
Seorang pria duduk di sebuah keheningan malam seorang diri. Entah beberapa kali pria itu menghembuskan nafas nya dengan wajah yang benar-benar kusut seperti kertas lecek.
"Kenapa sih Bang? Dari tadi aku lihat kayak lagi ada masalah berat, sampai segitunya buang napas! Tuh lihat, muka udah kayak kertas yang di lipat-lipat terus di bejek-bejek hingga lecek! " tanya Riko sembari mendaratkan bokong nya di kursi samping Kadir.
Yah, pria itu adalah Kadir. Ia sedang galau bin gusar akan permasalahan hidup nya. Ia kembali membuang napasnya sebelum menjawab pertanyaan kepo adik ipar nya itu.
"Abang lagi galau Ko! Sebelum ke sini, orang tua Sandra menanyakan kepada Abang tentang hubungan kami berdua. Mereka bertanya kapan Abang membawa Sandra ke pelaminan seperti Tata! Jujur Abang bingung mau jawab apa karena Abang belum kepikiran melangkah lebih jauh lagi! Abang masih bingung dan bimbang Ko! " jawab Kadir dengan nada putus asa.
"Sebenarnya perasaan Abang gimana sama Kak Sandra? Abang cinta gak sama Kak Sandra? " tanya Riko lagi dengan tatapan menyelidik.
"Cinta banget lah Ko! Perasaan yang gak pernah Abang rasakan waktu sama Yuli dulu! Sandra membuat Abang menjadi diri Abang yang sebenarnya! Hanya saja Abang masih takut gagal lagi Ko! " jawab Kadir lagi dengan wajah bahagia mengingat pujaan hatinya.
"Lah, kalau Abang cinta segitu nya sama Kak Sandra kenapa Abang takut untuk melangkah lebih jauh lagi? " tanya Riko lagi.
"Abang takut Ko! Abang takut gak bisa membahagiakan Sandra seperti layaknya Yuli dulu! Lagi pula perbedaan kami yang terlalu jauh juga menjadi kebimbangan Abang! Abang merasa gak pantas aja untuk menjadi menantu orang berada seperti mereka! Abang takut membuat mereka malu Ko! Abang benar-benar bingung! " jawab Kadir lagi sembari membuang napasnya kembali.
"Bang, Kak Sandra sama Yuli itu orang yang berbeda! Lagian kalian apa nya yang berbeda, yang satunya duda dan yang satunya janda, cocok lah! Dari cerita Abang yang pertama, aku merasa jika orang tua Kak Sandra gak mempermasalahkan kok status sosial kalian, buktinya mereka menanyakan pada Abang kapan Abang melamar dan menikahi anak mereka! Iya kan?? " sahut Riko sembari bertanya lagi.
"Iya sih... Mereka gak mempermasalahkan siapa Abang! Abang aja yang merasa minder menjadi menantu mereka! Abang takut tidak bisa membahagiakan anak mereka Ko! " jawab Kadir lagi dengan meraup kasar wajah nya.
"Gini yah Bang! Kegagalan Abang dengan pernikahan Abang yang pertama menjadi cambuk untuk Abang agar bisa lebih baik lagi! Apa Abang gak kasihan pada anak-anak? Mereka membutuhkan sosok ibu yang bisa memberikan kasih sayang seorang Ibu seperti Kak Sandra, Bang! Mereka berhak tumbuh di lingkungan yang sehat dengan mempunyai orang tua yang utuh! Riko yakin Kak Sandra juga menginginkan hal sama, memulai hidup baru dengan laki-laki yang ia cintai! Emangnya Abang gak mau menghabiskan seumur hidup Abang bersama perempuan yang Abang cintai? " sahut Riko lagi yang membuat hati Kadir terbuka.
