Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Aqiqah si kembar 2


__ADS_3

Terdengar suara MC yang sangat keras membuka jalan nya acara aqiqah anak-anak nya Tata dan Dave.


Pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori ternama yang sengaja di undang Dave khusus untuk acara hari ini. Suasana yang begitu sunyi, hikmad dan khusyuk terjadi selama ayat-ayat Alquran tersebut di lantunkan dengan suara yang begitu merdu di telinga semua orang.


Setelah pembacaan ayat suci Alquran, acara di lanjutkan dengan kata sambutan dari tuan rumah yang di sampai kan oleh Pakde Toto. Tidak terlalu lama Pakde Toto menyampaikan kata sambutan nya selaku tuan rumah nya acara aqiqah ini.


"Baiklah hadirin semuanya, marilah kita sambut acara intinya yaitu tausyiah dari ustadz kita Ustadz Abdul Soleh alias UAS! Maaf ya bukan Ustadz Abdul Somad hehehehe... " ucap pembawa acara dengan nyengir tanpa merasa bersalah.


"Huuuuuuuuu... " sorak sorai para anak-anak panti Asuhan yang tampak gemes dengan candaan pembawa acara.


Disoraki anak-anak tersebut bukan membuat pembawa acara malu tapi ia malah terkekeh geli di atas panggung.


Ustadz yang di panggil pun datang naik ke atas panggung dengan tersenyum lebar kepada para undangan di aula tersebut.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. ! Suatu kebanggaan yang luar biasa bagi saya berdiri tegak di sini untuk menyampaikan sedikit kata untuk kalian semua terutama kepada kedua orang tua dari enam anak-anak yang akan di Aqiqah hari ini! Alhamdulillah wasyukurillah Allah masih mengizinkan saya berdiri disini menjadi saksi kelahiran bayi kembar enam yang sangat jarang terjadi di negara kita! Meskipun ada tetapi sangat jarang alias langka terjadi! Sungguh beruntung Bapak Davindra dan Ibu Thalita di anugerahkan Allah buah hati enam orang sekaligus yang tidak semua orang bisa mendapatkan nya! Selamat saya ucapkan kepada Bapak dan Ibu atas kelahiran anak-anak nya, semoga kelak mereka semua menjadi anak-anak yang Sholeh dan Sholehah! Baiklah untuk mempersingkat waktu saya akan mulai sedikit tausyiah nya! Dari Samurah bin jundub Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : "Setiap anak tergantung pada aqiqah nya, disembelih atas namanya pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur rambutnya dan diberi nama " (HR.Abu Daud).


Hukum aqiqah adalah sunah Muakkad (sunah yang di anjurkan) bagi keluarga yang hidup dalam kesusahan, tapi menjadi keharusan bagi keluarga yang mampu untuk melakukannya.


Hewan Aqiqah untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing, dan untuk anak perempuan adalah satu ekor kambing.


Aqiqah dilakukan pada hari ketujuh kelahiran nya, jika tidak bisa di hari ke 14, atau hari ke 21 kelahirannya. Tapi jika tidak bisa pada ketiga waktu itu, sebagian ulama berpendapat bisa di lakukan pada hari-hari longgar atau hari-hari biasa sebelum anak tersebut baligh.


Aqiqah di tunaikan oleh harta sang ayah, bukan harta anak. Akan tetapi jika anak sudah dewasa dan dia belum di aqiqah kan ayahnya karena waktu itu tidak mampu, dirinya bisa meng aqiqah kan dirinya sendiri meskipun sudah baligh.


Untuk itu, marilah kita para orang tua yang lebih mampu untuk segera meng aqiqah kan anak kita pada saat ia baru berusia 7 hari, dan jangan menunda nya lebih lama lagi karena kita sangat mampu untuk melakukannya. Kecuali ada uzur lain seperti keadaan Bapak Davindra yang anak-anaknya harus masuk inkubator sampai bisa di lepas bebas seperti bayi lain pada umumnya.

__ADS_1


Tapi jika kita dalam ekonomi susah, jangan kan untuk aqiqah, untuk makan sehari-hari saja sudah alhamdulillah sekali tidak di paksakan untuk melakukan hal tersebut. Kita Do'akan saja semoga dewasa kelak anak kita mempunyai rezeki yang berlebih sehingga bisa meng aqiqah kan dirinya sendiri, Aamiin ya rabbal alamin.. !


Bapak ibu pada undangan dan anak-anak sekalian, marilah sama-sama kita mendoakan agar putra dan putri Bapak Davindra dan Ibu Thalita yaitu Raden Mas Yudistira Brawijaya Ryder, Raden Mas Bharasena Brawijaya Ryder, Raden Mas Arjuna Brawijaya Ryder, Raden Mas Nakula Brawijaya Ryder, Raden Mas Sadewa Brawijaya Ryder, Raden Ajeng Arkadewi Eleanor Brawijaya Ryder menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah!Yang selalu taat pada perintah Allah dan Rasul-Nya, patuh pada kedua orang tua, lemah lembut, jujur, selalu menolong orang yang lemah, menghormati orang yang lebih tua baik itu orang kaya maupun orang yang susah, selalu mendoakan orang tua nya, berbakti kepada agama, nusa dan bangsa, dan semua doa yang baik untuk anak-anak yang istimewa ini! " ucap Ustadz Abdul Soleh dengan menutup tausyiah singkat nya.


"Aamiin.... " sahut semua undangan mengamini doa Pak ustadz tadi.


