Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kania oh Kania...


__ADS_3

Tepat jam 10.00 waktu setempat, pesawat yang membawa Tata dan Kania tiba di bandara soekarno-hatta dengan selamat. Sepanjang perjalanan Kania tidak henti-hentinya berdoa karena ini pengalaman pertama ia naik pesawat, bahkan ketika saat pesawat naik dan turun ia berpegangan erat di sabuk pengaman nya dengan mata terpejam.


Begitu tiba di pintu keluar tangga ia melongo melihat area bandara yang sangat luas melebihi bandara Kualanamu dengan berbagai macam pesawat terparkir di halaman bandara.


"Ayo turun! Memangnya kau mau di sini terus? " ucap Tata sambil menepuk pelan pundak Kania.


"Eh iya Nona! " sahutnya dengan melonjak kaget.


Ia lalu mengikuti Tata turun ke bawah sambil matanya melihat di sekelilingnya orang-orang yang berlalu lalang dan terlihat ada pesawat yang akan mengudara ke angkasa.


Tata hanya tersenyum kecil melihat reaksi udik Kania di bandara tanpa mau menegurnya.


"Jangan sampai ketinggalan dan terpisah Kania! " ucap keras Tata yang melihat Kania masih ketinggalan di belakangnya.


Kania langsung berlari mendengar suara Tata dan cepat-cepat mengikuti langkah Tata menuju kursi tunggu.


"Kita duduk dulu sambil menunggu barang-barang mu yang ada di bagasi pesawat. " ucap Tata ketika mereka sudah duduk di kursi tunggu.


"Saya kira bandara Kualanamu sudah besar sekali, tetapi ternyata bandara ini lebih besar lagi dari bandara Kualanamu ya Nona! Orangnya juga lebih ramai dan saya juga melihat banyak orang-orang Bule kayak di tivi-tivi itu Nona! Saya tidak menyangka jika saya bisa melihat mereka secara langsung dan berada di tempat yang besar dan luas seperti ini! " ucapnya dengan penuh kekaguman.


"Iya, makanya kau jangan sampai ketinggalan dari aku! Bisa-bisa ilang nanti kau di tempat ramai seperti ini! Boleh aja kau cuci mata tapi jangan sampai lengah dan selalu perhatikan jalan kau agar gak ketabrak sama orang lain! " jawab Tata menasehati.


"Baik Nona, saya mengerti! " ucap Kania mengangguk paham.


Mereka menunggu hampir 15 menit di kursi tunggu dan akhirnya barang-barang mereka sudah keluar dari bagasi. Kania mengikuti langkah Tata mengambil barang-barang nya dan menyusun nya secara teratur di troli untuk di bawa menuju mobil yang sudah menunggu mereka di luar.


Dari kejauhan seorang pria berlari-lari menyongsong kearah Tata dan langsung mengambil barang-barang yang ada di troli dengan sangat cepat.


Kania yang polos berteriak pada Tata karena mengira pria itu menjambret barang-barang mereka.


"Dia bukan jambret Kania, tapi sopir yang aku suruh menjemput kita! " ucap Tata menjelaskan nya.


"Maaf Nona! Saya kira tadi jambret, soalnya gak ngomong-ngomong ambil barangnya! Main ambil aja! " jawab Kania dengan menunduk malu.


"Tidak apa-apa! Ayo kita masuk ke mobil! Biarkan Toni yang memasukkan semua barang-barang ke dalam mobil! " ucap Tata dengan mempersilahkan Kania masuk ke dalam mobil.


Toni yang di teriaki Kania mendengus kesal karena di kira penjambret (masih ingatkan dengan Toni yang menjemput Nana dan Suster Sumi saat di usir sama Nyonya Retno di episode awal-awal) .


"Dasar cewek udik! Seenaknya aja berteriak jambret! Untung aja suara nya gak kencang, kalau gak bisa-bisa aku di hakimi massa karena di tuduh jambret! Tapi walaupun udik cewek itu cantik juga, manis lagi kalau tersenyum! " rutuk Toni dalam hati dengan sedikit tersenyum.


"Ayo Ton, buruan berangkat! Jangan melamun! " teriak Tata dari dalam mobil.


"Baik Nona! " teriak Toni juga dari luar dan cepat-cepat membereskan semuanya hingga semuanya masuk ke dalam bagasi mobil.


