
Abeth makin menangis kencang saat ia masuk di sebuah ruangan yang luas dengan di dalam nya terdapat sebuah tempat tidur. King Cobra sudah menunggunya dengan duduk santai di atas tempat tidur sambil memegang gelas berisi anggur merah. Ia tersenyum mesum saat Abeth di dorong anak buahnya untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
Anak buahnya berjaga-jaga di depan pintu luar secara berdiri dan ada juga yang duduk mengelilingi meja sambil bermain kartu untuk melepas penat menunggu.
Ruangan tersebut layaknya seperti sebuah aula yang besar dengan kaca yang mengelilingi dindingnya sehingga apapun aktivitas di ruangan tersebut terlihat jelas.
Abeth bergidik ngeri dan jijik saat matanya tidak sengaja bertatapan dengan mata penuh napsu Ketua penjahat yang menculiknya.
"Kemari lah sayang.. !! Kita akan bersenang-senang berdua saja! Meskipun bawahan ku salah menculik orang, tapi tidak apa-apa karena sebelum mereka mendapatkan yang aku mau, kau akan menjadi gantinya sementara waktu sampai perempuan yang aku mau berada dalam genggaman ku! " perintahnya dengan tangan melambai agar Abeth mendekatinya.
Abeth tidak bergerak sedikitpun dari tempat ia berdiri. Ia bahkan memeluk erat tubuhnya sendiri karena jaket Tata yang ia kenakan sudah di lepaskan paksa penjaga yang tadi membawa ia ke ruangan ini.
King Cobra menahan amarahnya saat Abeth membangkang perintahnya untuk berjalan mendekat. Ia memasang wajah tersenyum menyeringai dan berjalan mendekati Abeth. Abeth reflek berjalan mundur saat King Cobra berusaha mendekati nya. Bibir nya gemetaran berbicara pada King Cobra yang melihat nya dari ujung rambut hingga kaki dengan seringai mesumnya.
"Ja-jangan mendekat! Ma-mau apa kau! " ucap Abeth terbata-bata dengan sangat ketakutan.
"Jangan takut sayang?? Aku tidak akan menyakitimu! Aku hanya ingin mencicipi mu saja, hanya itu! " jawab nya dengan terus berjalan mendekati Abeth hingga tubuh Abeth terbentur dinding.
Abeth memalingkan wajah nya saat tangan kasar King Cobra membelai pipinya dan dengan kasar King Cobra mencengkram kedua pipi Abeth hingga Abeth di paksa menatap wajahnya.
"Jika kau masih ingin hidup, turuti kemauan ku ! " ucapnya dengan bengis lalu melepaskan kasar cengkeraman tangannya pada pipi Abeth hingga Abeth mengaduh kesakitan.
"Aww.... Sakit! " ucap Abeth dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Seumur hidupnya ia tidak pernah di sakiti siapapun termasuk oleh kedua orang tuanya. Ia selalu di sayang dan di manja karena ia anak perempuan satu-satunya di keluarga nya, cucu perempuan tertua di keluarga Mami dan Papi nya.
Dengan kasar pria itu menarik kasar pergelangan tangan Abeth menyeretnya hingga menghempaskan nya begitu saja di atas tempat tidur. Ia lalu pergi keluar entah kemana setelah membanting pintu dengan sangat keras.
"Kalian jaga perempuan itu di dalam! Ingat, jangan kalian sentuh dia sebelum aku yang menyentuh nya! " ucap nya memperingatkan anak buahnya.
Empat orang anak buahnya mengangguk patuh dan segera memasuki ruangan tempat Abeth di bawa. King Cobra berjalan menuju ruangan nya entah mau melakukan apa. Sesampainya di sana ia membuka laci mejanya dan meraih sebuah kotak. Ia membukanya, mengeluarkan isinya berupa sebuah serbuk di dalam plastik ukuran sangat kecil.
"Ha.... Ha.... Ha.... ! Dengan ini kau akan menjadi milikku sayang.. !! " ucap nya sambil tertawa licik memegang bungkusan tersebut dan menciumnya.