"Mana ada orang yang gak mau menghabiskan waktu dan usia nya bersama perempuan yang ia cintai Ko! Abang juga mau melakukan semua itu! Abang ingin hidup sampai tua bersama Sandra, mempunyai anak yang banyak, merawat mereka hingga mereka besar, bermain bersama cucu kami, Abang juga ingin seperti itu Ko! " jawab Kadir lagi dengan wajah tersenyum membayangkan semua nya.
"Lah, kalau gitu kenapa Abang ragu! Abang harus mantap dan percaya diri kalau Abang bisa melakukan semua nya! Bisa membahagiakan anak-anak dan Kak Sandra juga! Apa lagi sudah ada lampu hijau dari orang tua Kak Sandra! Semangat lah Bang menjemput kebahagiaan Abang dan anak-anak! " ucap Riko menyemangati Kadir.
__ADS_1
"Kamu pintar banget ngomong nya, udah kayak mentor di tivi-tivi itu! Sebagai penasehat sebelum pernikahan! " sahut Kadir dengan tatapan menyelidik.
"Hahahaha... Abang bisa aja! Pengalaman Bang, pengalaman yang mengajarkan segala nya! Aku ingin Abang move on dari masa lalu Abang seperti aku! Aku masih belajar menjadi suami yang baik untuk Anika, ayah yang baik juga untuk Revan! Aku ingin membahagiakan anak dan istri ku serta kedua orang tua ku sekuat tenaga yang aku punya! Aku dan Anika masih sama-sama belajar menjadi pasangan yang saling pengertian, mengerti akan keinginan masing-masing dan belajar menjadi orang tua yang lebih baik lagi untuk Revan dan adik-adiknya nanti! Kami berdua berkaca dari kegagalan pernikahan Abang, kegagalan pernikahan Kak Tata dulu menjadi kan kami bersemangat berbenah diri jika kami berdua masih banyak belajar dan masih banyak kekurangan nya. Untuk itu aku katakan sama Abang agar Abang jangan minder dengan diri Abang, jangan putus asa, teruslah berubah menjadi lebih baik lagi Bang! Jadikan kegagalan pernikahan Abang sebagai semangat Abang untuk maju dan jadikan itu sebagai pengingat diri agar lebih baik lagi! " sahut Riko panjang lebar.
"Terimakasih Ko, ternyata kamu sudah makin dewasa dalam bersikap! Abang jadi malu, udah tua ternyata pemikiran nya kalah sama anak muda kayak kamu! Seharusnya Abang yang mengatakan semua itu sama kamu! Terimakasih sekali lagi, Abang senang kamu berubah menjadi lebih baik lagi seperti ini! Abang juga tenang menitipkan Anika dan Revan sama kamu! Abang percaya kamu akan menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab pada keluarga mu! " ucap Kadir dengan rasa bangga pada adik ipar nya itu.
"Sama-sama Bang! Aku masih banyak belajar kok Bang! Doa yang sama juga untuk Abang, yang pasti jangan putus asa dan jangan minder Bang! Abang tidak sendiri, ada Allah yang akan mengiringi di setiap langkah Abang! Allah itu tidak tidur, dan jika kita melibatkan Allah dalam urusan kita InsyaAllah semuanya akan mudah! Begitu aku dengar dari ceramah Pak ustadz saat memberikan kultum sesudah sholat di masjid! " jawab Riko dengan tersenyum.
"Iya Ko, kamu benar! Ngomong-ngomong kamu sekarang ikut pengajian ya? Kok bisa banyak pengetahuan agamanya dari pada Abang? Abang jadi malu lagi karena pengetahuan agama nya masih minim! " tanya Kadir dengan wajah penasaran.
"Hahahaha... Gak kok Bang! Aku hanya sering jamaah di masjid sini, dan setiap selesai sholat pasti Pak ustadz memberikan kultum sebelum kita pulang! " jawab Riko dengan terkekeh.
"Wah, bagus itu! Abang mau yang seperti itu! Nanti subuh kita jamaah ya di mesjid, Abang pengen dengar ceramah nya! " ucap Kadir penuh semangat.
