Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
87. Gagal total


__ADS_3

Tata dan Dave tidak menyadari jika ada sepasang mata mengawasi mereka dari jauh dengan wajah merah padam menahan amarah.


Dave tanpa sungkan menunjukkan perasaannya terhadap Tata dengan mengambilkan makanan untuk Tata, dan ia juga tanpa malu menyuapi Tata makan.


Tata sebenarnya malu di perlakukan seperti itu di depan umum, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena jika ia protes, maka orang-orang bertambah kepo dengan dia dan Dave. Jadi ia mau tidak mau memasang muka tembok jika bersama Dave.


"Para hadirin yang terhormat! Harap duduk di kursi yang sudah di sediakan panitia karena acara lounching produk perusahaan kami akan segera dimulai! " ucap pembawa acara dari atas panggung.


Seorang pria menghampiri Dave dan membisikkan sesuatu di telinga Dave yang mana membuat Dave menganggukkan kepalanya. Pria itu langsung duduk di kursi samping Dave dengan wajah datarnya.


Pria itu menyapa Tata dengan sopan sekilas karena takut ketahuan dengan Bos nya yang tampak posesif dengan Tata. Tata hanya menganggukkan kepalanya membalas sapaan pria yang menjabat sebagai asisten sekaligus sekretaris Dave yaitu Arkansas.


Tidak lama kemudian, pembawa acara mulai membuka jalannya acara dengan memperkenalkan beberapa produk yang akan di luncurkan malam ini.


"Hadirin sekalian, tiba lah saat nya pengguntingan pita sebagai simbol di luncurkan nya produk ini oleh pimpinan Ryder Corp yang di wakilkan oleh putra beliau Mr. Davindra Ryder. " pekik pembawa acara tersebut memanggil nama Dave.


Lampu sorot menyoroti Dave, ia langsung berdiri merapikan jasnya kemudian mengulurkan tangannya kearah Tata. Tata yang paham langsung menyambut uluran tangan Dave, mereka pun bergandengan tangan dan dengan posesif nya Dave berjalan sambil merengkuh pinggang Tata.


Gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah mereka menuju panggung acara dengan di saksikan para tamu undangan yang mulai berbisik-bisik menerka siapa yang tengah di bawa oleh Bule tampan keturunan Ryder Corp tersebut.


Di atas panggung, Dave memberikan gunting kepada Tata yang membuat para wanita lajang bersorak iri, Tata yang agak bingung menerima saja gunting tersebut.


Dave menautkan jemari nya dengan jemari Tata sama-sama memegang gunting dengan posisi Dave berada persis di belakang Tata seakan-akan ia tengah memeluk Tata dari belakang.


Mereka berdua sama-sama menggunting pita simbol lounching nya produk Ryder Corp yang langsung di sambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir.


"Sialan, siapa perempuan itu? Kenapa dia bisa bersama Kang Mas Davin? Seharusnya aku yang berada di samping Kang Mas Davin saat ini! Bukan perempuan sialan itu! Aku harus tahu siapa perempuan itu dan bikin perhitungan dengan nya! " Batin Ajeng dengan penuh amarah.


Seseorang yang dari tadi menatap pasangan Dave dan Tata dengan penuh amarah dan iri adalah Ajeng. Ia sengaja datang dan masuk ke dalam acara ini dengan bantuan kolega Mama nya untuk mendekati Dave dan merayunya. Karena ia yakin jika Dave akan datang di acara perusahaan nya ini, meskipun ia tadi tampak sedikit ragu-ragu takut Dave tidak datang seperti sebelum-sebelumnya.


Setelah menggunting pita, mereka pun turun dan di sambut oleh beberapa kolega bisnis Ryder Corp yang datang mengerumuni Dave layaknya lalat yang hinggap di makanan.


"Selamat Mr. Davindra! Saya tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan penerus Mr. Ryder malam ini! " ucap seorang pria paruh baya yang memakai jas maroon seraya menjabat tangan Dave.


"Terimakasih Tuan Wijaya! " jawab Dave singkat.


Tata yang merasa tidak enak berusaha melepaskan diri dari rengkuhan Dave, ia ingin memberikan Dave kebebasan bertegur sapa dengan para kolega dan teman bisnisnya.


