasihan, ia malah dengan gemes menciumi pipi cucu nya hingga sang empu menangis keras.
"Omi ini ih... Suka sekali bikin cucunya nangis! Sina sayang sama Opi! " ucap Papi Dayton dengan mengambil Bima dari gendongan Omi nya.
"Hehehehe... Habisnya Omi gemes banget dengan Bima yang gak mau diam ini! " sahut Omi nya dengan terkekeh kecil.
"Kalian di sini rupanya! Ta, sepertinya Kula sama Dewa mau minum Asi! Soalnya dari tadi mau buka baju kakak! " ucap Abeth yang ikutan nimbrung dengan menggendong Kula dan Dewa di kedua sisinya.
"Oh, iya Kak! Jagain Juna bentar ya Kak, aku bawa Kula dan Dewa dulu! " jawab Tata dengan menurunkan Arjuna di lantai Gazebo.
"Juna sama Bima di sini sebentar ya?? Mami mau kasih Asi dulu sama Kula dan Dewa! Nanti Mami kesini lagi karena giliran Juna dan Dewa setelah ini! " ucap Tata pada Juna dan Bima dengan di jawab celotehan bahasa mereka.
__ADS_1
Tata langsung menggendong Nakula dan Sadewa disisi kanan dan kiri untuk di bawa masuk ke dalam rumah. Tata membawa mereka berdua ke dalam kamar si kembar sekalian ingin melihat Yudistira yang masih molor.
"MasyaAllah... ! Kak Mirah pintar banget jagain adiknya sampai ketiduran gini! " ucap Tata takjub saat masuk ke kamar si kembar.
Bagaimana tidak, Yudistira tidur bersama dengan Amirah yang juga tidur di samping nya dengan di tangannya terdapat botol susu yang pastinya milik Yudistira.
Tata langsung duduk di sisi mereka dan mulai membuka kancing bajunya hingga Kula dan Dewa langsung menghisap sumber nutrisi mereka kiri dan kanan.
🌿🌿🌿
Seminggu kemudian..
Semua keluarga Ryder termasuk sahabat-sahabat nya Tata sudah berkumpul di kediaman Ryder untuk menyambut kepulangan Ibuk, Nada dan Aqila dari Amerika.
Tidak hanya menyambut, mereka juga mengadakan syukuran atas kesembuhan Aqila yang sudah tidak menggunakan kursi roda lagi.
Revan yang sudah berumur setahun setengah sedang berlarian di taman samping kediaman Ryder dengan di saksikan anak--anak kembar Tata termasuk Elea dan Tira. Sedari tadi Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa sudah gatal ingin ikut turun ke rumputan mengikuti Revan yang lari-lari.
Amirah sedang bermain bersama Kayla dan Kana dengan mainan barunya yang di belikan Henry sewaktu pulang dari perjalanan bisnis ke Singapura.
Tata sedang berkumpul bersama sahabat-sahabat nya termasuk Anika dan Nana yang juga ikut bergabung dalam kumpulan mereka.
"Kayak nya Si Kai jadi cucu kesayangan Papi Koh ya Tot?? Lihat aja muka nya udah mirip banget dengan Papi Koh! Bang Kadir cuma ke bagian rambut sama alisnya aja! Semuanya persis kayak kamu dengan mata sipit nya! " komentar Tata pada Sandra yang sedang asyik nyemil cemilan yang di buat asisten rumah tangga Ryder.
"Gak salah lagi lah Tet! Kalau aja Kai gak Asi mungkin Kai akan tidur sama Mami dan Papi, bukan tidur sama kami orang tuanya! " jawab Sandra santai.
"Namanya juga cucu Kak! Bagi semua nenek, mereka lebih sayang cucunya dari pada anaknya! " sahut Anika ikut komen.
"Gak salah lagi sih! Lihat aja Mami Papi kalau sama si kembar, over protective banget gak mau mereka di asuh orang lain selain mereka termasuk para sesepuh empat itu yang melarang kita menyewa baby sitter untuk si kembar! Padahal maksud kita kan supaya memudahkan mereka dalam mengawasi si kembar kalau ada baby sitter! Mereka hanya tinggal melihat dan mengawasi kinerja baby sitter tanpa perlu susah payah menangani si kembar! Apa lagi sekarang ini mereka semua sedang aktif-aktif nya kecuali Tira! " ucap Tata panjang lebar sembari menghela napasnya.