Setelah yakin semuanya tidak ada yang ketinggalan, Toni pun masuk ke dalam mobil dan secara perlahan mobil meninggalkan area bandara menuju pintu keluar bandara.

__ADS_1


Begitu keluar dari bandara, Kania melonjak melihat gedung-gedung pencakar langit yang membuat nya kagum dan keramaian kota Jakarta. Tidak henti-hentinya mulutnya mengoceh mengomentari semua yang ia lihat dari jendela mobil. Ia bahkan meminta izin Tata untuk membuka kaca mobil, tapi karena tiba-tiba matanya kelilipan Kania menutup kembali kaca mobil dan melihat semuanya dari dalam mobil saja.


Tata sengaja diam dan membiarkan Kania melakukan apa yang ia mau, karena ia tidak mau Kania minder dengan kelakuan nya yang sangat kampungan. Ia membiarkan Kania belajar dari pengalaman nya sendiri dan ia yakin Kania anak yang cepat tanggap dan pastinya akan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya nanti.


Kania semakin melongo ketika mobil berhenti di depan pintu gerbang yang megah yang pintunya terbuka sendiri.


"MashaAllah... Pintu gerbang nya bisa buka sendiri Nona! " pekiknya sambil menutup mulut dengan sebelah tangan.


"Bukan terbuka sendiri Kania, tapi menggunakannya remot!Karena pintunya sangat berat jika di buka dengan tenaga manusia! " jawab Tata menjelaskan.


Kania hanya termangu dan menganggukkan kepalanya, entah ia mengerti apa tidak penjelasan Tata tadi karena matanya jelalatan melihat bangunan di dalam gerbang.


Mobil melaju menuju area parkiran yang kembali membuat mata Kania melotot kaget dengan banyaknya mobil yang beraneka bentuk di garasi ini.


Karena Tata mempunyai garasi sendiri untuk semua mobil-mobilnya yang beraneka jenis, mulai dari yang biasa, hingga sampai yang mewah sekalipun.


"Ya Allah... Seperti mimpi Kania masuk ke tempat seperti ini! Rumah ini begitu bagus dan besar untuk di tinggali seorang diri! Satu kampung aja rumah ini masih begitu besar jika di huni! Ya Allah, terimakasih sudah membuat Kania hingga bisa berada di situasi seperti ini! Kania gak nyangka jika Nona Tata benar-benar super kaya! Ya Allah, lindungi Kania agar selalu rendah hati dan jauhkan Kania dari sipat sombong seperti Non Tata yang selalu baik tanpa melihat status orang tersebut! " batin Kania dengan sepenuh hati.


"Ayo masuk! Kenapa malah bengong! " tegur Tata yang sudah di depan pintu masuk.


"Eh iya Nona! " ucap Kania tersadar dan langsung berlari-lari kecil menyusul Tata.


Pintu rumah terbuka dari dalam rumah dengan Bu Vira dan beberapa pelayan keluar menyambut kepulangan Tata.


"Terimakasih Bu! Oh ya, dimana semua orang? Kenapa sepi sekali? " tanya Tata ketika masuk ke dalam rumah.


Kania yang baru pertama kali masuk ke rumah orang kaya melepaskan alas kakinya dan menentengnya masuk ke dalam rumah.


"Ya ampun Kania! Kenapa sandalnya gak di pakai? Malah di tenteng kayak gitu? Lantainya dingin ini Kania! Ayo pakai lagi sandalnya kalau masuk ke dalam rumah! " pekik Tata terkejut melihat Kania masuk dengan ceker ayam.


"Tapi, nanti lantainya kotor Nona! Gak papa kok saya nyeker, yang penting lantainya gak kotor! " jawab Kania dengan polosnya.


Beberapa pelayan yang di belakang Bu Vira cekikikan melihat kepolosan Kania yang udik tapi dengan tawa tertahan karena mata Bu Vira sudah melotot ke arah mereka.


"Kania, perkenalkan saya Bu Vira! Kepala pelayan di rumah ini! Ayo pakai lagi sandalnya karena nanti kaki mu sakit karena lantainya sangat dingin! Kau lihat kan jika kami semua memakai alas kaki! Jadi, ayo di pakai lagi sandalnya! " ucap Bu Vira dengan ramah.