Tapi, jangan kan lepas, renggang sedikit pun tidak. Dave malah makin kencang merapatkan tubuh mereka sehingga tidak ada jarak lagi di antar mereka.


"Tenanglah, sayang! Aku tidak akan pernah melepaskan mu! Jika aku melepaskan mu, maka tidak ada lagi alasan aku menolak ajakan mereka yang mulai menampakkan wajah munafik mereka. " bisik Dave di telinga Tata.


"Cih, dasar! Mengambil kesempatan dalam kesempitan! " gerutu Tata dengan pelan.


Dave hanya terkekeh mendengar gerutuan Tata, ia kembali membalas sapaan dan teguran dari orang-orang yang berusaha menjilatnya tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Tata.


"Wah Mr. Ryder junior! Selamat atas lounching nya produk Ryder Corp! " ucap seorang pria yang mungkin seusia Dave datang dan langsung menjabat tangan Dave.


"Terimakasih Mr. Rayyan! Tumben datang sendiri? Dimana Nyonya Rayyan? " jawab Dave dengan ramah sambil bertanya.


"Beginilah nasib seorang pria yang sudah mempunyai anak, Mr Ryder! Nyonya Rayyan tidak bisa meninggalkan si kecil karena agak sedikit demam habis imunisasi tadi siang! Ngomong-ngomong siapa Nona cantik yang ada di samping anda ini? " ucap Mr. Rayyan juga bertanya kembali.


"Ini calon Nyonya Ryder, Mr Rayyan! " jawab Dave tanpa sungkan.

__ADS_1


"Wah, selamat sekali lagi Mr. Ryder! Semoga cepat di segerakan sebelum di ambil orang! " ucap Mr. Rayyan sambil menakut-nakuti Dave.


"Tidak akan aku biarkan seorang pun mengambilnya dari sisiku! " jawab Dave dengan garang.


"Ha.... Ha... Ha.... Ternyata Mr. Ryder bisa bucin juga! Saya senang ternyata Nona bisa membuat Mr. Ryder mau menampakkan wajahnya di depan umum! " Mr. Rayyan tergelak mendengar ucapan yang keluar dari mulut Dave.


Tata hanya tersenyum kecil mendengar pembicaraan mereka yang syarat akan gurauan. Dari jauh beberapa wanita lajang menatap Tata dengan tatapan sinis, iri dan dengki. Mereka berbincang sambil membicarakan Tata yang hanya datang karena merayu keturunan Ryder dengan rayuan murahan seorang ****** yaitu menyerahkan dirinya ke atas ranjang Ryder junior.


Ajeng tersenyum senang mendengar beberapa wanita membicarakan perempuan yang bersama dengan Dave. Ia ikut bergabung dan berpura-pura bertanya kepada mereka tentang perusahaan Ryder seolah-olah ia tidak tahu siapa pemiliknya.


Tata berbisik ke telinga Dave jika ia kebelet ingin ke kamar mandi. Ia meminta Dave untuk memberitahu dimana letak toilet umum.


Tidak ingin meninggalkan Tata sendiri seperti pesan Mami nya, Dave undur diri dengan sopan. Ia membawa Tata menuju toilet khusus pemilik perusahaan yang ada di tempat yang agak terpisah dari tempat acara berlangsung.


Ajeng yang melihat Dave dan pasangannya pergi keluar dari tempat acara langsung mengikutinya, namun langkahnya terhenti karena tidak di izinkan masuk selain pemilik perusahaan tersebut.


Dave menunggu Tata sambil duduk menyandarkan bokongnya di sofa sambil menutup matanya seperti sedang tertidur. Tata yang benar-benar kebelet menarik nafas lega setelah kegiatan BAK nya tuntas. Ia keluar dari toilet dengan wajah kaget melihat Dave masih setia menunggu diri nya.


Tata mendekat dan mengibasi tangannya di depan wajah Dave. Karena tidak mendapat tanggapan, ia mendekat kan telinga nya ke wajah Dave, terdengar suara dengkuran halus yang menandakan ia tertidur dengan sungguh-sungguh.