"Boleh Bang, ntar subuh aku bangunin Abang biar kita sama-sama jamaah di masjid! " sahut Riko tersenyum senang.
"Iya sayang, ini juga mau masuk! Yuk Bang kita masuk dan istirahat! " jawab Riko sedikit kencang pada istrinya.
Ia pun bangkit dari duduknya begitupun Kadir yang juga bangkit dan berjalan memasuki rumah untuk beristirahat.
🌿🌿🌿
Sementara itu, Sandra yang siang itu di tekan orang tua nya habis-habisan memasang alarm agar bisa terbangun di malam hari untuk sholat tahajjud.
Ia benar-benar meminta petunjuk Allah akan sikap yang akan ia lakukan terkait keinginan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Ia perlu seseorang yang bisa mendengar curahan hatinya dan tidak lain adalah Allah yang sangat ia harapkan.
Ia ingin mengadu, mencurahkan segala keinginan di hatinya, berkeluh kesah pada Allah atas kegundahan hati nya.
Usai Sholat tahajjud, ia menadahkan tangan nya ke atas seraya berdoa dengan sangat khusyuk pada sang pemilik kehidupan.
"Ya Allah... Tuhan semesta alam! Aku tahu aku bukan orang yang baik, bukan orang yang ahli ibadah, Tapi aku bukan juga orang yang munafik! Aku hanya hamba-Mu yang masih banyak kekurangan ya Allah, masih mengerjakan perintah mu setengah-setengah! Ampuni lah dosa-dosa hamba mu ini ya Allah! Berikanlah aku ketenangan hati atas kemelut perasaan yang aku hadapi saat ini! Aku mohon berikan lah aku petunjuk mu ya Allah! Aku ingin bahagia seperti orang lain ya Allah, aku ingin membangun rumah tangga kembali dengan laki-laki yang aku cintai! Permudahkan semua nya ya Allah, kuatkan hati ku agar jauh dari prasangka buruk yang menggerogoti hati ku! Teguh kan lah keyakinan ku ya Allah, Hasbunallah Hu wanikmal wakil nikmal maula wanikmannasir.. Aamiin ya rabbal alamin.. " ucap Sandra berdoa dengan air mata mengalir di pipinya.
Ia memutuskan untuk membaca Al-Quran menjelang waktu subuh tiba, hal yang tidak pernah ia lakukan selama ini.
Ibuk yang baru saja dari dapur, tersenyum kecil saat melintasi kamar Sandra yang sedang mengaji di jam orang masih tertidur lelap.
Ibuk juga baru selesai sholat tahajjud dan pergi ke bawah untuk mengambil air putih karena haus dan teko di dalam kamar nya sudah kosong.
Sandra menyudahi mengajinya karena sudah terdengar Adzan subuh berkumandang dengan begitu lantangnya. Tidak terasa ternyata sudah hampir satu jam ia mengaji dan ia pun melakukan sholat subuh dengan begitu khusyuk.
Pagi harinya, Sandra sudah yakin dengan perasaan nya akan permintaan kedua orang tuanya. Ia menanyakan melalui chat pada Kadir kapan mereka akan pulang ke rumah. Ia tersenyum girang saat Kadir membalas kalau ia meminta bertemu dengan Sandra saat jam makan siang nanti di restoran pertama mereka bertemu.
Sandra mengiyakan ajakan Kadir dengan perasaan deg-degan takut salah kaprah.
"Ya Allah... Mudah-mudahan ini pertanda baik dan bukan hal yang buruk! Aku akan belajar ikhlas jika keinginan aku dan orang tuaku tidak sejalan dengan keinginan Bang Kadir! Mudahkan semuanya ya Allah.. ! " batin Sandra dalam hatinya dengan mata terpejam.
Bersambung..
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya🤗🤗🥰🥰🥰
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍
Doakan othor agar selalu di beri kesehatan agar bisa Up lebih banyak lagi ya☺☺☺