"Terimakasih atas tausyiah singkat nya Pak Ustadz, baiklah kita masuki acara selanjutnya yaitu pemotongan rambut yang akan di pimpin langsung oleh Pak Ustadz dan para orang tua! " ucap pembawa acara dengan lantang.


Dave, Henry, Uncle Brad, Bisma, Bagas, dan Tara menggendong masing-masing bayi menuju ke depan. Arkan sebagai juru foto keluarga, Riko membawa nampan berisi kelapa muda yang sudah terbuka atas nya, Kadir membawa nampan berisi gunting dan minyak wangi, mereka berjalan bersisian dengan para bayi. Dave dan lainnya mendatangi Pak Ustadz yang melakukan pengguntingan pertama pada bayi pertama di gendong Dave kemudian kepada para tetua seperti Eyang kakung, Grandpa, Papi Dayton, Pakde Toto, Pakde Vian, Pakde Hasan, Ayah Jamal, Papi Koh, Mertua Anika juga ambil bagian hingga bayi yang terakhir yang di gendong Uncle Brad.


Mereka melakukan ritual itu sembari di iringi sholawat nabi oleh para pendukung acara yang ada di atas panggung. Mereka bersama-sama mengumandangkan sholawat dengan anak-anak yatim yang tampak bersemangat menyanyikan puji-pujian atas nabi Muhammad SAW.


Karena acara inti sudah di lakukan, pembawa acara menutup acara hari ini dengan pembacaan doa yang di pimpin oleh Pak Ustadz langsung. Setelah itu para undangan di persilahkan untuk menikmati hidangan yang di sajikan penyelenggara acara.


Satu persatu para undangan mulai memadati meja prasmanan termasuk anak-anak panti asuhan bersama pengurus panti.


"Alhamdulillah ramai ya Mi.. ! Tata senang banyak yang doakan si kembar terutama anak-anak panti! " sahut Tata dengan penuh syukur.


"Iya sayang, Mami juga seneng banget! Sebisa mungkin jika diberi umur panjang Mami berniat setiap ulang tahun mereka di adakan di panti-panti asuhan! Sekaligus mengajarkan mereka arti berbagi dan bersyukur dengan apa yang mereka miliki! Tidak semua anak-anak seberuntung mereka dan Mami ingin sekali mengajarkan pentingnya berbagi dan hidup sederhana tanpa berfoya-foya! " ucap Mami Sita dengan menatap anak-anak panti tersebut dengan tersenyum lebar.


"MasyaAllah Tabarakallah... Mulia banget niat Mami! Mudah-mudahan niat Mami di kabulkan Allah ya Mi.. !Tata seratus persen mendukung niat Mami untuk si kembar! " ujar Tata dengan haru menatap Mami mertuanya dengan mata berkaca-kaca.


"Aamiin ya Allah... " jawab Mami Sita mengamini doa Tata.


Obrolan mereka terputus dengan kedatangan Dave yang mencari Tata karena Elea menangis kencang.

__ADS_1


"Ya ampun sayang.. ! Bawa mereka ke kamar aja deh Mas! Bawa semuanya ya Mas, bilangin yang lain! Sepertinya Elea sudah mulai capek dan gerah! Mi, nanti Mami aja ya yang wakilkan Tata ngasih santunan sama anak-anak pantinya! Tata bakalan lama di kamar karena mau nyusuin si kembar! " ucap Tata sambil meminta bantuan Mami Sita.


"Iya sayang! Kamu gak usah khawatir! Kamu urus aja cucu-cucu Mami dulu! "jawab Mami Sita santai.


"Oke Mi.. Nanti ada Sandra kok yang bantuin Mami! " sahut Tata lagi sambil berjalan ke luar aula bersama Dave dan Elea.


Begitu sampai di kamar yang mereka sewa, ternyata Bima dan Dewa sedang di beri Asip oleh Ibuk dan Mami Bertha. Dave meletakkan Elea di atas kasur dan tidak berapa lama Aunty Ela datang membawa Arjuna, Giselle membawa Kula dan terakhir Eyang Uti membawa Yudistira yang masih tertidur lelap.


"Astaga si tukang tidur ini.. ! Suasana ramai kayak gini masih enak-enakan aja dia tidur tanpa merasa terganggu sedikit pun! Ckckck.... " komen Mami Bertha dengan geleng-geleng kepala saat Eyang Uti meletakkan Tira di samping Bima.


Kenapa Yudistira di panggil Tira? Karena ulah Bagas yang mengejek panggilan Yudis dengan kudis hingga membuat Dave meradang dan menghadiahkan sepupu nya itu jitakan di kepala hingga meminta ampun.


"Gara-gara si kompor meleduk Yudistira di panggil kudis, padahal di panggil Yudis agak macho dari pada Tira kayak Tara yang kayak nama perempuan! " celutuk Wiwid yang memang ada di kamar tersebut.


"Sepupu elo Tuh! " sahut Saras pada Wiwid.


"Dih, kompor meleduk kan sepupu Mbak Saras juga! " tuding Wiwid lagi.


"Gak usah berantem! Yang jelas kompor meleduk sepupu kalian berdua, bukan sepupu aku! " tambah Giselle memperparah keadaan.


"Eh pea.. Masih saudara juga namanya bahlul biarpun gak sedarah tapi masih ada kaitannya! " omel Wiwid protes.


Giselle bukan nya tersinggung malah tertawa terkikik saat Wiwid protes.


"Kalau kalian masih berantem, keluar aja sana! Nanti si kembar malah kebangun lagi dengar suara berisik! " tegur Aunty Ela dengan tegak pinggang di depan mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2