Sepertinya itu adalah obat bius karena ia tidak hanya mengambil itu, tetapi juga mengambil sebotol wine dari dalam lemari di ruangan itu.
Tata yang mendengar suara hentakan pintu bergegas lari menuju asal suara yang hanya berjarak beberapa meter saja dari ia berjalan menyusuri tempat tersebut. Tidak hanya Tata, Tiger yang sudah selesai menghabisi musuh yang menghadang nya ikut berlari menuju asal suara.
Sementara itu, Dave meminta anak buah Arkan untuk mempercepat laju mobil nya agar segera sampai. Ia sudah tidak sabaran untuk sampai di sana.
Di kediaman Ryder.
Mami Sita masih menangis sedih sembari memanggil nama Abeth dengan memeluk mama mertuanya.
"Lakukan sesuatu Papi? Lakukan agar Abeth kembali di tengah-tengah keluarga kita! Mami bisa gila jika terjadi sesuatu dengan anak Mami! " ucap Mami dengan suara serak.
"Papi harus lakukan apa Mami?? Papi bahkan menunggu penculik itu menelpon atau menghubungi kita meminta tebusan! Tapi sampai sekarang belum aja juga telepon dari penculik itu sehingga membuat Papi bingung apa motif mereka menculik anak kita? Selama ini Papi tidak pernah mempunyai musuh, ataupun saingan bisnis! " jawab Papi Dayton dengan suara frustasi.
Tidak lama kemudian rombongan Eyang Kakung beserta kakak-kakak Mami Sita datang dan Mami Sita langsung menangis di pelukan Eyang Putri.
"Buk... Apa salah nya Ayu, Buk? Dulu Dave yang mengalami hal yang buruk hingga bertahun-tahun lamanya! Sekarang Abeth yang di culik, Buk? Mengapa anak-anak Ayu yang mengalami semua ini, Buk? Mengapa?? " ucap Mami Sita dengan menumpahkan kesedihannya.
"Istighfar Nduk, Istighfar! Jangan lupa kalau kita masih punya Gusti Allah! Gusti Allah pasti akan menyelamatkan anakmu, cucu Ibuk! " sahut Eyang Putri menguatkan Mami Sita.
__ADS_1
Semua kakak-kakak nya bergiliran memeluk dan menenangkan Mami Sita sembari menunggu kabar selanjutnya dari Dave.
"Dave baru saja memberitahu kalau ia dan orang-orang nya dalam perjalanan menuju lokasi Tata menyelamatkan Abeth! " ucap GrandFa Luis yang membuat Mami Sita semakin histeris.
"Apa Daddy bilang? Tata?? Ya Tuhan... ! " teriak Mami Sita seraya memukul-mukul Dadanya karena terasa sesak.
"Iya honey... Sewaktu kamu pingsan, Dave mengatakan jika Tata pergi seorang diri menuju tempat Abeth di culik dan meninggalkan Dave dan Henry di suatu tempat! Papi sudah meminta Dave untuk membawa Abeth dan Tata pulang ke rumah dalam keadaan selamat dan tidak kurang satu apa pun! " sahut Papi Dayton dengan jujur pada istrinya.
"Ya Allah Pi... Bagaimana bisa Dave membiarkan istrinya pergi seorang diri ke sana?? Apa yang akan Mami katakan pada besan kita jika terjadi sesuatu pada Tata, Pi? Apa Pi?? " ucap Mami Sita dengan histeris.
"Tenangkan dirimu, Nduk! Menantu mu bukan perempuan bodoh! Bapak yakin jika ia sudah berpikir matang-matang sebelum ke sana! " tegur Eyang kakung akhirnya angkat bicara.
"Aku setuju dengan perkataan mu besan! Istri Dave tidak selugu yang kita kira! Dia berbeda dari perempuan pada umumnya! Dan aku yakin ia bisa membawa Abeth pulang kepada kita! " ucap GrandFa Luis mendukung perkataan besannya.