"Eh iya Bu, saya Kania! Tapi kan sandalnya baru dari luar Bu? Emangnya gak papa kalau lantainya nanti kena sandal saya yang butut ini? " jawab Kania dengan agak takut-takut.


"Gak papa, karena ada pelayan yang bertugas membersihkan lantai ini! Nanti saya akan kasih kamu alas kaki yang sama seperti teman-temanmu yang di sana! " ucap Bu Vira sambil menunjuk beberapa pelayan yang ikut ia menyambut Tata tadi.


Kania melihat mereka sekilas lalu menurunkan kembali sandalnya dan memakainya lagi. Ia berjalan mengikuti Bu Vira dan yang lainnya memasuki rumah yang begitu luas dan megah.


"Bu Vira, tolong bawa Kania ke kamarnya ya! Tolong ajari Kania apa yang belum ia pahami karena saya akan membawa Kania ke Bandung untuk tinggal bersama Ibuk! " perintah Tata dengan lembut kepada Bu Vira.


"Baik Nona! Ayo Kania, kita ke kamar kamu sekarang! " jawab Bu Vira sambil mengajak Kania untuk ikut dengan nya.

__ADS_1


Kania mengangguk patuh dan berjalan di belakang Bu Vira, sedangkan Tata duduk di ruang santai sambil rebahan di atas sofa.


Tidak berapa lama, datang pelayan yang membawa minuman dingin kesukaan Tata dan sepiring pisang goreng.


"Yu, pada kemana sih semua orang? " tanya Tata kepada pelayan bernama Dayu.


"Anak-anak bermain di taman belakang Nona bersama Nona Anika dan suaminya, Sedangkan Nona Sandra ikut pergi bersama Nona Susan dan Pak Kadir! Nona Nana pergi belanja bersama Bi Sum dan Bi Darmi ke pasar! " jawab Dayu dengan detail.


"Ya sudah, tolong di bantu Kania ya Yu biar bisa beradaptasi dengan cepat! " ucap Tata kepada Dayu.


"Baik Nona! " jawab Dayu seraya undur diri pamit ke belakang lagi.


Tata meminum minuman nya dan memakan pisang goreng dengan duduk santai. Ia makan dalam diam dengan penuh penghayatan.


Setelah menghabiskan dua buah pisang goreng, Tata bangkit dan berjalan menuju ruang kerjanya di lantai atas. Ia kemudian masuk sebentar dan kemudian keluar lagi dengan memakai pakaian yang berbeda dari yang ia pakai tadi.


Tata memakai celana jeans yang sudah sobek-sobek di lutut nya, kaos oblong warna putih dan tak lupa jaket jeans yang warna nya senada dengan celananya. Ia menguncir rambut panjang nya dengan kunciran ekor kuda sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus.


Tata menekan tombol interkom dan berpamitan kepada Bu Vira jika ia ada urusan sebentar di luar rumah. Setelah berpamitan Tata keluar rumah dengan santainya dan menaiki mobil yang ia mau seorang diri.


Ia pergi ke tempat ia janjian bersama Tiger untuk membicarakan banyak hal sekalian melihat siapa dalang yang memfitnah Kadir dan Sandra.


Singkat cerita, Tata sampai di tempat rahasia mereka dalam memberikan pelajaran untuk musuh-musuh mereka yang berbuat curang.


"Dimana perempuan yang kalian tangkap itu? " tanya Tata langsung ketika ia sampai.


"Di sebelah sana Nona! Tuan Tiger sudah menunggu Nona di ruangan itu! " jawab salah satu bawahan Tiger.


Ia lalu mengantar Tata menuju ruangan yang ia sebutkan tadi. Tampak seorang pria berdiri di hadapan perempuan yang duduk di kursi dengan tubuh terikat dan mata tertutup kain hitam.


"Apa aku datang terlambat? " tanya Tata dengan nada datar.


"Tidak Nona! Mari silahkan masuk! " jawab Tiger dan dua orang anak buahnya dengan membungkuk hormat.


Tata masuk dan duduk di hadapan perempuan itu di kursi yang sudah di sediakan Tiger sebelum Tata datang. Tata membuka secara paksa penutup mata perempuan itu sehingga membuat perempuan itu mengumpat kesal.


"Kau/kau.....! " tunjuk Tata dan perempuan itu berbarengan.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya..


Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...

__ADS_1


__ADS_2