"Astaga, sempat-sempatnya kau tertidur di saat sempit seperti ini? " gumam Tata dengan lirih sambil menatap lembut wajah Dave.


Ia pun berencana keluar dari ruangan tersebut untuk mencari Arkansas. Namun, ketika ia baru sedikit membuka pintu, ia melihat Ajeng memaksa beberapa pelayan untuk memberitahu di mana ruangan khusus untuk pemilik perusahaan.


Pelayan itu menolak tawaran Ajeng mentah-mentah, namun Ajeng masih bersikeras ingin menemui pemilik perusahaan karena ia masih ada hubungan keluarga. Mereka terdengar adu mulut karena pelayan tersebut tetap tidak mau memberitahu dimana ruangan khusus pemilik perusahaan.


Tata kembali menutup pintu pelan-pelan. Ia lalu memutar sofa yang di duduki Dave menjadi membelakangi pintu masuk. Dave yang benar-benar tertidur pulas tidak menyadari jika ia sudah berputar menjadi 180°. Ia tersenyum senang ketika melihat ada beberapa handuk di lemari yang ada di ruangan tersebut dan mengambil nya.


Ia lalu menggunakan handuk tersebut untuk dirinya sendiri dan yang satunya lagi untuk menutupi kepala Dave dari belakang, sehingga jika ada yang masuk mereka melihat orang tersebut seperti baru selesai habis mandi.


"Ekhem.... Ekhem.... " Tata mencoba bersuara dan suara berubah menjadi keras dan serak.


"Yes berhasil! " ucap nya pelan kegirangan.


Tidak lama terdengar suara langkah kaki yang sepertinya berjalan mendekati pintu ruangan yang di huni Tata dan Dave. Tata cepat-cepat mengatur posisinya agar tidak ketahuan dari belakang.


Pintu pun terbuka paksa oleh Ajeng dan pelayan tersebut masih berusaha melawan Ajeng yang berniat menerobos masuk.


"Ada apa ini? Kenapa jadi tidak sopan seperti ini! Apa kalian tidak tahu jika sedang menganggu ku? Aku akan melaporkan ini kepada pemilik hotel ini agar kalian di pecat jika bekerja di sini! " tegur Tata dengan suara nya yang berat.


"Maaf Tuan...Nona ini memaksa ingin memeriksa, Maaf sekali lagi Tuan! " ucap nya sopan.


"Sudah lihat kan, Nona! Anda sudah membuat saya hampir saja kehilangan pekerjaan saya! Saya perintahkan anda untuk segera pergi, Nona! " perintah pelayan tersebut dengan tegas.


Ajeng pun pergi dengan kesal sambil menghentakkan sepatunya ke lantai karena kesal.


"Sialan! Kemana perginya mereka berdua? Aku rasa aku sudah mengikuti mereka tanpa kesalahan, kenapa aku malah kehilangan jejak mereka! Sialan banget sih! " gerutu Ajeng kesal dalam hati.


Setelah yakin para pengganggu tersebut pergi, Tata melipat kembali handuk yang ia pakai di kepalanya dan di kepala Dave. Ia menyimpannya kembali ke dalam lemari. Kemudian, Tata kembali duduk di samping Dave yang masih terdengar dengkuran halusnya dan dengan jahil nya Tata mencopot tempelan chip yang ada di lehernya dan menempelkan nya di leher Dave.


"Jadi tidak sabar pengen lihat dia bangun! Pasti lucu jika dia berbicara nanti! Ha.... Ha.... Ha.... " batin Tata tertawa dalam hatinya.


Bosan karena tidak ngapa-ngapain, Tata pun berkeliling ruangan tersebut sambil melihat-lihat di sekitarnya dari dalam ruangan. Ia melihat sebuah pintu dan betapa kagetnya ia ketika melihat apa yang ada di balik pintu tersebut.

__ADS_1


"Gilak, keren banget! Memang lah uang tidak bisa bohong! " gumamnya pelan dengan berdecak kagum melihat isi ruangan tersebut.


Ruangan tersebut adalah sebuah kamar mewah yang terhubung dengan ruangan yang di masuki Tata dan Dave tadi. Di dalamnya terdapat kasur king size yang mempunyai interior tempat tidur yang sangat mewah, satu set sofa lengkap, televisi, lemari pendingin serta AC dan juga meja makan dengan empat kursi yang juga sangat mewah.