"Ayu tidak perduli Pak! Tetap bagaimana pun juga Tata hanya seorang wanita! Mami tidak mau terjadi apa-apa pada mereka berdua! " jawab Mami Sita dengan pendapatnya.
"Yu... Kita hanya bisa berdoa agar Tata dan Abeth baik-baik saja! " sahut Bude Wati dengan mengusap lembut lengan Mami Sita.
"Iya Nduk! Mereka anak-anak mu! Tentunya doa seorang ibu pasti di kabulkan Gusti Allah! " ucap Eyang Putri memberikan semangat.
"Iya Buk... ! " jawab nya dengan napas agak tenang.
...****************...
Dave dan rombongan nya sampai di tempat musuh dan mereka berhenti di tempat yang sama dengan kendaraan Tata dan anak buahnya.
"Ayo kita masuk! Jangan banyak membuang waktu, karena dari tadi waktu kita sudah hampir habis! " ucap Dave begitu turun dari mobil.
Saat mereka baru berjalan beberapa langkah, mereka semua di kejutkan tumpukan orang-orang yang tergeletak tidak bernyawa yang di perkirakan berjumlah dua puluhan orang. Dave, Arkan dan Henry saling berpandangan dan secara bersamaan mereka menoleh kepada Lion.
Mereka bertiga bergidik ngeri melihat bukti nyata keganasan Tata dan orang-orang nya. Karena sudah tidak ada lagi penjaga, mereka masuk dengan leluasa ke dalam markas geng tersebut.
Sementara itu, King Cobra kembali ke ruangan tempat Abeth di sekap dan empat orang anak buahnya masih di dalam menjaga Abeth agar tidak kabur.
Ia langsung mengeluarkan sebotol wine dari balik pakaian nya dan memasukkan dengan santai serbuk tersebut semua isinya di hadapan Abeth yang masih menangis ketakutan.
"Pegang dia dengan erat! " perintah King Cobra pada anak buahnya.
"Jangan!! Aku mohon jangan lakukan ini! Aku tidak mau meminumnya! Aku mohon jangan! " jerit Abeth memohon dengan sangat.
"Cepat pegang! Apa yang kalian tunggu! " hardik King Cobra pada bawahannya.
Saat dua orang maju untuk memegang Abeth, beberapa orang memaksa masuk ke dalam ruangan tersebut sehingga membuat King Cobra urung meminumkan paksa wine tersebut pada Abeth.
"Gawat Ketua! Semua orang-orang kita banyak yang tewas di serang kelompok tidak di kenal! Berkali-kali aku memanggil penjaga di luar tapi tidak ada jawaban, saat aku hendak memeriksanya aku tidak sengaja melihat mereka sedang membantai anggota kita dengan pedang! " lapor salah satu anak buahnya dengan wajah panik.
"Sial... Brengsek! Panggil semua anggota-anggota kita yang masih ada! Siapa yang sudah berani menantang King Cobra?? " umpat King Cobra dengan wajah marah.
"Perkiraan ku hanya tinggal dua puluh saja yang tersisa Ketua, termasuk kita yang di ruangan ini! " jawab anak buahnya dengan wajah ketakutan kemarahan Ketua nya.
"Apa??? " teriak King Cobra dengan tidak bisa menahan amarahnya.
"Benar Ketua! Di luar hanya ada lima belasan orang yang berjaga dan ditambah lagi kita berenam di ruangan ini! Semua anggota kita yang lainnya ada di markas yang satunya lagi! Tidak punya cukup waktu memanggil mereka kesini karena jaraknya yang ajak jauh! " jawab anak buahnya lagi dengan jujur.
__ADS_1
Di samping itu, Tata sampai bersamaan dengan Tiger di tempat Abeth di sekap.
Melihat ada tamu yang tidak di undang datang, anggota geng Cobra langsung memasang wajah garang dan bersiap hadapi Tata dan Tiger.
"Ternyata perempuan yang inginkan Ketua datang menyerahkan diri rupanya! " ucapnya dengan tersenyum mengejek.
"Cuihh... Tidak sudi aku menyerahkan diri pada Ketua mu itu! " jawab Tata sinis dengan meludah ke samping.