"Jadi Tira masih doyan molor ya Tet?? " tanya Susan dengan agak terkekeh.
"Beuh... Jangan kau tanya lagi lah Bon! Heran kali aku dengan keturunan Ryder satu itu! Dari baru lahir hingga sekarang dia bersuara kalau lapar, pup dan pipis! Habis itu molor aja kerjanya! " jawab Tata dengan tidak habis pikir pada Putra sulungnya itu.
"Hahahaha.... ! Lucu juga ya Tet kalau kebiasaan nya itu kebawa sampai besar! " ucap Sandra tertawa geli.
"Hahahaha.. iya juga ya.. ! Apa lagi si princess juga suka kali bikin aku spot jantung dengan ulahnya yang selalu bikin semua orang kelimpungan! " sahut Tata ikutan tertawa.
"Beda anak beda pula tingkah lakunya ya Kak! Aku jadi penasaran dengan tingkah Kai nanti, apa kalem kayak Bang Kadir atau barbar kayak kakak! " ucap Nana juga komen.
"Hahahaha... Betul juga yang kau bilang Na! Aku juga penasaran gimana nanti sifat si Kai! Mudah-mudahan kalem kayak Papa nya dan gak pecicilan kayak Mama nya! " sahut Susan dengan tertawa geli.
Sandra merenggut kesal dengan omongan bestie nya yang sarat akan sebuah ejekan.
"Tapi kayaknya Revan yang patut di banggakan! Tuh lihat dia jadi penengah si kembar dan tampaknya Elea manut dan patuh kalau sama Revan! Lihat aja mainan yang di rebut nya di ambil Revan dianya gak marah bahkan terkesan patuh ! Padahal kalau aslinya Elea pasti ngereog kayak ulat nangka jika mainan yang dia rebut kita ambil lagi! " ucap Tata dengan menunjuk ke arah taman.
"Wuih... Beneran ya Tet! Dah lah, ternyata Elea sudah ketemu pawang nya! Hehehehe.. " sahut Sandra dengan terkekeh.
Tidak hanya Sandra, Tata, Susan, Nana dan Anika ikutan terkekeh melihat pemandangan yang tidak jauh dari tempat mereka berkumpul.
"Den Ayu, Den Ayu... ! Mereka sudah datang! Mereka sudah datang.. ! " teriak Mbok Sri menghampiri mereka dengan hebohnya.
"Apa??? Ayo kita ke depan! Ayo... ! " pekik Tata kaget sembari berlari ke taman untuk mengambil anak-anaknya.
Begitu juga dengan Anika yang ikut berlari mengambil Revan. Tata menggendong Elea dan Bima kiri kanan. Susan menggendong Kula dan Dewa, Nana menggendong Juna sedangkan Tira berada dalam stroller nya masih molor di dorong Sandra.
Dave dan Henry yang menjemput mereka di bandara. Mami Sita, Papi Dayton, Mami Bertha, Papi Koh, Kedua Eyang, Grandpa Grandma, semua Pakde dan Bude nya Dave, serta para sepupu Dave sudah berkumpul di ruang depan menunggu mereka datang.
Abeth menyusul mereka dari dapur dan langsung mengambil Elea dari gendongan Tata. Amirah, Kayla dan Kana sudah duluan menunggu di depan pintu dengan wajah tidak sabaran.
Mobil berhenti tepat di teras depan. Dave keluar pertama dengan Ibuk yang menyusul bersama Henry. Mobil yang kedua, Martin yang keluar duluan lalu di susul Nada yang tampak berisi dari sebelum ia pergi ke Amerika. Tak lama sebuah kaki mungil menjulur keluar menginjakkan kakinya ke tanah hingga seluruh tubuh mungilnya terlihat dan tersenyum lebar kepada semua orang yang berdiri dengan wajah penuh haru.
__ADS_1
"Ya Allah Aqila sayang.... ! " ucap Tata lirih dengan lelehan air mata di pipinya tanpa ia sadari.
Bersambung...