Kamar ini besar nya dua kali lipat dengan ruang tamu di rumah Tata, yang mana semua itu membuat Tata geleng-geleng kepala melihatnya.


Selesai melihat nya, Tata pun segera keluar untuk menemui Dave dan mengajak nya pulang karena hari sudah mulai beranjak malam.


"Mas, bangun Mas! Ayo kita pulang! Sudah malam ini, masa kita tidur di sini! " ucap Tata dengan menoel-noel bahu Dave.


"Lima menit lagi Mi! " jawab Dave ngelantur dengan suara perempuan.


Tata terkikik geli mendengar suara Dave yang berubah karena chip yang di tempelkan Tata di leher Dave. Takut Dave marah, ia tertawa sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan.


"Mas, ayo bangun! Kalau gak mau bangun aku pulang sendiri nih! " ancam Tata dengan keras.


Dave langsung melonjak kaget mendengar ancaman Tata, seketika ia sadar jika ia tertidur sewaktu nungguin Tata ke kamar mandi.


"Astaga sayang? Kenapa gak bangunin aku dari tadi sih? " ucap Dave masih dengan sedikit menguap.


Tata cekikikan tertawa mendengar suara Dave yang berubah menjadi suara perempuan. Melihat Tata menertawakannya, Dave memicing matanya heran dan melihat dirinya sendiri karena ia merasa sedikit agak aneh.


"Seperti nya ada yang bersikap jahil rupanya! " ucap Dave dengan curiga.


Dave terkejut mendengar suara nya yang berubah menjadi suara perempuan yang mana membuat Tata semakin tergelak keras.


Tata berjalan mundur ketika Dave berjalan ke arahnya dengan tatapan datar.


"Maaf Mas, aku tadi hanya iseng! " ucap Tata dengan sedikit nyiut.


Dave tidak menghiraukan perkataan Tata yang berusaha menahan agar Dave menghentikan langkahnya. Namun Dave tidak menghiraukan nya, ia terus berjalan mendekati Tata. Setelah dekat, tanpa ampun Dave menggelitik pinggang Tata hingga Tata menjerit kegelian dan meminta ampun.


"Stop Mas, stop! Aku udah gak tahan! Nanti aku pipis di celana Mas! " teriak Tata dengan tertawa geli.


Dave menghentikan aksi nya menggelitik pinggang Tata, dan langsung duduk kembali ke sofa sambil menarik Tata duduk di sampingnya.


"Kamu itu iseng banget! Untung kita masih di ruangan ini! Coba kalau di luar, bisa malu Mas jadi bahan tertawaan orang! " ucap Dave dengan geleng-geleng kepala.


"Lagian Mas juga yang bikin aku kesel! Masa tidur di sofa dengan santainya, padahal aku ke kamar mandi cuma sebentar! " jawab Tata dengan sebel.


"Perasaan tadi Mas cuma merem aja sesaat, eh gak taunya kebablasan! " sahut Dave lagi dengan santainya.


"Ish... Itu kan cuma perasaan Mas doang! Udah yuk, kita pulang! Udah malam! " ucap Tata sambil menarik tangan Dave agar berdiri.


Dave tersenyum bahagia karena Tata sudah mulai lunak dan sudah mulai berani bersikap santai padanya. Ia pun ikut berdiri tanpa protes dan mengikuti langkah Tata dari belakang.


Mereka berdua dengan santainya berjalan keluar dari ruangan tersebut menuju lobby tempat berlangsung nya acara. Tampaknya di depan pintu masuk sudah berdiri Arka yang seperti nya terlihat menunggu mereka berdua.


"Nona, ini ada titipan dari salah satu tamu yang hadir! " sapa Arka dengan menyerah kan kotak berukuran sedang ke tangan Tata.


"Berikan padaku! Aku peringatkan, jika ada yang berniat memberikan sesuatu kepada calon istriku, maka harus mengatakan nya padaku tanpa terkecuali! " ucap Dave dengan ketus sambil mengambil kotak tersebut dengan kasar dari tangan Arka.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2