"Kurang ajar! Serang mereka berdua bersamaan! Jangan biarkan mereka mengganggu kesehatan Ketua! " teriak yang berbicara tadi para teman-temannya.
Tata melempar jaketnya, ia menyimpan senjata apinya di selipan paha, kemudian mengambil sesuatu dari balik kantong celananya, ia memasang Knuckle tonjokan besi di tangan kanannya, dan ia memasang kuda-kuda dengan saling beradu punggung dengan Tiger karena anggota geng Cobra mengelilingi mereka berdua dengan senjata lengkap seperti pentungan, nunchaku, apapun yang bisa di jadikan senjata oleh mereka.
"Kau siap?? " tanya Tata pada Tiger.
"Siap kakak! " jawab Tiger dengan mengangguk yakin.
"Dalam hitungan tiga kita serang mereka bersama-sama! " ucap Tata lagi dengan di jawab anggukan kepala Tiger.
Pertarungan pun di mulai, mereka menyerang Tata yang hanya bersama Tiger. Satu persatu mereka tumbang karena pukulan dan tinjuan tonjokan besi milik Tata. Pedang katana Tiger juga sudah menghabisi mereka hingga meninggalkan beberapa orang saja.
Mendengar ada suara perkelahian, anak buah King Cobra yang di dalam ruangan bersama Abeth langsung keluar setelah meminta Ketua mereka untuk bersembunyi, tetapi King Cobra menolak dengan tegas.
"Aku akan menghadapi mereka, aku juga ingin lihat siapa yang sudah berani masuk ke sarang geng Cobra dan membunuh anggota ku hingga hanya tinggal segini! " ucap King Cobra dengan angkuhnya.
"Ya Tuhan... Mudah-mudahan mereka orang-orang baik yang akan menolong ku! " gumam Abeth dalam hati nya.
King Cobra bertepuk tangan saat melihat seorang wanita dari belakang sedang menghabisi anak buahnya dengan sangat brutal menggunakan Knuckle yang ada di tangan nya.
"Prok.... Prok.... Prok.... ! Sungguh besar nyali kalian masuk ke sarang geng Cobra dan memporak-porandakan markas kami serta menghabisi anggota kami! " ucap King Cobra dengan bertepuk tangan setelah membuka pintu.
"Sangat mudah bagiku untuk masuk ke sarang kumuh dan jelek seperti ini! " jawab Tata dengan sengaja memprovokasi emosi King Cobra.
"Apa kau bilang? Kumuh dan jelek! Lancang sekali bicara mu! " teriak King Cobra tidak terima dengan perkataan Tata.
"Kenapa marah? Itu memang benar kan? Sama seperti ketuanya yang juga jelek dan hanya bisa mengandalkan anak buahnya saja! " ejek Tata lagi yang semakin membuat pentolan geng Cobra semakin marah.
"Apa kau bilang? Tunjukkan wajah mu pada ku! " teriaknya lagi dengan sangat emosi.
"Hallo.... ! Kau mencari ku?? " ucap Tata dengan tersenyum iblis seraya berbalik badan berhadapan langsung dengan King Cobra.
"Kau.... !! " pekiknya dengan wajah sangat terkejut.
"Kenapa kaget begitu? Bukannya kau sangat menginginkan kehadiran ku?? " ucap Tata lagi dengan nada dingin sedingin es.
King Cobra menelan kasar ludahnya melihat langsung bagaimana sosok perempuan yang akan ia incar. Ternyata benar yang dikatakan anak buahnya kala itu jika penampilan luarnya hanya berupa topeng untuk menutupi wajah dan karakter aslinya.
Bersambung...
Kira-kira apa yang akan di lakukan Tata pada King Cobra ini ya readers ??🤔🤔🤔
Othor sudah kabulkan yang minta panjang... kalau lebih dari ini othor angkat kaki.. yo ndak mampu aku 🎶🎶...
Selamat membaca dan selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta...
__ADS_1
Mungkin besok Othor libur ya guys.... Othor mau kondangan dulu, banyak kondangan besokðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